Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Desa Terpencil Lembah Gunung Luo bagian Dua


Zhang Xiao Long yang mendengar tentang apa yang telah terjadi pada rakyat di daerah tersebut adalah disebabkan perebutan pusaka liontin naga ungu yang berasal dari keluarga sekte Lu San Pai yang tinggal di desa gunung Luo dari Luo Guo Xiang itu sejenak termangu.


"Kira-kira siapa yang telah mendapatkan liontin naga ungu? " tanya Amira Ming yang membantu Luo Guo Xiang memakamkan semua jasad di depan pintu masuk ke desa tersebut.


"Entahlah, Ratu.Aku juga tidak sempat bertanya tentang liontin naga ungu kepada kakekku yang sudah terbunuh oleh Wu Yi Bang. " jawab Luo Guo Xiang dengan nada sedih.


"Kita akan mencari dan menemukan liontin naga ungu itu dengan cara kita harus mengunjungi sekte Bu Tong Pai terlebih dahulu sebelum kita selidiki ketuanya dengan cermat. " kata Zhang Xiao Long yang telah memikirkan cara untuk atasi masalah yang dihadapi oleh Kekaisaran Naga Merah.


"Terutama kita harus memusnahkan patung Dewa sesat yang terdekat dari kita yaitu kuil di lereng gunung Luo ini untuk menyelamatkan rakyat di sekitar daerah ini dari kesesatan jiwa dan pikiran mereka."kata Amira Ming nada serius sekali.


"Nona Luo, dimanakah jalan untuk mencapai kuil yang dimaksud oleh Amira Ming istriku ini? " tanya Zhang Xiao Long nada ramah kepada Luo Guo Xiang.


"Melalui jalan di bagian kiri kita yaitu ke dalam desa terpencil ini,Paduka." jawab Nona Luo Guo Xiang segera.


"Baik, mari kau bisa mengantarkan kami ke sana dengan jalan yang benar. " kata Zhang Xiao Long nada memerintah kepada Luo Guo Xiang.


"Ya, Paduka. Mari.. " jawab Luo Guo Xiang.


Mereka menyelusuri jalan setapak di bagian sisi hutan di dalam desa terpencil di lereng gunung Luo dengan mengikuti Luo Guo Xiang yang jadi pemandu arah mereka.


"Tunggu, aku sepertinya mendengar suara orang meminta tolong dari arah rumah di ujung jalan setapak ini. " kata Zhang Xiao Long nada serius sekali.


"Suara Nona Lu Xuerui.. " kata Luo Guo Xiang di depan Zhang Xiao Long dan Amira Ming dengan nada serius sekali.


Lalu mereka berkelebat cepat ke arah rumah di bagian paling selatan dari desa tersebut dan di sana mereka menemukan gadis cantik yang pernah mereka temui di pintu masuk ke desa ini tergeletak di lantai dalam keadaan mengerikan sekali.


Amira Ming mengayunkan pedangnya ke arah pria yang bernama Bai Luo Zi yang tercengang dengan kehadiran mereka di belakang pemuda itu yang langsung ditebas oleh pedang ditangan Amira Ming.


Crakk!


"Bajingan rendah ini memang layak untuk mati di tanganku Sang pembela harkat dan martabat seorang wanita. " kata Amira Ming nada dingin sekali seraya memberikan jubah luarnya kepada Nona Lu Xuerui yang tidak lagi bernyawa karena Nona itu memilih untuk mati dengan bunuh diri daripada hidup menanggung malu seumur hidup gadis malang itu.


"Ming Ming,kau memang seorang wanita yang luar biasa hebat dalam membela kaummu." kata Zhang Xiao Long nada tulus memuji istrinya.


"Sayang sekali Nona Lu Xuerui harus meninggal dunia dengan cara seperti ini, ahh kalau tidak ia akan membantu kita untuk menemukan makam leluhur sekte Lu San Pai untuk mempermudah kita menemukan jejak liontin naga ungu." kata Luo Guo Xiang nada pedih.


"Kita masih bisa menemukan keluarganya yang tersisa di sekitar desa ini karena aku masih ingat dia pernah berkata di depan jasad keluarganya di pintu masuk ke desa terpencil ini bahwa ia akan menemukan adiknya dan putri dari ketua sekte Lu San Pai yang terpisah dari rombongan mereka saat mereka mendatangi desa ini untuk misi yang sama dengan misi dari Wu Yi Bang itu. " kata Zhang Xiao Long nada tenang sekali.


"Ming Ming, sabarlah... " kata Zhang Xiao Long di belakang Amira Ming.


Luo Guo Xiang memekik pelan dan menunjukkan sesuatu yang telah dilihat oleh sepasang mata mereka di depan mereka adalah mayat-mayat tak beraturan di gantung di dahan pohon yang berbaris di dua sisi jalan.


"Hmm, perbuatan orang-orang sekte Berang - Berang hitam yang menjaga jalan menuju ke kuil di lereng gunung Luo. " kata Amira Ming yang telah mengibaskan pedangnya ke segala penjuru arah di sekitar mereka yang menyebabkan lima atau enam orang yang mengintai mereka secara diam-diam telah terpotong oleh pedangnya.


Crakk!


"Aiya, kau luar biasa cepat dalam menghabisi musuh-musuh curang seperti mereka itu." kata Zhang Xiao Long memuji istrinya yang sangat tangkas itu.


"Aku tidak tahu mereka berada di sekitar kita, Kak Long. Aku hanya melampiaskan kemarahan ku dengan mengibaskan pedang ku saja dan hasilnya adalah yang seperti kamu lihat. " kata Amira Ming nada merendah kepada suaminya di sampingnya.


Zhang Xiao Long tertawa senang sekali sambil mengangkat tangan ke arah atas kepalanya dan sejumlah orang yang menerjang mereka dari arah atas telah berjatuhan di tanah dalam tak bernyawa lagi.


Desss!


Bruakk!


"Wahhh, kau jauh lebih cepat diriku dalam habisi para nyamuk sesat yang tak tahu diri." kata Amira Ming nada memuji suaminya yang hanya tertawa ringan.


"Mereka berdua bukanlah orang-orang lemah dan bodoh seperti yang aku duga selama ini.. " kata seseorang yang duduk di atas pohon di hutan desa terpencil gunung Luo yang telah di dengar dan diketahui keberadaannya oleh Zhang Xiao Long dan Amira Ming.


"Benar sekali katamu, tapi kita punya temannya yang kita tawan di dalam kuil Dewa macan tutul gunung Luo agar dia dan istrinya mematuhi tiap kata yang telah kita keluarkan dari mulut kita. " kata teman orang yang mengintai mereka yang suaranya merendahkan kemampuan Zhang Xiao Long dan Amira Ming.


"Kakak Yang, kau harus ingat pesan dari guru kita yang melarang kita membunuh mereka. " kata seorang yang lainnya lagi yang terdengar masih seorang anak-anak.


"Kalau kita tidak boleh membunuh mereka lalu kita harus melakukan apa terhadap mereka?? " tanya pria muda yang sudah dilihat sosoknya oleh Zhang Xiao Long dan Amira Ming dari jarak jauh yaitu dari jalan menuju makam di hutan paling dalam di desa terpencil gunung Luo


"Kita diperintahkan untuk membawa mereka kepada Raja Dewa di puncak gunung Luo selatan dan untuk urusan mengadili mereka itu adalah tugas Raja Dewa kita sendiri. " kata pria tua yang juga telah diketahui keberadaannya oleh Zhang Xiao Long dan Amira Ming.


"Hmm, murid-murid dari sekte elang kematian cabang kota bulan Luo berada di sekitar kita." bisik Luo Guo Xiang di dekat Zhang Xiao Long dan Amira Ming.


"Ya, biarkan saja mereka bermain-main dengan kita karena aku ingin bertemu dengan ketua mereka yang berjuluk Raja Dewa Elang kematian tingkat lima belas di gunung Luo bagian selatan desa ini. " kata Zhang Xiao Long dengan sikap sabar sekali sehingga ia mengajak istrinya dan Luo Guo Xiang berpura-pura tidak tahu menahu keberadaan orang-orang yang sedang mengintai mereka bertiga di hutan dalam desa terpencil gunung Luo.


Bersambung!!