Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kota Bulan Luo.


Langit diluar kereta kuda barang yang dijadikan sebagai tempat kurungan untuk Zhang Xiao Long, Amira Ming dan Luo Guo Xiang oleh para murid-murid dari sekte Elang Kematian perlahan -lahan mulai redup dan menggelap yang berarti bahwa hari sudah mulai menjelang malam.


"Tuan muda Song, hari sudah mulai menjelang malam bagaimana kalau kita segera mencari tempat beristirahat sejenak sebelum kita semua melanjutkan perjalanan ke kota bulan Luo? " ucap salah seorang dari anggota sekte Elang Kematian yang dipanggil Kakak Yang.


"Baiklah, Kakak Yang." jawab Tuan muda Song.


Lalu rombongan tersebut menghampiri sebuah rumah kosong di tepi sungai pinggir kota bulan Luo. Di sanalah mereka semua beristirahat untuk melepas lelah.Dan, kesempatan ini digunakan oleh Luo Guo Xiang untuk menyelinap keluar dari kereta kuda barang untuk pergi ke hutan pinggir kota bulan Luo.


"Nona Luo, apakah Kamu yakin bahwa kita bisa menemukan saudara-saudara seperguruanmu di sekitar hutan ini? " tanya Amira Ming yang telah mengikuti gadis itu bersama Zhang Xiao Long di belakang mereka berdua.


"Ya,sebab aku bisa menghirup aroma gantungan wewangian yang biasa di pakai oleh Kakak Liu Er Hao- ku untuk kami bisa saling menemukan para anggota kami yang terpisah dari keadaan yang tidak memungkinkan untuk kami selalu bersama atau bergerombol dalam menjalankan tugas dari Ketua Sekte Lu San Pai kami." jawab Luo Guo Xiang yang berkelebat ke arah utara dan mereka bertiga menemukan sekitar lima orang anggota sekte Lu San Pai sedang bertarung melawan tiga orang pria yang berjuluk Tiga Raja Hutan Gunung Luo.


Trang!


Trangg!


Pedang yang dimainkan oleh ketiga orang yang sedang dihadapi oleh kelima orang sekte Lu San Pai terlihat cukup tinggi dan mematikan bagi para anggota sekte Lu San Pai yang harus bisa menjaga keseimbangan dalam menghadapi tiga orang musuh mereka.


Pria muda yang menggunakan pedang berwarna kehijauan ternyata bisa mengimbangi tiga orang lawan mereka sehingga tiga orang Raja Hutan Gunung Luo harus memutar pedang mereka di depan mereka supaya pedang di tangan pemuda lawan mereka itu tidak menerobos masuk dan melukai salah seorang dari teman mereka.


Wuttzz!


Trangg!


"Kakak Guan Xiao Tong..! " seru Luo Guo Xiang yang segera turun tangan untuk membantu para anggota sekte Lu San Pai menghadapi tiga Raja Hutan Gunung Luo dengan ilmu pedang sekte Lu San Pai.


Trangg!


Zhang Xiao Long dan Amira Ming mengamati pertarungan tersebut dengan senyuman dibibir mereka berdua yang menyatakan bahwa mereka berdua yakin bahwa murid-murid dari sekte Lu San Pai akan menjadi pemenangnya dari tiga Raja Hutan Gunung Luo.


"Kita tidak perlu ikut campur tangan untuk bantu mereka karena mereka sanggup untuk habisi musuh mereka. " kata Zhang Xiao Long yang kini mengajak istrinya untuk menyelinap masuk ke dalam kota bulan Luo.


Mereka berdua bergerak dengan cepat ke dalam wisma yang bentuk bangunannya seperti bulan sabit namun ada garis warna merah darah yang terletak di paling dalam dari kota tersebut.


"Kita habisi sekte Elang Kematian sebagai tugas utama kita datang ke kota bulan Luo." kata Zhang Xiao Long yang melesat dengan kibasan kedua lengan pakaiannya itu menghantam tujuh orang penjaga pintu gerbang ke markas besar sekte Elang kematian.


Desss!


Bruakk!


Amira Ming menendang pintu gerbang markas besar sekte Elang kematian hingga terbuka lebar untuk mereka berdua melesat masuk ke dalam markas besar sekte Elang kematian.Dimana ada sejumlah besar pasukan anggota sekte Elang kematian dan pimpinannya sedang berkumpul di ruang utama dari markas besar sekte Elang kematian.


"Lancang kalian berdua...! " hardik pimpinan dari sekte Elang kematian yang segera menerjang ke arah Zhang Xiao Long yang segera membalas serangan mereka dengan kibasan kedua lengan pakaiannya yang mengerahkan ilmu sinkang arak sakti.


Desss!


Bruakk!


Amira Ming menggunakan sabuk sutra warna putih yang meluncur ke arah pasukan sekte Elang kematian yang menyerangnya dengan ilmu sinkang sekte Gobi Pai yang membuat sekitar lima belas anggota sekte Elang kematian telah tewas oleh istri dari Zhang Xiao Long itu.


Tarrr!


Brakk!


Zhang Xiao Long melompat dengan kecepatan tinggi dan telapak tangannya menghancurkan tiga puluh pimpinan anggota sekte Elang kematian yang menyerangnya dengan sejumlah pedang bergerigi tajam.


Plakk!


Bruak!


Amira Ming meluncur dengan sabuk sutra putih yang meluncur dengan ganas ke arah sejumlah besar sekte Elang kematian yang berkelebat ke arah dirinya dengan formasi ilmu pedang Elang kematian.


Wuttzz!


Tarrrr!


Breeettt!


Bruakk!


Ujung sabuk sutra putih melecut dengan ganas sehingga para anggota sekte Elang kematian itu terlilit oleh sabuk sutra putih di tangan Amira Ming yang langsung dibanting dengan kekuatan besar sehingga para anggota sekte Elang kematian itu hancur berkeping-keping pada isi perut mereka.


Zhang Xiao Long melontarkan pukulan dengan ganas juga ke arah pimpinan anggota sekte Elang kematian yang kini telah berjumlah sekitar enam orang saja dari tiga puluh lima orang yang telah tewas di tangan Zhang Xiao Long.


Plakk!


Plakk!


Plakk!


Sebilah tombak bergerigi tajam meluncur ganas ke arah Amira Ming yang terdekat dengan ujung tombak yang digerakkan oleh seorang pria tua yang tak lain adalah Raja Dewa Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas.


"Gadis setan rupanya kamu yang telah datang ke markas besar sekte Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas kami..! " hardik Raja Dewa Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas yang telah keluar dari ruang bersemedi setelah mendengar laporan bahwa markasnya telah di obrak-abrik oleh Ratu Amira Ming dan suaminya dari salah seorang muridnya yang menyelinap masuk ke ruang bersemedi dan melaporkan hal itu kepadanya.


Kini Ia segera membalas dendam kepada Amira Ming lebih dahulu sebelum ia menghadapi pria muda yang menghancurkan sebagian besar dari murid-murid utamanya dengan kedua tangan kosong saja.


"Wahh.. Kau pikir kau bisa mengalahkan diriku, Raja bau..! " tantang Amira Ming yang telah lebih dahulu menyerah dengan sabuk sutra putih di tangannya yang meluncur ke arah tombak di tangan Raja Dewa Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas.


Wuttzz!


Serrttt!


Sabuk sutra putih di tangan Amira Ming telah melilit tombak bergerigi tajam di tangan Raja Dewa Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas dan telapak tangan kiri Amira Ming telah menghantamkan pukulan telak ke arah dahi Raja Dewa Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas hingga remuk dan tewaslah Ketua sekte Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas di tangan Amira Ming.


Dess!


Zhang Xiao Long tersenyum lebar melihat Amira Ming berhasil membunuh Ketua sekte Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas dalam waktu singkat saja. Maka Ia segera menghabisi sisa pimpinan anggota sekte Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas dengan ilmu sinkang arak sakti yang telah dilontarkannya dari jarak dekat sehingga para pimpinan anggota sekte Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas telah ambruk di lantai dalam keadaan tak bernyawa lagi.


Dess!


"Kak Long, mari kita berwisata dengan nyaman di kota bulan Luo." kata Amira Ming yang telah melompat ke pelukan Zhang Xiao Long.


"Mari kita bersenang-senang sambil melihat-lihat seluruh kota bulan Luo termasuk markas besar sekte Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas yang telah kosong dari para pemiliknya. " kata Zhang Xiao Long mengajak istrinya mengelilingi seluruh ruangan-ruangan di markas besar sekte Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas.


"Mmm, tak ada jejak liontin naga ungu di sini.. " kata Amira Ming dengan senyumnya kepada Zhang Xiao Long.


"Emm,setidaknya kita bisa menemukan batu- batu ukiran peta kota bulan Luo yang dapat membantu kita dalam misi di wilayah ini di salah satu dari tiga puluh ruangan yang ada di dalam markas besar sekte Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas." kata Zhang Xiao Long memperlihatkan penemuannya kepada Amira Ming.


Batu-batu ukiran di telapak tangan kanan Zhang Xiao Long disusun agar mereka dapat membaca peta kota bulan Luo dengan benar agar misi -misi mereka di kota tersebut dapat diselesaikan dengan sempurna.


"Kak Long,bangunan yang bentuknya seperti limas adalah tempat tinggal tabib Xi yang akan di kunjungi oleh Nona Ying Ying untuk obati penyakit langka yang di derita oleh ayahnya."kata Amira Ming mengamati gambar bangunan yang berbentuk limas dengan senyuman yang dapat di artikan oleh Zhang Xiao Long dengan tepat.


" Ya, aku tahu maksudmu itu,kita akan menjalin hubungan persahabatan dengan Tabib Xi dan Nona Ying Ying juga temannya dengan cara kita berdua harus melihat tempat tinggal dari Tabib Xi pada esok hari usai kita menikmati malam yang indah di hari pertama kita datang ke kota ini."kata Zhang Xiao Long memberikan senyum terbaiknya kepada Amira Ming.


"Oh, Aku mendadak merasa lapar.. " kata Amira Ming merangkul lengan Zhang Xiao Long.


"Baiklah,kita cari makan malam dahulu di sekitar kota bulan Luo sebelum kita telusuri seluruh kota ini. " jawab Zhang Xiao Long membawa istri nya melayang meninggalkan markas besar sekte Elang kematian cabang kota bulan Luo tingkat lima belas menuju ke arah kedai makan yang masih buka di tengah malam hari.


"Tunggu.. Kedai makan itu sepertinya sangatlah mencurigakan." kata Amira Ming meminta suami nya untuk berhenti di pinggir jalan saat mereka melihat ada bayangan hitam yang mendatangi kedai makan itu.


"Hmmmm... Musuh apalagi mereka itu yang tak pernah membiarkan kita bisa menikmati hidup nyaman?" tanya Zhang Xiao Long merasa kesal sendiri.


"Tak perduli mereka itu siapa dan darimana asal nya pokoknya bila mereka ganggu kita ya kita habisi saja. " ujar Amira Ming ringan.


"Baiklah, mari kita bersenang-senang dengan cara berbeda dengan orang pada umumnya di dunia ini." kata Zhang Xiao Long tersenyum lebar melihat senyuman manis menghiasi bibir merah istrinya.


Bersambung!