Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Desa Bumi Zhen.


Zhang Xiao Long berkonsentrasi dengan sangat hati-hati untuk menyelamatkan Kim Hwee Li yang mengalami racun yang sangat berbahaya bagi keselamatan gadis itu di kuil kosong di desa Bumi Zhen.


"Kita harus menyiapkan makan malam untuk Kak Long dan kita semua segera." Kata Yu Lian Shing yang berjalan keluar dari kuil kosong lalu memasak makanan untuk makan malam Zhang Xiao Long dan mereka semua.


"Kau sedang masak apa untuk makan malam Kak Long? " Tanya Tan Tan Ling Ming yang telah menghampirinya di halaman depan kuil kosong itu sembari melihat panci di atas tungku api di depan Yu Lian Shing.


"Sup miso. " Jawab Yu Lian Shing yang mulai memasukkan miso ke dalam air mendidih di panci.


"Tambahkan sayuran-sayuran juga daging untuk vitamin Kak Long." Kata Tan Tan Ling Ming yang melesat cepat ke arah lain kuil kosong lalu gadis itu menangkap seekor kelinci yang lalu di kuliti olehnya dan di panggang di dekat Yu Lian Shing.


"Aku mau mencarikan minum untuk Tuan Zhang. " Kata Du Fei yang mengajak Tang Yin pergi ke arah hutan terdekat untuk mencarikan minum untuk Zhang Xiao Long.


Mereka berdua menyelusuri hutan dan melihat ada buah kesemek di pohon-pohon di hutan itu. Mereka berdua bahu membahu memetik buah kesemek di pohon-pohon itu namun mereka tak sadar bahwa mereka sedang diamati oleh enam orang pria yang berwajah beringas dari arah lain di hutan.


"Gadis itu persis seperti lukisan yang Tuan Besar berikan kepada kita untuk tugas kita yang harus bisa menemukan Putri Mahkota Kekaisaran Zhen yang melarikan diri dari hari pernikahannya dengan Kaisar tua di Kekaisaran Bai sebagai jembatan untuk menyatukan kedua Kekaisaran yang masih memiliki hubungan kekerabatan luar dengan Kekaisaran Li untuk menjatuhkan Kaisar Naga Merah yang kini menjadi penguasa baru di Kekaisaran Li yang telah kita semua dengar dari Tuan besar kita. " Kata pemimpin dari enam pria berwajah beringas yang mengamati Du Fei dan Tang Yin yang sibuk mengisi kantong air minum mereka yang terbuat dari kulit sapi di tepi sungai kecil di dekat hutan usai mengumpulkan buah kesemek dari pohon-pohon di hutan itu juga.


"Ku rasa buah kesemek jumlahnya sudah cukup banyak untuk cuci mulut Tuan Zhang dan yang lainnya. " Kata Du Fei menghitung jumlah buah kesemek di baju luarnya yang dijadikan sebagai pembungkus buah kesemek itu.


"Ya, Kak Fei. Mari kita segera kembali kepada Tuan Zhang di kuil kosong sebelum hari mulai gelap. " Kata Tang Yin yang telah merasakan hati nya tak nyaman terlalu lama di dalam hutan itu.


"Iya.. Ayo.." Kata Du Fei yang telah membungkus buah kesemek dengan aman.


Lalu kedua gadis itu berbelok untuk keluar dari hutan itu tetapi mereka di hadang oleh enam pria berwajah beringas yang membawa golok di tangan.


"Hai.. Nona -nona manis sebaiknya kalian jangan memberontak melawan kami karena kalau kalian melawan kami maka kami akan bersikap kasar terhadap kalian." Kata pemimpin enam pria berwajah beringas itu kepada Du Fei dan Tang Yin dengan nada mengancam.


"Kalian ini siapakah yang telah menghadang dan mengancam kami? " Tanya Du Fei dengan nada tajam kepada enam pria berwajah beringas di hadapannya itu.


"Kami enam pendekar besar gunung Zhen utara yang menghadang dan mengancam kalian..! Jadi kalian bersikaplah manis dan menurut saja kepada kami.." Jawab pemimpin enam pria berwajah beringas itu yang mengaku sebagai enam pendekar gunung Zhen utara kepada Du Fei dan Tang Yin.


"Oouh begitukah?" Tanya Du Fei dengan nada tajam sekali.


"Iya.. Tentu saja.. " Jawab Pendekar Gunung Zhen Utara yang nada suaranya mulai meninggi karena pria berwajah beringas ini sudah tak sabar lagi.


"Hmmm.. Rasakan tinju ku dulu..! " Hardik Du Fei yang melontarkan tinju ke arah pemimpin enam pria berwajah beringas itu yang cepat gunakan tinjunya juga untuk menangkis tinju gadis itu.


Wuttttzz!


Bughhh!


"Aughhhh..! " Pekik kesakitan dari pemimpin enam pria berwajah beringas itu yang tulang tangannya terasa remuk oleh ilmu sinkang tinju rembulan Du Fei.


Bukkkk!


Lima pria berwajah beringas lainnya yang telah melihat hal ini segera membalas dendam untuk membunuh gadis itu dengan serangan-serangan golok yang mengancam keselamatan gadis itu.


Wuttttzz!


Tang Yin bergerak cepat dengan pukulan telak yang meremukkan kepala lima pria berwajah beringas itu dengan ilmu sinkang pukulan maut bunga Tang.


Plakk!


Kretakkk!


"Wahhh, kau sungguh hebat sekali Tang Yin. " Puji Du Fei kagum.


"Kau juga hebat, Du Fei. " Balas Tang Yin nada tulus bersahabat dengan gadis manis itu.


"Kalian berdua sama-sama hebat dalam hadapi masalah seperti yang telah kalian hadapi tadi dengan membantai para musuh kalian yang ingin mencoba untuk menculik kalian." Kata Fu Haifeng yang datang ke hutan untuk mencari mereka berdua atas perintah dari Zhang Xiao Long usai Tuan mereka berhasil menyelamatkan Kim Hwee Li.


"Ahh, kau bisa saja memuji kami yang masih harus belajar ilmu silat lebih baik lagi darimu, Fu Haifeng. " Kata Du Fei dan Tang Yin dengan nada merendah kepada Fu Haifeng.


"Hmm, ya sudah.. Jangan berdebat dengan ku lagi .. Ayolah kita harus segera berkumpul di kuil kosong untuk Tuan Zhang tak mengkhawatirkan keselamatan kita terutama kalian berdua yang terhitung calon selir barunya." Kata Fu Haifeng nada menggoda kedua gadis itu.


"Siapa bilang aku ingin menjadi selirnya Tuan Zhang? " Tukas Tang Yin yang mencubit pipi Fu Haifeng dengan kasar.


" Aduhhh..! " Jerit Fu Haifeng kesakitan pada pipinya yang di cubit kasar oleh Tang Yin.


Tang Yin melewatinya dengan cepat lalu berjalan keluar dari hutan dengan di ikuti oleh Du Fei yang cekikan melihat Fu Haifeng merana sekali tanpa mengerti akan sikap kasar Tang Yin terhadap pemuda tampan itu.


"Bodoh sekali kamu ini.. " Kata Du Fei melirik ke arah Fu Haifeng dengan gemas sendiri.


Fu Haifeng mengangkat bahunya dengan wajah bingung dan benar-benar tak mengerti tentang Tang Yin yang selalu membingungkan hatinya itu belakangan ini semenjak mereka mengikuti misi Zhang Xiao Long ke Kekaisaran Zhen.


Fu Haifeng melangkah dengan gontai menuju ke kuil kosong dan bergabung dengan Zhang Xiao Long yang duduk di kelilingi gadis-gadis cantik jelita sambil menikmati makanannya dengan nyaman sekali.


"Jangan lemas kamu jadi laki-laki, Fu Haifeng. Ini kau cobalah daging kelinci panggang ku. " Kata Zhang Xiao Long menyodorkan daging kelinci panggang kepada Fu Haifeng dengan sikapnya yang ramah.


Bersambung!