Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Terkuaknya Jati Diri Liu Lu Sian.


Zhang Xiao Long membaringkan Liu Lu Sian di atas tempat tidur salah satu ruangan kamar tidur di bekas markas besar sekte beruang darah yang kini di ubah menjadi markas besar sekte naga merah cabang bunga Li oleh Zhang Xiao Long sendiri.


"Kakak.. Apa yang kamu lakukan terhadap Kak Sian sehingga ia pingsan begitu lama sekali tak sadar sampai sekarang?" Tanya Yang Ce Yan di samping tempat tidur yang di tempati oleh Liu Lu Sian.


"Aku membuka pintu hati dan ingatannya untuk mengubah takdirnya. " Jawab Zhang Xiao Long yang menggunakan ilmu sinkang bunga Xia di telapak tangannya yang di arahkan ke seluruh tubuh Liu Lu Sian untuk menyadarkan gadis itu dari pingsan yang cukup lama.


"Kak Long, aku.. Aku sekarang ingat siapa diriku dan siapa orangtua ku juga tempat tinggal aku dahulu. " Kata Liu Lu Sian yang langsung duduk di tempat tidur begitu tersadar kembali dari pingsannya.


"Adik Sian, tolong kau ceritakan padaku dengan jelas mengenai pulau Petir Hitam yang berada di bawah puncak gunung Li. " Kata Zhang Xiao Long nada halus namun tegas kepada Liu Lu Sian.


"Baik, Kak Long. Pulau Petir Hitam tertutup hawa mukjizat yang membuatnya tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa tanpa darah keturunan aslinya yang menjadi kunci untuk membuka pintu masuk ke pulau Petir Hitam karena ayahku sendiri yang telah menyegel nya dan hanya aku yang keturunannya yang bisa membukanya. " Kata Liu Lu Sian dengan jujur memberitahukan kepada Zhang Xiao Long mengenai pulaunya itu.


"Cara ku sampai ke pulau Petir Hitam mu itu bagaimana caranya?" Tanya Zhang Xiao Long yang memberikan secangkir teh hangat untuk Liu Lu Sian dari Yang Ce Yan buatkan untuk Liu Lu Sian atas perintah dari Zhang Xiao Long.


"Menggunakan ilmu pedang sakti yang dapat membuatmu melayang di atas pedangmu itu yang meluncur ke arah bawah puncak gunung Li dengan aman."Jawab Liu Lu Sian yang wajah cantiknya itu berubah pucat sekali.


" Lu Sian, kau istirahatlah di sini bersama dengan Ce Yan. Aku akan mencoba untuk pergi ke pulau Petir Hitam dengan cara yang telah kau berikan petunjuknya kepada ku. "Kata Zhang Xiao Long halus menyuruh Liu Lu Sian berbaring kembali di atas tempat tidur lalu di pakaikan selimut oleh Yang Ce Yan.


" Kakak, kau harus berhati-hati dalam perjalanan mu ke Pulau Petir Hitam dan cepatlah kamu kembali ke sini kepada kami berdua di rumah ini dalam keadaan sehat dan selamat "Kata Yang Ce Yan nada mengkhawatirkan keselamatan dan keamanan Zhang Xiao Long.


" Iya, terimakasih atas nasehat mu."Kata Zhang Xiao Long berdiri dan menyentuh puncak kepala gadis itu dengan kecupan hangatnya sebelum ia meluncur keluar dari kamar itu menuju ke arah timur kota bunga Li.


Brrrrr!


"Kak Sian, kenapa wajahmu semakin pucat? Apakah ada yang salah atau luka di dalam tubuh mu? " Tanya Yang Ce Yan meraih denyut nadi Liu Lu Sian.


"Aku menderita penyakit serius pada bagian kiri rahim ku yang disebabkan oleh pelatihan ilmu sinkang energi Petir Hitam yang aku latih sejak aku kecil di bawah bimbingan dari ibu tiriku yakni Selir Agung Kaisar Li dan sekarang penyakit ku ini semakin parah. Akhhh.. Tolong jangan kamu bantu aku untuk menjaga Kak Long untukku di kemudian hari setelah aku tiada." Jawab Liu Lu Sian yang menyerahkan tusuk konde giok motif bunga Lu putih kepada Yang Ce Yan.


"Kak Sian, kau jangan berkata seperti itu karena ku yakin bahwa dirimu akan sembuh dari penyakit mu jika kamu beritahu Kakak mengenai penyakit yang kamu derita selama ini yang telah kamu sembunyikan dari suami mu sendiri, yaitu Kak Long. " Kata Yang Ce Yan dengan tulus hati memberikan dorongan semangat untuk Liu Lu Sian.


"Adik Yan, ku ucapkan terimakasih atas hiburan mu untuk ku tapi aku tahu bahwa ajalku telah tiba dan sekarang aku ingin kau berjanji satu hal untuk ku sebelum aku menutup mataku untuk selamanya. " Kata Liu Lu Sian menangis karena ia harus pergi di usia muda.


"Apa satu hal yang ingin aku berjanji untuk mu? " Tanya Yang Ce Yan membelai lembut kening Liu Lu Sian dengan jemarinya yang halus.


"Menjadi pengganti ku untuk menjaga hati Kak Long untuk selamanya dan lahirkan anak laki-laki untuk nya untuk meneruskan keturunannya dari rahim mu sendiri untuk masa depan Kak Long." Jawab Liu Lu Sian menggenggam tangan Yang Ce Yan seraya menatap dengan tatapan mata memohon kepada Yang Ce Yan.


"Kak Sian, aku tak bisa melakukan permintaan mu itu karena aku masih terlalu kecil untuk menikah dengan Kak Long. " Kata Yang Ce Yan merinding ngeri mendengar permintaan Liu Lu Sian terhadapnya.


"Ya, aku tahu kau masih terlalu muda untuk kamu menikah dengan seorang pria seperti Kak Long tetapi suatu saat nanti kamu akan dewasa dan mengerti akan arti dari cinta dan kamu pasti ingin menjadi bagian hidupnya ketika kamu tahu bahwa kamu telah mencintainya tanpa kamu sadari sejak awal kamu jumpa dia.Yang Ce Yan kamu jangan pernah menyesal karena kamu telah menolak permintaan ku ini karena seorang Zhang Xiao Long bukanlah seorang pria biasa yang bisa mudah untuk kamu dapatkan meski kamu sudah bertemu dengannya dan dekat dengannya seperti yang terjadi padaku dan para istrinya yang sekarang ini. Aku dan mereka telah dekat dengannya namun kami tidak pernah ada seorangpun yang bisa menaklukkan benteng hati nya yang sangat kokoh bagaikan batu gunung Li sendiri. " Kata Liu Lu Sian memberitahu Yang Ce Yan mengenai Zhang Xiao Long secara detail sesuai pengamatan Liu Lu Sian di samping pria muda hebat itu.


"Aku takkan pernah menyesal telah menolak tawaran mu itu, Kak Sian. Aku Yang Ce Yan juga bukanlah seorang gadis remaja tanggung biasa yang dapat jatuh cinta pada pria dewasa dengan mudah. " Kata Yang Ce Yan yang berpikir bahwa Liu Lu Sian terlalu memuja Zhang Xiao Long bak seorang Dewa Langit saja.


Percakapan antara Liu Lu Sian dan Yang Ce Yan telah di dengar oleh Yu Lian Shing, Tilana, Xiao Feng dan Liu Yi Fei yang telah datang ke markas besar sekte naga merah cabang kota bunga Li sesudah mereka menghabisi sekte beruang darah di daerah yang telah di tunjukkan oleh Zhang Xiao Long kepada mereka..


Bersambung!