Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Graha Macan Tutul Xue.


Selir Kedua Meng Zi Zi mengangguk pelan dan paham dengan setiap perkataan yang telah di keluarkan oleh Kaisar Naga Merah kepadanya di depan Sang Putera Langit sebelum menjawab.


"Paduka, hamba mendapatkan tugas dari ayah hamba yakni Raja Himalaya untuk menjadi selir anda untuk menyatukan Kekaisaran Naga Merah dengan Kekaisaran Himalaya dan selain itu juga hamba ingin meminta bantuan dari Anda untuk menyelamatkan peta pegunungan Himalaya yang telah di curi oleh seorang yang tidak kami ketahui dari ruang penyimpanan harta karun dari istana Kekaisaran Himalaya kami." jawab Selir Kedua Meng Zi Zi yang menceritakan masalah yang dihadapi oleh Kekaisaran Himalaya kepada Kaisar Naga Merah suaminya sendiri.


"Begitukah permasalahan yang sedang dihadapi oleh keluargamu yang sekarang ini menjadi keluarga ku juga? " tanya Kaisar Naga Merah di hadapannya dengan sorotan mata yang lembut.


"Iya, Paduka. Kini hamba sama sekali tidak tahu apa yang harus hamba lakukan untuk membantu ayah hamba. " jawab Selir kedua Meng Zi Zi yang menghapus air matanya dengan saputangannya sendiri.


"Zi Zi, kau perlu khawatir lagi karena aku pasti akan membantumu. " kata Kaisar Naga Merah yang meraih jemarinya dengan halus lalu jemari lain Kaisar Naga Merah meraih dagunya untuk mendekatkan wajahnya dengan wajah Kaisar Naga Merah yang kemudian mencium bibirnya.


"Yang Mulia.. " Sinar mata Selir kedua Meng Zi Zi menyiratkan keinginan lebih dari sekedar ciuman yang telah diberikan oleh Zhang Xiao Long.


"Aku tahu apa yang kamu inginkan dariku.. " kata Zhang Xiao Long yang berdiri di hadapan Selir kedua Meng Zi Zi lalu mengangkat tubuh gadis itu untuk di bawa ke tempat tidurnya.


Selir kedua Meng Zi Zi menatap malu-malu lihat Kaisar Naga Merah menurunkan tirai di sekitar tempat tidur lalu membuka pakaiannya sehelai demi sehelai dan memulai ritual suci Kekaisaran Naga Merah.


Zhang Xiao Long tersenyum melihat Selir kedua Meng Zi Zi terbius oleh ilmu kemauannya yang alami sehingga gadis itu seakan-akan dirinya sedang melakukan hubungan suami istri dengan selirnya itu.


"Aku minta maaf karena aku tak menginginkan kamu untuk mendapatkan anugrah ku, Selir kedua Meng Zi Zi. " Kata Zhang Xiao Long yang memilih untuk meninggalkan kamarnya untuk mencari Ratu Amira Ming istrinya yang lainnya di sekitar taman bunga depan kamarnya.


"Ming Ming, dimana kamu? Apakah kamu berada di tempat lain di graha Macan tutul Xue? " tanya Zhang Xiao Long menggunakan ilmu suara jarak jauh kepada istrinya yang lainnya.


Namun ia tidak mengatakan jawaban dari Ratu Amira Ming sehingga keningnya berkerut dan hatinya pun mulai gelisah memikirkan Ratu Amira Ming yang merupakan istri yang paling di cintai itu.


Dan, Zhang Xiao Long terpaku menemukan Ratu Amira Ming sedang berbicara berdua dengan Raja muda Xue Yang di sebuah taman bunga di halaman pribadi dari Raja itu.


"Ming Ming, liontin ukiran Naga kembar giok apa masih di simpan oleh mu? " tanya Raja Muda Xue Yang menoleh kepada Amira Ming di kursi batu di sampingnya.


"Tidak, aku sudah menghancurkannya semenjak kau memutuskan untuk berpisah denganku dan memilih untuk menikahi kakak seperguruan ku yaitu Kak Chiu Shing. " jawab Ratu Amira Ming dengan nada tegas.


"Kenapa? Apakah kamu masih membenciku? " tanya Raja muda Xue Yang meraih jemari Ratu Amira Ming yang telah cepat menarik jemarinya dari tangan Raja muda Xue Yang.


"Tolong jaga sikapmu terhadap ku karena aku sudah menikah dan kamu juga sudah menikah dan memiliki anak dari kakak seperguruanku." Nada ketus Ratu Amira Ming membuat senyum Zhang Xiao Long merekah.


"Ming Ming, aku tahu kau hanya ingin membuat aku cemburu kan dengan pura-pura menikah dengan Kaisar Naga Merah yang sama sekali tidak pernah kamu cintai.. " kata Raja muda Xue Yang menarik tangan Putri Ming Ming hingga ia dapat mendekatkan dirinya kepada Ratu Amira Ming sampai Zhang Xiao Long melesat cepat ke arah Raja muda Xue Yang dengan mengibaskan lengan pakaiannya ke dada Raja muda Xue Yang hingga Raja muda Xue Yang terhempas jauh dari Ratu Amira Ming.


"Raja muda Xue Yang, kau jangan main-main dan jangan pernah mencoba untuk menyentuh istriku atau aku tidak akan pernah segan untuk hukum mati dirimu..! " hardik Zhang Xiao Long dengan tatapan matanya berkilat-kilat tajam kepada Raja muda Xue Yang di luar paviliun.


"Zhang Xiao Long, kau sungguh laki-laki biadap yang merebutnya dariku! Aku Xue Yang akan menghabisi mu sekarang juga..! " balas Raja muda Xue Yang telah menyerang Zhang Xiao Long dengan meluncurkan sejumlah belati dan jarum tipis dan bening ke arah Zhang Xiao Long dengan bernafsu untuk membunuh laki-laki yang telah menjadi suami dari gadis di cintainya itu.


Wettz, wettz, wettz!


Zhang Xiao Long mengerahkan telapak tangan yang mengandung hawa sinkang arak sakti ke arah sejumlah belati dan jarum tipis dan bening milik Raja muda Xue Yang sehingga sejumlah belati dan jarum tipis dan bening itu hancur di depannya.


Blaarr!


"Xue Yang.. Kau berani untuk menyerang suami ku..! Aku Ming Ming yang akan membunuhmu..! " Hardik Puteri Ming Ming yang menggerakkan telapak tangan ke arah Raja muda Xue Yang di hadapannya dengan ilmu sinkang tapak gurun gobi sehingga Raja muda Xue Yang melakukan hal yang sama untuk menghadapinya.


Dess!


"Mundurlah, biarkan aku suamimu yang akan membunuhnya untuk mu. " kata Zhang Xiao Long nada lembut kepada Ratu Amira Ming lalu melangkah maju ke depan Raja muda Xue Yang yang telah kembali menyerangnya dengan ilmu sinkang tapak gurun gobi yang dashyat.


Zhang Xiao Long pun membalas serangan tapak gurun gobi milik Raja muda Xue Yang dengan ilmu sinkang tapak bunga harum sakti sehingga ilmu sinkang tapak gurun gobi milik Raja muda Xue Yang dapat dihancurkan olehnya sekaligus membuatnya dapat membunuh Raja muda Xue Yang yang merasakan sakit pada seluruh organ tubuhnya seketika itu juga.


Dess!


"Arghhhh! " pekik kematian Raja muda Xue Yang di tangan Zhang Xiao Long.


"Kak Xue Yang..! " teriak Istri dari Raja muda Xue Yang telah muncul di dekat jasad suaminya lalu menatap garang kepada Ratu Amira Ming.


"Wanita ****** kau sungguh tak tahu balas budi sampai kamu memerintahkan suamimu untuk membunuh suamiku..! " hardik Selir Raja muda Xue Yang kepada Ratu Amira Ming di belakang Zhang Xiao Long.


"Wanita busuk tutup mulut mu! " hardik Selir kedua Meng Zi Zi yang telah muncul di sisi kiri Zhang Xiao Long dengan pedangnya telah di keluarkan dari sarung pedangnya.


"Zi Zi, kenapa kamu bisa datang ke tempat ini? " tanya Zhang Xiao Long halus kepada Selir kedua Meng Zi Zi.


"Aku mencarimu setelah kita saling memadu kasih satu sama lainnya lalu menemukan kamu di sini sedang melindungi Ratu Amira Ming dan di hina oleh orang-orang busuk itu maka aku pun takkan pernah membiarkan mereka hidup lebih lama lagi. " jawab Selir kedua Meng Zi Zi nada halus kepada Zhang Xiao Long seraya menjinjit untuk mencium bibir Zhang Xiao Long begitu saja tanpa sungkan.


Putri Ming Ming tetap tersenyum begitu manis di sisi kanan Zhang Xiao Long meskipun gadis itu harus melihat suaminya di cium oleh Selir kedua Meng Zi Zi yang juga istri dari suaminya sendiri.


"Kau tak ada rasa cemburu dengan dia mencium bibirku? " bisik Zhang Xiao Long kepada Ratu Amira Ming.


"Tidak." jawab Ratu Amira Ming halus.


"Kenapa? Bukankah seharusnya kamu memiliki rasa sakit hati melihat seorang wanita lain telah mencium suamimu di hadapanmu? " bisik Zhang Xiao Long lagi.


"Karena dia juga istri mu maka aku harus melihat sisi baiknya untuk kamu bahagia sebagai Kaisar Naga Merah penguasa di seluruh daratan besar. " jawab Ratu Amira Ming tulus.


"Terima kasih atas ketulusan hati mu yang telah menerima kenyataan bahwa kamu adalah salah seorang dari istriku yang berarti kamu dilarang untuk cemburu terhadap para istriku yang lain tapi aku sebagai Kaisar Naga Merah mu, pria mu dan suami mu tetap akan cemburu dengan pria lain yang mencoba untuk merebutmu dariku maka aku tidak akan pernah membiarkan pria itu hidup lebih lama lagi di bumi ini. " kata Zhang Xiao Long dengan sinar matanya yang tajam dan tegas kepada Ratu Amira Ming yang dipeluknya dengan sebelah lengan lalu dicium olehnya.


Selir kedua Meng Zi Zi mengangkat alisnya saat melihat Kaisar Naga Merah mencium bibir Ratu Amira Ming di hadapannya sehingga gadis itu di bakar api cemburu.


"Yang Mulia.. " panggil Selir kedua Meng Zi Zi dengan senyum kecut kepada Zhang Xiao Long yang tak menghiraukannya dengan sibuk dengan Ratu Amira Ming.


"Apa? "


"Kau harus membelaku untuk membunuh wanita busuk hati itu untuk ku, " jawab Selir kedua Meng Zi Zi dengan nada manja kepada Zhang Xiao Long.


"Zi Zi, kau tak pernah bisa memerintahkan aku untuk melakukan apa yang kamu inginkan dariku dan satu lagi apakah kamu pikir aku dapat di tipu daya oleh mu yang berniat untuk membunuhnya secara diam-diam pada saat kamu datang ke graha Macan tutul Xue ini dengan saputangan di tanganmu ini yang sebenarnya telah kamu tukar dengan saputangan miliknya yang telah kamu oleskan racun penghancur wajah. " kata Zhang Xiao Long yang menarik tangan Meng Zi Zi lalu memperlihatkan saputangan milik Meng Zi Zi ke hadapan Meng Zi Zi sampai wajah Meng Zi Zi memucat.


"Ti.. Tidak.. Yang Mulia.. Jangannn....!" pekik kematian Meng Zi Zi yang wajah dan lehernya di basuh oleh saputangan miliknya sendiri yang telah dilumuri racun belatung merah oleh Zhang Xiao Long yang telah menghukum mati dirinya atas niat jahat untuk membunuh Ratu Amira Ming atas perintah dari keluarga Raja muda Xue Yang.


"Zhang Xiao Long, kau membunuh selir hadiah dari Raja Himalaya untuk seorang gadis busuk di hadapanmu itu, ckckckck kamu sungguh laki-laki paling bodoh di dunia ini.. " kata Selir Raja muda Xue Yang atau Chiu Shing yang telah memanggil para anggota keluarga Raja muda Xue Yang dan pasukan Raja muda Xue Yang untuk menghadapi Zhang Xiao Long dan Ratu Amira Ming di taman bunga halaman pribadi Graha Macan tutul Xue.


Bersambung!!