Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Di Tengah Terpaan Badai Topan.


Zhang Xiao Long tak menghiraukan Tan Tan Ling Ming yang cemberut di anak tangga menuju ke lantai atas bagian kamar-kamar penginapan di pegunungan rusa putih. Ia memilih untuk pergi keluar dari penginapan melalui pintu belakang.


Zhang Xiao Long menggunakan waktu badai topan yang menerjang untuk menciptakan ilmu silat badai topan dengan melatih kemampuan diri menghadapi terjangan angin kencang yang di sebabkan badai topan dari arah barat daya pegunungan tersebut.


Whuushhh!


Zhang Xiao Long menggerakkan kedua telapak tangannya yang disertai dengan gerakan kedua kakinya yang bergerak lincah di udara seraya tubuhnya menyelinap masuk di putaran badai topan yang mengurung dirinya.


Whesshh!


Zhang Xiao Long tersenyum senang ketika ia gunakan badai topan yang di arahkan olehnya ke arah timur laut pegunungan rusa putih lalu ia mendengar suara teriakan histeris dari sejumlah besar musuh yang terkena terjangan angin topan yang di salurkan Zhang Xiao Long kepada mereka.


Desss!


"Arghhhh!" Teriakan sejumlah besar anggota sekte elang salju yang dipimpin oleh wakil ketua sekte elang salju yang dikirim untuk menghadapi Zhang Xiao Long dan pasukannya dari Ketua Sekte Gunung Yue di tengah perjalanan Zhang Xiao Long ke Kuil Shaolin.


Sekte elang salju berkemah di kaki pegunungan rusa putih dengan persiapan yang matang untuk menghadang Pendekar Naga Merah musuh dari Ketua Gunung Yue.


"Berengsek.. Siapa yang telah membunuh para anggota ku di dekat perkemahan kita? " Tanya seorang pria berpakaian mewah yang tangannya memegang kipas lipat dengan wajahnya tampan rupawan.


"Entahlah, Tuan Wan. Kami tak bisa melihat ada orang di sekitar kaki pegunungan rusa putih. " Jawab seorang wanita muda yang duduk di atas batu gunung di dekat sungai yang airnya warna biru seperti air laut saja.


"Hmm.. Sebaiknya aku pergi ke arah barat daya untuk melihat siapakah orang yang telah habisi para anggota sekte elang salju di jalanan menuju ke puncak gunung rusa putih? " Pikir Wan Ho Chi pria tampan berpenampilan layaknya seorang bangsawan dari Ibukota.


Brrrrr!


Wan Ho Chi berkelebat cepat ke arah barat daya pegunungan rusa putih lalu pemuda tampan ini berdiri di atas pohon dan melihat Zhang Xiao Long yang telah menantinya dengan tenang di halaman belakang penginapan di puncak gunung rusa putih.


"Wan Ho Chi senang sekali aku bisa berjumpa dengan mu kembali semenjak terakhir kali kita bertemu di gunung Xia saat kau masih memakai marga Wang. " Kata Zhang Xiao Long nada dingin kepada Wan Ho Chi.


Wan Ho Chi tercengang karena pemuda tampan di tengah-tengah halaman belakang penginapan di puncak gunung rusa putih mengetahui marga nya dahulu.


"Siapa kamu yang telah mengenali marga ku? " Tanya Wan Ho Chi mengipas-ngipasi dirinya pakai kipas lipatnya dengan sorotan matanya di tujukan kepada Zhang Xiao Long.


"Apakah kamu sudah lupa tentang anak balita yang pernah kamu bawa ke kapal mu yang menepi di tepi sungai gunung Xia? " Tanya Zhang Xiao Long menyeringai kepada Wan Ho Chi.


Wan Ho Chi terkesiap kaget lalu teringatlah ia akan sosok bocah cilik yang diselamatkan oleh Raja Dewa Mabuk Sakti saat ia berencana untuk menculik anak itu untuk dimanfaatkan untuk membalas dendam kepada Kaisar Li terdahulu.


"Kau putra dari Luo Song Yi dan Bai Long yang di larikan oleh Raja Dewa Mabuk Sakti dariku? " Tanya Wan Ho Chi nada sinis kepada Zhang Xiao Long sambil mengacungkan kipas lipatnya yang ke arah Zhang Xiao Long.


" Bocah setan seharusnya dari dahulu kau sudah ku bunuh supaya hari ini kau tak berkata kurang ajar kepada ku?! " Hardik Wan Ho Chi yang telah meluncur ke arah Zhang Xiao Long dengan kipas lipatnya menyerang langsung ke perut Zhang Xiao Long.


Wutzzzzz!


Zhang Xiao Long bergerak mundur dengan cepat saat ujung kipas lipat dari Wan Ho Chi mengarah ke perutnya sehingga Wan Ho Chi terkejut sekali dengan kecepatan geraknya.


Wan Ho Chi terus menyerang dengan kipas lipat membentuk kepakan sayap elang salju yang terus menerus mengejar mangsanya yakni ingin menusukkan ujung kipas lipat ke perut Zhang Xiao Long.


Wusss!


Zhang Xiao Long menggerakkan ilmu sinkang badai topan yang baru saja di ciptakan olehnya itu kini ia praktikan kepada Wan Ho Chi yang tak dapat mengelak dari kematian yang sangatlah mengenaskan sekali.


Dessss!


"Augghhh! "


Wan Ho Chi tubuhnya hancur berkeping-keping di terjang ilmu sinkang badai topan milik Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long melesat cepat ke arah timur laut yaitu menuju ke perkemahan sekte elang salju dan sekte Gunung Yue yang berkumpul di kaki pegunungan rusa putih usai Ia mengetahui dari mana Wan Ho Chi datang ke penginapan di puncak gunung rusa putih.


Brrrrr!


Wanita yang memimpin pasukan sekte elang salju dan sekte Gunung Yue telah merasakan adanya seorang yang berilmu tinggi sekali telah mendatangi mereka di kaki pegunungan rusa putih atau lebih tepatnya di perkemahan mereka.


"Ada orang dungu yang ingin mencari mati di tangan kita rupanya dengan mendatangi kita di perkemahan kita di kaki pegunungan rusa putih. " Kata Yan Lan Zhing wakil ketua sekte elang salju tingkat tiga yang telah mempersiapkan diri menghadapi orang yang mendatangi mereka.


"Wah seorang pemuda yang sangat tampan luar biasa yang telah mendatangi kita di perkemahan kita.. " Kata seorang pemuda kemayu menatap genit kepada Zhang Xiao Long yang telah berdiri di depan mereka.


"Di lihat dari perawakannya dan penampilannya, dia tentu seorang pemuda kelas atas.. " Kata pria gigi runcing di dekat Yan Lan Zhing menatap bengis kepada Zhang Xiao Long.


"Betul, aku ingin merasakan keindahan tubuhnya pada malam hari ini setelah sekian lama aku tak pernah merasakan kebahagiaan melihat pemuda yang memiliki kemampuan luar biasa.. " Kata Yan Lan Zhing wanita yang sangat mesum itu menatap penuh nafsu kepada Zhang Xiao Long di hadapannya.


"Kalian sudah cukup bicara nya? " Zhang Xiao Long membalas tatapan mata mereka dengan ketajaman yang menggetarkan mereka yang langsung memucat pada wajah mereka setelah bertatapan secara langsung dengan Zhang Xiao Long.


"Bocah setan ini harus dibunuh untuk jalan Tuan Besar Sheng Kun menuju keberhasilan menjadi lancar dan sukses. " Kata Yan Lan Zhing yang telah menyadari bahwa pemuda tampan di depan mereka bukanlah seorang pemuda biasa.


Bersambung!