Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Tengah Malam Di Desa Suku Xiao.


Sesudah pesta yang di adakan oleh para warga desa Suku Xiao berakhir. Zhang Xiao Long dan ketiga orang kekasihnya kembali ke rumah Nona Xiao Feng untuk mengemasi keperluan mereka yang akan mereka bawa untuk perjalanan ke wilayah utara untuk misi lainnya. Zhang Xiao Long mengambil sebuah alat musik harmonika yang terbuat dari bambu dari salah satu barang bawaannya.


"Kak Long, pukul berapa kita akan berangkat ke wilayah utara? " Tanya Yu Lian Shing istri ketiga nya yang mendatangi dirinya di kamar dengan membawakan setumpuk pakaian bersih dan rapi miliknya.


"Sekitar pukul ayam belum bangun atau subuh hari. " Jawab Zhang Xiao Long tanpa melihat Yu Lian Shing yang menaruh pakaian bersih dan rapi di buntalan pakaiannya di dipan.


"Baiklah, Kak Long. Aku sudah menyiapkan baju baru untuk besok pagi perjalanan untuk mu. " Kata Yu Lian Shing yang tersenyum lebar kepada Zhang Xiao Long yang tetap fokus pada alat musik harmonika di genggaman tangan pemuda tampan itu.


"Alat musik harmonika mu sungguh menarik dan halus bentuknya. Siapakah yang membuatkan harmonika ini untukmu, Kak Long? " Liu Lu Sian istri pertamanya telah mendatanginya juga untuk membawakan sepasang sepatu baru dan bersih untuknya.


"Bibi Chou ku yang telah baik hati membuatkan aku alat musik harmonika ini untuk hadiah ulang tahun ku ke dua tahun." Jawab Zhang Xiao Long mengangkat wajahnya untuk memandang ke arah langit malam di luar jendela kamar dengan senyuman yang menyiratkan perasaan di dalam hatinya yang tak pernah bisa di ungkapkan oleh nya.


"Kak Long, aku sudah menyiapkan perbekalan makan dan minum kita di tabung bambu karya seni ku. Cobalah kau lihat berapa banyak tabung bambu penyimpanan makanan dan minuman kita." Kata Tilana calon istri keempatnya yang membawakan sekitar lima belas tabung bambu perbekalan makan dan minum mereka yang di taruh di atas meja depannya.


"Wahh, sudah lebih dari cukup untuk persediaan makanan dan minuman kita selama perjalanan kita menuju ke wilayah utara yang akan kita mulai pada dua jam lagi dari sekarang. " Kata Xiao Feng yang tersenyum senang melihat ada banyak perbekalan mereka berlima di kamar di rumahnya.


"Ya, dan sekarang yang kita perlukan adalah kereta kuda untuk mempercepat perjalanan kita ke wilayah utara, Adik Feng." Kata Liu Lu Sian yang duduk di kursi depan meja sambil melipat sejumlah pakaian lain di pangkuan wanita cantik ini.


"Aku punya sebuah kereta kuda di belakang desa Suku Xiao ini dan Aku akan segera menyiapkan kereta kuda secepatnya. Sekarang juga. "Kata Xiao Feng yang berlari keluar dari rumahnya untuk pergi menyiapkan kereta kudanya yang berada di belakang desa Suku Xiao untuk di bawa ke depan teras rumahnya.


Di belakang desa Suku Xiao terdapat rawa yang berwarna hijau yang di atasnya terdapat pohon bakau yang lebat sekali dan di sisi lainnya ada kereta kuda milik keluarga Xiao Feng. Gadis itu segera membuka ikatan tali kekang pada kuda warna hitam di kandang kudanya lalu membawa kereta kuda ke arah teras rumah dengan senyum cerah melihat Zhang Xiao Long dan ketiga orang gadis cantik jelita yang menjadi saudari-saudari angkatnya telah menanti kedatangannya dengan senyum cerah juga.


" Bagus, Xiao Feng. Mari kita pindahkan barang -barang perbekalan kita dari kamar ke kereta kuda lalu kita bisa segera berangkat dari desa Suku Xiao. "Kata Zhang Xiao Long yang telah melesat cepat memindahkan semua barang -barang perbekalan mereka ke kereta kuda yang berada di teras rumah Nona Xiao Feng.


" Adik Feng, Kamu masuk dan duduklah di dalam kereta kuda bersama dengan ketiga orang kakak mu. Biar aku saja yang mengendalikan jalannya kereta kuda. "Kata Zhang Xiao Long sesudah semua barang perbekalan mereka telah berada di dalam kereta kuda.


Ketika mereka akan bersiap untuk meninggalkan rumah Nona Xiao Feng dan desa Suku Xiao yang indah itu datanglah Luo Han yang telah berganti pakaiannya dengan pakaian yang sesuai dengan pakaian yang di pakai oleh Zhang Xiao Long yaitu pakaian ala pendekar dunia persilatan dan menjura hormat kepada Zhang Xiao Long yang sudah duduk di depan pintu masuk kereta kuda sebagai kusir.


"Tuan Muda, izinkan saya Lou Han menjadi kusir kereta kuda untuk Anda dan keempat Nona. " Kata Lou Han yang telah menyukai Zhang Xiao Long sehingga memiliki keinginan untuk menjadi salah seorang pengikut setia Zhang Xiao Long untuk masa depannya sendiri.


"Baiklah, Lou Han. Silakan kau menggantikan aku menjadi kusir kereta kuda." Jawab Zhang Xiao Long tersenyum ramah kepada Lou Han lalu masuk ke dalam kereta kuda dan tempatnya di gantikan oleh Lou Han yang memacu kereta kuda dengan cepat lalu mereka telah pergi dari desa Suku Xiao di hari itu juga.


Derap kereta kuda yang di kendalikan dengan baik oleh Lou Han membuat perjalanan mereka tidak terlalu lama di daerah perbatasan antara wilayah barat dengan wilayah utara. Dan, mereka telah sampai di sebuah kota kecil yang bernama kota kecil Tu An selatan.


"Tugu selamat datang ke kota Tu An selatan bisa kita lihat dari posisi laju jalannya kereta kuda kita yang dapat menempuh perjalanan jarak jauh dengan sangat gagah berani sekali. " Kata Zhang Xiao Long yang menemani Lou Han untuk duduk di depan pintu masuk kereta kuda.


"Ada tumbuhan berakar yang menjadi tanda jalan masuk ke kota ini. " Kata Xiao Feng yang membuka jendela kereta kuda untuk melihat kota kecil yang akan mereka datangi sebagai pintu utama menuju ke arah utara.


"Ya, tumbuhan berakar ini adalah tumbuhan jenis jamur merambat yang dapat digunakan untuk sup kesehatan tapi juga bisa meracuni tubuh kita bila kita tak memiliki daya tahan tubuh yang kuat. " Kata Yu Lian Shing yang mengenali jenis tumbuhan berakar di depan pintu masuk ke kota kecil Tu An selatan.


"Mmm, aku pikir tumbuhan berakar itu cuma tumbuhan berakar biasa saja sebagai penghias gapura nya saja. " Kata Talina yang ikut melihat ke arah luar kereta kuda.


"Persis tapi tak persis yang artinya sama bukan berarti sama. " Kata Liu Lu Sian yang membantu Talina merias rambut panjang dan indah gadis Suku Manchuria itu dengan riasan ala gadis Suku Han seperti riasan rambut Xiao Feng.


"Wah, begitukah? " Tanya Tilana tersenyum lebar seraya melirik ke arah kunciran rambutnya yang indah yang menambah kecantikannya yang khas dengan dirinya sendiri.


Bersambung!