
Zhang Xiao Long mengikuti langkah Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu yang berjalan masuk ke dalam ruangan rumah penginapan Bibi Ren yang telah menyambut kedatangan mereka bertiga dengan ramah di pintu masuk utama ke rumah penginapan tersebut.
"Tuan Muda Zhen Zheng Yan dan Tuan Muda Zhen Ching Yu serba Tuan Muda siapakah nama mu Tuan muda jika anda tidak merasa keberatan untuk memperkenalkan namamu kepada ku? " Sapa Bibi Ren menatap sopan kepada Zhang Xiao Long yang berjalan di belakang Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu.
"Namaku Afung, Bibi Ren. " Jawab Zhang Xiao Long nada ramah kepada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik molek di depan pintu masuk ke ruangan rumah penginapan itu.
"Oh, Tuan muda Afung silakan anda bersama dengan kedua tuan muda Zhen naik saja ke lantai atas untuk menempati kamar -kamar tidur yang telah di siapkan oleh para pelayan ku dengan nyaman. " Kata Bibi Ren memanggil tiga orang gadis remaja yang cantik jelita untuk antar Zhang Xiao Long dan Zhen Ching Yu serta Zhen Zheng Yan ke lantai atas sebagai tempat untuk ketiga orang pemuda tampan itu menginap.
"Terimakasih Bibi Ren. " Kata Zhang Xiao Long nada ramah kepada Bibi Ren seraya mengikuti langkah sepasang kaki bersepatu mungil gadis paling muda dan cantik jelita di antara ketiga orang gadis remaja yang menjadi pelayan rumah penginapan Bibi Ren.
"Tuan muda Afung, silakan anda tempati kamar nomor enam belas ini dengan saya pelayan yang di tunjuk oleh Bibi Ren untuk menemani anda selama anda menginap di rumah penginapan Bibi Ren. " Kata gadis paling muda dan cantik jelita dengan senyuman memikat kepada Zhang Xiao Long seraya membukakan pintu kamar untuk Zhang Xiao Long masuk dengan santai.
"Namamu siapakah, nona manis? " Tanya Zhang Xiao Long membiarkan pintu kamar di tutup dan dikunci rapat oleh gadis itu yang membalikkan badannya untuk menghadap kepada Zhang Xiao Long yang duduk di bangku kayu di depan meja makan kayu dekat tempat tidur yang telah di lapisi kasur dan selimut hangat.
"Perkenalkan nama saya adalah Leng Sen Yen, Tuan muda." Jawab Leng Sen Yen nama gadis itu yang mendekati Zhang Xiao Long seraya membukakan tudung saji di meja makan kayu di depan Zhang Xiao Long. Dimana tersedia menu makanan dan minuman yang sangat lezat dari aromanya saja yang terhirup oleh hidung Zhang Xiao Long yang membuat perut Zhang Xiao Long tidak tahan untuk mencicipi makanan dan minuman di depannya itu.
"Sen Yen berapa usiamu? Kenapa kamu bisa ada rumah penginapan Bibi Ren? " Tanya Zhang Xiao Long ramah kepada Leng Sen Yen yang telah membantunya untuk menyiapkan makanannya di mangkuk nasinya dan secangkir arak segar dengan senyuman semanis bunga Persik.
"Lapor, Tuan muda. Aku berusia empat belas tahun dan saya di jual oleh paman tiri saya ke rumah penginapan Bibi Ren untuk menjadi salah seorang dari gadis penghibur di rumah ini. " Jawab Leng Sen Yen menghapus air matanya dengan saputangan warna merah muda dengan senyuman mengharapkan Zhang Xiao Long bisa menyambutnya dengan pelukan hangat.
"Hmm, kau seperti seorang putri dari keluarga baik-baik yang telah berada di tempat yang salah dan seharusnya kamu tidak menjadi seorang gadis penghibur bagi dahaga seorang pria yang datang ke rumah penginapan Bibi Ren." Kata Zhang Xiao Long mengangkat tangannya untuk mengambil saputangan warna merah muda dari tangan Leng Sen Yen untuk membantu gadis itu menghapus air matanya kesedihan di sepasang mata indah gadis penghibur di depannya itu.
"Tuan muda, anda benar sekali saya adalah putri dari Raja Dali yang di culik oleh penjahat yang masuk ke kamarku dan menjual kepada seorang wanita mucikari di wilayah suku Mi yakni kota bunga Mi ungu yang kemudian aku dibeli oleh Bibi Ren untuk menjadi salah seorang dari pelayan di rumah penginapan nya sambil saya menunggu seseorang yang baik hati dan gagah perkasa untuk membebaskan diriku dari tempat yang mencemarkan nama baik ku sebagai putri dari Raja Dali. Dan, sekarang ini saya bisa jumpa dengan anda adalah keberuntungan terbesar dari hidup saya. Tuan muda, anda tak perlu takut untuk menyentuh saya karena saya masih gadis suci yang belum pernah ternodai oleh seorang pria mana pun yang datang ke rumah hiburan bunga Mi ungu maupun di rumah penginapan Bibi Ren. " Kata Leng Sen Yen yang bersujud di bawah sepasang sepatu kulit dan mahal Zhang Xiao Long dengan kepalanya tertunduk sopan kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long meletakkan sepasang sumpit di atas mangkuk kosong lalu meminum arak segar dari cangkir keramik yang indah dengan nikmat sekali sambil melihat kesabaran dan ketulusan hati Leng Sen Yen menunggu dirinya dengan berdiri di samping bangkunya.
"Mmm, gadis cantik jelita ini mengingatkanku pada Puteri Ching Ching calon ibu tiri ku yang akan aku antarkan kepada ayahku di rumah ayah ku di ibukota Kekaisaran Li. Hmm, tapi bibirnya sangat menggoda iman ku karena mirip dengan Bibir Yanmi istri kedua ku yang mungil seperti boneka salju yang menggemaskan sekali. " Kata Zhang Xiao Long di dalam hatinya seraya lirikan matanya menerawang wajah jelita dan tubuh indah yang tertutup pakaian sutra yang indah di sampingnya.
"Sen Yen, kau siapkanlah bak mandi air hangat dan bertabur bunga mawar rashid merah dan daun mint di airnya untuk aku mandi dahulu di kamar mandi di ujung kamar ini sebelum aku menyentuhmu sesuai keinginanmu sendiri." Kata Zhang Xiao Long yang meraih jemari halus Leng Sen Yen seraya berdiri di depan gadis itu lalu bibirnya mencium bibir manis Leng Sen Yen.
"Iya, Tuan Muda. Tunggu sebentar ya." Jawab Leng Sen Yen dengan senyumannya yang indah kepada Zhang Xiao Long lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk menyiapkan air mandi yang di inginkan oleh Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long menunggu gadis itu selesaikan tugasnya di kamar mandi sambil mendengarkan percakapan yang di dengarnya dari kamar tidur Zhen Zheng Yan di sebelah kamarnya dan juga dari kamar tidur Zhen Ching Yu di kedua dari kamarnya dengan saksama.
"Kakak ganteng, aku sudah menyiapkan sesuatu yang kamu butuhkan untuk menyerang wilayah Raja Barbar Gilunda di seberang teluk Liao yang ingin menguasai wilayah Mi untuk Kaisar Li bisa menyatukan wilayah utara dengan Kekaisaran Li melalui proses pernikahan politiknya dengan Sang putri agung dari suku bangsa utara yang bernama Puteri Ching Ching secepatnya agar wilayah ini tak meragukan kemampuan dan juga ketulusan hati Kaisar Li kita yang ingin menjalin hubungan yang baik dengan seluruh wilayah utara dan sekitarnya. " Kata seorang gadis yang terdengar sedang bermesraan dengan Zhen Zheng Yan.
"Shuang Er, kau sungguh kekasih ku yang cerdas sekali sampai aku ingin sekali menjadikan kamu sebagai seorang nyonya muda di rumahku." Kata Zhen Zheng Yan yang terdengar mencium gadis di dalam kamar pemuda tampan putra pertama dari Adipati Agung Zhen.
Di kamar yang jaraknya dua kamar dari kamar yang di tempati oleh Zhang Xiao Long terdengar suara Zhen Ching Yu yang sedang memarahi gadis yang terdengar menangis ketakutan pada amarah dari putra kedua dari Adipati Agung Zhen.
"Tian Ling, aku sudah bilang untuk kamu hati- hati di dalam tindakan mu untuk membantuku di wilayah utara yang berbahaya bagi keselamatan mu dan janin yang sedang tumbuh di rahimmu yang merupakan darah daging ku sendiri. " Kata Zhen Ching Yu dengan suara keras kepada gadis yang menangis itu.
Bersambung!