
Zhang Xiao Long mengernyitkan keningnya saat dirinya melihat seorang pria paruh baya yang memakai pakaian ala Dalai Lama sedang duduk bersila di atas batu tebing di tengah air terjun di puncak gunung pulau ekor naga merah.
"Ming Ming, pulau ini sudah lebih dahulu telah di datangi oleh seseorang yang sudah menunggu kedatangan kita di pulau ini." kata Zhang Xiao Long melepaskan pelukannya dari istrinya yang sudah membalikan tubuh menghadap ke arah pandangan matanya yaitu ke arah pria paruh baya yang sudah dikenalnya.
"Peng Lai Zhao manusia sesat yang merupakan saudara dari Raja Yu Hian Kim. " kata Amira Ming mengenalkan pria paruh baya itu kepada Zhang Xiao Long.
Pria paruh baya itu menyeringai kepada Amira Ming dan telunjuknya telah mengeluarkan ilmu sinkang jari maut yang langsung diarahkan kepada Amira Ming lebih dulu.
Wutttzzz!
Zhang Xiao Long dengan tenang menyentil pelan ke arah sinar hitam yang mengarah istrinya itu telah dihancurkan olehnya sampai posisi duduk dari pria paruh baya itu telah tak lagi tenang lagi.
"Rupanya si pengkhianat Kerajaan Tibet yang kini ingin mencoba untuk mencari masalah untuk balas dendam atas kematian saudaranya... " kata Zhang Xiao Long nada halus kepada Amira Ming namun tatapannya yang tajam diarahkan kepada Peng Lai Zhao.
Peng Lai Zhao mendengus kasar membalasnya dengan tatapan mata bengis dan menudingkan tongkat trisula di pangkuannya kearah Zhang Xiao Long.
"Zhang Xiao Long, Aku Peng Lai Zhao tidak akan pernah membiarkanmu dan istrimu juga semua pengikut mu keluar hidup-hidup dari pulau api dan es kuuu..! " hardik Peng Lai Zhao yang telah melayang dengan tongkat trisula yang diarahkan ke arah Zhang Xiao Long.
Wutttzzz!
Zhang Xiao Long segera menangkis serangan tongkat trisula milik Peng Lai Zhao dengan ujung lengan pakaiannya yang sudah melilit tongkat trisula milik Peng Lai Zhao dengan kencang yang menyebabkan tongkat trisula milik Peng Lai Zhao hancur berkeping-keping oleh ilmu sinkang arak sakti miliknya.
Blaar!
Peng Lai Zhao menerjang kembali dengan ilmu sinkang bunga teratai hitam melalui telapak tangan kirinya dan ilmu sinkang bunga api sesat melalui telapak tangan kanannya yang ke arah dada Zhang Xiao Long.
Wutttzzz!
Zhang Xiao Long menggerakkan kedua kakinya yang di lebarkan dengan posisi kuda-kuda dan kedua telapak tangannya mengerahkan ilmu sinkang arak sakti dan ilmu sinkang bunga harum sakti untuk menangkis serangan kedua telapak tangan Peng Lai Zhao.
Plakkk!
Desss!
"Arghhh! " pekik kematian Peng Lai Zhao yang telah terjerembab ke tanah dengan wajahnya menembus tanah di depan Zhang Xiao Long.
"Kak Long, orang sinting itu membawa pasukan khusus untuk menghadapi kita dan teman- teman kita.. " kata Amira Ming yang berkelebat ke arah tepi pantai pulau ekor naga merah untuk membantu teman-teman mereka yang sudah menghadapi sejumlah pasukan berpakaian ala Dalai Lama namun sepak terjang sekelompok orang itu sangatlah kejam sekali yaitu menebas beberapa orang teman mereka dengan golok di tangan sekelompok orang itu.
Crakk!
"Lancang kalian sekte tengkorak bunga teratai hitam..! " hardik Zhang Xiao Long dengan sinar mata ganas telah melontarkan pukulan ilmu sinkang arak sakti ke arah sejumlah anggota sekte tengkorak bunga teratai hitam yang telah membunuh Raja Lin Mo Lang sahabat barunya di tepi pantai.
Desss!
"Arghhh! " pekik kematian beberapa anggota sekte tengkorak bunga teratai hitam yang telah dihantam pukulan telak oleh Zhang Xiao Long.
Amira Ming menggerakkan seruling Phoenix giok di tangan kanannya menyerah sejumlah besar sekte tengkorak bunga teratai hitam yang telah menghabisi seluruh sahabat mereka yang berada di pulau tersebut.
Trangg!
Trang!
Jlebbb!
Pedang naga merah telah melayang dari telapak tangan Zhang Xiao Long ke arah seorang pria yang menggunakan pedang pusaka yang aura nya sangat membahayakan keselamatan Amira Ming yang sedang menghadapi seorang wanita yang wajahnya separuh pria dan separuh wanita yang menggunakan pedang yang sangat tipis sekali.
Tranggg!
Pria itu adalah Kepala Kasim Jin dari Kerajaan Duan dari Tayli yang bergabung dengan sekte tengkorak bunga teratai hitam untuk menghabisi Zhang Xiao Long dan Amira Ming di perjalanan pulang dari pelayaran ke perairan laut Utara ke daratan besar.
Pria ini dibantu oleh temannya yang berjuluk si tengkorak bunga teratai hitam yaitu Ketua sekte tengkorak bunga teratai hitam sendiri yang saat ini sedang dihadapi oleh Amira Ming. Dan, selain temannya itu, ia juga membawa pasukan intinya yang kabur dari Kerajaan Tayli ke pulau ekor naga merah dari kejaran Pangeran Mahkota Tayli yang bernama Duan Lin.
"Hmmm, kalian berdua adalah para pengkhianat Kerajaan Tayli yang bekerjasama dengan sekte pemberontak untuk menghabisi kami di pulau ini dengan cara kalian sudah menggabungkan diri dengan para sahabat perjalanan kami dan kalian juga telah membuat kapal laut kami tenggelam di dasar lautan melalui kalian melubangi dinding kapal laut kami ketika badai menerjang kapal laut kami dan aku sedang berusaha untuk bawa kapal laut kami keluar dari kepungan badai untuk menemukan pulau terdekat sebagai tempat kami menepikan kapal laut kami.." kata Zhang Xiao Long dengan sepasang matanya yang luar biasa merah sekali dan menerjang dengan ilmu pedang naga merah di tangannya ke arah Kepala Kasim Jin dan pasukan inti kepala Kasim Jin di hadapannya.
Wushhh!
Kepala Kasim Jin dan pasukannya menyambut serangan-serangannya dengan sejumlah pedang yang menggunakan formasi ilmu silat pedang Laba-laba tengkorak hitam membuat benturan yang dashyat.
Crangg!
Pedang naga merah mengejutkan mereka yang telah kehilangan senjata mereka lalu ujung pedang naga merah telah merobek-robek tubuh mereka secara sadis sekali dan hal ini dilakukan oleh Zhang Xiao Long yang menggunakan ilmu pedang naga merah mencabut sukma.
Crakk!
Amira Ming menggerakkan tubuh mungilnya dan ujung serulingnya itu membentuk perisai yang jumlahnya fantastis dan menyebabkan ilmu pedang yang dimainkan oleh Ketua sekte tengkorak bunga teratai hitam tak mampu untuk menyentuhnya bahkan ujung serulingnya telah menancap langsung ke tenggorokan Ketua sekte tengkorak bunga teratai hitam.
Jlebbb!
"Ming Ming, kita harus segera pergi dari pulau ini untuk membuka pintu pulau naga giok lalu kita harus segera kembali ke rumah kita secepatnya. " kata Zhang Xiao Long dengan nada serius usai menghabisi para musuh mereka.
"Iya, Kak Long, kau harus mencari solusi untuk menjalin persahabatan dengan Kerajaan Tayli di wilayah barat untuk wilayah bagian barat dan timur Tengah daratan besar bersatu untuk misi perdamaian dan kerukunan antar suku bangsa di seluruh Kekaisaran Naga Merah kita setelah kita berdua pulang ke rumah kita. " kata Amira Ming juga nada serius kepada Zhang Xiao Long.
"Solusinya adalah kita harus cari Pangeran Tayli yang sibuk mencari musuh mereka namun ia lupa untuk pulang ke rumahnya karena dia telah jatuh cinta kepada seseorang yang berada di rumah kita." kata Zhang Xiao Long yang tiba-tiba cemberut di depan Amira Ming.
"Ehhh, bagaimana kau bisa tahu kalau Pangeran Tayli berada di rumah kita? " tanya Amira Ming sambil bersiul untuk memanggil burung garuda emasnya yang saat ada badai menerpa kapal laut mereka tidak berani untuk mendekati kapal laut mereka dan kini setelah mereka aman dari badai yang sudah reda dan mereka berada di pulau ekor naga merah, maka burung garuda nya pun mendatangi mereka dengan patuh.
"Sejak kamu mengatakan bahwa ayah angkatmu yang sekarang ini menjadi wakilku di rumah kita dan munculnya adik seperguruannya yang telah lama ku ketahui berasal dari Kerajaan Tayli dan bernama Duan Lin." jawab Zhang Xiao Long yang tangannya sudah memperlihatkan sehelai pita rambut warna kuning kepada Amira Ming.
"Eh pita rambut itu adalah milikku yang pernah hilang dan sudah lama ku cari -cari baik di rumah maupun di luar rumah kita, ah rupanya berada di tanganmu yang kau dapatkan dari Kepala Kasim Jin musuh kita itu." kata Amira Ming menghela napas dalam-dalam lalu tersenyum manis sekali kepada Zhang Xiao Long sembari mengulurkan tangannya untuk meminta dikembalikannya pita rambutnya dari suaminya itu.
"Tidak sekarang, karena aku harus gunakan pita rambut mu untuk memaksanya pulang ke rumah nya dengan ketulusan hatinya sendiri tanpa dia harus memaksakan kehendaknya untuk dekati atau berusaha untuk mengambil dirimu dariku." kata Zhang Xiao Long menyimpan pita rambut Amira Ming di saku pakaiannya sendiri sambil mengajak istrinya untuk melompat naik ke atas punggung burung garuda emas.
"Emm, baiklah Kak Long suka-suka kamu sajalah dan aku hanya bisa menyerahkan urusan pribadi Pangeran Tayli kepadamu sebagai suamiku dan Kaisar ku juga pria ku serta ayah dari anak-anak ku." kata Amira Ming dengan sikap dan nadanya yang manja kepada Zhang Xiao Long yang telah melingkarkan pinggang kecilnya dengan kedua lengan kuat lalu burung garuda emas telah terbang dari pulau ekor naga merah menuju ke arah yang mereka inginkan yaitu kembali ke arah perairan laut Utara daratan besar.
Bersambung!!