Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Zhang Xiao Long Menuju Ke Pulau Petir Hitam.


Usai mendengar percakapan antara Liu Lu Sian dan Yang Ce Yan yang membahas tentang isi hati Liu Lu Sian yang meminta tolong Yang Ce Yan untuk menjaga hati Zhang Xiao Long untuk menggantikan posisi Liu Lu Sian yang menyadari bahwa ajalnya akan tiba. Dimana, percakapan itu juga di ketahui oleh empat orang gadis lainnya di luar kamar tidur tempat Liu Lu Sian beristirahat.


Zhang Xiao Long melesat cepat menuju ke arah timur kota bunga Li dengan satu tujuan utama nya adalah menuju ke bawah puncak gunung Li yang telah di ketahui olehnya terdapat lembah sungai gunung Li yang mempunyai sebuah pulau kecil yang tak lain adalah Pulau Petir Hitam.


Pulau Petir Hitam adalah pulau buatan milik adik kandung Kaisar Li yang menyimpan pusaka milik Kekaisaran Li sejati yang menjadi salah satu dari tiga buah pusaka dunia persilatan yang telah hilang dan harus di temukan oleh Zhang Xiao Long untuk mempersatukan seluruh wilayah daratan besar.


Zhang Xiao Long juga tahu bahwa pulau Petir hitam juga merupakan tempat tinggal masa kecil Liu Lu Sian istri pertamanya yang juga sepupu nya sendiri yang telah sengaja di lenyapkan oleh pamannya itu untuk menyembunyikan pusaka dari para musuh mereka yang menyerang dan menghabisi keluarga Liu Lu Sian yang telah menyebabkan gadis itu hilang ingatan cukup parah sehingga menimbulkan penyakit yang amat berbahaya bagi kesehatan organ dalam gadis itu.


Zhang Xiao Long menggunakan tombak yang digunakan sebagai penyangga tubuhnya yang ringan melesat cepat ke bawah puncak gunung Li sehingga ia bisa tiba di atas permukaan tanah Pulau Petir Hitam.


"Pulau Petir Hitam terkurung dengan ilmu hawa sesat yang amat kuat sehingga pulau ini tidak bisa terlihat oleh sepasang mata orang biasa tapi aku bisa melihat pulau ini dengan jelas. Ini dikarenakan aku adalah keturunan asli dari Kekaisaran Li sejati. Hmm, darahku pun bisa membuyarkan halimun sesat yang mengurung pulau ini dalam waktu singkat. " Kata Zhang Xiao Long yang menatap lurus ke arah pulau yang berada di depan sepasang matanya.


Lalu, Zhang Xiao Long mengerahkan ilmu tapak sembilan naga melalui gerakan tangannya yang seperti gerakan naga meliuk-liuk di udara dengan jumlah sekitar sembilan telah meluncur dan membuyarkan halimun sesat di sekitar pulau Petir Hitam.


Whushhhh!


Bressss!


Blasshhh!


Zhang Xiao Long tersenyum senang sekali saat ia melihat pulau petir hitam telah bisa di datangi olehnya maka ia segera melesat masuk ke arah bangunan bentuk kuas giok di tangannya.


Bangunan ini berada di atas puncak gunung di pulau Petir Hitam yang memiliki kemampuan dan kekuatan Petir Hitam yang berbahaya bagi siapapun yang ingin mendaki gunung tersebut dan mengambil pusaka yang tersimpan di dalam gunung itu.


"Hmm, daya energi Petir Hitam dari pulau ini ada di sekitar gunung di depanku. Aku harus bisa menaklukkan Petir Hitam yang tentunya akan menyerang ku saat aku mendaki gunung itu dan mengambil pusaka Kekaisaran Li sejati." Kata Zhang Xiao Long memegang dagunya untuk ia bisa memikirkan cara untuk menaklukkan Petir Hitam.


Zhang Xiao Long ingatan akan salah satu dari ilmu yang pernah di pelajari olehnya di dalam gua rawa hidup di desa bambu Xin di depan rumah gurunya. Ia pun segera mempraktikkan ilmu yang berdasarkan energi dalam tubuhnya yang di salurkan ke arah gerakan tubuhnya yang melesat mendaki gunung di pulau Petir Hitam yang membuat Petir Hitam menyambar dashyat ke sekitarnya namun ia tidak mengalami yang namanya di sambar Petir.


Swushhh!


Jeggerrr!


Boom!


Zhang Xiao Long cepat gunakan ilmu sinkang gravitasi bumi dan matahari yang membuat saya kekuatan dan kemampuan energi Petir Hitam di sekitar gunung itu terdorong oleh kekuatan dari kedua telapak tangannya itu sehingga sejumlah energi hebat ini terserap olehnya.


"Argh... Astaga kenapa energi Petir Hitam masuk ke dalam diriku? " Tanya Zhang Xiao Long kaget sendiri.


Zhang Xiao Long memeriksa keadaan tubuhnya sendiri untuk memastikan dirinya aman dari kekuatan dan kemampuan Petir Hitam yang kini menyatu dengan ilmu sinkang gravitasi bumi dan matahari miliknya yang ia dapatkan dari Raja Dewa Tanpa Kepandaian di puncak gunung Thai San beberapa waktu lalu.


Zhang Xiao Long menggerakkan tangannya ke arah seluruh tubuhnya sendiri lalu ia tersenyum senang karena dia baik-baik saja. Maka ia terus melangkah maju ke sebuah gua di gunung pulau Petir Hitam dan memasukkan tangannya ke dalam gua kecil itu lalu mengeluarkan sebuah kotak bentuk persegi panjang dan melihat kotak itu di genggaman tangannya sendiri.


"Ada kata sandinya yang terdiri dari ukiran di stempel giok milik Kekaisaran He yang berada di tanganku. " Kata Zhang Xiao Long yang segera mengeluarkan stempel giok itu lalu menaruh stempel giok di atas kotak persegi panjang di genggamannya.


Kreeekk!


Kotak terbuka untuk memperlihatkan sebuah pedang bentuk naga yang mengeluarkan suara raungan naga dan cahaya sinar merah yang amat dashyat sekali.


"Pedang Naga Merah yang asli berada di tempat ini dan sekarang aku menemukan pedang hebat ini yang berarti pedang ini adalah milikku yang menguasainya. " Kata Zhang Xiao Long yang menggerakkan pedang naga merah dengan ilmu pedang gravitasi bumi dan tsunami yang di sertai dengan ilmu ginkang naga menembus awan cerah.


Swoooshhhh!


Groooou...!


Boom!


Kekuatan pedang naga merah menghantam baru gunung hingga Zhang Xiao Long harus cepat melesat meninggalkan pulau Petir Hitam yang telah hancur sungguhan oleh tebasan pedang naga merah di tangannya.


Blaaarrr!


"Ehhhh.. Aku harus mencari cara lain untuk aku bisa pergi ke ibukota Kekaisaran Li..Hmm, aku sebelum itu harus temui Kak Liu Tong dan Li Hong Xiu di kota pintu masuk ke dalam ibukota Kekaisaran Li untuk misi menghancurkan sekte lain yang masih di pegang oleh keluarga besar Perdana Menteri Chin meskipun pria tua itu telah aku bunuh tetapi keluarganya masih banyak di sekitar wilayah dalam Kekaisaran Li termasuk tiga orang selirnya yang ku dengar memiliki Ilmu kepandaian silat yang cukup mengagumkan dunia persilatan. " Kata Zhang Xiao Long di atas puncak gunung Li seraya menyimpan pedang naga merah di balik pakaiannya sendiri.


Zhang Xiao Long menoleh ke arah aliran sungai gunung Li yang berasal dari air terjun yang ada di bagian kiri tebingtinggi di gunung itu dan tak sengaja melihat adanya sepasang mata yang mencorong tajam sekali ke arah bawah gunung Li yaitu bangunan tua di kota pintu masuk ke dalam ibukota Kekaisaran Li.


"Inikah yang dinamakan air terjun sepasang mata Dewa Gunung Li yang pernah aku dengar dari mulut Li Yun Shiang brengsek itu saat kami masih kecil dan ia ingin mengajak ku ke tempat ini? " Ucap Zhang Xiao Long dengan nada sebal kepada Li Yun Shiang.


Bersambung!