
"Dia itu adalah orang ku juga." Jawab Zhang Xiao Long sopan.
"Kalau begitu kita harus bersiap-siap untuk pergi ke rumah bordil itu untuk bertemu dengan Xiao Xun di sana pada malam hari ini. " Kata Tuan muda Liu Kang tersenyum senang.
"Tuan besar Zhang untuk keamanan urusan kita dipermudahkan di sana sebaiknya jangan anda mengajak kedua Nyonya muda untuk ikut pergi ke rumah bordil itu pada malam hari ini. " Kata Fu Haifeng.
"Tentu saja, aku juga tak mengizinkan mereka ikut serta dalam urusan kita kali ini apalagi untuk misi yang mengharuskan aku untuk kunjungan ke rumah kotor itu." Kata Zhang Xiao Long yang menoleh kepada Yu Lian Shing dan Tan Tan Ling Ming dengan sinar mata tegas.
"Kalau mereka tak mendapatkan izin untuk pergi ke rumah bordil itu bersama denganmu berarti aku Kim Hwee Li bisa ikut bersama denganmu karena aku bukanlah nyonya muda mu." Kata Kim Hwee Li tersenyum manis kepada Zhang Xiao Long.
"Seterah kau saja karena kamu bukanlah urusan ku. " Kata Zhang Xiao Long acuh tak acuh.
"Kami akan bantu kamu dalam hal lain saja, Kak Long. " Kata Tan Tan Ling Ming yang menoleh ke arah Nona Lan yang menundukkan wajahnya dengan malu-malu di sampingnya.
Zhang Xiao Long menganggukkan kepala untuk menjawab gadis kesayangannya itu lalu tangan kanannya memberikan tusuk konde bunga lily merah kepada Tan Tan Ling Ming.
"Berikan status resminya sebagai calon selirku tingkat dua. " Kata Zhang Xiao Long lembut dan tegas kepada Tan Tan Ling Ming.
"Pasti."Jawab Tan Tan Ling Ming segera.
Lalu di malam hari itu Zhang Xiao Long dan Fu Haifeng pergi bersama Tuan muda Liu Kang ke rumah bordil yang bernama rumah bunga Zhen merah muda sesuai rencana mereka di Ibukota Kekaisaran Zhen.
" Tuan -Tuan silakan masuk ke dalam ruangan utama rumah kami.. "Kata seorang wanita usia empat puluh lima tahun dengan sikap centil telah menyambut kedatangan mereka di pintu masuk ke rumah bordil itu.
" Iya, Bibi Chiang. "Jawab Tuan muda Liu Kang yang mengenal wanita itu.
" Aku juga ingin masuk ke dalam rumahmu yang ramai. "Kata Kim Hwee Li yang telah menyamar sebagai seorang pemuda bangsawan ternama di Kekaisaran Zhen seraya menyelinap di belakang Zhang Xiao Long yang menyambar tangannya dengan cepat saat gadis itu sudah berjalan lebih dahulu ke ruangan utama rumah bordil itu yang penuh dengan pria-pria hidung belang.
" Kau jangan sembarangan pergi ke tempat- tempat yang tak baik untuk nama baikmu dan martabat mu sebagai seorang gadis muda yang berpendidikan tinggi." Desis Zhang Xiao Long di telinga gadis itu.
"Ihh, bukankah aku bukanlah urusanmu katamu? Jadi, kau jangan pernah ikut campur urusanku..! "Balas Kim Hwee Li yang menepis tangan Zhang Xiao Long dari pergelangan tangannya lalu gadis itu sudah menghilang di antara pengunjung di rumah bordil itu.
Zhang Xiao Long mendecakkan lidahnya geram dengan watak keras kepala gadis binal itu tetapi ia tidak ingin di repotkan dengan ulah gadis satu itu di urusannya kali ini.
" Tuan, kemarilah.. Kita akan duduk di bangku di ruangan atas untuk kita bisa melihat para tamu dengan nyaman." Kata Tuan muda Liu Kang yang menunjukkan tempat yang paling strategis untuk Zhang Xiao Long dan Fu Haifeng.
"Tuan, lihatlah Xiao Xun telah datang kepada kita ke ruangan ini. " Kata Tuan muda Liu Kang yang memberitahu kedatangan tamu penting mereka kepada Zhang Xiao Long yang mengamati tiap tamu di rumah bordil itu termasuk Kim Hwee Li yang duduk di bangku sisi kanan lantai bawah di dekat panggung.
"Ya, duduklah di bangku sebelah ku."Jawab Zhang Xiao Long tanpa mengalihkan perhatian kepada panggung yang masih kosong itu dan hanya ada alat musik gucheng dan bangku batu kosong di sana.
Tak lama kemudian sekelebatan bayangan putih yang anggun telah turun dengan sempurna di bangku batu itu lalu terdengarlah alunan musik merdu yang di sertai nyanyian suara seorang gadis yang sangat lembut bukan main bak kapas putih saja.
'Dawai gucheng berdenting halus menciptakan suasana hati yang sunyi menjadi lebih baik.. Angin malam berhembus menciptakan sesuatu yang lebih indah dari rembulan di luar sana..
Tapi, mengapa hatiku selalu merindukan tuan muda di kejauhan..
Ingin ku meraih.. Namun.. Apalah daya ku.. '
Suara nyanyian gadis itu begitu menghanyutkan melalui setiap syairnya bagi siapapun yang ada di dalam ruangan utama rumah bordil itu namun bagi Zhang Xiao Long adalah pesan yang amat rahasia sekali yang di sampaikan oleh gadis itu melalui nyanyiannya.
" Putri Mahkota Kekaisaran Zhen yang berada di bawah sana sedang menyamar sebagai seorang gadis penghibur untuk mendapatkan kebebasan dari orang-orang yang berada di dalam istana Kekaisaran Zhen termasuk ayahanda Kaisar dari putri itu sendiri."Kata Zhang Xiao Long di dalam hatinya dapat menebak maksud pesan itu.
Lalu Zhang Xiao Long mendengar suara seruling yang dimainkan oleh Kim Hwee Li di bangku di sisi kanan panggung sampai mengejutkan hati para tamu di dalam ruangan utama rumah bordil itu yang segera menoleh ke arah gadis nakal itu.
"Apa yang ingin kamu lakukan itu, bocah nakal? " Tanya Zhang Xiao Long melalui tatapannya yang memancarkan kilatan tajam kepada Kim Hwee Li yang tak melihat tatapan mata pemuda hebat itu untuknya dari lantai atas.
Kim Hwee Li rupanya membalas pesan nyanyian gadis penghibur itu dengan alunan musik yang dimainkan dengan seruling bambu halusnya dan menarik perhatian sejumlah tokoh yang hadir di dalam ruangan utama rumah bordil itu.
"Siapakah bocah ini yang membuat rencanaku kacau balau?" Tanya seorang pria yang duduk di ruangan seberang ruangan Zhang Xiao Long di lantai yang sama yaitu sama-sama di lantai atas.
"Dia mirip dengan Ratu Selatan yang pernah buat kegemparan di dunia persilatan kaum sesat atas ulahnya yang mengobrak-abrik pulau Bintang es di utara."Kata seorang pria berpenampilan ala bangsawan Kekaisaran Bai yang menatap ingin tahu kepada Kim Hwee Li.
" Pulau Bintang ES dimanakan itu?" Pikir Zhang Xiao Long yang ikut penasaran dengan jati diri Kim Hwee Li yang sesungguhnya.
"Aku akan mencoba kepandaian bocah itu untuk aku bisa mengetahui siapa dia sebenarnya. " Kata seorang pria lain yang melemparkan topi jerami ke arah Kim Hwee Li.
Wushh!!
Bersambung!!