
Zhang Xiao Long dan rombongannya menuju ke daerah barat dayaPegunungan Himalaya dengan satu tujuan utama mereka adalah mencari dan menemukan pintu masuk lain ke jurang lembah neraka abadi untuk menyelamatkan Wang Li Chang dan Yan Bu.
Di tengah jalan mereka mendapatkan rintangan dari sejumlah binatang-binatang yang hidup di daerah barat daya Pegunungan Himalaya yang mengejutkan mereka adalah sikap Yeti yang tak mau mengikuti mereka ke wilayah tersebut.
"Yeti, kenapa kamu menolak untuk mengikuti ku ke wilayah paling barat daya dari pegunungan Himalaya ini? " tanya Zhang Xiao Long dengan sikap ramah kepada binatang yang hidup di pegunungan Himalaya.
"Dia bilang tempat itu berbahaya sekali dengan adanya rombongan binatang-binatang beracun ganas yang jumlahnya sangat besar. " jawab Lan Shiang selir baru Liu Tong yang membantu Yeti menjawab pertanyaan Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long menarik tangan Yeti yang saat itu sedang berguling-guling di tanah es seperti seorang wanita yang merajuk dan ketakutan oleh sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
"Aku akan melindungimu jika ada sesuatu dan seseorang yang ingin menyakitimu. Jadi kau tak perlu takut untuk mengikuti aku di sepanjang hidupmu. " kata Zhang Xiao Long ramah sambil membiarkan Yeti duduk di tanah es lalu tangan besar Yeti memeluk pinggangnya.
"Wah, Kakak Long kamu sudah menjatuhkan hati Yeti dengan sikapmu yang sangat mengesankan baginya. " kata Xiahou Xiao Chao selir barunya di samping kanan Liu Tong.
"Yeti, ayo bangunlah dan mari kau berdiri di sisi kiri ku. " kata Zhang Xiao Long mengusap lembut kepala Yeti dan terkejut dengan kulit tebal Yeti terkelupas. Zhang Xiao Long pun menarik lepas kulit Yeti yang memperlihatkan seorang gadis yang sangat cantik jelita sekali dan dikenalnya itu.
"Hehehe, maaf Kak Long. Aku terpaksa harus menggunakan kemampuan untuk menyamar sebagai Yeti untuk aku bisa menemanimu di misi -misimu selanjutnya. " kata Ming Ming istrinya yang dikira masih berada di rumah lamanya di pegunungan Xia ternyata mengikutinya secara diam-diam.
"Ming Ming, sudah aku katakan misi ku sekarang sangat berbahaya bagi keselamatanmu dan dua janin di perutmu itu. " kata Zhang Xiao Long yang menarik bangun Ming Ming dari tanah es dan di peluknya dengan perasaan rindu dan cemas jadi satu.
"Jangan khawatir karena aku memakai trik tanpa bertarung untuk membantumu sehingga diriku dan kedua janin di perutku ini akan selalu aman dan selamat bersama ku. " kata Ming Ming nada tenang.
"Tsk,ya sudah.Kamu tetap bersamamu dan kau harus mematuhi aku selalu di setiap tindakanmu selama kamu mengikuti aku di misi -misiku kali ini. " kata Zhang Xiao Long menatap tegas sekali kepada Ratu Amira Ming yang menganggukan kepala dengan tegas juga.
"Iya, Kak Long yang baik. " kata Ming Ming nada manja sambil mencium bibirnya.
"Mmm, ya, sudah.. Kau mundurlah dan berdiri di dekat Xiahou Xiao Chao selir baruku yaitu adik madumu yang baru dan di lindungi oleh Liu Tong dan Teng Lun Dong yang mengapit kalian berdua di belakangku." kata Zhang Xiao Long yang telah melirik kepada Xiahou Xiao Chao untuk gadis itu berdiri berdampingan dengan Ming Ming.
Liu Tong dan Teng Lun Dingin, Yin Yin, Teng Lian Ni dan Lan Shiang merapatkan barisan mereka sesuai perintah dari Zhang Xiao Long sebelum mereka berjalan bersama-sama untuk menuju ke wilayah yang dipenuhi sekelompok binatang- binatang mengerikan sekali.
"Laba-laba beracun es,kalajengking merah, lintah - lintah es dan semut-semut es harus dilawan dengan obor menyala maka mereka akan segera mundur dari jalanan itu. " kata Ming Ming yang memberitahu cara untuk mengatasi rintangan binatang-binatang itu kepada Zhang Xiao Long..
"Darimana kita bisa mendapatkan obor menyala di tempat seperti ini? " tanya Liu Tong menoleh ke segala penjuru arah barat daya Pegunungan Himalaya yang semuanya adalah daerah yang di penuhi es tebal dan salju yang selalu deras turun dari langit ke arah mereka.
"Aku punya obor menyala yang sudah aku bawa dari rumah kita sebelum aku menyusulmu ke sini secara diam-diam melindungimu dengan caraku sendiri. " jawab Ming Ming yang mengeluarkan obor menyala dari mantelnya lalu menyerahkan obor menyala kepada Zhang Xiao Long di depan.
"Emm, kau sungguh seorang wanita muda yang terlalu pintar dan banyak akal. " kata Zhang Xiao Long yang tak habis pikir mengenai kecerdasan yang dimiliki oleh istrinya itu sambil mengambil obor menyala dari tangan Ming Ming.
"Hahaha, Kak Long.Aku membuktikan bahwa kaum wanita tidak kalah dengan kaum pria dari segi apapun juga kecuali ya pria tak pernah bisa datang bulan, mengandung dan melahirkan anak yang semuanya bisa dilakukan oleh para wanita. " kata Ming Ming tersenyum manis sekali pada Zhang Xiao Long.
"Ah,tanpa pria di dunia ini mana bisa para wanita bisa mempunyai anak? Ah.. " balas Zhang Xiao Long yang menutup mulut Ming Ming dengan berdebat kata yang membuat Ming Ming diam.
"Bisa, melalui airmata ibu dan anak dari alam langit di legenda kera sakti sun go kong. " kata Xiahou Xiao Chao yang mendapatkan anggukan tegas dari Ming Ming yang senang mendapatkan dukungan dari madunya.
"Itu kan mitos belaka yang tak mungkin ada di dunia ini wanita mengandung dan melahirkan tanpa ada pria yang membuatnya mengandung dan melahirkan anak melalui proses antar pria dan wanita itu sendiri." kata Zhang Xiao Long tak mau kalah berdebat dengan kedua orang istrinya yang bawel itu.
"Hei, tergantung dari kuasa Tuhan yang dapat menganugerahkan keturunan untuk pria dan wanita di dunia ini selain dari usaha mereka juga untuk memperolehnya, dan tergantung dari pria dan wanita itu sendiri apakah mereka berdua mau berusaha dan rajin berdoa juga harus ada jalur yang benar yaitu melalui proses pernikahan yang sah dan resmi supaya tak ada dosa untuk pria dan wanita itu sendiri." kata Ming Ming yang mendapatkan dua jempol tangan dari Xiahou Xiao Chao yang mendapatkan dukungan untuk mendapatkan anugerah dari Zhang Xiao Long
"Pria dan wanita yang susah menikah namun tak melakukan hubungan suami-istri juga bisa ada dosanya yang bertentangan dengan hukum alam semesta. " kata Xiahou Xiao Chao harus namun menyindir kepada Zhang Xiao Long.
"Hmm, ya.. Tunggu waktu untuk pria bisa penuhi tanggungjawabnya sebagai suami terhadap istri yang sudah resmi di menikah dengannya. " kata Zhang Xiao Long tahu bahwa keduanya secara halus menyindir dirinya.
Liu Tong diam-diam juga melirik kepada selirnya yaitu Lan Shiang yang sudah menikah dengan nya namun ia belum menuntaskan tugasnya sebagai seorang suami terhadap istri untuk Lan Shiang.
"Ahh, aku belum sempat menjadi seorang istri dan wanita yang sempurna untuk Yan Bu tetapi Yan Bu telah hilang dariku.. Huhuhu.. Aku amat menyesal telah menunda-nunda waktu untuk aku menyerahkan diri ku kepada suamiku itu. " kata Teng Lian Ni yang menangis di sepanjang jalan di rangkul Yin Yin.
"Yang paling menyedihkan adalah aku yang telah kehilangan Bu Song suamiku di saat aku mulai mencintainya dan memerlukannya di saat aku tahu diriku sudah mengandung anaknya yang pertama."kata Yin Yin menangisi nasibnya dan bayi di rahimnya yang harus kehilangan seorang ayah kandung untuk selamanya sebelum suami nya itu tahu akan dirinya yang telah mengandung anak dari suaminya itu.
Zhang Xiao Long menghela napas dalam-dalam mendengar curahan hati para wanita di sekitar nya dan Liu Tong saat ini baik dari kedua orang istrinya maupun sahabat-sahabat wanitanya di tengah jalan menuju ke daerah yang dipenuhi oleh binatang-binatang berbahaya itu.
Obor menyala di tangan Zhang Xiao Long telah di arahkan ke depan jalan yang akan mereka lalui bersama yang menyebabkan binatang-binatang itu mundur teratur ke dalam hutan salju abadi yang sangat deras dan angin kencang yang luar biasa dinginnya.
"Kita harus segera mencari tempat untuk kita semua bisa terlindungi dari badai salju di daerah yang dan menemukan bunga mutiara api abadi untuk menghangatkan tubuh kita agar kita bisa melewati daerah ini sesudah badai salju mereda. " kata Zhang Xiao Long mengatur mereka semua di sepanjang jalan mencari pintu masuk lain ke jurang lembah neraka abadi.
"Di atas sana gua.. " kata Ming Ming menunjuk ke arah puncak gunung Himalaya bagian barat daya untuk Zhang Xiao Long.
"Benar, mari kita semua bermalam di gua itu saja sampai badai salju mereda." kata Zhang Xiao Long mengajak rombongannya melayang ke arah puncak gunung Himalaya barat daya lalu ia juga memimpin rombongannya masuk ke gua.
Mereka tepat waktu untuk memilih bermalam di gua itu di hari badai salju menerjang seluruh wilayah pegunungan Himalaya karena di bawah puncak gunung Himalaya ada sekelompok orang yang berpenampilan garang membawa golok di tangan kiri dan besi tajam di tangan kanan.
"Tuan Heng, bunga mutiara api hanya bisa kita temukan di tebing ujung pegunungan Himalaya dan ia hanya tumbuh sekitar dua ribu lima ratus tahun sekali. " kata kepala rombongan itu pada pimpinan mereka yang memakai topi nelayan.
"Aku harus bisa menemukan bunga mutiara api untuk mengobati penyakit Ratu ku di Kerajaan Nepal meskipun aku dilarang masuk ke istana Kerajaan Nepal karena Ratuku itu adalah putri dari Raja Nepal. " kata Tuan Heng pemimpin dari rombongan itu yang suaranya terdengar jelas oleh Zhang Xiao Long dan rombongannya di gua puncak gunung Himalaya bagian barat daya.
"Tuan Heng, sebaiknya kamu lupakan saja Ratu mu yang akan dinikahkan dengan orang lain oleh Raja Nepal yang tidak pernah merestui kalian. " kata kepala desa pintu perbatasan antara kota kecil bunga mawar api dengan Kerajaan Nepal kepada Tuan Heng.
"Tak bisa. " jawab Kepala Desa Bunga mawar api kepada Tuan Heng.
"Aku juga sama tak mungkin aku bisa melupakan wanita ku sendiri. " kata Tuan Heng galak sekali kepada kepala desa bunga mawar api di sisi kiri hutan paling dalam di wilayah tersebut.
Lalu mereka segera mencari tempat menginap karena mendengar gemuruh salju yang semakin deras menerjang mereka sampai ada beberapa orang dari kawan mereka terkubur hidup-hidup oleh salju.
"Ayo, kita pergi ke arah sana..! " teriak Tuan Heng mengajak rombongannya yang tersisa ke arah gua di hutan paling dalam di wilayah tersebut.
Zhang Xiao Long dan rombongannya di gua lain mendengarkan percakapan mereka dengan luar biasa jelas karena suara mereka begitu keras dan menggema di seluruh wilayah tersebut, dan Ming Ming tersenyum sendiri di dekat Zhang Xiao Long.
"Kenapa kamu tersenyum seperti itu mendengar orang-orang di bawah sana kesusahan? " tanya Zhang Xiao Long menarik telinga kanan Ming Ming dengan gemas.
"Karena aku merasa geli mendengar orang-orang itu mencari kesusahan mereka sendiri dengan mencari masalah dengan Raja Nepal yang amat keras dalam peraturannya apalagi bila mengenai keluarganya. " jawab Ming Ming yang terdengar mengenal Raja Nepal dengan baik.
"Apakah kamu mengenalnya? "tanya Zhang Xiao Long manyun.
" Kenal sekali. "jawab Ming Ming apaadanya dan Zhang Xiao Long semakin cemberut mendengar istrinya membicarakan pria lain di hadapannya sendiri.
" Seberapa kenal kamu dengan Raja Nepal? " tanya Zhang Xiao Long nada datar kepada Ming Ming.
"Luar biasa kenal. Dia orang baik dan bersahabat hangat. " jawab Ming Ming yang tidak melihat raut wajah Zhang Xiao Long membeku seperti salju di luar gua.
"Apakah dia masih muda dan tampan? " tanya Zhang Xiao Long semakin kesal sendiri namun ia penasaran dengan Raja Nepal yang di kagumi oleh Ming Ming.
"Ya, sekitar tiga puluh tahun dan tampan sekali apalagi kalau dia tersenyum sangatlah manis." jawab Ming Ming yang di tepuk halus lengannya oleh Xiahou Xiao Chao untuk memberitahunya kalau Zhang Xiao Long menatapnya galak luar biasa.
Ming Ming sadar saat melihat Zhang Xiao Long telah melesat cepat keluar dari gua itu dengan raut wajahnya begitu mengeras menahan diri untuk tak memarahinya.
"Kak Long.. Kau jangan marah.. " kata Ming Ming mengejar Zhang Xiao Long ke arah tebing paling curam di pegunungan Himalaya bagian barat daya.
"Aku tak marah... Kau kembalilah ke gua.. " kata Zhang Xiao Long nada datar.
"Ehh, kalau kamu tak marah kenapa kamu tak melihat aku? " tanya Ming Ming yang menariknya untuk menghadapi istrinya yang berdiri di pinggir jurang lembah neraka abadi.
"Heii.. Hati-hati..." kata Zhang Xiao Long dengan sigap menyambar pinggang Ming Ming saat ia melihat istrinya terpeleset pinggir tebing paling curam itu.
Namun sebuah anak panah telah menerjang ke arah mereka berdua sehingga Zhang Xiao Long dan Ming Ming terjungkal masuk ke jurang lembah neraka abadi tanpa mereka sengaja.
"Wuahhhhh... Kita berdua berhasil menemukan pintu masuk ke jurang lembah neraka abadi.. " kata Zhang Xiao Long gembira.
"Iya, Kak Long. " jawab Ming Ming yang memeluk erat Zhang Xiao Long untuk melindungi dirinya saat menerobos masuk bagian paling dalam dari jurang lembah neraka abadi.
Liu Tong dan yang lainnya tercengang kaget lihat mereka berdua jatuh ke jurang lembah neraka abadi namun mereka berdua tetap bahagia dan tertawa bersama.
"Astaga, Kaisar dan Ratu kita sudah tak waras.. " kata Yin Yin yang menggeleng kepala.
"Mereka berdua ada yang menyerang mereka ke jurang lembah neraka abadi yaitu anak panah itu yang... " Liu Tong berhenti bicara soal anak panah yang menyerang Zhang Xiao Long dan Ming Ming.Pria itu menyambar lengan Yin Yin dengan marah sekali.
"Kau pengkhianat... " kata Liu Tong yang marah telah menghantamkan pukulan telak ke kening Yin Yin hingga wanita itu tewas dengan kepala retak.
Bughhh!!
"Kenapa Yin Yin melakukan hal itu kepada Kaisar Naga Merah dan Ratu Amira Ming? " tanya Teng Lian Ni kaget karena Liu Tong membunuh Yin Yin yang telah diketahui menyerang Zhang Xiao Long dan Ming Ming dengan anak panah racun Laba-laba es.
"Ia ingin membunuh Amira Ming tetapi Kaisar Naga Merah melindungi wanita itu dengan lihai sekali." kata Xiahou Xiao Chao yang merasakan sakit hati melihat Zhang Xiao Long jauh lebih mempedulikan Ming Ming daripada dia.
"Emmm,Selir Xiahou Xiao Chao apakah kamu ada masalah dengan Ratu Amira Ming yang dari dahulu telah dicintai oleh Kaisar Naga Merah? " tanya Liu Tong tajam kepada Xiahou Xiao Chao.
"Tidak ada masalah apapun antara aku dengan Ming Ming. " jawab Xiahou Xiao Chao dengan nada tegas dan menyakinkan kepada Liu Tong.
"Baiklah, hamba akan mempercayai anda untuk saat ini tetapi jika suatu hari nanti anda ada niat untuk menyakiti atau melukai atau membunuh Ratu Amira Ming, maka hamba tidak akan segan untuk menghukum mati anda untuk Yang Mulia Kaisar Naga Merah. " kata Liu Tong nada tegas dan keras kepala Xiahou Xiao Chao yang kaget lihat amarah di wajah Liu Tong bila menyangkut masalah Kaisar Naga Merah.
"Jangan khawatir Liu Tong.. Aku pasti akan jaga sikapku terhadap Ratu Amira Ming untuk hati Kaisar Naga Merah terjaga dengan baik. " kata Xiahou Xiao Chao yang membuang muka dari Liu Tong dan meninggalkan gua untuk menuju ke tebing paling curam di pegunungan Himalaya.
Brrrr!
"Kalian berdua mari ikuti aku menyusul Kaisar Naga Merah dan Ratu Amira Ming ke jurang lembah neraka abadi. " kata Liu Tong mengajak Lan Shiang dan Teng Lian Ni mengikutinya yang menyusul Xiahou Xiao Chao dengan gerakan luar biasa cepat.
Swushhh!!
Bersambung!!