Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Aksara Kuno Dan Jamur Teratai Pancawarna.


Gadis yang duduk di atas dahan pohon pinus di tebing-tebing puncak gunung Thai San menatap meremehkan kemampuan Zhang Xiao Long yang ingin mencari markas besar sekte Musang Biru Gunung Thai San.


"Aku jelas lebih tahu mengenai orang bodoh dan tak berkemampuan seperti mu yang sama sekali tidak pantas untuk menjadi salah seorang dari tokoh-tokoh muda di dunia persilatan daratan besar. " Gadis itu mencibir kepada Zhang Xiao Long.


"Begitukah menurut mu mengenai diriku? " Tanya Zhang Xiao Long dengan senyuman dinginnya kepada gadis yang duduk di atas dahan pohon pinus di tebing-tebing pegunungan Thai San.


"Iya.. " Jawab Gadis yang memainkan harpa yang mengalun sebuah melodi yang mematikan setiap indera bagi orang yang tak memiliki ilmu sinkang sekuat Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long mengerahkan ilmu sinkang air tenang yang membuat alunan melodi dari senar harpa yang di petik oleh jari -jari runcing dan halus gadis itu membalik ke arah gadis itu sendiri yang memekik lalu terjatuh dari dahan pohon pinus dengan dadanya meledak hancur berkeping-keping karena ilmu sinkang air tenang milik Zhang Xiao Long.


"Arghhh! "


Bruakk!


Blaar!


Zhang Xiao Long menyambar harpa gadis itu sebelum harpa melayang jatuh bersama dengan gadis putri sekte Musang Biru Gunung Thai San lalu Zhang Xiao Long memainkan musik yang membuat ledakan pada sebuah dinding di salah satu tebing-tebing di pegunungan Thai San.


Duarrr!


Zhang Xiao Long melesat cepat masuk ke gua yang di dalamnya terdapat beberapa kolam bunga teratai daun sembilan dan jamur teratai cahaya pelangi yang tumbuh lebat di kolam itu.


"Jamur teratai Pancawarna berguna untuk obati penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus landak gurun pasir utara-tengah. " Kata Zhang Xiao Long yang mengenali jamur ini dengan baik sekali.


"Aku mengetahui tentang jamur ini dari salah satu buku pengobatan yang dimiliki oleh ibuku dahulu. " Kata Zhang Xiao Long menyentuh salah satu jamur teratai Pancawarna di dekatnya yakni di pinggiran kolam bunga teratai daun sembilan.


"Aduh... Tolong aku...! " Suara seseorang yang meminta pertolongan kepada Zhang Xiao Long.


"Siapa kamu yang berada di dalam sana?? " Tanya Zhang Xiao Long menggunakan ilmu suara jarak jauh kepada seseorang yang minta pertolongan darinya.


"Aku Yang Ce Yan atau Xiao Yan.. Akh...! " Jawab seorang gadis yang berteriak-teriak kesakitan di balik dinding di seberang kolam bunga teratai daun sembilan.


"Tunggu bagaimana cara aku untuk masuk ke dinding di seberang kolam bunga teratai daun sembilan...? " Tanya Zhang Xiao Long yang tak melihat adanya pintu masuk untuknya.


"Baca dan pecahkan ukiran pada aksara di tiap kelopak bunga teratai daun sembilan di kolam di depanmu. " Jawab Gadis itu dengan suara lemah kepada Zhang Xiao Long.


"Baiklah, aku akan mencoba untuk memecahkan misteri aksara di setiap kelopak bunga teratai daun sembilan di kolam ini. " Kata Zhang Xiao Long yang meneliti setiap kelopak bunga teratai daun sembilan di kolam di depannya itu.


'Sekuntum bunga teratai daun sembilan adalah sembilan sisi sifat asli manusia yang sejati tapi juga tidak sejati..


Dunia berputar-putar berdasarkan sekejap perasaan jiwa dari aku yang sejati


Tak mungkin pula jiwa ku bisa sejati sesuai aku yang sejati'


Zhang Xiao Long membaca tulisan tersebut dan berkonsentrasi untuk mengulangi setiap kata- kata pada tulisan di setiap kelopak bunga teratai daun sembilan.


"Semuanya adalah kosong belaka.. " Jawaban ini tercetus begitu saja dari mulut Zhang Xiao Long.


Lalu kolam bunga teratai daun sembilan beserta dindingnya terbelah dua dengan kedua sisi nya membuat pintu masuk untuk Zhang Xiao Long yang langsung melesat cepat untuk menolong orang yang meminta pertolongannya itu.


Brrrr!


Di lantai batu marmer motif bunga teratai daun sembilan terdapat seorang gadis tergeletak di sana. Gadis itu berusia sekitar tiga belas dan empat belas tahun dengan kulit putih bersih dan wajahnya begitu luar biasa cantiknya bagaikan sekuntum bunga teratai mekar di musim semi dan aromanya pun sewangi bunga teratai pula.


"Anak Muda, akhirnya kamu datang juga ke sini yaitu tempat tinggal ku.. " Kata seorang pria tua yang berdiri di belakang Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long membalikkan badannya lalu ia menghadapi seorang pria wajah bopeng yang menatapnya dengan sinis dan dingin sekali tanpa bibir dan mulut dari pria itu terbuka untuk berbicara kepadanya.


"Locianpwe siapakah dirimu yang sudah baik hati untuk menunggu kedatangan ku di tempat tinggal mu ini.. Di gua Musang Biru Gunung Thai San?! " Zhang Xiao Long bertanya dengan tepat sekali kepada Ketua Sekte Musang Biru Gunung Thai San di depannya.


"Jika kamu sudah tahu siapa aku dengan otak mu yang cerdas itu sebaiknya kamu menyerah saja kepada ku dan berikan otak mu yang cerdas itu kepada ku...! " Ketua sekte Musang Biru Gunung Thai San menyerang Zhang Xiao Long dengan ilmu sinkang cakar Musang Biru Gunung Thai San dengan di sertai gerakan Musang Biru Gunung Thai San.


Swuuushhh!


Zhang Xiao Long menanggapi serangan maut itu dengan sebelah tangannya saja yang terulur ke arah Ketua sekte Musang Biru Gunung Thai San yang menyerangnya.


Desss!


Ketua sekte Musang Biru Gunung Thai San itu terpental keluar dari gua markas besar sekte Musang Biru Gunung Thai San oleh ilmu sinkang racun dingin Zhang Xiao Long.


Bruakk!


"Kurang ajar kau bocah...! " Lengkingan murka si pria tua itu yang melontarkan sejumlah bunga teratai daun sembilan ke arah dalam gua untuk menyerang sejumlah titik penting di tubuh Zhang Xiao Long.


Wushhhh!


Zhang Xiao Long menggerakkan telapak tangan ke arah serangan-serangan bunga teratai daun sembilan yang di lontarkan oleh Ketua sekte Musang Biru Gunung Thai San ke arahnya yang mengakibatkan kekalahan telak bagi Ketua sekte Musang Biru Gunung Thai San karena sejumlah besar kelopak bunga teratai daun sembilan itu menerjang kembali ke arah Ketua sekte Musang Biru Gunung Thai San hingga pria itu terjengkang dan tewas dalam keadaan mengenaskan.


Werrr!


Desss!


Zhang Xiao Long tidak mempedulikan jasad dari pria tua itu dengan mengalihkan perhatiannya ke arah gadis kecil yang wajahnya membiru dan bibir menghitam pekat. Ia pun segera gunakan ilmu sinkang bunga Xia melalui telapak tangan ke arah gadis kecil itu.


"Terimalah saluran ilmu sinkang bunga Xia putih dariku.. Setelah itu kau harus minum pil bunga Xia daun ungu untuk membersihkan racun di tubuh mu. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada ramah kepada gadis kecil yang menganggukkan kepala kepadanya dengan patuh.


"Kakak, terimakasih atas pertolongan mu untuk ku dan perkenalkan namaku adalah Yang Ce Yan atau biasa di panggil Xiao Yan oleh orang-orang di istana Dewi Rembulan Darah di Pegunungan Xian Yue. " Kata gadis kecil itu dengan suaranya yang merdu kepada Zhang Xiao Long.


"Pegunungan Xian Yue itu berada di mana, Adik kecil? " Tanya Zhang Xiao Long dengan senyum cerah kepada Xiao Yan.


"Di daerah paling utara dari Kepulauan bunga teratai ungu daun sembilan. " Jawab Yang Ce Yan atau Xiao Yan tersenyum manis kepada Zhang Xiao Long sesudah gadis kecil itu dapat di sembuhkan oleh Zhang Xiao Long.


"Hmm, aku jadi ingin tahu dimana daerah paling utara dari kepulauan bunga teratai ungu daun sembilan yang kamu katakan kepada ku tadi. " Tutur Zhang Xiao Long yang mengangkat gadis kecil itu untuk bangun dan berdiri di depannya.


"Di hatiku.. " Jawab gadis kecil itu dengan nada seloroh nya kepada Zhang Xiao Long.


"Ihh, jahil sekali kamu.. " Kata Zhang Xiao Long menjewer telinga gadis kecil itu lalu membawa gadis kecil itu melesat cepat keluar dari daerah lembah-lembah gunung Thai San menuju ke arah pintu masuk ke desa puncak gunung Thai San bagian paling selatan.


Brrrr!


"Aduuhhh... Sakit.. Kakak.. Telinga ku...! " Jeritan gadis kecil itu yang di bawa melesat cepat oleh Zhang Xiao Long dengan cara menenteng gadis itu di telinganya saja.


Bersambung!