
Zhang Xiao Long dan rombongannya telah tiba di wilayah Kekaisaran He melalui pintu arah timur laut yaitu pegunungan He yang berdekatan dengan aliran danau hijau. Di tengah jalan di hutan pegunungan He, mereka bertemu dengan Iblis wanita cakar rajawali hitam yang pada akhirnya telah di bunuh oleh Zhang Xiao Long yang menemukan wanita sadis itu telah melukai sejumlah orang di hutan tersebut dan kini Zhang Xiao Long memeriksa kondisi seluruh orang yang telah di lukai oleh Iblis wanita cakar rajawali hitam.
"Mereka sepertinya berasal dari sekte gunung He yang bermarkas besar di puncak gunung ini. " Kata Liu Tong yang ikut mengamati setiap orang yang terkapar di hutan gunung He dengan teliti.
" Kita coba lihat saja lambang yang melekat di tubuh mereka. " Kata Beng Loan Ki yang juga telah memeriksa kondisi sejumlah orang itu di sisi kanan Zhang Xiao Long.
" Mereka semua mengalami racun lidah ular api jika aku amati pada kuku -kuku mereka yang berwarna hitam pekat seperti kuku mati. " Kata Zhang Xiao Long yang mengenali racun yang telah melukai sejumlah orang yang terkapar di hutan ini.
" Lalu bagaimana cara kita untuk mengobati mereka ? " Tanya Liu Ting Ting yang berdiri di belakang punggung Liu Tong sambil menuntun Hu Yang San kepada Zhang Xiao Long.
" Menggunakan darah ular api itu sendiri yang harus di kumpulkan di dalam nadi seorang yang memiliki sinkang yang kuat agar si pemilik nadi tidak mengalami racun juga. " Jawab Zhang Xiao Long dengan serius kepada Liu Ting Ting dan kawan-kawan nya.
" Hmm, di antara kita yang memiliki sinkang kuat cuma kamu, Tuan muda Zhang. " Kata Liu Tong dengan senyumnya kepada Zhang Xiao Long.
"Kau juga memiliki sinkang kuat, Liu Tong. Aku tahu kamu hanya berpura-pura menjadi seorang yang lemah. " Kata Zhang Xiao Long melirik ke arah Liu Tong yang cengengesan senang di puji hebat oleh Zhang Xiao Long.
" Baiklah, sebaiknya kita kumpulkan mereka di suatu tempat yang sama agar kita bisa merawat mereka dengan mudah. " Kata Li Hong Xiu yang mencarikan solusi untuk masalah yang mereka hadapi di perjalanan menuju ke puncak gunung He atau wilayah dalam Kekaisaran He.
" Ya, kau cerdas sekali Hong Xiu , karena itu aku serahkan untuk mengumpulkan mereka di suatu tempat yang sama kepadamu dan teman-teman wanita mu yang lain dan untuk mencari obat penawar racun lidah ular api adalah urusan aku dan Liu Tong. Sedangkan untuk Yu Song Bu, Li Shimin dan Paman Beng kalian bertiga bertugas sebagai pelindung mereka semua sampai aku dan Liu Tong kembali kepada kalian dengan membawa obat penawar racun lidah ular api kepada para korban keganasan Iblis wanita cakar rajawali hitam. "Kata Zhang Xiao Long yang lalu mengatur bagi-bagi tugas kepada para sahabatnya.
" Kami siap untuk membantu kamu, Tuan muda Zhang...! " Sahut para sahabatnya dengan tulus.
" Liu Tong mari kita pergi ke danau hijau untuk jumpa dengan ular api di dasar danau hijau itu. " Kata Zhang Xiao Long dengan senyuman yang membuat Liu Tong harus menelan saliva nya karena pemuda ini akan mengajaknya menyelam ke dalam air danau hijau yang terdapat ular api raksasa.
" Ahhh, ya.. " Kata Liu Tong lesu kepada Zhang Xiao Long yang telah menyambar lengannya ke arah timur laut untuk kembali ke pesisir pantai danau hijau.
Brrr!
" Ahhhhhhh... Tolong akuuu....! " Pekik Liu Tong yang di ajak ke danau hijau oleh Zhang Xiao Long.
" Ayo kita kenalan dengan ular api raksasa yang berada di dasar danau hijau agar kita berdua bisa secepatnya menyelesaikan masalah yang berada di depan sepasang mata kita, Kakak Liu Tong yang baik dan gagah perkasa. " Kata Zhang Xiao Long dengan senyuman yang memuji Liu Tong yang terlihat bangga dengan kegagahan yang dimilikinya itu.
Byur!
Zhang Xiao Long berenang dengan kecepatan tinggi yang membuatnya bisa dengan cepat sampai ke dasar danau hijau dan melihat ular api raksasa yang sedang tertidur pulas di tanah yang penuh lumut daun dan di sana ada tiga tumbuhan langka yang di beritahukan oleh He Xiao Chao kepada Zhang Xiao Long di atas perahu di tengah perjalanan mereka menuju ke pintu masuk utama ke wilayah Kekaisaran He.
" Kakak Liu Tong, kau jangan membuatnya bangun agar kita dengan mudah mengambil darahnya melalui perutnya yang aku tusuk dengan kuku jariku yang telah aku alirkan ilmu sinkang ku. "Kata Zhang Xiao Long dengan kode pada jarinya kepada Liu Tong yang berenang di sisi lainnya.
" Iya, Adik Zhang. " Jawab Liu Tong yang cepat memahaminya.
Zhang Xiao Long berenang untuk maju ke dekat ular api raksasa yang sedang tidur pulas , lalu Ia menusuk jarinya ke perut ular api raksasa yang tersentak kaget dan terbangun dari tidurnya yang membuat Zhang Xiao Long harus gunakan kelincahan tubuhnya untuk menghindari patukan ular api raksasa yang ingin membunuhnya itu karena ular api raksasa terganggu oleh gerakan Liu Tong yang berenang ke bawah ekornya untuk mengambil tiga tumbuhan langka yang tertindih oleh tubuh ular api raksasa.
Swuushh!
Zhang Xiao Long dengan cepat mengerahkan ilmu sinkang bunga harum sakti melalui telapak tangannya yang lain untuk menghadapi ular api raksasa yang telah melilit tubuhnya dan kepala ular api raksasa telah menengok ke arahnya dengan mulutnya yang raksasa siap untuk makan Zhang Xiao Long.
"Hyaaatttt....! " Lengking Zhang Xiao Long yang telah menghantamkan pukulannya ke arah ular api raksasa dengan tepat di bawah leher ular api raksasa itu sehingga ular api raksasa meledak dan darahnya muncrat ke seluruh wajah dan pakaian Zhang Xiao Long
Dess!
Blaaar!
" Adik Zhang, apakah kamu baik-baik saja? " Tanya Liu Tong yang cepat berenang ke dekat Zhang Xiao Long setelah ular api raksasa telah di hancurkan oleh Zhang Xiao Long.
" Iya, aku baik-baik saja Kak Liu Tong. Cepatlah kamu ambil tiga tumbuhan langka itu, lalu kita berdua harus segera kembali kepada yang lain di hutan. " Jawab Zhang Xiao Long dengan tenang kepada Liu Tong meskipun ia merasakan racun lidah ular api raksasa telah masuk ke tubuhnya melalui muncratnya darah ular api raksasa ke wajahnya dan pakaiannya.
" Ah, ya Adik Zhang. " Kata Liu Tong yang cepat menyambar , memetik dan menyimpan tiga tumbuhan langka itu di saku pakaiannya, lalu ia mengikuti Zhang Xiao Long berenang kembali ke daratan.
Bersambung!