Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Ruangan Dalam Wisma Luo.


" Ouh, begitukah maksud Bibi Wi mengenai Ayah ku yang sudah banyak membantumu dan teman mu Tuan Sheng Kun dan Ibu Suri Kekaisaran Li?" Tanya Nona Lai dengan wajah tak senang karena kata -kata sinis dari Wi Chiu.


" Kalian bahas saja tentang gunung Yue dan orang yang ingin kalian interogasi di penjara bawah tanah di wisma Luo tetapi janganlah kalian membahas istana Kekaisaran Li di depan ku..! " Kata Pangeran Kedua Li Shimin yang tidak suka orang lain membicarakan keluarganya di istana Kekaisaran Li telah menegur mereka.


Zhang Xiao Long tersenyum kecil kepada orang -orang di ruangan wisma Luo sebelum menatap langsung kepada Wi Chiu lalu berdiri di depan kursinya seakan-akan ia menjamu teman lama nya.


" Pendekar Wi, aku Lai Wu Zhao tentu masih mengingat pertemanan kita yang sudah terjalin semenjak lama , karena itu aku menganggap perbincangan kita tadi sebagai mengingatkan saja bahwa kita sudah melakukan banyak hal di dunia persilatan ini. Mari, kita lupakan sedikit tegangan yang tidak layak kita bahas kembali. Aku akan bersulang minum arak Lu Yuan bersama denganmu, teman lama ku...! " Kata Zhang Xiao Long mengangkat cawan arak nya di depan dadanya dengan wajah tersenyum ramah kepada Wi Chiu


Wi Chiu berdiri untuk mereka bisa bersulang minum arak Lu Yuan dari tempat duduk mereka masing-masing namun apa yang terjadi tidaklah seperti semua orang di ruangan wisma Luo lihat. Karena Zhang Xiao Long menggunakan arak Lu Yuan yang di tiup oleh ilmu sinkang nya itu untuk menyerang Wi Chiu.


" Hmmm, kau licik sekali Lai Wu Zhao..! " Kata Wi Chiu yang membalas dengan tangan yang memegangi cawan arak nya itu , ia arahkan ke arah air arak yang di tiup oleh sahabatnya yang sekarang memusuhi dirinya dan ingin sekali membunuhnya itu.


Air arak lu Yuan terdorong ke arah Zhang Xiao Long oleh ilmu telapak bunga Yue milik Wi Chiu yang pura-pura menerima untuk bersulang minum arak bersamanya.


Zhang Xiao Long tetap tersenyum namun air arak lu Yuan menerjang dengan kecepatan tinggi dan kekuatan sinkang yang tak bisa di bendung oleh Wi Chiu sampai cawan arak lu Yuan di tangan Wi Chiu meledak sampai Wi Chiu harus melompat mundur dari tempat duduknya Agar wanita itu tak terkena percikan air arak lu Yuan yang mengandung ilmu sinkang yang hebat luar biasa.


Blaar!


" Lai Wu Zhao, apa maksud mu dengan cara mu bersulang minum arak lu Yuan bersamaku tetapi kamu malah ingin menyerang aku secara diam-diam dan licik sekali?! " Tanya Wi Chiu nada marah kepada Lai Wu Zhao teman lamanya itu.


" Aku tak menyerang mu tanpa alasan, Wi Chiu. Kau layak untuk mati di tangan ku karena kamu memiliki rencana untuk mengkhianati aku dan teman-teman ku..! " Jawab Zhang Xiao Long yang melompat dengan tangannya mengarah langsung kepada Wi Chiu.


Swushh!


Wi Chiu tak ingin dirinya bisa mudah di kalahkan oleh temannya yang memusuhi nya itu. Ia telah menggunakan telapak tangan mengandung ilmu telapak bunga racun Yue untuk menangkis ilmu sinkang Lai Wu Zhao.


Wushh!


Plakk!


Desss!


Wi Chiu terlempar ke belakang sampai tubuh belakangnya menabrak kursi dan meja di sisi kanan karena ilmu sinkang nya ternyata kalah tinggi dengan ilmu sinkang Lai Wu Zhao.


" Kurang ajar kau benar-benar manusia tak punya moral sekali! Lai Wu Zhao, kau sungguh teman yang layak untuk di buang jauh -jauh karena kamu memiliki hati yang busuk..! " Kata Wi Chiu yang melompat bangun lalu telapak tangannya mengeluarkan senjatanya yang berupa sabuk sutra yang dapat membunuh lawannya.


Zhang Xiao Long dengan sikap tenang sekali tak mengelak saat ujung sabuk sutra milik Wi Chiu meluncur ke arah dirinya sampai Wi Chiu menyunggingkan senyuman untuk menyatakan dirinya akan tewas di ujung sabuk sutra Wi Chiu.


Tep!


Tetapi, jemari Zhang Xiao Long sudah bergerak cepat mencengkram sabuk sutra sampai Wi Chiu tertarik kencang ke arah nya lalu telapak tangan lain telah menghantam hancur kepala Wi Chiu.


Seeert!


Desss!


Bruak!


Wi Chiu tewas dengan kepalanya pecah dan isi kepala berhamburan di lantai ruangan wisma Luo.


" Bereskan..! " Perintah Nona Lai kepada para pelayan wisma Luo untuk membersihkan mayat Wi Chiu dan membersihkan kembali lantai wisma Luo seperti semula.


" Tuan besar Lai, apakah kamu tak merasa takut akan pembalasan dendam Sheng Kun jika dia tahu kamu membunuh sahabatnya di wisma Luo di hadapan aku dan tamu-tamu mu yang lainnya di ruangan wisma Luo? " Tanya Pangeran Kedua Li Shimin yang menatap tertarik kepada Lai Wu Zhao si pria tua yang sangat arogan dan sakti itu.


" Tidak, aku justru ingin Sheng Kun merasakan kematiannya sendiri di tanganku. " Jawab Lai Wu Zhao dengan sombong sekali sampai para tamu di ruangan wisma Luo tak habis berpikir bahwa Lai Wu Zhao sungguh bukanlah lawan yang mudah di kalahkan oleh Sheng Kun.


" Tuan Besar Lai, kamu benar-benar seperti yang kami harapkan untuk menjadi seorang tokoh di dunia persilatan yang layak di perhitungan dari kota kecil Lu. " Kata para tamunya dengan wajah dan sikap kagum kepada keberaniannya.


" Tuan besar Lai, bagaimana jika kita pergi ke penjara bawah tanah untuk menemui tawanan mu itu agar permasalahan yang memusingkan dirimu bisa cepat terselesaikan dengan baik? " Tanya Pangeran kedua Li Shimin yang ternyata jauh lebih tertarik dengan sosok tawanan yang di kurung di penjara bawah tanah di wisma Luo oleh Tuan besar Lai Wu Zhao.


" Pangeran kedua Li Shimin sebenarnya ada urusan apakah kamu ingin melihat tawanan ku di penjara bawah tanah di wisma Luo? " Tanya Zhang Xiao Long dengan nada tajam kepada Pangeran kedua Li Shimin yang mengangkat alis karena Lai Wu Zhao tak menjawab pertanyaan nya malah sebaliknya pria tua itu mengajukan pertanyaan kepadanya.


" Aku cuma ingin membantumu saja agar kamu dapat mengerjakan tugas mu yang lainnya. Itu saja. " Jawab Pangeran kedua Li Shimin yang enggan memberitahukan maksud hatinya untuk melihat tawanan tuan besar Lai Wu Zhao kepada Lai Wu Zhao sendiri.


Zhang Xiao Long tersenyum kepada Li Shimin yang tiba-tiba bicara tentang maksud hati pria itu secara terbuka dengan sendirinya di hadapan para tamu di wisma Luo.


" Aku ingin tahu apakah tawanan itu adalah orang yang aku cari -cari di seluruh Kekaisaran Li ataukah orang lain. " Jawab Li Shimin yang telah di dengar oleh semua orang di wisma Luo yang berbeda dengan jawaban pertamanya.


Bersambung!