Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kuil Bunga Zheng Hitam.


Rahib itu mendengus kasar usai mendengarkan nada perkataan sombong dan merendahkannya dari pemuda yang berada di hadapannya, maka ia pun menerjang maju dengan tongkatnya yang menggulung -gulung di udara ke arah pemuda itu.


Wushhhh!


Nguuung!


Nguuung!


Zhang Xiao Long menangkis serangan-serangan tongkat di tangan Rahib Barat dengan pedang Naga Merah yang langsung membenturkan ujung tongkat dengan ujung pedang Naga Merah di tangannya.


Cranggg!


Ujung tongkat di tangan Rahib Barat patah oleh ketajaman pedang Naga Merah di tangan Zhang Xiao Long sampai Rahib Barat itu mengeluarkan tasbih nya yang digunakan untuk menyerang ke leher Zhang Xiao Long.


Wuttzzz!


Zhang Xiao Long mengelak mundur sedikit dari serangan-serangan tasbih yang bergerak ingin menjeratnya dan memutuskan lehernya itu, maka ia dengan cepat menggunakan ujung kaki nya yang bersepatu kulit warna hitam di gunakan untuk menendang lutut Rahib itu.


Betzzz!


Rahib itu menarik lututnya dengan cepat agar kakinya tak patah di tendang ujung sepatu kulit pemuda ini tapi ia tercengang ketika gerakan tangan yang lincah dari pemuda ini telah cepat nyaris membutakan kedua matanya.


Wetttzzz!


Rahib itu dengan lincah melayang mundur dari serangan-serangan jari tangan pemuda ini yang ingin mencongkel keluar kedua biji matanya. Ia dengan dengusan marah telah melakukan satu serangan-serangan yang digunakan melalui tongkat patahnya ke arah gadis yang berada di belakang pemuda itu.


Tongkatnya di gerakan dengan ilmu tongkat api ungu yang menjadi ilmu andalannya yang telah membuatnya terkenal di dunia persilatan dengan maksud untuk membunuh gadis itu lebih dahulu sebelum ia membunuh pemuda yang amat di bencinya itu.


Wushhh!


Zhang Xiao Long yang melihat serangan maut tongkat di tangan Rahib Barat mengarah kepada Puteri Ming Ming dengan cepat menggerakkan pedang Naga Merah yang langsung menebas leher Rahib Barat sekaligus menghancurkan tongkat Rahib Barat yang nyaris meluncur ke arah dahi Puteri Ming Ming.


Wushh!


Crakk!


Cranggg!


Lalu Zhang Xiao Long membalikkan badannya untuk menghadapi Puteri Ming Ming yang telah menatapnya dengan kelembutan yang sangat di inginkan olehnya.


"Ming Ming.. " panggil Zhang Xiao Long yang kini memeluk kekasihnya dengan penuh kehangatan yang menjalar ke hatinya.


"Zhang Xiao Long, kita harus mencari biksu Feng di dalam kuil ini sebelum besok pagi untuk acara para pertemuan para pendekar yang akan di adakan di kuil Shaolin dapat berjalan dengan baik dan sempurna. " kata Puteri Ming Ming di dalam pelukannya.


"Ming Ming, panggil aku dengan sebutan Kakak Long dahulu sebelum aku mengajakmu mencari biksu Feng di seluruh kuil ini. " pinta Zhang Xiao Long yang merenggang tubuhnya sedikit dari Puteri Ming Ming untuk menatap dengan tulus kepada kekasihnya itu.


"Baiklah, Long Gege.. " jawab Puteri Ming Ming nada lembut sekali kepada Zhang Xiao Long yang tersenyum lebar mendengar panggilan Long Gege dari Puteri Ming Ming begitu manis di telinga dan hati Zhang Xiao Long.


"Ming Mei Mei.., marilah kita telusuri kuil ini yang akan kita mulai dari ruangan sebelah kanan kita yaitu lorong yang sangat panjang itu. " kata Zhang Xiao Long menggandeng tangan Puteri Ming Ming lalu melesat ke arah kanan dari ruang utama kuil yang sangat suram itu.


Brrrr!


Mereka berdua harus melalui lorong yang sangat berliku-liku untuk mencapai tempat yang sangat curam dan mengandung hawa panas yang amat menggulung ruangan yang mereka datangi.


"Ruangan apakah ini? Kenapa ruangan ini amat panas sekali? " tanya Puteri Ming Ming yang kaget mendengar pintu di belakang mereka telah tertutup rapat sekali.


Brakk!


Zhang Xiao Long mengedarkan pandangan mata nya yang mencorong tajam menembus cahaya api yang merupakan cairan lahar gunung berapi di dalam ruangan itu terlihat jelas olehnya.


"Kita berada di ruangan perapian yang aliran api berasal langsung dari gunung berapi." kata Zhang Xiao Long dengan tepat sekali.


Puteri Ming Ming menarik Zhang Xiao Long yang nyaris terbakar api yang meluncur dari cerobong di belakang pemuda kekasihnya itu lalu telapak tangannya menghantam sesuatu dengan tepat dan terdengar suara jeritan kesakitan dari orang yang terbakar api oleh serangan balik Puteri Ming Ming terhadap orang itu.


Dess!


Brushh!


"Arghh!!! " pekik orang yang di perintahkan oleh musuh-musuh mereka untuk membunuh mereka di ruangan itu.


Zhang Xiao Long menggunakan telapak tangan kirinya menghancurkan dinding di samping kiri mereka hingga jebol lalu mereka keluar dari ruangan itu dan menemukan sebuah tempat yang merupakan tempat pemujaan terhadap Dewa dan Dewi tak layak di puja oleh manusia normal pada umumnya.


"Kuil Dewa Dan Dewi hidung babi yang mereka dirikan di kota Zheng an selatan..! Sungguh tak bisa dibiarkan begitu saja dan menjadi bibit penyakit di wilayah daratan besar yang kita cintai. " kata Zhang Xiao Long yang langsung saja menghancurkan ruangan itu dengan ilmu sinkang lidah api Naga Merah dari kepalannya yang menghantam ruangan itu dalam waktu singkat.


Bughh!


Bruakk!!


Zhang Xiao Long mengajak Puteri Ming Ming melayang ke arah langit-langit ruangan itu yang telah jebol olehnya dan mereka berdua berada di atas genteng sehingga mereka dapat melihat sejumlah besar biksu Shaolin palsu yang ingin membakar Biksu Feng hidup-hidup di tengah halaman dalam kuil itu.


"Biksu Feng, cepatlah kau berikan pusaka yang berada di dalam kuil Shaolin mu kepada kami atau kau akan kami bakar hidup -hidup dan esok hari di acara penting mu akan terjadi musibah besar terhadap para murid mu dan tamu-tamu undangan mu.. " kata seorang wanita muda yang duduk di kursi yang di kelilingi lima orang pria berkepala gundul dan memegang tombak yang tajam kepada Biksu Feng.


"Nona Sheng, aku sudah bilang kepadamu kalau benda pusaka yang kau maksud itu sama sekali tidak ada di dalam kuil Shaolin ku..! Ah, kenapa kau masih tidak mempercayai ucapan ku? " kata Biksu Feng di atas tiang yang dibawahnya adalah bara api yang sudah membakar kulit dan daging kedua kakinya yang telanjang.


"Cih..! Aku sama sekali tidak akan pernah bisa mempercayai biksu busuk seperti mu! Sudahlah, sebaiknya kau mati saja perlahan-lahan dengan aku menyaksikan bagaimana seorang Biksu Feng yang tersohor di dunia persilatan daratan besar mati terbakar hidup-hidup di kuil bunga Zheng hitam milikku.."kata Sheng Yan putri dari Sheng Kun yang memimpin perkumpulan sesat di kota Zheng an selatan untuk misi ayahnya dapat berjalan dengan sempurna.


" Aku tidak akan pernah takut mati.. " kata Biksu Feng dengan lantang walaupun wajahnya sudah pucat bak mayat hidup saja.


Wushh!


Sheng Yan cepat menangkis serangan-serangan itu dengan pedang di tangannya yang membuat serangan-serangan dari Puteri Ming Ming dapat terhalang dengan tepat sekali sehingga Puteri Ming Ming meloncat mundur dari sinar pedang Sheng Yan.


Crangg!


"Sialan gadis busuk kau berani datang ke kuil ku dan menghancurkan ruang perapian kuuuu..! " hardik Sheng Yan yang langsung meluncur ke arah Puteri Ming Ming dengan nafsu untuk habisi gadis suku Ming itu.


Zhang Xiao Long yang telah melihat serangan maut yang berasal dari hawa pedang sesat di tangan Sheng Yan dengan cepat meluncur dari genteng dengan mengibaskan lengan bajunya ke arah Sheng Yan yang langsung terjengkang ke belakang dengan menabrak meja makan di sisi kanan tempat duduknya sendiri.


Dess!


Braaakkk!


"Ahhh! Siapa kau yang menyerang kuuu?? " tanya Sheng Yan yang di bantu berdiri oleh lima orang biksu peliharaannya yang semuanya adalah para pengkhianat sekte Shaolin sendiri yang telah bergabung dengan sekte bunga Zheng Hitam untuk membantu misi Sheng Kun berhasil.


"Aku Zhang Xiao Long penguasa tertinggi di seluruh daratan besar dan gelarku adalah Kaisar Naga Merah.." jawab Zhang Xiao Long yang kini berdiri di depan Puteri Ming Ming yang telah meluncur ke arah tiang yang menjadi tempat tahanan Biksu Feng untuk menyelamatkan ketua sekte Shaolin.


Wushh!


Namun sejumlah sekte bunga Zheng hitam telah menghalangi jalan gadis itu yang langsung saja menyerang sejumlah sekte bunga Zheng hitam dengan ilmu pedang payung gobi yang amat hebat.


Wuttzzz!


Sejumlah sekte bunga Zheng hitam juga telah menggunakan senjata mereka yang berupa tombak yang bentuknya melengkung untuk digunakan sebagai alat menyerang pedang payung di tangan Putri Ming Ming.


Crangg!


Crangg!


Crangg!


Crangg!


Zhang Xiao Long yang menghadapi pedang di tangan Sheng Yan yang dibantu oleh lima orang pria anggota sekte bunga Zheng hitam yang kini menggunakan tasbih untuk menghadapinya itu dengan lincah telah melontarkan pukulan - pukulan yang mengandung hawa sinkang lidah api Naga Merah yang menghancurkan pedang di tangan Sheng Yan dan tasbih di tangan para anggota sekte bunga Zheng hitam.


Bresss!


"Arghhhh!!!! " pekik Sheng Yan dan lima orang anak buahnya yang terjengkang ke tanah dengan punggung mereka telah remuk olehnya.


Zhang Xiao Long melayang ke arah Biksu Feng di tiang yang sudah terbakar api dan nyaris pula membakar jubah dan tangan biksu itu sehingga ia berhasil menyelamatkan nyawa Biksu Feng yang roboh di pundaknya.


"Biksu Feng bertahanlah aku pasti akan dapat menolongmu.. " kata Zhang Xiao Long yang telah menotok kedua pundak Biksu Feng agar aliran darah di tubuh Biksu Feng tak tercemar oleh racun dari bara api yang berasal dari serbuk bunga Zheng hitam ciptaan Sheng Yan sendiri.


Puteri Ming Ming melakukan gerakan yang amat lincah bukan main yakni gadis itu melayang dengan posisi telentang di udara dengan ujung pedang payung di tangannya telah merobek habis semua pengeroyoknya.


Wushhh!


Kretttttt!


"Arghhhh...! " pekik kematian mengenaskan bagi para pengeroyok gadis hebat itu.


Putri Ming Ming cepat menghampiri Zhang Xiao Long yang duduk bersila di lantai depan pintu ruangan lain di kuil itu dengan telapak tangan pemuda ini berada di dada dan punggung Biksu Feng.


"Cepat, berikan pil penawar racun bunga Zheng hitam ini kepadanya. " kata Puteri Ming Ming yang memberikan botol keramik kecil warna hijau dan membuka tutupnya lalu mengeluarkan tiga butir pil penawar racun bunga Zheng hitam kepada Zhang Xiao Long yang memberikan pil tersebut ke dalam mulut Biksu Feng dengan di sertai hawa sinkang bunga xia yang telah buat pil itu meleburkan cepat ke dalam tubuh Biksu Feng.


"Ming Ming, sebaiknya kita segera berkumpul bersama dengan teman-teman kita di wisma tak bertuan di kota Zheng an utara dan memberikan pengobatan selanjutnya kepada Biksu Feng di sana. " kata Zhang Xiao Long nada serius kepada Puteri Ming Ming seraya memanggul Biksu Feng di pundaknya.


Lalu Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming telah melompat keluar dari gedung kuil sekte bunga Zheng hitam dan melesat di tengah gelapnya malam hari itu ke arah utara dengan kecepatan bak sepasang naga yang melintasi awan-awan yang berkabut putih di langit malam hari itu di kota Zheng an.


Brrrrrr!


Setibanya mereka di wisma tak bertuan di kota Zheng an utara.Mereka telah bertemu dengan Beng Loan Ki dan sejumlah pasukan Kekaisaran Naga Merah serta seorang wanita usia dua puluh tiga tahun yang cantik dan anggun di depan pintu masuk ke dalam wisma tersebut.


"Hormat kami kepada Yang Mulia Kaisar Naga Merah dan Puteri Ming Ming..! " salam para pasukannya dengan sujud hormat kepadanya dan kekasihnya.


"Bangkitlah kalian semua.. " kata Zhang Xiao Long sambil melewati mereka semua dan jalan ke dalam ruangan di sisi paling timur wisma tak bertuan untuk melanjutkan proses pengobatan yang dilakukannya terhadap Biksu Feng di kamar itu.


Putri Ming Ming pergi ke taman di dalam wisma tersebut untuk berjumpa dengan pasukannya sendiri yang dipimpin oleh Fan Hong pengawal pribadinya dan seorang gadis yang bersujud di bawah sepasang sepatu mungilnya.


"Hormat hamba Yang Hui kepada Puteri Ming Ming semoga Tuan Putri panjang umur..! Panjang umur..! " sapa Yang Hui dayang istana Kekaisaran Ming yang telah hadir di depan gadis penguasa negeri Ming.


"Hormat hamba Fan Hong kepada Puteri Ming Ming! Semoga Puteri panjang umur.. Panjang umur..! " sapa Fan Hong pria usia tiga puluh lima tahun kepada Puteri Ming Ming.


"Hormat kami semua kepada Puteri Ming Ming! Semoga Puteri panjang umur..! Panjang umur..! " sapa para pasukan Kekaisaran Ming yang sujud di hadapan Puteri Ming Ming.


"Bangunlah, dan cepat berikan laporan kalian kepadaku.. Sekarang juga..! " perintah Puteri Ming Ming kepada Fan Hong dan Yang Hui.


"Ya, Tuan Putri. Ini laporan hamba untuk anda. " kata Fan Hong yang mengulurkan dokumen yang bersampul warna biru kepada Puteri Ming Ming yang langsung membuka dan membacanya.


"Tujuh ratus orang akan hadir di acara esok hari di kuil Shaolin..? Hmm, kita harus bisa pastikan orang-orang Sheng Kun tak pernah bisa ambil bagian di acara dan pastikan pula Pangeran sialan itu tak pernah bisa hadir di sana.. " kata Puteri Ming Ming nada serius kepada para pasukannya.


Bersambung!!