Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Desa Perbatasan Antara Desa Kecil Sungai Le Dengan Desa Danau Kuo.


Yang lain segera mengikuti mereka dengan cara yang sama kecuali Luo Guo Xiang dan Guan Xiao Tong yang hanya bergandengan tangan saja dan kini berdiri di dekat Zhang Xiao Long dan Amira Ming.


"Mmm, di depan sana sudah ada pasukan sekte elang kematian cabang sepuluh yang dipimpin oleh para dalai lama palsu yang membawa golok di tangan mereka sebagai sambutan kedatangan kita di wilayah ini." kata Zhang Xiao Long dengan nada serius menatap para musuh yang sudah menghadang mereka di pintu desa perbatasan.


"Iya,pimpinan mereka berjumlah enam orang, dan kita bisa mengatasi mereka dengan tepat dan cepat." kata Amira Ming nada tenang sekali di dekat Zhang Xiao Long.


"Kau hadapi rombongan pimpinan kumis tipis di barisan kedua." kata Zhang Xiao Long memberi arahan kepada Amira Ming.


"Baiklah." kata Amira Ming mematuhi suaminya.


"Yang Mulia,hamba Yongle memilih untuk hadapi rombongan janggut tebal di barisan ketiga." kata Tuan Ying memilih lawannya.


"Hamba barisan keempat." kata Nona Ying Ying mengacungkan telunjuknya ke atas kepalanya.


"Kalau begitu hamba dan Nona Luo Guo Xiang barisan kelima dan keenam." kata Guan Xiao Tong mengernyitkan keningnya sambil menoleh ke arah Zhang Xiao Long.


"Iya, kau harus mulai sekarang juga.." perintah dari Zhang Xiao Long kepada Guan Xiao Tong.


Guan Xiao Tong melesat dengan pedangnya itu menerjang barisan kelima dari musuh- musuh di depan mereka dengan ilmu pedang yang luar biasa hebatnya.


Wuttzz!


Barisan kelima dari rombongan musuh melesat pula dengan gesit dan menggerakkan golok di tangan mereka menyambut serangan-serangan dari Guan Xiao Tong kepada mereka.


Trang!


Trang!


Barisan ke-enam menyerang dengan golok yang ditujukan kepada Amira Ming namun dihalangi dengan cepat oleh Luo Guo Xiang dengan baik melalui pedang di tangan gadis manis itu.


Wuttzz!!


Trang!


Trang!


Barisan keempat di sambut baik oleh Nona Ying Ying yang menghadapi serangan-serangan golok di tangan para musuh dapat di hadapi dengan baik melalui gerakan ilmu pedang yang sangat mengagumkan.


Wetttzz!


Trang!


Trang!


Trang!


Barisan ketiga berkelebatan dengan cepat sekali menyerang dengan golok di tangan mereka ke arah Tuan Ying yang segera menangkis setiap serangan-serangan musuh dengan pedang yang hebat pula.


Wushhh!


Trang!


Trang!


Trang!


Amira Ming meloloskan sabuk sutra warna putih dari ikat pinggangnya lalu melontarkan pukulan yang mematikan melalui sabuk sutranya itu telah menyerang rombongan Barisan kedua dengan lihai sekali.


Tarrr!


Tarrr!


Tarrr!


Zhang Xiao Long melesat dengan pukulan yang mengandung hawa sinkang yang membuat para musuh yang dihadapinya harus berhati-hati di dalam menghadapinya.


Wushhh!


Barisan pertama menggunakan formasi golok di segala penjuru arah untuk mengurung sekaligus membantai musuh yang sangat tangguh dan menakutkan bagi mereka.


Wuttzz!


Zhang Xiao Long mengerahkan ilmu sinkang arak sakti yang diluncurkan dari telapak tangan kirinya yang langsung menghancurkan formasi golok dari musuh-musuhnya.


Dessss!


Pimpinan dari barisan pertama menyerangnya dengan golok yang meluncur ke arah keningnya dengan kecepatan tinggi namun ia dengan sikap tenang menghantam golok dengan ilmu sinkang arak saktinya.


Blarrrr!


"Arghhh! " pekik pimpinan dari barisan pertama yang terjerembab ke danau dan di makan buaya di danau itu.


Wussssh!


Brushhh!


"Arghhhhh! Tidakkkkkkkk..! " pekik para musuh dari barisan pertama.


Amira Ming melayang di udara dengan sabuknya itu berputar dengan kecepatan tinggi sehingga ia membuat musuh dari barisan kedua berjatuhan di tanah dan tangannya yang lainnya telah cepat gunakan golok musuh menebas habis musuh -musuh itu sendiri.


Crakk!


Crakk!


Tuan Ying meluncur dengan gerakan ilmu silat yang hebat dan disertai dengan pedangnya itu menebas habis musuh dari barisan ketiga yang kini hanya meninggalkan pimpinannya saja yang masih bertahan hidup untuk menghadapinya.


Crakk!


Singgg!


Trang!


Tuan Ying menangkis setiap serangan-serangan dari pimpinan barisan ketiga dengan lihai sekali sehingga ia dapat menghalau musuhnya itu tapi ia dikejutkan dengan telapak tangan musuhnya itu mengeluarkan asap tebal hingga ia menjadi kacau dalam memberikan perlawanan terhadap musuhnya itu.


"Celaka..! Tuan Ying mundurlah..! " perintah dari Zhang Xiao Long.


Amira Ming menyambar lengan Tuan Ying untuk menyelamatkan pria tua itu dari serangan maut yang dilakukan oleh musuh terhadap Tuan Ying. Dan, Zhang Xiao Long maju menyerang musuh itu dengan ilmu sinkang arak saktinya yang kini menghancurkan ilmu sinkang asap maut yang di gunakan oleh musuh untuk membunuh Tuan Ying.


Blass!


Zhang Xiao Long menggunakan telapak tangan kanannya yang melontarkan pukulan yang telah disertai ilmu sinkang bunga harum sakti telah menghantam tempurung kepala musuh hingga musuh itu hancur berkeping-keping di bagian kiri kepala.


Blaaarr!


Zhang Xiao Long juga membantu Nona Ying Ying yang menghadapi barisan keempat namun gadis itu belum juga dapat membunuh musuh dan bahkan pimpinan dari barisan keempat telah mengancam nyawa gadis itu dari samping kiri.


Wetttzzz!


Plakkk!


Plakk!


Barisan keempat langsung terdesak hebat oleh serangan-serangan balik Zhang Xiao Long yang langsung membunuh mereka hingga tak ada yang tersisa lagi dengan ilmu sinkang arak sakti di kedua telapak tangan dari Kaisar Naga Merah itu.


Amira Ming meluncur dengan sabuk sutranya itu mencambuk sejumlah besar musuh dari barisan kelima yang dihadapi oleh Guan Xiao Tong yang tersenyum senang melihat Amira Ming telah baik hati membantunya.


"Yang Mulia Ratu Amira Ming, Anda hadapi saja para anak buahnya dan biarkan hamba yang menghadapi pimpinannya." kata Guan Xiao Tong nada lembut dan perhatian kepada Amira Ming.


"Ming Ming..Mundurlah dan jaga saja Tuan Ying dan putrinya lalu biarkan Guan Xiao Tong yang menghadapi musuh dari barisan kelima." kata Zhang Xiao Long nada halus namun tegas sekali kepada Amira Ming.


"Iya,Kak Long.. " jawab Amira Ming patuh kepada Zhang Xiao Long.


Amira Ming melesat mundur dari pertempuran di depannya agar Guan Xiao Tong yang melawan musuh sedangkan wanita muda ini kembali ke dekat Zhang Xiao Long suaminya dan Tuan Ying juga Nona Ying Ying.


"Sial.. Zhang Xiao Long selalu saja menghalangi aku untuk berdekatan dengan Amira Ming gadis yang telah menjatuhkan hatiku itu." batin Guan Xiao Tong.


Luo Guo Xiang meliuk-liuk dengan lincah untuk ia bisa menghindari serangan-serangan maut dari barisan ke-enam yang pimpinannya kini telah di serang oleh Zhang Xiao Long dari jarak jauh di tempat Kaisar Naga Merah itu berdiri di dekat istrinya.


Dess!


"Heiii..!!" lengking pimpinan dari barisan ke-enam yang merasakan sakit pada dadanya.


Amira Ming melontarkan sabuk sutra secara luar biasa cepat sekali lalu melilit leher pimpinan dari barisan ke-enam yang langsung memekik ngeri karena lehernya telah membuat kepalanya itu jatuh ke danau dan ditelan buaya lalu tubuhnya pun menyusul ke danau oleh lontaran santai dari sabuk sutra di tangan Amira Ming.


Kress!


Luo Guo Xiang pun memanfaatkan kesempatan ini menghabisi para anak buahnya dengan ilmu pedang yang sangat hebat yang menebas habis seluruh pasukan itu.


Crakk!


Kini mereka hanya menunggu Guan Xiao Tong menghabisi para anak buah dari barisan kelima setelah pimpinannya di tebas menjadi dua bagian oleh Guan Xiao Tong sendiri yang telah menggunakan pedangnya.


Crakk!


Guan Xiao Tong melesat dengan pedangnya itu berkelebatan di sekelilingnya yang membuat para anak buah dari barisan kelima telah habis di tebas oleh pedangnya.


Crakk!


"Bagus.. Mari kita percepat langkah kita ke arah desa perbatasan. " kata Zhang Xiao Long yang langsung mengajak istri dan yang lainnya pergi dari tempat itu tanpa menghiraukan Guan Xiao Tong yang ditinggal begitu saja oleh mereka di pintu desa perbatasan.


Bersambung!!