
"Nona, apakah kau datang sendiri ke kedai kecil ini? " sapa seorang pria yang mendatangi gadis itu dengan membawa secawan arak kehadapan gadis itu.
"Dia datang bersama ku.. " Kata Zhang Xiao Long langsung berjalan maju ke depan pria itu. "Kau menjauhlah dari hadapannya. " tambah Zhang Xiao Long yang menempatkan dirinya di kursi samping Putri Ming Ming.
Pria mabuk itu mundur dari hadapan Putri Ming Ming usai melihat kehadiran Zhang Xiao Long yang duduk di samping gadis yang menarik perhatiannya itu.
"Lain kali jangan pergi sendiri sesukamu tanpa izin dariku." kata Zhang Xiao Long melirik gadis itu dengan lirikan teguran halus namun tegas.
"Uuh, aku bisa mengatasi masalah ku sendiri tanpa perlu bantuanmu. " kata Putri Ming Ming yang mengambil teko di meja lalu menuangkan air teh segar ke cawan di meja.
"Sudah ku bilang masalahmu adalah masalahku juga sebab kau kekasihku."kata Zhang Xiao Long menjewer gemas gadis manis di sampingnya.
" Ssst, diamlah.. Aku sedang menikmati minum teh segar ku. "kata Putri Ming Ming melirik ke arah pemuda arogan di sampingnya dengan geram.
Fu Haifeng dan yang lainnya telah menempati tempat duduk mereka masing-masing di kedai kecil itu. Mereka berpura-pura tak mengenal keduanya sesuai dengan perintah Zhang Xiao Long untuk rencana yang telah disusun rapi oleh Zhang Xiao Long di daerah itu bisa berjalan dengan sempurna.
" Paman Gi, kantong wewangian yang aku pakai di pinggang ku kemarin di perjalanan kita ke kota ini tak dapat ku temukan pada pagi ini. "kata gadis cantik yang duduk di kursi depan meja di sebelah mereka kepada seorang pria usia tiga puluh lima tahun di depan gadis itu.
" Leng Nio, yang benar saja kantong wewangian mu tak ada bersamamu.. "kata pria itu nada tak percaya pada ucapan keponakannya.
" Iih, benaran tak ada.. " kata Leng Nio nama gadis yang menurut Putri Ming Ming adalah putri dari Ketua Sekte Hoa San Pai kepada Zhang Xiao Long yang menikmati bakpao dengan sikap santai sekali.
"Dia gadis cantik yang masih ting ting... " kata Putri Ming Ming menggoda Zhang Xiao Long.
"Biasa saja. " kata Zhang Xiao Long tak peduli.
"Gadis di seberang meja kita itu adalah putrinya Gubernur Zheng. Dia juga belum mempunyai kekasih atau suami atau tunangan. " kata Putri Ming Ming menggunakan dagunya menunjukan gadis lain kepada Zhang Xiao Long
"Oh.. " Zhang Xiao Long tak bergeming juga.
"Yang itu Ketua Sekte Dewi Bunga Teratai Hitam yang sangat sepadan denganmu.. " kata Putri Ming Ming lagi.
"Aku tak suka dia. " kata Zhang Xiao Long tegas.
"Wah, apakah penyakit mu yang sering jatuh cinta kepada gadis-gadis cantik jelita telah hilang? " tanya Putri Ming Ming mencemooh.
"Ya.. " Jawab Zhang Xiao Long menengok ke arah gadis yang membuatnya bingung sendiri.
"Ugh.. Aku tak percaya kepadamu.. " kata Putri Ming Ming memalingkan wajahnya dari Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long membalikkan wajahnya untuk menghadapi Zhang Xiao Long sampai gadis itu mengerutkan keningnya dan mengerjapkan mata indahnya saking bingung dengan sikap Zhang Xiao Long.
"Kau jangan pernah membuat ku hilang sabar dalam menghadapi sikap mu yang bagaikan hujan dan badai bagi ku.. " kata Zhang Xiao Long yang memasukkan bakpao miliknya ke mulut Putri Ming Ming.
"... " Putri Ming Ming terpaksa harus mengunyah bakpao itu dengan mimik wajahnya geram pada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long mengusap lembut rambutnya dengan sesekali pemuda ini menghela napas dalam-dalam untuk meredakan emosi pemuda ini terhadapnya.
"Aku mau memperlihatkan sesuatu kepadamu. Apakah kau mau melihatnya? " ucap Putri Ming Ming halus secara tiba-tiba kepada Zhang Xiao Long yang menatap tajam gadis menyebalkan sekaligus mengemaskan bagi pemuda ini.
"Apa? " tanya Zhang Xiao Long tanpa melihat ke arah lainnya. Ia dapat mengetahui percakapan dan kegiatan yang dilakukan para pengunjung kedai kecil itu dengan tepat sekali.
"Mendekatlah kepada ku jika kamu ingin tahu apa yang ingin ku perlihatkan kepadamu. " kata Putri Ming Ming yang memegang lehernya untuk ia menundukkan wajahnya dan tatapannya itu terarah pada benda yang diperlihatkan gadis itu kepadanya seakan-akan ia melihat isi dalam pakaian indah yang dikenakan gadis manis ini.
"Kumbang hidup. " kata Zhang Xiao Long angkat alisnya.
"Iya, tapi kumbang ini bukanlah kumbang biasa yang tak pernah kau bayangkan manfaatnya.. " jawab Putri Ming Ming yang melemparkan kumbang itu ke arah tamu di belakang Zhang Xiao Long.
Dan, tamu itu sepertinya menelan kumbang tanpa di sadari tamu itu yang sedang asyik menikmati makanannya bersama dengan para rombongannya.
"Gunakan ini juga maka kau bisa mendengarkan apa saja yang keluar dari mulutnya. " kata Putri Ming Ming menaruh tali yang ada kapasnya ke telinga kiri Zhang Xiao Long sampai pemuda ini menjatuhkan wajahnya di pangkuan gadis itu.
Sesuatu yang belum pernah di dengar dan di ketahui oleh Zhang Xiao Long akhirnya bisa di dengar dan di ketahui dengan amat jelas dan jernih bukan main.
"Emas di giginya..? " Zhang Xiao Long tanpa suara.
"Ya.. Kau tarik benang di tanganku maka kau akan tahu sendiri.. " Putri Ming Ming memberi petunjuk selanjutnya kepada Zhang Xiao Long yang mematuhi perkataan gadis itu dengan menarik benang di tangan gadis itu sampai tamu di belakang Zhang Xiao Long memekik kaget luar biasa karena giginya copot semuanya dan logam emas jatuh ke mangkuk kosong Chen Hui Ling dengan cerdas.
Zhang Xiao Long mengikuti Putri Ming Ming yang bergegas keluar dari kedai kecil itu dengan menaiki kuda mereka kembali yang kemudian di ikuti oleh para rombongannya.
Putri Ming Ming mengajak Zhang Xiao Long dan para rombongannya menuju ke bawah tanah di sudut kanan hutan pintu masuk ke kota Zheng an. Lalu gadis itu masuk ke terowongan bawah tanah yang sudah di siapkan oleh pasukan gadis itu dengan cermat.
"Mana emasnya? Aku ingin lihat.. Cepat... " kata Zhang Xiao Long penasaran dengan sikap unik gadis itu begitu mereka semua berada di dalam terowongan bawah tanah yang menembus ke dalam kota Zheng an.
Putri Ming Ming mengambil logam emas yang di bungkus saputangan sutra warna merah muda milik Chen Hui Ling dan di perlihatkan kepada Zhang Xiao Long yang langsung mengamati logam emas itu dengan cermat.
"Kunci emas untuk membuka ruang rahasia di dalam perpustakaan kuil Shaolin berada di mulut pria busuk itu. " kata Fu Haifeng mengenali logam emas di tangan Zhang Xiao Long.
"Kau mengenali logam emas ini, Fu Haifeng? " tanya Zhang Xiao Long dengan cermat kepada Fu Haifeng yang menganggukan kepalanya dengan tegas.
"Biksu Feng, kau bisa tunjukkan kepadaku jalan di bawah tanah ini untuk kami sampai di tempat tujuan kita semua dengan tepat waktu sebelum hari pertemuan tersebut itu. " kata Zhang Xiao Long nada memerintahkan kepada Biksu Feng.
Bersambung!
Nb:
Penampilan Putri Ming Ming awal jumpa dengan Zhang Xiao Long.
Penampilan Putri Ming Ming usai tiga tahun berpisah dengan Zhang Xiao Long.
Penampilan Putri Ming Ming sebagai Pendekar Iblis Racun Cantik
Penampilan Putri Ming Ming sebagai Kekasih Zhang Xiao Long.
penampilan Putri Ming Ming sebagai Nyonya Selir Kekaisaran Naga Merah.
Penampilan Putri Ming Ming sebagai Selir Agung Kekaisaran Naga Merah.
Penampilan Putri Ming Ming sebagai Permaisuri Kehormatan Kekaisaran Naga Merah.
Penampilan Putri Ming Ming sebagai Permaisuri Agung Kekaisaran Naga Merah.
Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming sebagai Kaisar dan Permaisuri Agung Kekaisaran Naga Merah.
Tan Tan Ling Ming Permaisuri Agung Kekaisaran Naga Merah yang pertama
Nalan Yan Ran Permaisuri Kehormatan Kekaisaran Naga Merah.
Wen Baoning Ratu Kekaisaran Naga Merah.
Yu Lian Shing Selir Agung Kekaisaran Naga Merah.
Kim Hwee Li Nyonya Selir Kekaisaran Naga Merah.
Liu Yi Fei Selir Kehormatan Kekaisaran Naga Merah.
Xiao Feng Selir Kemurnian Kekaisaran Naga Merah.
Tilana Selir Kejujuran Kekaisaran Naga Merah.
Shia Ziwei Selir Kehidupan Kekaisaran Naga Merah.
Hong Tian Erl Selir Kebajikan Kekaisaran Naga Merah.