
Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming tersenyum melihat sejumlah pasukan Raja muda Xue yang di pimpin oleh Chiu Shing selir raja muda Xue Yang di taman pribadi graha Macan tutul Xue di hadapan mereka dengan tatapan mata mereka begitu mengancam keselamatan bagi musuh- musuh di hadapan mereka.
"Adik Ming,lihatlah kakak seperguruanmu sendiri yang telah memulai untuk menjebak kita di graha Macan tutul Xue untuk mendapatkan benda yang telah lama hilang dari Kekaisaran Himalaya yang sudah lama ku ketahui dari Guruku sehingga aku dapat mengetahui kebusukan mereka yang di lihat baik oleh mu. " kata Zhang Xiao Long nada halus kepada istrinya seraya menatap bengis luar biasa kepada Selir raja muda Xue.
"Zhang Xiao Long kau sungguh diluar dugaan ku yang membuat rencana ku gagal dengan kamu pura-pura meniduri Selir Kedua mu yang telah kami kirim untuk membunuh istrimu yang sangat aku benci.. " kata Chiu Shing menuding pedang ke arah Zhang Xiao Long.
"Hmm, sejak awal aku datang ke graha Macan tutul Xue ini, aku sudah mengetahui kebusukan mu dan suamimu juga mertua mu di kota Xue an selatan yang tentunya tidak akan pernah aku lepaskan dari hukuman mati. " kata Zhang Xiao Long nada kejam kepada Chiu Shing.
"Suamiku, kau sungguh seorang pria yang amat cerdas sekali membuat ku semakin bangga jadi istrimu. " puji Putri Ming Ming kepada Zhang Xiao Long yang meraih dagunya sejenak lalu di cium pada bibirnya oleh bibir Zhang Xiao Long.
"Terimakasih atas pujian mu untuk ku, sayang. Mari kita habisi dahulu mereka.. " kata Zhang Xiao Long yang telah melesat cepat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya melengkung ke arah Chiu Shing yang cepat menangkis serangannya dengan ilmu pedang yang sangat cepat bukan main.
Wutttz!
Crangg!
"Ahhhh! " pekik Chiu Shing yang melihat pedang di tangannya telah patah oleh jepitan tangan Zhang Xiao Long lalu tangan Zhang Xiao Long yang lainnya telah memukul keningnya hingga remuk.
Plakkk!
Putri Ming Ming menerjang sejumlah pasukan Raja muda Xue Yang dengan sabuk sutra warna putih yang meliuk-liuk di sekitar pasukan Raja muda Xue Yang sehingga angin pecutan dari sabuknya itu meruntuhkan seluruh pasukan Raja muda Xue Yang kemudian tangan kanannya itu telah menghancurkan seluruh pasukan Raja muda Xue Yang dengan ilmu sinkang tapak salju abadi.
Desss!
"Kak Long.. " panggil Putri Ming Ming yang telah melompat ke dalam pelukan Zhang Xiao Long.
"Ming Ming, mari kita selidiki graha Macan tutul Xue ini lalu kita bunuh Raja Xue beserta seluruh keluarganya dan sekte-sekte yang dipimpin oleh nya.. " kata Zhang Xiao Long mengajak istrinya ke arah timur graha Macan tutul Xue yang telah menembus ke dalam kota Xue an selatan dan terlihatlah rumah gubuk di dekat alun-alun kota Xue an selatan oleh mereka berdua.
"Gubuk ini cuma simbolis semata untuk kelabui sepasang mata orang-orang yang ingin mencari jalan masuk ke istana mereka.. " kata Putri Ming Ming yang cerdas juga.
"Betul, sekali. Mari kita masuk saja.. " kata Zhang Xiao Long menerjang pintu rumah gubuk itu dan membantai setiap pejaga pintu terowongan ke dalam istana raja Xue.
Desss!
Putri Ming Ming menghantamkan sabuk sutra putihnya ke arah sejumlah penjaga rumah gubuk itu sehingga ia membantai setiap penjaga yang ingin menghalangi jalannya.
Tarrrr!
Brakkkk!
"Arghhh! " pekik kematian para pejaga di rumah gubuk itu.
Zhang Xiao Long menjentikan jarinya ke arah sepuluh pedang yang digunakan oleh para pasukan Raja Xue yang ingin menghalanginya di pintu masuk ke dalam istana raja Xue.
Cringg!
Cranggg!
Sejumlah pedang telah patah oleh jentikan halus namun tajam dari Zhang Xiao Long lalu ujung patahan pedang -pedang itu melayang ke arah leher para pasukan penjaga istana Raja Xue dan menebas mereka hingga tak tersisa lagi.
Wuttttzzz!
Crakkk!
Crakkk!
Crakkk!
"Bocah-bocah laknat yang menerobos masuk ke istana kuuu...! " hardik Raja Xue telah berada di depan mata Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming Ming.
Rupanya Raja Xue telah mendapatkan informasi mengenai putranya dan keluarga putranya telah di habisi oleh Kaisar Naga Merah dan Ratu Amira Ming dari salah seorang pengikutnya yang melihat Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming membunuh Raja muda Xue Yang beserta para anggota keluarga di graha macan tutul Xue yang kemudian melaporkan hal ini kepada Raja Xue di istana.
Kini, Raja Xue telah menghunuskan pedangnya ke arah Zhang Xiao Long sedangkan istrinya dan Anak-anaknya telah menghunuskan pedangnya ke arah Putri Ming Ming di halaman depan istana nya sendiri.
"Raja Xue, dosamu sudah sangat besar sehingga kamu harus menembusnya dengan nyawamu sendiri yang tentunya akan berakhir di tanganku. " kata Zhang Xiao Long dengan nada bengis.
"Ratu Xu, aku sudah lama ingin menghabisi mu yang telah banyak membunuh rakyatku dengan cara keji namun kau selalu bersilat lidah untuk menyangkal perbuatan mu itu sampai aku harus mengumpulkan bukti kejahatan-kejahatan yang telah kamu lakukan dan sekarang sudah tiba saatnya untuk kamu menemui ajalmu di ujung sabuk sutra ku ini.. " kata Putri Ming Ming yang telah melontarkan ujung sabuk sutra putih yang meliuk-liuk di depan Ratu Xu sehingga Ratu Xu telah menghunuskan pedang untuk membabat ujung sabuk sutra milik Putri Ming Ming.
Wuttzz!
Tetapi ujung sabuk sutra Putri Ming Ming jauh lebih gesit daripada pedangnya sehingga ujung sabuk sutra telah melilit dan mematahkan ujung pedangnya lalu ujung sabuk sutra menyerang ke lehernya hingga berlubang.
Syutt,syut, syut..!
Cus!
Wuttzz!.
Zhang Xiao Long tak membiarkannya mendekati Putri Ming Ming dengan melontarkan ilmu sakti naga merah melalui telapak tangannya yang kini menghancurkan pedang Raja Xue sekaligus para pasukan Raja Xue yang mengeroyok istrinya dan tahu-tahu ujung lengan pakaiannya telah berhasil menusuk leher Raja Xue hingga berhamburanlah isi dalam leher Raja Xue di sepanjang jalan di halaman depan istana Raja Xue.
Desss!
Blaaar!
Cusss!
Bruakk!
Zhang Xiao Long mengajak Putri Ming Ming ke dalam ruangan istana Raja Xue untuk melihat lukisan yang tergantung di belakang kursi yang selalu dipakai oleh Raja Xue setiap harinya.
"Lukisan ini persis seperti lukisan di kipas emas yang kosong tanpa gambarnya sama sekali yang pernah aku lihat di rumah ku di gunung Xia.. " kata Zhang Xiao Long nada serius kepada Putri Ming Ming di sampingnya.
"Hmm, kipas emas sama dengan suling giok dan sisir perak milik Ratu Kerajaan Feng pemimpin lima Kerajaan kecil di kaki gunung Himalaya di bagian paling selatan sekali yang berdekatan dengan Kerajaan Mughal.. " kata Putri Ming Ming nada halus kepada suaminya.
"Mmmm, aku harus pulang ke rumah ku dahulu untuk mencari kipas emas yang disembunyikan oleh mendiang ibuku atau mertuamu di balik tempat tidurnya. " kata Zhang Xiao Long dengan senyuman yang menyiratkan keinginan untuk membawa pulang Putri Ming Ming ke rumahnya di desa gunung Xia.
"Kak Long, kau sungguh ingin aku mengunjungi rumah mu? " tanya Putri Ming Ming yang duduk di pangkuan Zhang Xiao Long.
"Iya, bukan hanya sekedar untuk mengunjungi rumah ku melainkan aku ingin membangun kembali rumah itu untuk kita tinggal bersama di masa depan setelah urusan kita di seluruh dunia ini selesai. " jawab Zhang Xiao Long yang mulai mencium bibir istrinya dan menjelajahi tubuh indah istrinya.
Putri Ming Ming tersentak merasakan sesuatu yang masuk ke tubuhnya dari Zhang Xiao Long yang berada di atas tubuhnya ketika dirinya di baringkan di tempat tidur di ruangan istana Raja Xue yang diganti menjadi rumah peristirahatan Kaisar Naga Merah di kota Xue an selatan.
"Auw.. Apa ini yang menembus dalam tubuhku? " tanya Putri Ming Ming yang bibir dan mulutnya di kulum oleh bibir dan mulut Zhang Xiao Long.
"Sesuatu yang akan mendatangkan kehidupan baru di masa depan yang berasal dari ku kepada mu.. " jawab Zhang Xiao Long mengguncang raga Putri Ming Ming sampai gadis manis dan menggairahkan ini mengeluarkan suara halus dan lembut di telinga Zhang Xiao Long.
"Kak Long.. Aduhh.. Cairan apakah yang kau masukan ke dalam tubuhku? " tanya Putri Ming Ming merasa letih namun nyaman di pelukan hangat Zhang Xiao Long yang selama delapan jam melakukan hal itu terhadapnya.
"Benih unggul ku dan semoga tahun depan telah hadir buah hati kita yang berasal dari tubuhmu yang indah ini.. " jawab Zhang Xiao Long yang menciumnya pada pagi harinya setelah mereka berdua terbangun dari tidur dengan senyuman puas hati dan bahagia di bibir Zhang Xiao Long.
"Hmm, begitu, ya? " tanya Putri Ming Ming yang di ajak mandi bersama di kolam mandi istana peristirahatan Kaisar Naga Merah.
"Iya, begitulah.. Sebagai seorang istri yang baik maka kau harus menuruti apa yang aku inginkan darimu. " jawab Zhang Xiao Long yang sangat memanfaatkan waktu luangnya untuk mengajak istrinya berhubungan intim dengannya.
Pada siang hari, Zhang Xiao Long mengajak istri mungilnya untuk meninggalkan istana tersebut dan juga kota Xue an selatan untuk pergi ke gunung Xia melalui pintu keluar dari kota Xue an selatan bagian utara sekali. Di tengah jalan pada suatu hari di awal musim panas tahun ketiga dirinya menjadi Kaisar Naga Merah. Dirinya ini mendapatkan hadiah istimewa dari Putri Ming Ming yang mendadak pingsan di desa kecil daun bambu bunga ungu di dekat wilayah gunung Xia.
"Ming Ming, kenapa kamu tiba-tiba jatuh pingsan seperti ini? " tanya Zhang Xiao Long nada cemas dan menggendong istrinya menuju ke desa itu.
Di dalam rumah kecil, Zhang Xiao Long menaruh istrinya di atas jerami lalu memeriksa kesehatan istrinya dan tersenyum bahagia mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan istrinya adalah ia akan menjadi seorang ayah.
"Ming Ming, terimakasih banyak untuk hadiah di awal musim panas tahun ketiga ku dengan kamu mengandung janin ku.. " kata Zhang Xiao Long mencium istrinya dengan senyuman bahagia di bibirnya.
"Kak Long, sunggukah aku sekarang ini sedang mengandung janinmu? " tanya Putri Ming Ming dengan senyuman bahagia pula.
"Iya, aku pastikan kamu mengandung bukan hanya satu janin ku saja melainkan dua janin ku dengan usia kandungan mu memasuki usia sembilan minggu atau dua bulan lebih. " jawab Zhang Xiao Long nada terharu melihat istrinya menangis bahagia di pelukannya.
"Kak Long, bagaimana ini? Apakah aku masih bisa untuk menemanimu mengembalikan pil bunga salju abadi ke sepasang hantu malam di gunung Himalaya setelah aku mengandung dua janinmu di rahim ku ini? " tanya Putri Ming Ming usai melepaskan diri dari pelukan Zhang Xiao Long.
"Tentu saja, kamu tak bisa menemani aku pergi ke gunung Himalaya setelah aku mengetahui bahwa kamu sedang mengandung dua janin ku, sayang. Karena itu aku ingin kamu menunggu ku pulang di rumah kita di puncak gunung Xia dan aku pasti akan menjemput mu pulang ke istana Kekaisaran Naga Merah pada saat itu juga. " jawab Zhang Xiao Long yang menggendongnya dengan lembut lalu melanjutkan perjalanan ke gunung Xia.
Perjalanan ke gunung Xia ternyata cukup sulit dan terdapat gangguan dari beberapa orang anggota sekte Naga Barat yang menghadang di depan pintu menuju ke gunung Xia.
"Pendekar Naga Merah, kami dari sekte Naga Barat ingin mengundang mu dan istrimu ke markas besar kami di Kerajaan Nepal. " kata pria wajah bulat kepada Zhang Xiao Long.
"Baik, aku akan datang ke markas besar sekte Naga Barat kalian sesudah aku mengunjungi rumah lama ku bersama dengan istriku ini. " kata Zhang Xiao Long nada tegas menerima itikad baik dari sekte Naga Barat terhadapnya.
"Ya, baiklah. Kami akan menunggu kedatangan kalian berdua secepatnya di markas besar sekte Naga Barat kami.. " kata salah seorang dari pria anggota sekte Naga Barat kepada Zhang Xiao Long.
Lalu Zhang Xiao Long melanjutkan perjalanan ke gunung Xia dan tiba pada dua hari berikutnya lalu mulailah Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming mencari kipas emas di bawah reruntuhan rumah lama Zhang Xiao Long.
"Dimana kamar ibu kita, Kak Long? " tanya Putri Ming Ming berjalan di belakang Zhang Xiao Long yang membuka jalan masuk ke rumahnya yang kini menjadi puing-puing dan bangunan tanpa pintu dan jendela.
"Hanya ada sisa tempat tidur ku yang tak rusak oleh mereka dan tinggalkan begitu saja.. " kata Zhang Xiao Long yang memindahkan tempat tidurnya yang kecil ke luar rumah untuk Putri Ming Ming bisa melewati ke tempat lainnya.
"Aneh sekali, kenapa aku merasakan bahwa aku sangat mengenal rumah ini padahal ini adalah pertama kali aku menginjakkan kakiku di rumah ini? " ucap Putri Ming Ming memegangi mulutnya dengan saputangan.
"Kau istirahatlah di kursi ini dan jangan banyak bergerak untuk menjaga kesehatan kedua janin ku di rahim mu dan juga untuk kesehatanmu sendiri. " kata Zhang Xiao Long menggendong istrinya dan mendudukkan istrinya di kursi masa kecilnya dahulu di rumah lamanya.
Bersambung!!