Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Wilayah Pegunungan Thai San.


Rombongan sejumlah penunggang kuda yang mengiringi langkah kereta kuda dan tandu yang berwarna merah motif burung hong emas telah memasuki wilayah pegunungan Thai San untuk jalan mereka ke arah selatan sesuai dengan rencana yang telah di rancang dengan baik dan matang oleh Zhang Xiao Long.


"Wilayah pegunungan Thai San telah berada di depan sana. " Kata Yun Hao yang berkuda di sisi kanan Zhang Xiao Long yang berkuda di depan kereta kuda yang terdapat Liu Lu Sian, Yu Lian Shing, Tilana, Xiao Feng dan Liu Yi Fei yang di kusiri oleh Bi Lian sebagai pengawal pribadi dari kelima orang istri dari Zhang Xiao Long miliki.


"Aneh sekali wilayah yang kita datangi ini karena di sekelilingnya adalah awan-awan putih yang menutupi seluruh gunung ini. " Kata Bi Lian yang memegangi cemeti kuda seraya tersenyum ke arah Zhang Xiao Long yang menunggangi kuda warna putih.


"Karena gunung Thai San adalah gunungnya para Dewa dan Dewi langit di bumi ini, Nona Bi yang manis. " Kata Yun Hao menjelaskan dengan sabar kepada Bi Lian.


"Hmm, bagaimana cara kita untuk mendaki ke atas gunung ini untuk menempuh perjalanan ke wilayah Dalibisi? " Tanya Yu Lian Shing yang kini membuka pintu jendela dari kereta kuda kepada Liu Lu Sian yang di ketahui adalah seorang gadis yang berpengalaman di dalam petualangan seru mereka.


"Ada tangganya di sisi kiri jalan meliuk-liuk di ujung sana. " Jawab Liu Lu Sian menunjukkan ke arah tangga yang terjal dan licin kepada yang lain.


"Hmm, kereta kuda kita apakah bisa mendaki ke atas gunung Thai San? Lalu bagaimana dengan tandu yang di tempati oleh Puteri Ching Ching di belakang kereta kuda kita? " Tanya Tilana nada bingung melihat tak ada jalan lain di sekitar pintu masuk ke pegunungan Thai San kepada yang lain di dalam kereta kuda.


"Membawanya melayang bersama tandu dan kereta kuda serta kuda-kuda yang kita gunakan untuk perjalanan kita kali ini. " Jawab Zhang Xiao Long dengan sikap tenang kepada Tilana.


"Astaga kami mana ada kekuatan yang hebat yang dapat digunakan untuk membawa kereta kuda dan kuda-kuda serta tandu bersama kita? " Tanya Xiao Feng mengangkat bahunya.


"Bisa.Aku akan membantu kalian semua dari sini dan lihatlah dengan tenang. " Jawab Zhang Xiao Long yang menggunakan ilmu sinkang awan Naga melintasi langit melalui kedua telapak tangannya yang mengarah langsung ke arah tandu, kereta kuda dan sejumlah kuda yang di tunggangi oleh para pasukannya lalu terjadilah sesuatu yang luar biasa pada orang-orang itu.


Tandu, kereta kuda dan sejumlah kuda terangkat naik ke atas puncak gunung Thai San dengan ajaib sekali yang merupakan ilmu sinkang awan Naga melintasi langit yang digunakan oleh Zhang Xiao Long sungguh mengagumkan hati semua orang.


Werrr!


Swusshhh!


Bruakk!


"Waahhhhh... Luar biasa...! " Seru Bi Lian yang di depan pintu kereta kuda yang melihat dirinya dan kereta kuda melayani dari pintu masuk ke gunung Thai San ke arah puncak gunung Thai San dan berhenti di tanah dengan anggun.


Diikuti oleh tandu yang di dalamnya ada Putri Ching Ching yang di pikul orang empat orang anggota laskar Naga Merah yang melayang ke atas puncak gunung Thai San dan berdiri di sisi lain kereta kuda.


"Sekarang giliran aku dan kamu Naga putih yang mendaki gunung Thai San. " Kata Zhang Xiao Long menepuk-nepuk ringan punggung kuda putih yang di tunggangi olehnya itu.


Lalu melesat cepat mendaki ke atas puncak gunung Thai San dengan kecepatan yang amat cepat sekali seakan-akan gunung Thai San tidak setinggi langit yang tertutup gumpalan awan putih yang menyelimuti seluruh gunung ini.


Swuuuushhh!


Teppp!


"Kak Long, astaga kamu memperlihatkan salah satu dari kepandaian yang kamu miliki kepada kami.. " Kata Xiao Feng terbelalak kagum dengan kepandaian yang di miliki oleh Zhang Xiao Long.


"Adik Feng, aku biasa saja jangan terlalu memuji ku nanti aku besar kepala. " Kata Zhang Xiao Long nada merendah kepada Xiao Feng yang membalasnya dengan senyuman cinta yang tulus dari istri kelimanya.


"Kak Long, Xiao Feng mengatakan hal yang amat benar mengenai dirimu yang luar biasa sekali dan di luar dugaan kami. " Kata Yu Lian Shing nada lembut kepada Zhang Xiao Long dengan sinar matanya memancarkan cahaya cinta yang menyilaukan.


"Sssttt.. " Zhang Xiao Long menyuruh mereka untuk diam dengan isyarat telunjuknya di bibir nya yang indah bentuknya.


Para pasukan Kekaisaran Naga Merah dengan cepat menajamkan indra pendengaran mereka begitu melihat Zhang Xiao Long memberikan isyarat kepada kelima orang istri untuk diam agar Zhang Xiao Long dapat mengetahui suara yang berasal dari tebing paling suram di gunung Thai San.


"Air terjun di tebing paling suram di gunung Thai San merupakan energi air yang paling kuat untuk meningkatkan kualitas Ilmu sinkang elemen air. " Kata Zhang Xiao Long dalam hatinya.


"Anak muda, jika kamu bisa mendengar suara ku bisakah kamu menemui ku di tebing paling suram di gunung Thai San untuk aku bisa jumpa dengan seorang yang tepat untuk menguasai ilmu sinkang energi air dan angin gunung Thai San?! " Suara halus yang berasal dari sisi kanan Zhang Xiao Long adalah suara yang di sertai energi yang amat kuat sekali sehingga para pasukan Kekaisaran Naga Merah dan kelima orang istri dari Zhang Xiao Long jatuh pingsan di tempat mereka masing-masing.


"Locianpwe,apakah kamu adalah Raja Dewa Tanpa Kepandaian yang menjadi salah satu dari tiga orang paling sakti dan terkenal di seluruh dunia persilatan? " Tanya Zhang Xiao Long yang gunakan ilmu khikang yang kuat pula sampai terdengar suara decak kagum dari suara hebat itu.


"Benar sekali, anak muda.Kemarilah aku telah lama menunggu kedatangan mu di puncak gunung Thai San untuk menyelesaikan masalah di hatiku yang risau dan merindukan kematian yang ku inginkan. " Jawab Raja Dewa Tanpa Kepandaian dengan ilmu suara hati sakti tanpa batas kepada Zhang Xiao Long.


"Baiklah, aku akan menemui mu Locianpwe." Kata Zhang Xiao Long yang meluncur ke arah kanan yaitu dalam hutan di puncak gunung Thai San dan menemukan seorang kakek tua renta yang usianya sudah lebih dari seratus tahun duduk bersila di atas air terjun tanpa terjatuh dari ketinggian dan terbawa arus derasnya air terjun.


Bersambung!