
" Para teman sekalian bagaimana kalau aku ikut serta untuk menemani kalian pergi ke lembah gunung He untuk berjumpa dengan Guru sekte Gunung He kalian? " Zhang Xiao Long dengan sikap sopan menawarkan dirinya untuk bantu para anggota sekte gunung He.
" Ya, boleh juga Tuan Muda Zhang, kami sangat bersyukur atas bantuan yang telah anda berikan kepada kami. "Kata para anggota sekte gunung He dengan bersahabat kepada Zhang Xiao Long.
Demikianlah, pada keesokan harinya Zhang Xiao Long beserta dengan para sahabatnya ikut serta dalam rombongan para anggota sekte gunung He yang ingin pergi ke arah lembah gunung He.
Lembah gunung He berada di bagian barat daya pegunungan He dan daerah ini sangat terjal juga curam dengan batu -batu tebing yang licin dan penuh lumut sehingga membuat orang yang tak memiliki kemampuan ilmu silat tentunya tidak akan pernah bisa mendatangi lembah gunung He.
" Hmmm, ada seseorang yang telah berdiri di atas batu tebing yang juga ingin pergi ke arah lembah gunung He. " Kata Li Shimin yang juga ikut serta dalam rombongan Zhang Xiao Long dan rombongan sekte gunung He.
" Pendeta palsu Wang yang berada di sana..! " Kata He Xiao Chao kaget lihat orang yang di kenalnya dengan baik di wilayah Kekaisaran He.
" Siapakah dia itu, Xiao Chao? " Tanya Zhang Xiao Long yang menoleh kepada gadis yang di kenal dengan julukannya adalah Siluman Rase Putih di seluruh dunia persilatan.
" Dia adalah penasehat Agung Kekaisaran He yang telah di pecat oleh Kaisar Kekaisaran He karena ia ingin mengambil pusaka Kekaisaran He yang berupa bandul giok lambang naga He yang tersimpan dengan rapat di ruang pusaka oleh Kaisar Kekaisaran He. " Jawab He Xiao Chao dengan jujur kepada Zhang Xiao Long.
" Oouhh, Nona He bagaimana kamu bisa kenal orang itu dengan baik sekali? " Tanya Liu Tong dengan cepat kepada Gadis cantik itu.
" Karena aku adalah putri lain yang dimiliki oleh Kaisar Kekaisaran He yang di singkirkan oleh Ibu suri Kekaisaran He yang menitipkan aku kepada seorang dayang mendiang ibuku di kaki gunung He di daerah yang berdekatan dengan Laut He Lin yang akhirnya aku di angkat murid oleh Ketua sekte gunung Zhao. " Jawab He Xiao Chao yang telah membuka rahasia hidupnya kepada Zhang Xiao Long dan yang lainnya untuk menyatakan perasaannya yang telah jatuh cinta kepada Zhang Xiao Long.
" Hmm, cinta mengalahkan segalanya sampai rahasia pun di buka untuk mendapatkan hati dan kepercayaan orang yang di cintainya. " Batin Liu Tong namun ia menganggukkan kepalanya untuk setuju dengan jawaban He Xiao Chao.
"Dia juga musuh yang harus aku bunuh sebelum kita melangkah menuju ke lembah gunung He. " Kata Zhang Xiao Long yang juga ingin meraih targetnya di wilayah Kekaisaran He sebagai salah satu dari misinya di dunia persilatan.
" Hmm, kami akan menunggumu di sini. " Kata Liu Tong yang tersenyum senang untuk Zhang Xiao Long yang maju untuk menghadapi Pendeta Wang yang di juluki Setan Gunung He oleh seluruh dunia persilatan di wilayah ini.
" Liu Tong, kau ini bukannya kamu yang maju untuk menghadapi orang serakah itu tetapi kamu malah menyemangati Kakak Afung." Kata Li Hong Xiu yang mendelik sebal kepada Liu Tong.
" Eh, eh kau jangan melirik aku dengan seperti itu nanti jantung aku copot bagaimana kamu bisa mengganti jantung ku ini, Nona Li??? " Liu Tong tersenyum manis kepada Li Hong Xiu yang balas mencibir kepadanya.
" Uuuh, kau pikir dirimu orang tampan? Ahh! " Kata Li Hong Xiu dengan judes kepada Liu Tong.
" Aku memang tampan , Nona. Kamu saja yang menolak ketampanan aku yang mempesona dirimu. " Jawab Liu Tong yang memamerkan pesonanya kepada Li Hong Xiu yang memilih untuk pindah tempat dari samping Liu Tong.
" Bocah, kamu berani juga untuk mendatangi aku di tebing tinggi di dekat lembah gunung He..! " Kata Pendeta Wang dengan seringai kejamnya kepada Zhang Xiao Long.
" Tentu saja aku berani mendatangimu karena aku bukanlah seorang pengecut seperti mu yang bisanya cuma menghadapi orang-orang ilmu silat rendah. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada menyindir kepada Pendeta Wang.
" Bocah apa masalah mu denganku? Kenapa kau menyindir aku dengan Kata-kata mu itu? " Tanya Pendeta Wang dengan nada bengis kepada Zhang Xiao Long.
" Masalahku dengan kamu adalah kamu salah satu dari sekian banyak musuhku yang harus aku basmi dengan tanganku sendiri..! " Jawab Zhang Xiao Long yang telah melontarkan ilmu pukulan ke arah Pendeta Wang yang cepat menangkis serangannya dengan ilmu pukulan setan gunung He melalui telapak tangan kanan nya.
Plakk!
Zhang Xiao Long tersenyum melihat wajah dari Pendeta Wang yang telah berubah dari wajah sangar menjadi wajah takut kepadanya lalu Ia mendorong telapak tangannya yang menempel pada telapak tangan Pendeta Wang sampai tubuh Pendeta Wang terangkat ke udara dengan kecepatan tinggi.
" Pergilah kau ke neraka...! " Kata Zhang Xiao Long dengan senyuman dinginnya kepada Pendeta Wang yang terlempar jatuh dari batu tebing tinggi ke arah batu runcing yang berada di dekat lembah gunung He dengan tubuhnya itu menembus batu runcing itu setelah Zhang Xiao Long melepaskan tangan mereka berdua yang tadinya saling menempel itu.
Desss!
Brukkkkk!
Kemudian Zhang Xiao Long meluncur turun dari atas tebing tinggi kembali ke dekat teman-teman nya berkumpul bersama untuk mengikuti para anggota sekte gunung He untuk turun ke bawah lembah gunung He dengan loncatan yang amat mengagumkan bak sekumpulan burung bangau yang terbang dengan indah ke sungai kecil yang indah.
Brrrrr!
Mereka tiba di lembah gunung He dan melihat seorang pria tua yang sedang duduk bersila di tepi sungai He dengan sikap tenang sekali dan di sisi lain pria itu di kelilingi empat batu runcing yang seperti sekelompok orang yang melindungi pria tua itu.
" Empat batu elemen air yang mengelilinginya. " Kata Beng Loan Ki yang berdiri di belakang Liu Tong.
" Empat batu elemen air yang mengelilinginya itu adalah batu -batu pilihan di gunung He yang bisa menciptakan sebuah ilmu yang berdasarkan dari ketenangan air dan keganasan air menjadi satu di dalam dirinya, namun kehebatan ke empat batu elemen air di sini tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan elemen air di gunung giok di daerah barat wilayah daratan besar bila dari gunung ini. " Kata Nona Liu Lu Sian dengan nada yang terdengar merendahkan empat batu elemen air di lembah gunung He.
Bersambung!