Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Akhir Hidup Raja Yu Hian Kim..


Zhang Xiao Long dan Amira Ming melayang ke arah kapal laut Naga Merah air sejati yang sudah menanti mereka berdua untuk sebuah misi yang sedang menunggu untuk mereka selesaikan dan misi adalah membantai musuh terakhir di misi pelayaran ke perairan utara daratan besar.


"Ming Ming, dimanakah letak pulau Naga Giok itu berada?" tanya Zhang Xiao Long yang sedang mengamati permukaan laut perairan utara dari atas kapal laut pribadinya kepada Amira Ming di sisi kanannya.


"Di bawah kapal laut kita, Kak Long. Namun kita harus menyembunyikannya terlebih dahulu dari musuh terakhir kita yang sudah menunggumu di sana yaitu di pulau merak giok." jawab Amira Ming halus kepada Zhang Xiao Long.


"Paduka, setan ular tua itu sudah tidak sabar lagi untuk dibunuh oleh Anda.. Lihatlah dia di pulau depan kita. " kata Raja Lin Mo Lang dengan nada geram untuk melihat kematian musuh paling keji di dunia persilatan daratan besar.


"Ya, aku sudah melihatnya dengan jelas, baiklah kalian tunggulah di kapal laut ini dan aku harus menemuinya sekarang juga.. " kata Zhang Xiao Long nada berwibawa kepada para pendekar di kapal laut Naga Merah air sejati dan Amira Ming istrinya.


"Ya, Kak Long semangat.. Kamu pasti bisa keluar sebagai pemenang di dalam pertarungan antara dirimu melawan Raja Yu Hian Kim. " kata Amira Ming memberikan kecupan hangat dibibirnya.


"Semangat untuk Paduka..! " sorak sorai para pendekar yang dipimpin oleh Raja Lin Mo Lang.


"Ya..Aku pergi dulu.. " kata Zhang Xiao Long usai melepaskan pelukannya terhadap istrinya itu.


Zhang Xiao Long melayang ke arah pulau merak giok dengan ilmu ginkang Naga Merah melintasi samudra luas sehingga gerakannya begitu gesit dan ringan bagaikan sehelai daun di atas air laut saja.


Brrr!


Raja Yu Hian Kim sudah melihat kedatangannya di pulau merak giok dengan sikap garang dan merendahkannya seakan-akan ia tidak akan bisa mengalahkan setan ular tua itu yang berjuluk Raja Pulau Beruang Utara.


"Pendekar Naga Merah akhirnya kau datang juga ke pulau merak giok dengan seorang diri untuk menyelesaikan masalah diantara kita berdua dan membuktikan siapakah diantara kita berdua yang paling pantas untuk mendapatkan gelar Kaisar penguasa daratan besar tunggal dengan salah satu dari kita berdua harus ada yang hidup dan mati.. " kata Raja Yu Hian Kim nada angkuh kepada Zhang Xiao Long yang berdiri di atas pasir pantai pulau merak giok di hadapannya.


"Iya, marilah kita berdua buktikan saja dengan ilmu kepandaian silat kita masing-masing dan jangan banyak bicara lagi karena kita bukanlah seorang wanita di dalam sebuah pesta." kata Zhang Xiao Long nada berwibawa kepada Raja Yu Hian Kim.


"Baik.. Kau lihatlah serangan-serangan dariku..! " hardik Raja Yu Hian Kim yang sudah melesat ke arah Zhang Xiao Long dengan kepalan tangan kiri dan pedang bersarung kulit ular anaconda di tangan kanan dengan ilmu silat beruang utara.


Wushhh!


Wuttzzz!


Zhang Xiao Long menyambutnya dengan ilmu tapak arak sakti di tangan kiri untuk menghadapi ilmu tapak ular anaconda di tangan kirinya dan menggerakkan pedang Naga Merah bersarung kulit Naga Merah sejati untuk menghadapi ilmu pedang beruang utara di tangan kanannya.


Plakkk!


Trakkk!


Desss!!


Raja Yu Hian Kim bergerak mundur ketika tangan kiri tersambut dengan baik oleh Zhang Xiao Long dan pedangnya itu berputar ke arah dirinya begitu pedangnya di adu dengan pedang Naga Merah di tangan Zhang Xiao Long.


"Kau lumayan juga..." kata Raja Yu Hian Kim yang segera menyerang dengan pedangnya terhunus ke arah Zhang Xiao Long dengan ilmu pedang ular anaconda yang dashyat sehingga pedang di tangannya mengeluarkan suara desisan ular anaconda yang mengancam keselamatan diri Zhang Xiao Long.


Wuttzzz!


Zhang Xiao Long menangkis serangan-serangan ilmu pedang ular anaconda di tangan Raja Yu Hian Kim dengan ilmu pedang naga Merah yang disalurkan melalui pedangnya yang meluncur di antara serangan-serangan pedang Raja Yu Hian Kim.


Trangg!


Trang!


Trangg!


Trangg!


Pedang ular anaconda bergetar hebat di tangan Raja Yu Hian Kim ketika pedang itu mengadu kekuatan dengan pedang Naga Merah di tangan Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long meliuk-liuk di udara di depan Raja Yu Hian Kim yang melontarkan ilmu telapak sakti beruang utara dengan gerakan yang luar biasa cepatnya dan di sertai oleh pedang ular anaconda yang mengincar setiap sisi tubuhnya itu sehingga ia menggerakkan pedang Naga Merah dengan gerakan pedangnya yang telah membentuk perisai yang melindungi dirinya dari segala sisi tubuhnya.


Trangg!


Trangg!


Trangg!


Raja Yu Hian Kim semakin gencar menyerang dengan pedang ular anaconda yang bergerak bagaikan sinar kilat dan desiran angin kencang ke arah Zhang Xiao Long dan telapak tangannya itu terus menerus melontarkan ilmu telapak ular anaconda yang membuat telapak tangannya itu bergerak seperti seekor ular anaconda yang mengancam keselamatan mangsanya saja dan mangsanya itu adalah Zhang Xiao Long.


Wuttzzz!


Betttzz!


Zhang Xiao Long menangkis serangan-serangan pedang ular anaconda yang mengancam dirinya itu dengan pedang Naga Merah yang membuat serangkaian serangan pedang ular anaconda di tangan Raja Yu Hian Kim terbentur kuat olehnya sehingga pedang Naga Merah meluncur dengan gesit ke arah tenggorokan Raja Yu Hian Kim dan telapak tangannya itu telah menghancurkan ilmu telapak ular anaconda dengan ilmu telapak arak sakti yang disertai dengan ilmu sinkang lidah Naga Merah sehingga pedang ular anaconda di tangan Raja Yu Hian Kim hancur oleh serangan ilmunya itu.


Trang!


Klangg!


"Arghhh! Kurang ajar...! " pekik Raja Yu Hian Kim yang melihat ancaman bagi keselamatannya itu telah datang dari Zhang Xiao Long yang segera melontarkan pedangnya ke arah leher Raja Yu Hian Kim.


Wuttzzz!


Raja Yu Hian Kim menggunakan ilmu sinkang beruang utara untuk melindungi dirinya dari tiap serangan-serangan pedang Naga Merah yang terus menerus telah mengincar lehernya itu yang membuat pedang Naga Merah harus mundur dari depan lehernya.


Betttzz!


Namun ia tidak menduga bahwa telapak tangan kiri Zhang Xiao Long telah melayang ke arah pelipis kanannya sehingga kepalanya remuk di pukul dengan ilmu sinkang bunga harum sakti.


Desss!


Prakk!


"Aughh! " pekik kematian Raja Yu Hian Kim yang kepalanya remuk di pasir pantai pulau merak giok oleh telapak tangan kiri Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long menyimpan kembali pedang Naga Merah di dalam sarungnya sesudah ia telah menghabisi Raja Yu Hian Kim lalu melesat kembali ke kapal lautnya dengan senyumannya yang ditujukan secara langsung untuk Amira Ming istrinya tercinta.


"Kak Long, kau luarbiasa hebat berhasil meraih kemenangan dan gelar Kaisar Penguasa Daratan Besar..! " sorak sorai Amira Ming yang melompat masuk ke dalam pelukannya.


"Hidup Kaisar penguasa daratan besar! Hidup Kaisar Naga Merah..! Hidup seribu tahun untuk Kekaisaran Naga Merah...!!! " sorak sorai para pendekar di kapal laut Naga Merah air sejati.


"Terimakasih..! Terimakasih untuk semua yang sudah memberikan dukungan dan semangat untukku.. Aku Zhang Xiao Long bersumpah untuk menjadikan Kekaisaran Naga Merah yang kita cintai sebagai Kekaisaran terbesar, terbaik dan terkuat di seluruh dunia ini..!" seru Zhang Xiao Long nada berwibawa dihadapkan seluruh pendekar dunia persilatan daratan besar yang berkumpul di kapal laut Naga Merah air sejati di hadapannya dan istrinya.


"Kak Long,sekarang kau keluarkan botol keramik kecil dari saku pakaianmu dan tuangkan darahku ke air laut di bawah kapal laut kita. " kata Amira Ming istrinya usai mereka bersorak-sorai untuk merayakan kemenangannya di hadapan para pendekar di kapal laut Naga Merah air sejati.


"Tidak sekarang, istriku." kata Zhang Xiao Long pelan kepada Amira Ming yang segera paham.


"Paduka,bisakah mengantarkan kami pulang ke daratan besar bersama dengan anda dan Ratu Amira Ming? " tanya Raja Lin Mo Lang diantara hiruk-pikuk pesta kemenangan Zhang Xiao Long yang diadakan di ruangan dalam kapal laut Naga Merah air sejati.


"Tentu saja, kami juga ingin segera pulang ke rumah kami di istana Kekaisaran Naga Merah di ibukota Kekaisaran Naga Merah karena kami sudah sangat merindukan keluarga kami." jawab Zhang Xiao Long ramah kepada Raja Lin Mo Lang.


Maka Zhang Xiao Long dan rombongannya telah berlayar kembali ke arah selatan yaitu daratan besar sebagai tujuan mereka namun badai yang sangat besar di lautan membuat kapal laut Naga Merah air sejati terombang-ambing di tengah- tengah lautan di tengah malam yang sangat larut dan disertai hujan lebat yang tiada pernah berhenti.


"Celaka kalau begini kondisi kapal laut Naga Merah air sejati akan tidak memungkinkan untuk kita meneruskan pelayaran pulang kita ke arah selatan yaitu daratan besar. " kata Raja Lin Mo Lang dan para pendekar dengan cemas.


"Jangan khawatir, kita pasti akan bisa pulang ke daratan besar dengan selamat.. “kata Zhang Xiao Long nada tenang di antara deru angin dan badai yang menerjang kapal laut Naga Merah air sejati mereka.


" Kak Long, kita harus memakai cara yang tepat untuk menyelamatkan mereka dan juga diri kita berdua. "kata Amira Ming yang luarbiasa tenang dalam mengatasi situasi sulit seperti saat itu.


Bersambung!