Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Hilangnya Pedang Naga Merah Yang Asli.


" Kurang ajar siapa yang sudah mencuri pedang naga merah dari ruangan rahasia ku sendiri?" Tanya Kepala daerah kota kecil Yang dengan nada marah kepada seluruh penghuni di rumah kediamannya begitu Ia mendapatkan informasi terkait ada seseorang yang memasuki ruangan pribadinya secara diam-diam oleh orang yang paling di percaya olehnya.


" K.. Kami tidak tahu menahu siapa yang telah masuk ke ruangan pribadi Anda, Tuan Besar. " Jawab seluruh para penghuni rumahnya dengan nada gugup.


" Benarkah? " Tanya Kepala daerah kota kecil Yang mendelik sebal kepada para pasukannya.


" Iya, benar Tuan besar. Kami semua bicara jujur kepada Anda. " Jawab para pasukannya dengan nada lantang kepadanya.


Lalu salah satu pelayannya melirik ke bawah meja altar patung Dewi Kuan Im dan menunjuk kepada kedua orang putranya yang pingsan di kolong meja altar patung Dewi Kuan Im.


" Keluarkan mereka dari bawah sana dan bawa mereka kepada ku dalam keadaan sadar di ruang keluarga ku. " Perintah Kepala daerah kota kecil Yang kepada pelayannya.


" Siap, Tuan besar. " Jawab pelayannya segera melaksanakan perintah nya dengan membawa kedua orang putranya keluar dari ruangan pribadinya.


Lalu seorang pelayan wanita keluar dari ruang rahasia di balik dinding belakang altar patung Dewi Kuan im dan membisikkan sesuatu yang amat penting dan rahasia kepada nya.


" Aku harus memeriksa nya sendiri. " Kata Kepala daerah kota kecil Yang melangkah ke dalam ruangan rahasianya dan Ia menjerit marah karena pedangnya telah hilang.


Para pasukannya terbelalak dengan perasaan getir karena takut mendapatkan hukuman dari nya namun Ia dengan dengusan sebal telah mengambil dua buah pedang yang tersisa dari tiga pedang miliknya yang tersimpan di dalam ruangan rahasia nya.


" Cari tahu jejak musuh yang telah datang ke ruang pribadi ku dan mencuri pedang ku.. " Kata Kepala daerah kota kecil Yang kepada orang-orang terpercaya nya itu.


" Siap, Tuan besar. " Jawab para pasukannya.


Di ruangan lain, Kepala daerah kota kecil Yang menginterogasi kedua orang putranya begitu keduanya telah sadarkan diri dari pingsan akibat serangan gelap dari pencuri pedangnya itu.


" Gao Yu dan Gao Ling beritahukan kepada Ayah kalian kenapa kalian berdua diam-diam masuk ke ruang pribadi Ayah ?Bukankah kalian sudah mengetahui peraturan di rumah kita yakni kalian di larang masuk ke ruang pribadi Ayah ?" Tanya Kepala daerah kota kecil Yang kepada kedua orang putranya yang bersujud di bawah kedua kakinya di ruang keluarga.


" Kami minta maaf Ayah karena kami telah salah melanggar peraturan rumah kita dengan kami bermain petak umpet ke ruang pribadi Ayah secara tak sengaja." Jawab Gao Yu yang cerdik kepada Ayahnya.


" Hmm, lalu apakah kalian melihat sesuatu yang seharusnya tidak boleh kalian lihat di ruangan pribadi Ayah?" Tanya Kepala daerah kota kecil Yang kepada kedua orang putranya dengan nada selidik.


" Tidak, Ayah. Kami berdua tidak pernah melihat apa -apa di sana selain altar patung Dewi Kuan Im yang terbuat dari giok dingin mahal dari kota Chiu yang pernah Ayah ceritakan dahulu kepada kami berdua sepulangnya Ayah dari Ibukota. " Jawab Gao Yu lagi dengan nada jujur dan polos di hadapan Ayahnya.


" Tidak, Ayah. Kami berdua tidak melihat siapa- siapa di sana sehingga kami berdua tidak tahu bahwa ada orang yang menyerang kami dan membuat kami pingsan. " Jawab Gao Yu dengan sepasang mata jujur dan polos kepada Ayahnya.


Kepala daerah kota kecil Yang menoleh kepada Gao Ling untuk melihat kejujuran di kedua mata putra ketiganya itu yang di ketahui dengan baik bahwa putranya itu adalah seorang anak yang lugu sekali di bandingkan dengan Gao Yu putra keduanya yang cerdik itu.


" Aku juga tak lihat apa -apa di ruangan pribadi Ayah sama seperti dengan penuturan dari Kakak Yu tadi kepada Ayah. " Jawab Gao Ling dengan wajah lugu kepada Ayah mereka.


Karena Ia tidak bisa menemukan keterangan dari kedua orang putranya itu,Kepala daerah kota kecil Yang menyuruh kedua orang putranya untuk belajar di sekolah pribadi di kediamannya yang megah.


" Baik, Ayah. Kami akan mematuhi perintah Ayah. "Jawab Gao Yu dan Gao Ling bersamaan.


Setelah kedua orang putranya meninggalkan ruang keluarga, Kepala daerah kota kecil Yang juga meninggalkan ruang keluarga untuk temui para tamu undangan yang sudah hadir di taman terbuka di halaman depan rumahnya.


" Selamat pagi dan selamat datang kepada para hadirin sekalian yang sudah menyempatkan waktunya untuk menghadiri acara perhelatan tiap satu tahun sekali yang selalu di adakan di kota kecil Yang sebagai peringatan hari ulang tahun kota kecil Yang. " Kata wakil kepala daerah kota kecil Yang melalui pidato nya kepada para tamu undangan yang hadir di peringatan hari ulang tahun kota kecil Yang.


" Ya, kami juga mengucapkan terimakasih atas undangan Tuan besar Gao kepada kami dan untuk kali ini kami mendengar bahwa Anda juga telah mengundang Raja Gi ke acara ini. Apakah berita hebat itu benar ?" Ucap perwakilan dari para tamu undangan kepada pihak rumah acara tersebut dari tempat duduk mereka masing - masing.


Zhang Xiao Long, Yu Song Bu, Dewi baju merah Yanmi, Li Hong Xiu, Song Tian Erl dan Han Lin Lin juga hadir di antara para tamu undangan di bangku barisan belakang


Selain mereka juga hadir gadis cantik jelita dan Ayahnya yang berwajah angkuh duduk di bangku barisan kedua dari barisan tempat duduk Zhang Xiao Long dan kawan-kawan.


" Pria sangar itu siapakah? " Tanya Han Lin Lin dengan berbisik kepada Zhang Xiao Long.


" Entahlah, aku tak pernah mengenalnya. " Jawab Zhang Xiao Long jujur kepada Han Lin Lin.


" Dia Raja Pedang Tan Han Liong yang berasal dari gunung Tan daerah barat. " Jawab Yu Song Bu yang serba tahu dalam nama tokoh-tokoh di dunia persilatan kepada Han Lin Lin.


" Menurutmu mereka akan membahas tentang apakah di acara ulang tahun kota kecil Yang di rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang? " Tanya Dewi baju merah Yanmi dengan nada halus kepada Zhang Xiao Long.


" Bahas kota kecil Yang sangat cocok untuk di kunjungi oleh para pelancong di seluruh negeri ini. " Jawab Zhang Xiao Long nada ringan dan tenang kepada Dewi baju merah Yanmi seraya tersenyum ke arah kepala daerah kota kecil Yang di atas podium nya.


Bersambung!