
Putri Ching Ching berusaha untuk bangun dari atas tumpukan jerami yang menjadi alas tidur nya di goa dalam jurang pegunungan Yang di bagian utara. Ia merasa terkesan dengan Zhang Xiao Long yang memiliki keinginan begitu baik untuk menyelamatkannya.
"Oh, kamu sungguh baik sekali mau datang ke dasar jurang pegunungan Yang bagian utara untuk menyelamatkan ku? Apakah kamu ada keinginan lain dari alasan kemanusiaan mu itu kepada ku? " Tanya Putri Ching Ching dengan tatapan mata penuh selidik kepada Zhang Xiao Long.
" Ya, Aku ingin mengantarkan mu kepada Kaisar Li untuk memenuhi amanah terakhir dari salah satu pengawal pribadi Kaisar suku khitan yang beberapa hari lalu Aku sempat menyelamatkan nya di sungai bawah kaki pegunungan Yang. " Jawab Zhang Xiao Long dengan nada biasa saja kepada Putri Ching Ching.
Putri Ching Ching memegangi bahunya yang terluka parah akibat di serang tusukan pedang dari Ketua sekte lembah singa rambut perunggu di atas puncak gunung Yang ketika Ia dan Ayah nya serta rombongannya melewati gunung Yang untuk mengantarkannya ke Kekaisaran Li untuk di serahkan kepada Kaisar Li untuk di jadikan selir baru dari Kaisar Li. Ia menahan rasa sakit di bahunya itu untuk menghadapi pemuda tampan yang berdiri di hadapannya itu dengan sorotan mata yang amat tajam sekali sampai menembus ke jiwanya.
"Aihh.. Begitukah? Ataukah ada hal lain lagi di benakmu itu untuk menolong ku dari dasar jurang pegunungan Yang? " Tanya Putri Ching Ching menatap Zhang Xiao Long yang tetap bersikap tenang.
" Ya, aku ingin tahu tentang lukisan mu yang di jadikan bahan rebutan oleh Ketua sekte lembah singa rambut perunggu. Apakah lukisan mu itu sungguh berharga daripada nyawa mu sendiri?" Zhang Xiao Long menunjuk ke arah lukisan yang penuh darah di pelukan Putri Ching Ching.
" Iya, lukisan ku adalah lukisan pulau rahasia yang menjadi legenda para kaum dunia persilatan yang ingin mendapatkan harta karun di pulau itu dan lukisan ini adalah dahulunya milik mendiang Kakek ku yaitu Kaisar suku khitan terdahulu , karenanya lukisan ku jauh lebih berharga daripada nyawaku. " Jawab Putri Ching Ching dengan sungguh-sungguh kepada Zhang Xiao Long.
" Oh, bolehkah Aku melihat lukisan mu itu sebentar saja? " Tanya Zhang Xiao Long yang mendekati Putri Ching Ching lalu meminta lukisan di pelukan Putri Ching Ching untuk di lihat olehnya.
" Percuma, karena lukisan itu tak ada gambarnya sama sekali. " Kata Putri Ching Ching yang tak menolak untuk tidak mengizinkan Zhang Xiao Long melihat lukisannya. Ia merasa heran sendiri dengan perasaannya yang mengatakan bahwa pemuda tampan ini sangatlah seorang sejati tiada duanya di seluruh dunia ini.
Zhang Xiao Long membuka lukisan itu dengan bebas lalu mengamati lukisan dengan cermat sambil memberikan pil untuk mengobati luka dalam tubuh miliknya kepada Putri Ching Ching.
" Darah keturunan aslinya yang bisa menemukan gambarnya yang akan muncul di lukisan ini. " Kata Zhang Xiao Long yang mengejutkan hati Putri Ching Ching dengan ucapannya itu.
" Heiii.. Aku cucu asli Kakek ku..? Mana mungkin Aku tak bisa menemukan gambarnya di dalam lukisan itu. " Kata Putri Ching Ching merasa tersinggung dengan ucapan Zhang Xiao Long.
" Ya, mungkin saja lukisan ini awalnya bukanlah milik kakekmu, maka baik kakekmu maupun kamu tak bisa menemukan gambarnya di dalam lukisan kosong yang penuh lumuran darah mu dan darah musuh -musuhmu. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada yakin dengan ucapannya itu kepada Putri Ching Ching.
" Aaghh.. Kau keterlaluan menuduh kakek ku pencuri lukisan pulau rahasia. " Kata Putri Ching Ching yang tanpa sadar membocorkan rahasia Kakeknya sendiri kepada Zhang Xiao Long.
" Kenapa kamu menotok jalan darah ku? " Tanya Putri Ching Ching yang di panggul Zhang Xiao Long untuk naik ke atas punggung singa yang akan mengantarkan mereka ke arah datang Zhang Xiao Long ke dasar jurang pegunungan Yang bagian utara.
" Apa yang sudah kamu berbuat terhadap gadis bodoh itu? " Tanya Putri Ching Ching melihat ke gadis liar yang tergeletak di rumput di luar hutan jurang pegunungan Yang kepada Zhang Xiao Long.
"Sama seperti mu..! " Jawab Zhang Xiao Long yang membebaskan totokannya kepada gadis liar yang melompat dan bertanya kepadanya dengan telunjuk diarahkan kepada Putri Ching Ching di atas punggung singa.
" Kenapa kamu membawa gadis penipu ini dari goa ku? " Tanya gadis liar kepada Zhang Xiao Long.
" Karena aku ingin tahu siapakah di antara kalian yang merupakan keturunan asli dari pemilik lukisan di tanganku ini." Jawab Zhang Xiao Long dengan nada tenang sekali kepada gadis liar.
Ia memperlihatkan lukisan di tangannya kepada gadis liar yang menggelengkan kepala lalu gadis itu menjawab dengan jujur dan polos sekali kepada Zhang Xiao Long.
" Aku bukan keturunan asli dari pemilik lukisan itu karena aku bukan Putri Raja Pulau Petir di utara. " Jawab gadis itu dengan sorotan mata jujur sekali kepada Zhang Xiao Long.
" Putri Raja Pulau Petir di utara? Lalu siapakah nama mu? Dan, sejak kapan kamu berada di dasar jurang pegunungan Yang bagian utara? " Tanya Zhang Xiao Long menatap tajam kepada gadis liar di hadapannya itu.
" Namaku Liu Ting Ting aku pelayan nona muda ku yang telah hilang dari perahu yang membawa kami dari Pulau Petir di utara untuk membawa pergi kunci giok milik mendiang Raja Pulau Petir di utara yang merupakan pusaka rahasia yang harus di jaga dengan nyawa kami sampai kami dapat menemukan orang yang paling tepat untuk menguasai pusaka dari Pulau Petir di utara dan menjadi pasangan hidup dari Putri Raja Pulau Petir di utara itu. " Jawab Liu Ting Ting dengan detail menceritakan riwayat nya kepada Zhang Xiao Long.
" Emm, lalu? "
" Lalu, aku terpisah dari nona ku semenjak hari itu dan aku hidup di jurang pegunungan Yang bagian utara sebagai seorang gadis liar dan tak sengaja bertemu dengan gadis penipu yang juga Putri Kaisar suku khitan yang bernama Putri Ching Ching yang menjadi tawanan mu itu. " Jawab Liu Ting Ting lagi kepada Zhang Xiao Long seraya menunjuk ke arah Putri Ching Ching yang duduk di atas punggung singa miliknya dalam keadaan kaku karena di totok oleh Zhang Xiao Long.
Bersambung!