
Zhang Xiao Long tersenyum melihat Putri Ming Ming tak menentangnya lagi setelah gadis manis ini mendapatkan ciuman hangat darinya selama tiga puluh menit lamanya di puncak bukit yang bernama bukit pemisah raga dan jiwa.
"Ming Ming, jika kamu bersikap semanis ini pada ku, aku pun takkan pernah memarahimu dan juga menghukummu dengan mencium bibirmu sebanyak aku suka. " kata Zhang Xiao Long yang mencubit hidung mancung Putri Ming Ming yang menggemaskan baginya.
"Ekhem, Yang Mulia, hari akan menjelang malam hari sebaik kita segera pergi ke desa awan hitam di pegunungan seribu bunga matahari yang jadi tempat misi kita di daerah ini. " kata Kasim Zhao yang melihat Zhang Xiao Long mencium bibir Putri Ming Ming secara langsung dengan begitu lama sekali.
"Ya, mari kita lanjutkan perjuangan kita bersama- sama.. " kata Zhang Xiao Long yang lengannya telah merangkul Putri Ming Ming untuk berjalan bersamanya menuju ke kereta kuda yang telah di siapkan oleh Liu Tong dan Liu Chui Jiang di bawah kaki bukit pemisah raga dan jiwa.
"Aduh.. Kepalaku pusing sekali.. " kata Selir Yin Yin yang berjalan di dekat Selir Chao Yuezhi dan Selir Fu Shui Lian serta Selir Tang Xin Yue.
"Kau kenapa, Selir Yin Yin? " tanya Liu San San cepat membantu Selir Yin Yin naik ke kereta kuda.
"Yin Yin.. Mari kau duduk di dekatku agar kau tak merasa pusing lagi. " kata Zhang Xiao Long yang cepat mengangkat selirnya dan di tempatkan di dekatnya.
"Masa -masa sulit untuk seorang wanita yang baru pertama kali mengandung adalah hal biasa saja. " kata Song Wi Na istri dari Liu Tong yang memeriksa kesehatan Selir Yin Yin di dalam kereta kuda dan memberitahukan hal ini kepada Zhang Xiao Long sebagai suami dari Selir Yin Yin.
"Wahhh, aku akan memperoleh anak ketiga dari Selir Yin Yin ku yang cantik jelita.. " kata Zhang Xiao Long yang mencium bibir Selir Yin Yin untuk mengucapkan rasa terimakasih kepada selirnya itu.
"Selamat untuk Paduka atas kehamilan Selir Yin Yin dan semoga janin di rahim Selir Yin Yin kali ini adalah seorang pangeran kecil. " kata Huang Li Hung dan istrinya juga Kasim Zhao di dalam kereta kuda.
"Iya, semoga. Ah, aku harus secepatnya miliki seorang pangeran kecil untuk penerus tahta ku di kemudian hari demi Kejayaan Kekaisaran Naga Merah.. " kata Zhang Xiao Long merangkul Putri Ming Ming dengan senyuman penuh arti kepada gadis itu.
"Eh.. Apa maksud dari senyumanmu itu kepada ku? Kau bisa mendapatkan seorang pangeran kecil dari mereka di depan mu itu? " tanya Putri Ming Ming mengangkat tatapannya kepada Zhang Xiao Long.
"Dari mereka juga aku mau memiliki seorang pangeran kecil namun aku tak pernah menolak untuk mendapatkan seorang pangeran kecil dari mu. " jawab Zhang Xiao Long yang tangannya menyentuh perut Putri Ming Ming dengan lirikan matanya ke arah tatapan mata Putri Ming Ming.
"Aahhh? Apa kau sudah gila, ya? " tanya Putri Ming Ming menepis tangannya dan menggeser posisi duduknya untuk menjauh dari Zhang Xiao Long tetapi Zhang Xiao Long menariknya untuk lebih dekat dengan Zhang Xiao Long.
"Aku akan jauh lebih gila jika kamu menolak untuk melayaniku pada malam hari ini sesudah kita menemukan penginapan di dalam desa awan hitam.. " Jawab Zhang Xiao Long yang kini mengigit telinganya dengan kelembutan yang menggoda gadis itu.
"Ihh.. "
"Iih apa? " tanya Zhang Xiao Long menaruh bibir di rahang putri itu.
"Jangan melakukan hal itu kepada ku nanti kamu akan mendapatkan musibah besar.. " jawab Putri Ming Ming nada serius.
"Aku tidak takut dengan masa depan setelah Aku mendapatkan mu.. " kata Zhang Xiao Long tegas sekali.
"Hei, bagaimana dengan keluarga mu dan rakyat mu? " tanya Putri Ming Ming begitu mereka tiba di depan penginapan di desa awan hitam yang telah di sewa beberapa kamar oleh Liu Tong yang memahami Kaisar Naga Merah dengan amat baik.
"Mereka akan aman di dalam perlindunganku kecuali bagi mereka yang menentang kebijakan ku.. " jawab Zhang Xiao Long dengan nada tegas sekali.
"Adik Thian Lan, kita harus mencari cara untuk membebaskan mereka dari setan gila Yuen Ding yang menawan mereka untuk mendapatkan apa yang di inginkan olehnya itu di markasnya.. " kata seorang gadis yang memakai baju warna biru muda di ruangan lantai bawah kepada gadis baju berwarna putih yang melihat ke arah Zhang Xiao Long yang menaiki tangga menuju ke lantai atas penginapan.
"Sssttt.. Kak Nien Lin, kau bisa kecilkan suaramu agar tak ada seorangpun mendengar apa yang sedang kita bicarakan di penginapan ini. " kata gadis itu dengan sudut mulutnya kepada gadis lainnya di depan gadis itu.
Zhang Xiao Long telah masuk ke kamarnya dan membuka pakaiannya untuk mandi di dalam bak mandi yang telah disiapkan oleh Kasim Zhao untuk nya.
"Yang Mulia, silakan anda mandi dengan air hangat yang telah hamba siapkan untuk Anda di bak mandi di tengah-tengah ruangan kamar ini. " kata Kasim Zhao yang menaburkan bunga mawar dan daun mint di dalam air mandi untuk Zhang Xiao Long.
"Kasim Zhao, tolong kamu siapkan peralatan ku untuk misi di markas besar Sekte Kuda Hijau di daerah timur desa awan hitam secepatnya. " kata Zhang Xiao Long dengan nada serius sekali kepada Kasim Zhao yang berjalan keluar dari kamarnya.
"Siap, Paduka. Hamba akan melaksanakannya dengan baik. " jawab Kasim Zhao yang menutup pintu kamarnya dan meninggalkannya sendirian di kamarnya.
Putri Ming Ming mengubah penampilannya dari penampilan seorang pria muda tampan menjadi penampilan seorang gadis muda yang luar biasa cantik jelita bagaikan seorang Dewi langit yang turun ke bumi.
"Kecantikan mu akan membawa musibah bagi setiap pria yang ingin mendapatkan mu.. Ming Ming, kau adalah seorang wanita pembawa sial bagiku.... " suara seorang pria yang dahulunya pernah hadir di dalam hidup Putri Ming Ming di benak gadis itu.
"Bi Guan, kau sungguh kejam sekali mengutuk ku sebagai seorang wanita pembawa sial.. " kata Putri Ming Ming di masa lalunya yang terpancar di cermin rias di hadapannya.
"Hahahaha, semua salah kakakmu yang terlalu sombong dan membangga-banggakan dirinya sendiri..! Kau juga sangat keterlaluan dengan menipuku di hari pernikahan kita berdua yakni kau menukar dirimu dengan kakak seperguruan mu sendiri..?! " teriak Bi Guan kepada Putri Ming Ming pada waktu itu.
"Baguslah.. Aku bisa mengetahui orang seperti apa dirimu yang menjadi suamiku dan sahabat sejati kakakku... " Desis Putri Ming Ming yang mencengkram leher Bi Guan di sebuah daerah di luar Kekaisaran Ming. Dimana ia pertama kali berjumpa dengan Zhang Xiao Long seorang pria yang mengubah hatinya dengan cinta yang tulus dari pria itu untuknya.
Zhang Xiao Long mendatangi Putri Ming Ming di ruangan lainnya lalu melingkarkan kedua lengan di pinggang gadis itu dan mengecup leher halus Ming Ming dengan kelembutan yang sangat di rindukan oleh Ming Ming.
"Apakah kamu sudah mempersiapkan dirimu untuk menyerahkan dirimu seutuhnya kepadaku, Ming Ming? " tanya Zhang Xiao Long mengecup bibirnya lembut.
"Bunuh Yuen Ding dahulu sebelum kamu bisa menikahi pada malam hari ini dan mendapatkan ku untuk selamanya... " kata Putri Ming Ming yang memberikan persyaratan kepada Zhang Xiao Long yang mencium seluruh bibirnya yang ranum.
"Baik.. Aku menerima persyaratan darimu.. " kata Zhang Xiao Long yang menggigit lidahnya lalu pria ini berkelebat cepat dari jendela kamar ke arah lain dari desa awan hitam.
Brrrrrr!
Setelah Zhang Xiao Long pergi ke arah timur laut desa awan hitam. Sekelompok orang telah hadir di depan Putri Ming Ming dengan membawa sebuah plakat yang di perlihatkan kepada Putri Ming Ming.
"Hmm.. Jika aku menolaknya, bagaimana? " tanya Putri Ming Ming yang melontarkan sabuk sutra warna putih ke arah sekelompok orang dari Kekaisaran Phoenix Emas Sakti dengan cepat sekali..
Wutttzz!
Prakkk!
Sekelompok orang dari Kekaisaran Phoenix Emas Sakti dengan lincah menghindari serangan sabuk sutra putih milik Putri Ming Ming sehingga sabuk sutra putih menghancurkan pintu jendela lainnya.
"Putri Ming Ming...! " teriak Liu Chui Jiang dan Selir Chao Yuezhi yang cepat menerjang maju ke sekelompok orang dari Kekaisaran Phoenix Emas Sakti yang mengeroyok Putri Ming Ming di kamar calon Nyonya Selir Kaisar Naga Merah.
Wutttzz!
Pedang samurai yang berada di tangan Chao Yuezhi menyerang sekitar sepuluh orang dari Kekaisaran Phoenix Emas Sakti di sisi kanan Liu Chui Jiang yang menggunakan pedang melawan sekitar sepuluh orang dari Kekaisaran Phoenix Emas Sakti lainnya.
Trang!
Tranggg!
Bettzz!
Sabuk sutra putih di tangan Putri Ming Ming kini melilit salah seorang dari Kekaisaran Phoenix Emas Sakti yang menjerit-jerit kesakitan pada organ tubuhnya oleh ilmu sinkang ular cobra milik Putri Ming Ming yang menyalurkan ilmu itu ke sabuk sutra putihnya.
Kemudian Putri Ming Ming melemparkan orang itu yang sungguh gosong ke lantai bawah dari penginapan di desa awan hitam hingga mayat orang dari Kekaisaran Phoenix Emas Sakti itu pun menabrak meja makan yang di gunakan oleh dua orang gadis sekte mustika Phoenix biru di lantai bawah.
Brakkk!
"Astaga.. Ada apa ini?? " tanya Thian Lan gadis baju putih yang melihat Putri Ming Ming dengan ringan telah melayang turun dari lantai atas dan menyeret sejumlah orang yang telah gosong semuanya di dalam satu ikatan sabuk sutra putih di tangan gadis sakti itu.
Weerrrr!
Bruakkk!!!
Liu Tong, Song Wi Na, Teng Xu Xu, Huang Li Hung dan Liu San San tercengang melihat Putri Ming Ming membunuh seluruh musuh yang telah mendatangi gadis itu dengan sadis.
"Kalian beritahu Kaisar Naga Merah untuk temui aku di istana Kekaisaran Phoenix Emas Sakti di wilayah timur laut paling dalam di daratan besar pada bulan kelima tahun besok jika Kaisar Naga Merah bersikeras untuk menikah dengan ku... " Kata Putri Ming Ming di atas tiang-tiang di dalam penginapan itu kepada orang-orang Zhang Xiao Long lalu meninggalkan penginapan tanpa pamit lebih dahulu kepada mereka dengan gerakan yang luar biasa cepatnya hingga dalam hitungan kurang dari satu detik saja, gadis itu telah lenyap dari pandangan mata orang-orang Zhang Xiao Long.
Wushhhh!
"Pesan dari Putri Ming Ming ini ibarat sebuah pesan kematian untuk Kaisar Naga Merah jika Kaisar Naga Merah ingin menikahinya.. " kata Liu Tong nada mencibir bayangan hitam dari luar penginapan tersebut atau lebih tepatnya pada bayangan menghilangnya Putri Ming Ming dari genggaman tangan Kaisar Naga Merah untuk sekian kalinya.
"Terlalu menggangap dirinya paling penting dari segala hal yang di miliki oleh Kaisar Naga Merah sehingga nasibnya tak jelas.. " kata Huang Li Hung tak memperdulikan Putri Ming Ming yang di nilainya terlalu mahal bagi Kaisar Naga Merah.
"Ya, gadis itu sungguh-sungguh sombong sekali sampai aku ingin menguliti nya.. " geram Tang Xin Yue yang mendapatkan dukungan dari Fu Shui Lian madunya di sampingnya.
"Tolong.. Aku.... " kata Chao Yuezhi dari lantai atas kepada mereka.
Brrrr!
Liu Tong menemukan Liu Chui Jiang telah tewas di dekat Selir Chao Yuezhi yang mengalami luka pada sekujur tubuhnya di lantai atas di kamar tidur Putri Ming Ming.
"Paduka Selir Chao Yuezhi, apa yang telah terjadi pada diri anda? Chui Jiang..?!! " Liu Tong cepat mendatangi Chao Yuezhi yang menghembuskan napas terakhirnya di samping jasad Liu Chui Jiang yang gosong juga.
"Yuezhi..! " teriak Yin Yin yang telah dilihat oleh Liu Tong menghampiri jasad seorang pria yang wajahnya telah di robek oleh pedang samurai milik Chao Yuezhi yang telah patah oleh sabuk sutra putih di tangan Putri Ming Ming jika Liu Tong mengamati patahan pedang samurai itu di lantai atas.
"Kejamnya Putri Ming Ming.. " kata Liu Tong.
"Iya, dia membunuh Chao Yuezhi dan Liu Chui Jiang yang menyelamatkannya dari Kekaisaran Phoenix Emas Sakti yang ingin membunuhnya di kamarnya. Dia juga melukaiku karena ia merasa iri hati kepada ku yang telah di anugerahi janin Kaisar Naga Merah. " kata Selir Yin Yin yang menunjukkan lengannya yang gosong kepada Liu Tong dan yang lainnya.
"Keterlaluan...!! "Teriak Huang Li Hung marah.
" Iya, dia sungguh keterlaluan...! " tambah Tang Xin Yue dan Fu Shui Lian.
"Dia tidak keterlaluan menurutku.. " kata Thian Lan dan Chen Nien Lin secara bersamaan di sisi lain kamar itu.
"Kalian berdua siapakah? Kenapa kalian berdua memihak Iblis wanita itu? " tanya Yin Yin nada marah.
"Kami sepasang murid dari Ketua sekte mustika Phoenix biru yang tinggal di desa awan putih. Kami memihak Puteri Ming Ming karena dia tidak membunuh kawan-kawan kalian... " Jawab Thian Lan dan Chen Nien Lin dengan nada tegas sekali sehingga Liu Tong menatap mereka.
"Apa maksud kalian berdua adalah orang lain yang telah membunuh Selir Chao Yuezhi dan adik ku Chui Jiang di kamar ini? " tanya Liu Tong yang menatap tajam keduanya.
Bersambung!!