
Zhang Xiao Long mengarahkan telapak tangan ke arah patung tapak petir ungu di depannya lalu terdengar suara ledakan keras hingga patung itu hancur berkeping-keping dan memperlihatkan wilayah Kekaisaran Wu berada di depan mata mereka.
Blaaaarr!
"Mari kita masuk ke Kekaisaran Wu. " Kata Zhang Xiao Long melangkah maju dengan sikap tenang dengan diapit oleh kedua orang istrinya dan diikuti oleh para pasukannya di belakang punggungnya.
Kekaisaran Wu adalah sebuah Kekaisaran yang cukup besar dengan pengaruhnya di seluruh wilayah daratan besar dengan pemimpinnya adalah Ratu Kalina yang diisukan sebagai Ibu kandung Putri Keiko Yamaguchi atau Putri Lu Bing Bing ketua sekte matahari berdarah dan Yi Tian Erl Ketua sekte salju abadi di pegunungan Himalaya. Wilayah Kekaisaran Wu mencakup sejumlah daerah-daerah lain di bagian utara dan selatan daratan besar sebelum menuju ke arah pegunungan Fu wilayah selatan.
"Pedesaan yang kita datangi sungguh menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing yang ingin menukar hasil panennya ke Ibukota Kekaisaran Wu sebagai pusat ekonomi mereka."Kata Zhang Xiao Long mengamati tiap penduduk desa besar 'Awan Kenari Wu' dengan cermat.
"Desa besar ini sedang ada acara pernikahan adat rupanya. Mari kita lihat acaranya seperti apa? " Ucap Tan Tan Ling Ming tertarik dengan keramaian yang ada di depan matanya setelah mereka telah sampai di wilayah pedesaan dalam wilayah Kekaisaran Wu.
"Rumah di jalan danau Wu nomor lima belas di desa ini adalah rumah kepala desa besar awan kenari Wu. Hari ini putrinya menikah dengan putra mahkota Adipati Wu yang merupakan adik kesayangan Ratu Kalina." Kata sejumlah besar penduduk desa yang berbondong-bondong untuk melihat acara pernikahan yang di gelar di sebuah rumah paling mewah di desa itu.
"Wah, aku tak pernah menyangka kalau Wang Rao Zhun akan menikah dengan putra mahkota Adipati Wu yang terkenal dengan ketampanan dan pengaruhnya di Ibukota Kekaisaran Wu. " Kata seorang pria yang berjalan tergesa-gesa ke arah rumah itu yang dilihat oleh Zhang Xiao Long dan rombongannya.
Zhang Xiao Long dan rombongannya bersikap acuh tak acuh sembari berjalan menuju ke kedai makan di dekat danau bunga teratai di sudut desa itu.
"Hari yang cerah dengan makan siang berupa semangkuk mie dan minuman teh hangat sambil menikmati pemandangan alam danau bunga teratai yang indah sungguh anugerah yang luar biasa. " Kata Zhang Xiao Long duduk di kursi di dekat danau bunga teratai di dalam kedai makan di desa besar awan kenari Wu.
"Kak Long, aku ingin melihat acara pernikahan di rumah itu. Apakah kamu bisa memberikan izin mu kepada ku? "Tan Tan Ling Ming tersenyum kepada Zhang Xiao Long yang menganggukkan kepalanya.
" Iya, silakan saja. "Jawab Zhang Xiao Long yang ingin membahagiakan Tan Tan Ling Ming.
" Terimakasih Kak Long. "Kata Tan Tan Ling Ming berlarian cepat ke rumah kepala desa besar awan kenari Wu.
Zhang Xiao Long menatap Kim Hwee Li istrinya yang lain sedang melamun di kursi di sebelah kanannya sambil memegangi cawan kosong di kedua genggaman tangan istrinya itu.
" Hwee Li, kenapa kamu melamun terus sejak kita datang ke desa besar awan kenari Wu? " Tanya Zhang Xiao Long ramah kepada Kim Hwee Li.
"Tidak ada apa-apa, Kak Long. Aku baik-baik saja."Jawab Kim Hwee Li anggun kepada Zhang Xiao Long seraya tersenyum manis untuk meraih hati pemuda yang telah menjadi suaminya itu.
" Begitukah? " Tanya Zhang Xiao Long selidik.
"Iya, Kak Long. Ei, Kakak Long cobalah kamu lihat bangunan di seberang danau bunga teratai ini dengan cermat. " Kata Kim Hwee Li manis.
Zhang Xiao Long mengikuti arah pandangan mata Kim Hwee Li dan mengamati bangunan di seberang danau bunga teratai lalu ia mengajak istrinya untuk menyeberangi danau bunga teratai dengan ilmu ginkang awan naga melintasi samudra.
Wushhh!
Zhang Xiao Long dan Kim Hwee Li berdiri di atas tiang-tiang penyangga bangunan yang rupanya tertutup uap hitam yang menyebabkan mereka harus melompat mundur dari bangunan itu dan berdiri di atas bunga teratai di atas permukaan danaunya.
"Hmm, ada nenek dan kakek ahli ilmu hitam yang mengurung bangunan di depan mata kita di dalam sana. " Kata Zhang Xiao Long yang cepat mengerahkan ilmu kemauan alami nya dengan di salurkan ke telapak tangannya yang mengarah ke arah bangunan itu hingga uap hitam yang mengurung bangunan itu menghilang.
Blashhh!
Wutttzz!
Zhang Xiao Long mengerahkan ilmu sinkang arak sakti dengan sebelah tangannya yang telah membuat tongkat kepala ular piton milik nenek sakti itu melayang kembali ke arah bangunan itu dengan kecepatan tinggi.
Betttzzz!
Nenek itu dengan satu gerakan yang lincah telah menangkap kembali tongkat kepala ular piton miliknya dan mengerahkan ilmu sinkang arak hitam di tangan lain ke arah pemuda tampan di atas permukaan air danau bunga teratai.
Wutttzz!!
Zhang Xiao Long melihat hawa mukjizat sesat yang mengancam keselamatannya dan Kim Hwee Li dengan cepat menangkisnya dengan ilmu sinkang bunga harum sakti yang langsung menghantam hancur ilmu sinkang arak hitam milik nenek itu.
Blaaaarr!
"Hmm, bajingan cilik cari mati melawan Nenek Arak Hitam Sakti dari Barat..!"Hardik nenek tua itu yang melayang dengan cepat seraya tongkat kepala ular piton di gerakan ke arah Zhang Xiao Long.
Brrr!
Wutttzz!
Zhang Xiao Long menyambar tangan Kim Hwee Li untuk di ajak melayang masuk ke dalam ruang bangunan itu seraya telapak tangannya telah menghancurkan tongkat kepala ular piton milik nenek itu.
Blaaaarr!
Wushh!
" Nenek busuk jangan cuma berani untuk ancam aku saja... Ayolah hadapi aku dengan cara yang benar..! "Balas Zhang Xiao Long melontarkan ilmu sinkang arak sakti yang disusul dengan ilmu sinkang bunga harum sakti yang menerjang nenek yang sudah murka telah melontarkan ilmu sinkang arak hitam dengan tubuh nenek itu pun melayang masuk ke dalam ruang bangunan itu.
Wushh!
Dessss!
"Aughhhhh..! " Pekik Nenek itu yang dadanya telah remuk terkena serangan maut dari Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long pun menghadapi Kakek suami nenek itu yang tadinya menghadapi seorang pria yang mengalami luka parah di dalam ruangan bangunan itu namun kini kakek itu menghadapi Zhang Xiao Long.
"Bajingan cilik kau telah membunuh istriku...! Lihat pembalasan ku...! " Hardik Kakek Arak Hijau Sakti yang menerjang ke arah Zhang Xiao Long yang telah melemparkan Kim Hwee Li dan pria yang terluka parah ke seberang danau bunga teratai dan di tangkap dengan tepat oleh Fu Haifeng dan kawan-kawan di kedai makan.
Wetttzz!
Tepppp!
Bersambung!!