Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Desa Kecil Bunga Lu Ungu.


Pemuda remaja yang tangannya telah putus oleh Kakek yang ternyata adalah salah satu dari anggota sekte pengemis baju hitam terbelalak dengan wajahnya pucat ke arah kakek yang kini telah melemparkan salah satu bunga lu ungu ke arah lehernya.


Weeer!


Zhang Xiao Long yang melihat ini dengan tenang menyentil air arak di cawan nya di atas meja kayu di kedai arak di depan rumah kakek itu ke arah bunga lu ungu yang di gunakan oleh kakek itu untuk memenggal leher pemuda remaja sehingga bunga lu ungu itu berbalik arah ke arah kakek dengan cepat sekali.


Crash!


Si kakek terkejut dengan bunga lu ungu malah berbalik arah kepadanya oleh percikan air arak yang entah darimana datangnya itu, maka ia dengan cepat menggunakan ilmunya untuk bunga lu ungu tak menyentuh dirinya. Namun, ia tak pernah menyangka bahwa percikan air arak telah menyentuh rahangnya sehingga kakek itu tewas dengan rahang berlubang dan tubuhnya menabrak susunan wadah anyaman bambu yang berisi bunga lu ungu yang di jemur di atas tiang-tiang jemuran di teras rumahnya.


Bruak!


Pemuda remaja itu memucat seketika itu juga dan Ia berusaha untuk kabur dari rumah kakek tua yang telah tewas di bunuh orang sesuatu yang tak bisa di lihatnya itu.


" Marilah, kita ikuti dia..! " Kata Zhang Xiao Long yang melesat ke arah dalam hutan bunga lu ungu bersama dengan Yanmi dengan mengikuti larinya pemuda remaja yang di ketahui bernama Yen Yen.


Yen Yen berhenti di depan dinding yang penuh lumut daun bunga lu ungu dan mengetuk tiga kali pada dinding itu, lalu dinding terbuka lebar untuk Yen Yen bisa masuk ke dalam rumah yang tersembunyi itu balik dinding berlumut itu.


" Yen Yen, apa yang telah terjadi pada dirimu? Bukankah kamu seharusnya berada di rumah Paman Ji untuk membantunya membuat pil bunga lu ungu untuk Ketua kita yang saat ini sedang bersemedi di ruang rahasia Beliau? " Tanya salah satu dari anggota sekte pengemis baju hitam kepada Yen Yen.


"Tangan ku telah di potong oleh si tua bangka Ji yang akhirnya tewas oleh orang lain di rumah nya sendiri. " Jawab Yen Yen dengan sepasang mata berkilat tajam kepada salah satu dari anggota sekte pengemis baju hitam.


" Apa??? Kenapa kamu bisa membuatnya marah kepadamu dan memotong tanganmu? Lalu, siapakah orang yang telah membunuhnya ? " Tanya salah satu dari anggota sekte pengemis baju hitam dengan wajah terkejut sekali dengan jawaban dari Yen Yen.


" Karena aku ingin membunuh dia yang telah membuat aku kehilangan adik kandungku sendiri yang di bunuh olehnya di pertemuan para kaum sekte pengemis di kota Cheng beberapa waktu lalu. Dan, kalau mengenai orang yang telah membunuhnya? Aku sama sekali tidak tahu tapi aku berterimakasih kepada orang itu. " Jawab Yen Yen dengan senyuman puas di wajahnya kepada salah satu dari anggota sekte pengemis baju hitam.


" Kau memang pantas untuk di bunuh oleh Wakil ketua Ji , Yen Yen! Karena kamu dan adikmu merupakan orang-orang yang tidak tahu balas budi terhadap kebaikan Ketua Sekte pengemis baju hitam yang telah menerima kalian berdua sebagai murid-murid Beliau! " Hardik salah satu dari anggota sekte pengemis baju hitam dengan marah lalu mengerahkan telapak tangannya ke arah Yen Yen untuk membunuh pemuda remaja itu.


Tetapi, sebuah telapak tangan lain telah lebih dahulu memukul keningnya hingga retak dan tewaslah ia di depan pintu masuk utama ke markas besar sekte pengemis baju hitam oleh Zhang xiao Long yang telah tiba di markas besar sekte pengemis baju hitam dengan Yanmi.


Dess!


Kretak!


" Iya. " Jawab Zhang Xiao Long dengan singkat.


Lalu, Zhang Xiao Long berkelebatan cepat ke arah dalam markas besar sekte pengemis baju hitam dengan telapak tangannya memukul tiap anggota sekte pengemis baju hitam yang berani menghalanginya itu.


Swuuush!


Des!


Des!


" Agghhh!! " Teriakan sejumlah anggota sekte pengemis baju hitam yang telah terbunuh oleh Zhang xiao Long.


Lalu, keluarlah sejumlah besar anggota sekte pengemis baju hitam yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari anggota sekte pengemis baju hitam yang menghadang Zhang Xiao Long di halaman depan markas besar sekte pengemis baju hitam.


" Lancang! Siapakah kau yang telah bosan hidup mendatangi markas besar sekte pengemis baju hitam kami dan membunuh sejumlah anggota kami?? " Tanya salah satu dari anggota sekte pengemis baju hitam yang memegang tongkat bambu warna hitam dengan bengis kepada Zhang Xiao Long yang berdiri dengan tenang di depan sejumlah anggota sekte pengemis baju hitam.


" Aku Pendekar Naga Merah Zhang Xiao Long. " Jawab Zhang Xiao Long dengan wajah dingin kepada para anggota sekte pengemis baju hitam yang menghadangnya di depan pintu masuk ke aula utama markas besar sekte pengemis baju hitam.


" Wah, sepertinya dia terlalu memandang rendah kita sehingga berani menamakan dirinya sebagai seorang pendekar dengan julukan Pendekar Naga Merah, Kakak. Lebih baik kita tak perlu bicara lebih banyak lagi kepada bocah lancang ini! Marilah kita beri dia hukuman mati di tangan kita! " Kata salah satu dari anggota sekte pengemis baju hitam yang tak sabar untuk membunuh pemuda remaja yang di nilainya meremehkan mereka.


" Kau benar sekali, adik. Kita bunuh dia sekarang juga...!! " Jawab Kakak seniornya dengan sinar matanya mencorong tajam kepada Zhang Xiao Long.


" Kakak Long, aku berhasil menemukan ruang bersembunyi si kakek bau tanah Ji Chan...! " Lapor Yanmi kepada Zhang Xiao Long melalui ilmu khikang dari arah selatan markas besar sekte pengemis baju hitam. Yanmi rupanya telah berpencar dengan Zhang Xiao Long begitu gadis ini dan Zhang Xiao Long telah berhasil dalam menemukan markas besar sekte pengemis baju hitam dengan cara mengikuti Yen Yen secara diam-diam. Yanmi dengan cerdik dapat temukan ruang bersemedi dari Ketua sekte pengemis baju hitam dengan cara mengamati batu ukiran bunga lu ungu yang terdapat di salah satu dari halaman samping markas besar sekte pengemis baju hitam.


Lalu, Yanmi melaporkan hasil kerja kerasnya kepada Zhang Xiao Long yang telah di hadang oleh para anggota sekte pengemis baju hitam di depan pintu masuk ke aula utama markas besar sekte pengemis baju hitam.


"Terimakasih , Yanmi. " Kata Zhang Xiao Long melalui ilmu khikang juga seraya menyeringai kejam terhadap para anggota sekte pengemis baju hitam yang berada di hadapannya.


Bersambung!