
Di akhir musim dingin, Zhang Xiao Long dan istri tercintanya yaitu Amira Ming memutuskan untuk mengirim pulang sepasang bayi laki-laki kembar mereka dengan menggunakan burung garuda emas raksasa peliharaan Amira Ming ke istana Kekaisaran Naga Merah setelah pasca masa nifas dan pemulihan Amira Ming berakhir.
"Kak Long, aku akan menemanimu untuk misi- misi yang masih menjadi beban dihatimu usai anak-anak kita di pulangkan lebih dahulu ke istana Kekaisaran Naga Merah kita melalui jasa kakak garuda emas kita. " kata Amira Ming yang membungkus sepasang bayi laki-laki kembar di atas keranjang yang di ikat pada kaki -kaki dari burung garuda emas raksasa lalu membisikkan sesuatu pada burung itu.
"Ming Ming, mereka akan sampai di rumah kita dengan aman kan? Ah, aku masih sangat cemas akan keselamatan mereka. Bagaimana kalau kau bawa mereka pulang dahulu ke rumah kita dan bisa kamu titipkan kepada Tan Tan Ling Ming di rumah kita, kemudian kamu bisa kembali kepada ku di sini? Jangan khawatir aku akan ada di sini menunggumu kembali kepadaku." kata Zhang Xiao Long yang mengambil keranjang itu dari kaki -kaki burung garuda emas raksasa lalu mengangkat tubuh Ming Ming ke atas punggung burung garuda emas raksasa dengan keranjang berisi sepasang bayi laki-laki kembar mereka di pelukan Ming Ming dengan nyaman.
"Baiklah, aku akan menatuhimu.. Kau tunggulah aku disini sampai aku kembali kepadamu. " kata Ming Ming yang langsung meminta burungnya terbang menuju ke wilayah timur sekali dengan kecepatan yang disesuaikan untuk kenyamanan dan keamanan sepasang bayi laki-laki kembar di pelukannya itu.
Istana Kekaisaran Naga Merah yang keseluruhan dari genteng, bangunan sampai tanah dan pohon - pohon di sekitar semuanya tertutup salju yang tebal sekali. Namun burung garuda emas dapat tiba di halaman istana Permaisuri Agung Tan Tan Ling Ming dengan selamat dan aman. Lalu, Amira Ming menemui Tan Tan Ling Ming di salah satu ruangan di istana istri pertama dari Zhang Xiao Long.
"Permaisuri Agung Tan Tan Ling Ming bisakah aku menitipkan sepasang bayi laki-laki kembar ku dan Kaisar Naga Merah kepadamu sampai aku dan Kaisar Naga Merah kembali ke istana usai menyelesaikan misi- misi kami di seluruh dunia persilatan daratan besar untuk kedamaian dan kebahagiaan seluruh rakyat Kekaisaran Naga Merah kita? " pinta Amira Ming di hadapan Tan Tan Ling Ming dengan sikap hormat.
"Tentu saja kamu bisa menitipkan sepasang bayi laki-laki kembar mu kepadaku, Ratu. Karena aku juga merupakan ibu mereka juga, kan? " Tan Tan Ling Ming dengan sikap ramah menerima kedua bayi laki-laki itu dari Amira Ming.
"Iya, Permaisuri Agung Tan Tan Ling Ming, aku ucapkan terimakasih banyak. Sekarang aku harus kembali kepada Kaisar Naga Merah yang sudah menungguku di wilayah perbatasan. Aku pergi dahulu, ya? Sampai jumpa.. " kata Amira Ming dengan nada tergesa-gesa merangkul Tan Tan Ling Ming lalu mengecup dahi kedua orang bayinya sebelum melesat kembali ke burungnya di halaman istana Permaisuri Agung Tan Tan Ling Ming.
Brrrr!
Tan Tan Ling Ming memperhatikan kedua orang bayi laki-laki di keranjang dengan senyuman dan tatapan matanya yang lembut penuh kasih yang sama seperti kasih sayang Amira Ming terhadap kedua orang bayi laki-laki itu sendiri.
"Kalian juga putra-putraku meskipun aku bukan ibu kandung yang melahirkan kalian berdua tapi aku adalah ibu yang merawat dan menjaga juga membesarkan kalian sebagai anak-anakku juga. " Kata Tan Tan Ling Ming tanpa ada rasa iri hati dan cemburu dengan kehadiran kedua orang bayi laki-laki itu di istana Kekaisaran Naga Merah yang berasal dari madunya.
Nalan Yan Ran yang melihat kedatangan Amira Ming yang membawa keranjang berisi sepasang bayi laki-laki kembar yang dititipkan kepada Tan Tan Ling Ming menangis secara diam-diam. Hal ini disebabkan karena Nalan Yan Ran belum juga mendapatkan anugerah dari Kaisar Naga Merah untuk memperoleh keturunan.
"Tan Tan Ling Ming sudah mempunyai Putri Li Yun Er, Kim Hwee Li sudah mempunyai Putri Li Yuan Yuan dan Amira Ming sudah mempunyai Pangeran Li Ming Long dan Pangeran Li Feng Long. Hal ini berarti posisi Amira Ming berada di atas ku bahkan dia sudah melewati posisi Tan Tan Ling Ming karena dia berhasil mendapatkan sepasang bayi laki-laki kembar untuk Kaisar Naga Merah yang berarti salah seorang dari dua orang bayi laki-laki itu adalah penerus tahta dari Kekaisaran Naga Merah atau putra mahkota sah dan resmi dari Kekaisaran Naga Merah. " batin Nalan Yan Ran. Wanita muda cantik jelita itu pun hanya bisa menatap seorang bocah laki-laki usia balita bermain salju di halaman istananya.
"Yi Xing, kau lempar bola salju ke arah gawang di belakang Liu You You bukan ke arah gawang di belakang aku.. " tegur Putri Li Yun Er yang kini berusia tiga tahun sambil bertolak pinggang di depan Pangeran muda Fan Yi Xing yang kini usia empat tahun.
"Maaf, aku lupa, Tuan Putri." kata Fan Yi Xing di depan gadis cilik cantik jelita yang mirip dengan Kaisar Naga Merah dalam versi perempuannya.
"Iya, baiklah.. Kita ulang permainannya.. " kata Putri Li Yuan Yuan usia dua tahun dan sikapnya galak sekali. Gadis cilik inipun memiliki wajah dan sikap yang mirip dengan Kaisar Naga Merah yang semakin meresahkan hati Nalan Yan Ran di kamarnya sendiri sedang memerhatikan anak -anak kecil itu bermain bola salju dengan riang gembira.
Sudut matanya yang lain melihat ke arah wanita cantik jelita lain yang duduk di bangku taman di halaman istana Permaisuri Agung Tan Tan Ling Ming. Dan, Nalan Yan Ran segera keluar dari kamarnya lalu menemui wanita istri dari Liu Kang yang terlihat termenung sendiri di bangku itu.
"Shen Yue, kau kenapa kamu melamun sendirian di taman bunga ini? "sapa Nalan Yan Ran ramah kepada Shen Yue istri dari Liu Kang.
"Tidak ada apa-apa, Yang Mulia. " jawab Shen Yue segera berdiri dan membungkukkan badan untuk memberikan hormat kepada Nalan Yan Ran sebagai Permaisuri Kaisar Naga Merah.
"Ouh, ceritakan saja apa masalahmu kepadaku mungkin aku bisa membantumu?" Nalan Yan Ran menaruh telapak tangannya di pangkuan Shen Yue sambil mengajak wanita muda cantik jelita itu duduk kembali di bangku.
"Masalah adik hamba, Yang Mulia. "jawab Shen Yue menangis.
" Ada apa dengan adikmu, Shen Yue? " tanya Nalan Yan Ran membelai punggung Shen Yue.
"Di..Dia menjadi seorang wanita penghibur di rumah hiburan di kota Sheng An utara setelah lima tahun kami terpisah oleh keadaan, dan kini hamba mendapatkan kabar dari salah seorang Bibi tua kami yang tinggal di rumah kecil di kota Sheng an utara. " jawab Shen Yue menangis.
"Oh, kenapa adikmu bisa menjadi seorang gadis penghibur di rumah hiburan di kota Sheng an utara? " tanya Nalan Yan Ran merasakan kasihan kepada Shen Yue yang malang.
"Karena dia dijual oleh Paman kecil kami untuk biaya hidup keluarga paman kecil kami, dan kini aku sangat sedih mendengarnya. " jawab Shen Yue menangis dipelukan Nalan Yan Ran.
"Mmm,apakah kamu ingin meminta bantuan dari Liu Kang untuk mengeluarkan adikmu itu dari rumah hiburan di kota Sheng an utara namun kamu tidak tahu bagaimana cara untuk meminta bantuan kepada suamimu sendiri? " tanya Nalan Yan Ran dengan tepat sekali karena Shen Yue di pelukannya menganggukkan kepala untuk Shen Yue bisa menjawabnya.
Nalan Yan Ran pun memikirkan cara untuk bantu Shen Yue usai percakapannya dengan Shen Yue di taman bunga. Wanita muda cantik jelita itu pun mengganti pakaiannya dengan pakaian ala pendekar wanita dunia persilatan daratan besar lalu mengambil pedangnya di meja bundar di kamarnya kemudian meninggalkan istananya di istana Kekaisaran Naga Merah pada malam hari itu.
Brrrr!
Nalan Yan Ran berjalan di sebuah jalanan yang sangat sepi sekali dan ditemani oleh awan-awan di langit malam juga angin kencang yang disusul hujan salju yang turun dari langit ke atas tanah yang di injak oleh sepasang sepatu mungil dari wanita itu.
Tak berselang lama sekelebatan bayangan hitam mengikuti langkah wanita muda cantik jelita itu dari pintu keluar dari Ibukota Kekaisaran Naga Merah ke daerah yang baru saja di datangi oleh Nalan Yan Ran.
Bayangan hitam menggerakkan telapak tangan ke arah depan Nalan Yan Ran melalui samping Nalan Yan Ran sehingga mengejutkan wanita itu yang langsung menghunuskan pedang kepada bayangan hitam itu.
"Lancang siapa kamu yang mengikuti aku dan menghadang ku? " tanya Nalan Yan Ran dengan sikap Agung dan nada keras kepala bayangan hitam itu.
Bayangan hitam itu tak menjawabnya melainkan membuka telapak tangan lainnya yang diarahkan ke sepasang matanya lalu Ia pun memekik halus dan pingsan di jalanan.
"Emmm, aku bisa menukar gadis cantik jelita ini dengan barang bagus di istana Kekaisaran Elang Merah Muda. " kata Bayangan hitam itu yang kini memanggul Nalan Yan Ran di pundaknya lalu melayang di tengah-tengah kegelapan malam di kota yang berdekatan dengan pintu keluar dari Ibukota Kekaisaran Naga Merah.
Brrrrrr!!
Di dataran tinggi pegunungan Himalaya burung garuda emas raksasa telah membawa Amira Ming kembali kepada Zhang Xiao Long di gubuk kecil di perbatasan. Amira Ming melompat turun kedepan Zhang Xiao Long yang menyambutnya dengan pelukan hangat dan mengecupnya di dahinya.
"Ayo, kita berangkat ke arah yang akan ditujukan oleh Tuan Heng untuk mencari bunga mutiara api. " kata Zhang Xiao Long halus melepaskan Amira Ming dari pelukannya.
Lalu Zhang Xiao Long menggandengtangannya untuk berjalan menemui Tuan Heng yang sedang berbincang-bincang dengan Liu Tong dan Kepala Desa kecil bunga mawar api di halaman gubuk kecil itu.
"Tuan Heng, kami berdua sudah siap untuk kami bisa membantu mu untuk menemukan apa yang kamu cari di daerah pegunungan ini. " kata Zhang Xiao Long dengan sikap ramah kepada Tuan Heng yang cepat berdiri di atas tanah es.
"Baiklah, mari kita segera berangkat saja.. " kata Tuan Heng bersemangat sekali.
Mereka melompati kanal beku di dekat gubuk itu lalu menyelusuri daerah yang ditumbuhi kaktus- kaktus beku di sekitar daerah tersebut. Mereka melihat adanya pemukiman penduduk desa yang terletak di daerah paling dalam dan terpencil di pegunungan Himalaya.
"Desa sungai panas. " kata Amira Ming langsung melihat sungai api yang sangat panas di bawah jembatan di depan mereka sebelum mencapai ke desa tersebut.
"Benar sekali.. Wah, apakah di desa kecil itu ada burung Phoenix api yang melegenda di daerah ini? " tanya Liu Tong membelalakkan sepasang matanya melihat aliran sungai api di daerah lain di pegunungan Himalaya adalah suatu yang luar biasa langka baginya.
"Tidak ada, adanya patungnya saja yang berdiri di ujung bagian atas aliran sungai api." jawab Tuan Heng yang berjalan di depan mereka di sisi kepala desa kecil bunga mawar api.
"Emm, dimana patungnya berada? " tanya Liu Tong penasaran dengan patung burung Phoenix api kepada Tuan Heng sambil melangkah di atas jembatan tali yang sangat panjang sekali untuk mencapai ke seberang sungai api yaitu pintu masuk ke desa sungai api.
"Di ujung sana itu. Kau lihat tanganku.. " kata Zhang Xiao Long memberikan telunjuk kanannya ke arah timur jembatan kepada Liu Tong yang berjalan di belakang Tuan Heng.
Liu Tong mengarahkan pandangan matanya ke arah yang ditunjukkan oleh telunjuk kanan Zhang Xiao Long kepadanya dan menemukan patung burung Phoenix api mengeluarkan lautan api dari mulut yang terbuka sampai api ada yang terlihat seperti seekor naga raksasa yang terbang ke sungai api dan berubah menjadi seekor naga es yang melayang ke arah jembatan yaitu mereka.
"Wuahhh... Naga itu menyerang kita di jembatan ini...!! " teriak Liu Tong yang meluncur dengan luar biasa cepat ke seberang bersama dengan Tuan Heng dan kepala desa kecil bunga mawar api.
Zhang Xiao Long dan Amira Ming melayang di kedua sisi Naga es yang kebingungan dengan kecepatan gerakan mereka berdua yang telah melayang ke patung burung Phoenix api yang langsung menukik ke arah mereka yang cepat menendang patung burung Phoenix api jatuh ke sungai api dan hancur berkeping-keping
Duk!
Blaaarrr!
Zhang Xiao Long dan Amira Ming tiba di dinding sungai api dan menatap Naga es yang murka lalu melontarkan air sungai api kepada mereka dengan beterbangan di sekitar sungai api.
Wushhh!
Zhang Xiao Long dan Amira Ming segera pindah tempat berdiri di sisi lain dinding sungai api lalu melontarkan ilmu sinkang gabungan mereka ke arah Naga es yang langsung hancur dan air sungai api berubah beku.
Desss!!
Blaaar!
Bruakk!
"Wahhh.. Aku harus mendapatkan energi sungai api untuk menciptakan ilmu sinkang tubuh Naga Merah sejati.. " kata Zhang Xiao Long gembira.
"Aku juga mau menciptakan ilmu sinkang tubuh Phoenix sejati. " kata Amira Ming yang meluncur ke sungai api bersama dengan Zhang Xiao Long yang tersenyum bahagia melihat semangat dari istrinya itu.
Brrrrr!!
Bersambung!!