Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Gerimis Di Musim Gugur.


Istana Kekaisaran Naga Merah.


Seorang anak balita berusia dua tahun berdiri di tepi danau buatan di istana tempat tinggalnya. Ia sedang asyik bermain perahu kertas yang di taruh di permukaan air danau itu. Namun ia tak menyadari bahwa tangannya tak dapat sentuh perahu kertasnya. Ia pun menjulurkan tangannya sampai tubuh mungilnya membungkukkan ke air danau.


Lalu tubuh mungilnya yang tak bisa menahan keseimbangan telah membuat anak balita laki -laki itu terjerumus ke danau dan tak ada satu orangpun yang melihatnya tenggelam di dalam danau itu.


Sampai datanglah seorang pria dewasa sedang melewati danau itu dan melihat sebuah perahu kertas mengapung di air danau dan juga sepatu mungilnya yang sebelah jatuh di tepi danau itu.


"Celaka, Pangeran Fan Yi Xing.. ! " teriak Liu Kang salah seorang dari pejabat istana Kekaisaran Naga Merah cepat melompat ke danau dan pria itu segera berenang dengan cepat sekali untuk sampai ke dasar danau itu lalu menyelamatkan anak balita itu dengan sigap.


Liu Kang meluncur keluar dari danau itu lalu di bawanya anak balita ke dalam kamar di istana khusus untuk anak balita itu sendiri dan dengan cepat pria itu menyalurkan ilmu sinkang bunga Liu ke punggung dan dada anak balita itu yang pakaiannya di lepaskan dari tubuhnya oleh Liu Kang.


"Liu Kang, apa yang telah terjadi pada Yi Xing? " tanya Nalan Yan Ran yang telah mendapatkan informasi tersebut dari dayang istana Pangeran Fan Yi Xing segera datang ke kamar putra asuh nya itu.


"Lapor, Paduka, Pangeran Fan Yi Xing terjatuh ke danau buatan depan taman istananya sendiri ketika beliau bermain perahu kertas ini tanpa ada pengawasan dan penjagaan dari pengasuh nya dan para dayang serta Kasim dan pengawal istananya. " jawab Liu Kang yang menatap tajam kepada semua pengawal, dayang, Kasim dan ibu pengasuh Pangeran Fan Yi Xing yang sujud di depan tempat tidur Pangeran Fan Yi Xing.


"Keterlaluan kalian semua!Bagaimana kalian bisa ceroboh seperti ini sampai dia bermain di tepi danau buatan tanpa ada yang menjaganya satu orangpun?! Ahh, kalian semua aku hukum mati atas keteledoran kalian semua yang telah menyebabkannya nyaris kehilangan nyawanya.. " suara marah Permaisuri Kekaisaran Naga Merah membuat semua dayang, Kasim, pengawal dan pengasuh Pangeran Fan Yi Xing memucat dan bergemetaran ketakutan.


"Ampunkanlah nyawa kami, Paduka...! " semua nya memohon ampunan dari Nalan Yan Ran tetapi Nalan Yan Ran telah melemparkan pedang di tepi ranjang Fan Yi Xing melayang ke leher semua pengawal, dayang, pengasuh dan Kasim Pangeran Fan Yi Xing sehingga semuanya telah tewas di penggal olehnya.


Crakkk!


"Bersihkan mereka dari kamar Pangeran Fan Yi Xing.. Segera...! " perintah Nalan Yan Ran kepada para pengawal pribadinya yang berdiri di pintu kamar Pangeran Fan Yi Xing.


"Siap, Paduka..! " jawab para pengawalnya itu.


"Siapkan orang-orang baru untuk lebih baik dan cekatan untuk melayani, menjaga, mengasuh dan mengawasi Pangeran Fan Yi Xing..! " perintah Nalan Yan Ran kepada pihak Kasim di urusan menangani putra-putri Kaisar Naga Merah yang segera menghadap kepadanya di ruang serbaguna di istana Pangeran Fan Yi Xing usai mengetahui penyebab Fan Yi Xing terbaring koma di tempat tidurnya meskipun Liu Kang telah menyelamatkan nyawa anak balita itu dari kematiannya yang di sebabkan oleh kelalaian para orang dewasa dalam menjaga anak balita itu.


"Siap, Paduka..! " jawab para Kasim itu patuh.


Tan Tan Ling Ming dan Kim Hwe Li pun datang ke kamar Pangeran Fan Yi Xing setelah mereka mendapatkan informasi tersebut dari dayang istana mereka masing-masing. Keduanya terlihat cemas dengan keadaan anak balita yang saat ini terbaring koma di ranjangnya.


"Yan Ran, bukankah tugas untuk menjaganya itu adalah tanggung jawab mu sebagai ibu asuhnya yang telah diserahkan tanggungjawab dari Yang Mulia Kaisar Naga Merah suami kita? " tanya Tan Tan Ling Ming dengan nada halus menegurnya yang dianggap lalai pula dalam menjalankan tugasnya sebagai ibu asuh Fan Yi Xing.


"Iya, Kak Ling Ming. Aku juga salah. " jawab Nalan Yan Ran menyesal dengan kelalaiannya sendiri sebagai ibu asuh Fan Yi Xing.


"Hmm, karena itu kamu juga seharusnya dapat hukuman untuk kelalaian mu itu, namun karena kamu adalah Permaisuri Kekaisaran Naga Merah maka aku sebagai pemimpin harem wajib beri kamu hukuman untuk merenung di kuil Buddha di menara istana mu sendiri selalu empat puluh sembilan hari dan dilarang untuk makan daging sampai batas hukuman mu selesai. " kata Tan Tan Ling Ming nada tegas kepada Nalan Yan Ran yang sujud di hadapannya.


"Iya, Kakak Ling Ming.. Saya patuh kepadamu.. " jawab Nalan Yan Ran yang segera menjalankan hukumannya sesuai dengan perintah dari Tan Tan Ling Ming sebagai Permaisuri Agung Kekaisaran Naga Merah yang juga merupakan pemimpin harem istana Kekaisaran Naga Merah.


"Liu Kang, aku memerintahkan mu untuk mencari obat ginseng panca ungu di gunung Awan bunga Naga di wilayah barat untuk menyembuhkan Yi Xing. " perintah dari Tan Tan Ling Ming kepada Liu Kang yang segera sujud kepadanya.


"Siap, Paduka. " jawab Liu Kang segera jalankan tugasnya.


"Baiklah, urusan untuk menjaga Yi Xing akan ku lakukan sendiri sebagai ibu asuh nya juga karena aku Permaisuri Agung Kekaisaran Naga Merah yang berarti bahwa setiap anak Kaisar Naga Merah maupun anak di seluruh negeri ini adalah anak-anakku juga. " kata Tan Tan Ling Ming yang duduk di tepi tempat tidur Fan Yi Xing sambil menyelimuti anak balita itu dengan selimut tebal yang hangat usai di pakaikan pakaian baru yang bersih oleh Kim Hwee Li yang juga menyuapi susu kacang kedelai kepada Fan Yi Xing melalui mangkuk dan sendok kecil khusus untuk Fan Yi Xing.


Di menara Istana Permaisuri Kekaisaran Naga Merah. Nalan Yan Ran memfokuskan diri untuk berdoa kepada patung Buddha di hadapannya untuk meminta pertolongan dari Buddha untuk menyelamatkan Fan Yi Xing dengan tulus hati.


Sementara itu Liu Kang berkuda meninggalkan istana Kekaisaran Naga Merah untuk jalankan tugasnya sebagai pengawal istana Kekaisaran Naga Merah yang berkewajiban menjaga para anggota keluarga Kaisar Naga Merah.


Di tengah jalan, Liu Kang harus menghentikan derap langkah kudanya ketika ia melihat seorang gadis berpakaian berwarna merah muda sedang merintih kesakitan pada ulu hatinya karena Liu Kang melihat gadis itu memerangi bagian bawah dada gadis itu.


"Nona, apakah kamu mengalami luka pada ulu hati mu? " tanya Liu Kang ramah kepada gadis itu yang menganggukkan kepala dengan berat lalu pingsan di depan kudanya.


"Heii.. "panggil Liu Kang cepat turun dari kuda untuk menolong gadis itu dengan mengangkat tubuh gadis itu untuk di taruh di punggung kuda lalu dia memacu kudanya dengan cepat ke arah wilayah barat.


*****


Kota Bunga Kamboja Putih, wilayah barat.


Seorang pria muda berpakaian serba merah dan berambut panjang berwarna separuh putih dan separuh hitam melangkah dengan gontai menuju ke pintu sebuah kota yang ditumbuhi oleh bunga -bunga Kamboja berwarna putih sehingga pria ini menamainya sebagai kota bunga Kamboja Putih.


" Waaahh... Jangan kamu menuduh aku sebagai seorang pencuri dagangan mu, ya?! " seorang gadis remaja membentak seorang pria tua yang mengejarnya dengan membawa golok di tangan pria tua itu di belakangnya.


"Cih! Siapa yang mau percaya dengan ucapan seorang gadis remaja laknat sepertimu, Xiao Leng?! " balas pria tua itu yang melontarkan batu besar ke arah gadis remaja itu yang menghindari serangannya dengan mengitari Zhang Xiao Long pria berambut panjang dan aneh itu.


Zhang Xiao Long dengan tenang mengangkat satu tangannya ke depan lalu menangkap batu besar itu dan tangannya yang lainnya menahan gadis remaja ini mengitarinya dengan menotok kaku gadis remaja itu dengan kecepatan yang tak terlihat.


Cus!


"Kau tak meminta maaf kepada ku yang nyaris terkena lemparan batu besar mu ini? " tanya Zhang Xiao Long memperlihatkan batu besar di tangannya kepada pria tua itu.


"Hehehe, ya.. Aku minta maaf karena aku tak sengaja hampir membuat mu celaka dengan batu besar ku ini yang ingin aku lemparkan ke arah gadis remaja ini.. " Jawab pria tua yang kini cepat meminta maaf kepada Zhang Xiao Long.


"Hmm, tapi kau sudah terlambat untuk meminta maaf kepada ku, Pak tua.. " kata Zhang Xiao Long yang memukul kepala pria tua itu dengan batu besar hingga pria tua itu kepalanya bocor dan tewas di depannya.


Prakk!


Bruakk!


Gadis remaja yang kaku itu terbelalak kaget dan ngeri melihat kekejaman pria muda yang telah menotoknya itu sampai ia menelan air liurnya dengan tercekat.


"Nona, sekarang kamu bisa tunjukkan kepadaku dimana taman hiburan malam di kota ini? " pinta Zhang Xiao Long nada memerintah pada gadis itu.


Sebelah mata gadis itu melirik ke arah belokan di sisi kanan Zhang Xiao Long dan mulutnya telah mengarah ke pintu rumah yang bercat merah tua dengan garis-garis putih di dinding kedua sisi pintunya kepada Zhang Xiao Long.


"Baik, mari kau antarkan aku ke rumah itu.. " kata Zhang Xiao Long menyambar lengan gadis itu lalu melesat ke arah yang telah ditunjukkan oleh gadis itu yang mengernyit begitu mereka tiba di depan rumah bertuliskan.


"Rumah Hiburan Malam Kota Bunga Kamboja Putih. " baca Zhang Xiao Long.


Tiba-tiba pintu rumah itu terbuka untuk seorang wanita paruh baya dengan sikap centil telah tiba di depan Zhang Xiao Long dan gadis remaja ini dengan senyuman memikat.


"Haduh, selamat datang kepada Tuan Muda yang tampan.. Apakah anda ingin bertamu di rumah kami ini untuk bersenang-senang dengan gadis di sebelahmu itu? " tanya wanita paruh baya itu kepada Zhang Xiao Long.


"Iya, tolong kamu siapkan satu buah kamar tidur dengan fasilitas terbaik untuk ku.." jawab Zhang Xiao Long dengan memerintah.


"Baik, tuan muda.. Silakan anda masuk dulu ke rumah kami setelah itu kami akan menyiapkan fasilitas yang terbaik untuk anda dengan baik sekali. " kata wanita paruh baya itu tersenyum di bibir genitnya kepada Zhang Xiao Long.


"Baiklah, aku akan masuk ke rumah mu sekarang juga.. " kata Zhang Xiao Long menarik tangan gadis remaja di sebelahnya untuk masuk ke dalam kamar tidur kelas atas di rumah hiburan malam kota bunga Kamboja Putih.


Dimana wanita paruh baya itu segera siapkan layanan makanan dan arak khas kota tersebut untuk Zhang Xiao Long yang telah masuk ke dalam kamar tidur itu sambil duduk di kursi di depan meja bundar di tengah-tengah kamar tidur itu.


"Pergilah dan perintahkan para anak buahmu di rumah hiburan malam kota bunga Kamboja Putih ini tak mendekati kamar ku selama tujuh hari tujuh malam dan dilarang memberitahukan kepada mereka tentang kamar mu yang satu ini telah aku sewa darimu. " kata Zhang Xiao Long nada memerintah kepada wanita paruh baya itu setelah menyelipkan dua uang perak kepada wanita paruh baya.


"Ya, baik, tuan muda.. Terimakasih banyak... Aku pasti akan melaksanakan perintahmu dengan baik sekali. " kata wanita paruh baya itu dengan patuh kepada Zhang Xiao Long sebelum pergi dari kamar yang telah di sewa oleh Zhang Xiao Long.


Kemudian Zhang Xiao Long mengunci pintu di kamar tidur itu dengan rapat sebelum kembali ke kursinya dan menikmati hidangan di atas meja bundar di depannya tanpa menghiraukan gadis remaja yang diikat di tiang kamar itu olehnya.


"Nona, beritahu aku darimana kamu menemukan gambar kipas emas ini? " tanya Zhang Xiao Long nada memerintah kepada gadis remaja yang di gantung olehnya itu sambil menikmati makan malam dengan santai.


"Dari toko pelelangan Tuan Muda Yang di kota bunga Kamboja Merah muda. " jawab gadis remaja ini.


"Hmm, Tuan muda Yang itu siapakah dan dari mana asalnya? " tanya Zhang Xiao Long lagi.


"Putra mahkota dari Kerajaan Kecil Yang. " jawab gadis remaja ini menelan air liurnya untuk kali ini di karenakan dirinya telah merasa lapar melihat aneka makanan enak di depannya.


"Hmm, aku akan memberikan makanan in untuk kamu makan malam bersama ku asalkan kamu mau memainkan alat musik gucheng itu untuk ku, " kata Zhang Xiao Long nada memerintah kepada gadis remaja ini sambil menggoda gadis remaja ini dengan menikmati makanannya yang menggiurkan bagi gadis remaja ini.


"Iya, Tuan muda. Jangankan untuk memainkan alat musik gucheng itu untukmu, kamu minta aku untuk melayani tidur mu pun aku bersedia dengan sukarela menberikan keperawananku untuk mu. " kata gadis remaja ini dengan sikap genit kepada Zhang Xiao Long.


"Emm,kau sungguh berani untuk menggodaku.." kata Zhang Xiao Long membebaskan gadis itu dari ikatan tali di tiang-tiang kamar tidur itu.


"Ya, karena aku melihat kamu seorang pria yang baik hati dan penyayang wanita cantik seperti ku yang tak mungkin kamu sia-siakan.. " kata Xiao Leng nama gadis cantik jelita itu yang berjalan ke kursi depan meja alat musik gucheng berada.


Zhang Xiao Long mengabaikannya karena pada saat itu Zhang Xiao Long sedang memikirkan tentang kipas emas, cincin giok, cermin langit dan gelang alam semesta yang telah di ketahui olehnya sebagai empat buah pusaka yang telah lama lenyap dari dunia persilatan daratan besar yang merupakan benda-benda yang memiliki kemampuan di atas kemampuan manusia biasa pada umumnya.


"Empat pusaka itu adalah pusaka para Dewa dan Iblis Dunia Persilatan Daratan Besar yang dahulu milik penghuni pulau abadi tempat Kakakku di besarkan. Dan,pulau ini juga dahulunya milik sepasang kekasih yang sangat sakti yang pada akhirnya meninggal dunia di pulau itu juga lalu pusaka mereka terpisah dari mereka ke seluruh dunia persilatan daratan besar oleh guru jahat kakak ku yang tak ingin kakakku memilikinya dan menguasai wilayah daratan besar karena guru dari gurunya kakakku itu merasakan ketakutan yang amat besar terhadap kakakku yang telah menyebabkan diriku menjadi incaran mereka setelah kakakku meninggal dunia. " kata Putri Ming Ming istrinya di rumahnya di desa puncak gunung Xia yang menceritakan tentang empat buah pusaka itu kepadanya sebelum ia pergi ke wilayah barat untuk menjelajahi pegunungan Himalaya dan sekitarnya.


"Sayang, sekarang ini tugas untuk menemukan empat buah pusaka itu dan melenyapkan orang -orang laknat itu adalah tugasku sebagai Kaisar Naga Merah penguasa seluruh daratan besar.. Jadi, mulai hari ini urusan itu adalah tanggung jawab ku bukan lagi tanggungjawabmu. " kata Zhang Xiao Long nada lembut kepada Puteri Ming Ming di malam sebelum keberangkatannya ke wilayah barat.


"Iya, Kak Long.. Aku takkan pernah membantah mu untuk urusan yang semestinya menjadi tugas seorang pria sejati seperti mu." Putri Ming Ming memeluknya dengan kehangatan yang kini dirindukannya.


Zhang Xiao Long menggeleng kepalanya dengan cepat untuk mengusir rasa rindunya terhadap istrinya yang sangat dicintainya itu karena dia saat ini sedang bertugas sebagai seorang pria sejati yang berjuluk Pendekar Naga Merah.


Bersambung!!