
Zhang Xiao Long dengan wajah ceria kembali ke ruangan pribadi di salah satu ruangan di istana musim semi Kekaisaran Naga Merah untuk Ia bisa menemui kekasihnya di sana.
"Ming Ming,aku sudah memutuskan untuk pergi mengunjungi Kekaisaran Ming -mu pada esok hari.. " kata Zhang Xiao Long dengan suaranya yang begitu riang gembira membuka pintu ruang tersebut.
Zhang Xiao Long mengerjapkan sepasang mata dan roman wajahnya berubah usai ia tak melihat kehadiran kekasihnya di dalam ruangan itu lalu Ia melesat mencari kekasihnya di seluruh istana tersebut.
"Ming Ming..Dimana kamu?! " teriak Zhang Xiao Long dengan wajahnya cemas dan panik sekali.
"Yang Mulia... " panggil Beng Loan Ki ketika lihat Zhang Xiao Long akan menunggangi seekor kuda putih di halaman depan istana untuk cari Putri Ming Ming di seluruh wilayah Zhou selatan.
"Paman Beng, ada apa? " tanya Zhang Xiao Long sopan kepada Beng Loan Ki yang menghambat dirinya di depan kudanya.
"Apakah Anda tidak ingin melihat putri anda di rumah anda yang baru saja lahir di rumah anda? " tanya Beng Loan Ki dengan sikap kebapakan kepada Zhang Xiao Long.
"Ahmm,ya.. Tentu saja aku ingin melihat putri ku di rumah ku, karenanya aku akan pulang ke rumah ku, sekarang juga.. " Jawab Zhang Xiao Long yang mengendalikan perasaan hatinya yang gelisah memikirkan Ming Ming dan juga ia ingin melihat putrinya.
"Apakah anda memutuskan untuk pulang ke rumah anda sekarang? " tanya Beng Loan Ki yang terdengar begitu semangat untuk dukung keputusannya untuk kembali ke rumahnya lebih dahulu sebelum memutuskan untuk merantau kembali ke seluruh dunia persilatan untuk misi selanjutnya.
"Iya, Paman Beng.. " Jawab Zhang Xiao Long yang langsung memacu kudanya ke arah barat menuju ke wilayah ibukota Kekaisaran Naga Merah dengan diikuti oleh para pasukannya yang berkuda di belakang kudanya.
Sementara itu Putri Ming Ming dan kedua orang pengikutnya memutuskan untuk menempuh perjalanan ke wilayah dalam utara untuk pergi ke sekte Gobi. Gadis cantik jelita itu mempunyai misi untuk mengembalikan pusaka liontin yang berada di genggamannya kepada Gurunya di Sekte Gobi.
Di perjalanan yang amat sukar dan panjang juga panas oleh keadaan wilayah ini yang amat panas dan gersang membuat gadis itu merasakan lelah dan haus karena persediaan air minumnya telah habis di tengah jalan.
" Ahhh.. Panasnya di daerah ini.. Aku juga haus.. " kata Putri Ming Ming berjalan dengan langkah terseok-seok di padang rumput yang amat sedikit karena selebihnya hanya hamparan pasir yang di terpa angin.
"Tuan Putri, sebaiknya kita cari penginapan agar Anda bisa istirahat sejenak sebelum Anda bisa melanjutkan perjalanan Anda ke sekte Gobi, dan hamba akan mencarikan Anda makanan dan minuman untuk anda." kata Fan Hong pengawal pribadinya yang melihat wajahnya begitu pucat dan bibirnya kering.
"Iya, Fan Hong..Aku memutuskan untuk mencari penginapan di dekat daerah ini sebelum hari menjelang malam yang panjang bagiku.. " kata Puteri Ming Ming tersenyum kepada Fan Hong seraya menghapus keringat dengan saputangan sutra miliknya.
Mereka bertiga berjalan dengan semangat saat melihat adanya rumah kosong di sebuah hutan tandus yang di jadikan sebagai tempat untuk mereka bertiga beristirahat pada malam hari itu.
"Yang Mulia, hamba akan pergi berburu hewan liar untuk anda, jadi mohon anda tunggu hamba di sini bersama Yang Hui. " kata Fan Hong pamit kepada Putri Ming Ming saat mereka bertiga tiba di rumah kosong itu.
"Iya, Fan Hong berhati-hatilah dan cepatlah kau kembali kepada kami disini dengan membawa kami makanan dan minuman untuk kita semua di malam hari ini di rumah kosong ini." kata Putri Ming Ming melemparkan pedang pusaka kepada Fan Hong yang segera menerima pedang itu.
"Terimakasih Tuan Putri.. " Kata Fan Hong yang menjura hormat kepada Putri Ming Ming lebih dahulu sebelum pemuda ini melesat ke arah hutan di sebelah kanan rumah kosong di daerah pintu perbatasan antara wilayah selatan dan utara.
Brrrr!
Selagi menunggu Fan Hong kembali ke rumah kosong itu. Yang Hui mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api ungun untuk mengusir hawa dingin malam hari dan nyamuk di luar rumah kosong itu. Putri Ming Ming duduk bersila di tengah-tengah ruangan rumah kosong itu untuk istirahatkan tubuhnya yang letih.
"Kak Long, ku harap kau bisa mengerti dan juga menerima keputusan ku yang meninggalkanmu demi kebaikanmu dan rakyatmu.. Aku disini mendoakanmu hidup bahagia bersama keluarga besarmu dan selamat atas kelahiran putri mu.. Ah,kau sudah menjadi seorang ayah sekarang. " batin Putri Ming Ming.
Gadis amat cantik jelita itu meneteskan airmata kesedihan dan kebahagiaan menjadi satu meski dirinya tak bisa bersatu dengan Zhang Xiao Long namun ia masih bisa memberikan kebahagiaan untuk Zhang Xiao Long bisa memperoleh gelar penguasa dunia persilatan daratan besar.
"Ini pertama kalinya aku melihat Tuan Putri Ming Ming menangis.. Apakah dia begitu merindukan Yang Mulia Kaisar Naga Merah? Apakah dia benar-benar telah berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya setelah dia jumpa dan jatuh cinta kepada Kaisar Naga Merah? " batin Yang Hui.
Tiba-tiba api unggun yang akan dinyalakan oleh Yang Hui tertiup angin kencang yang membuat api menjadi padam dan sejumlah orang-orang yang berpakaian hitam dan bertopeng burung Phoenix Emas Sakti muncul di depan Yang Hui.
"Ka.. Kalian..! Arghhh!!! " pekik Yang Hui yang telah tewas tertusuk kayu bakar pada lambung nya oleh serangan-serangan orang-orang itu.
Lalu salah seorang dari orang-orang itu melesat cepat masuk ke ruangan rumah kosong itu dan menemukan Putri Ming Ming yang menerjang mereka dengan ilmu pedang payung sekte Gobi yang membuat orang-orang itu melesat cepat menghindari serangannya.
Wuttttzzz!
"Putri Ming Ming, kau sungguh-sungguh keras kepala sekali dengan menentang perintah dari Kaisar Phoenix Emas Sakti kami yang ingin kau datang ke istananya sesuai janjimu kepada Beliau. " kata salah seorang dari keduabelas orang anggota sekte Phoenix Emas Sakti kepada Putri Ming Ming.
"Yuen Kai, kau beritahu Kaisar mu untuk tunggu aku datang ke istananya sesuai janjiku pada waktu yang telah ditentukan oleh kesepakatan kami berdua.. " kata Putri Ming Ming dengan sikapnya yang gagah berani kepada Yuen Kai murid dari Sekte Phoenix Emas Sakti yang telah maju dan membuka telapak tangannya ke arah Putri Ming Ming lalu uap kabut mengurung Putri Ming Ming hingga gadis itu bergerak mundur dengan lincah sekali.
Wushhh!
"Putri Ming Ming.. Kau berani melawan kami..!" hardik Yuen Kai yang mengeluarkan pedangnya di tangan kanan yang langsung digunakan untuk menyerang Putri Ming Ming dengan maksud untuk menangkap gadis itu sesuai dengan perintah dari Kaisar Phoenix Emas Sakti majikan kesayangannya itu.
Wuttttzzz!
Putri Ming Ming menangkis serangan-serangan pedang di tangan kanan Yuen Kai dengan ujung pedang payungnya sehingga percikan api keluar dari kedua senjata hebat di tangan keduanya.
Cranggg!
Cranggg!
Yuen Kai mundur sebanyak lima langkah saat ia merasakan tangannya kebas dan nyaris dirinya melepaskan pedangnya, dan Putri Ming Ming menggunakan kesempatan ini melesat cepat dan melarikan diri dari pasukan sekte Phoenix Emas Sakti yang langsung mengejarnya.
"Kurang ajar..! Tangkap dia..! " Teriak Yuen Kai kepada para pasukannya.
Putri Ming Ming yang melarikan diri dari para pasukan sekte Phoenix Emas Sakti pada malam hari itu tidak melihat adanya jurang di depannya lalu gadis itu tergelincir jatuh ke dasar jurang yang sangat curam dan dalam itu.
"Sial.. Dia terjatuh ke dasar jurang hitam....! Ah, kita harus bagaimana? Apa yang harus kita lakukan untuk laporan kita kepada Kaisar kita..! " Teriak Yuen Kai menatap jurang dengan marah.
Fan Hong yang kembali ke rumah kosong itu kaget lihat Yang Hui telah tewas dalam keadaan mengenaskan dan Putri Ming Ming hilang dari tempat itu. Ia menjatuhkan hewan hasil dari perburuan nya ke tanah dengan melesat cepat untuk mencari Putri Ming Ming.
Ia terhenti di luar hutan bagian kiri karena Fan Hong melihat sosok wanita yang menyeramkan telah menerjang dirinya dan merobek-robek kulit, daging dan tulangnya hingga tak tersisa lagi.
"Cari dan temukan Gadis sialan itu hidup atau mati di jurang hitam..! " perintah dari wanita itu kepada para pasukannya yang semuanya adalah wanita-wanita wajah bopeng dengan pakaian mereka serba hitam garis-garis putih dan wanita itu satu-satunya wanita yang paling cantik jelita di antara yang lainnya dengan pakaiannya yang mewah sekali dan rambutnya di sanggul anggun menawan hati.
"Siap, Toanio (Nyonya)!! " sahut para pasukan sekte Gunung Yue kepada wanita cantik jelita itu.
Bersambung!!