
Zhang Xiao Long mengamati air kolam di depan sepasang matanya yang mengeluarkan buih- buih yang memercikkan air panas bak lahar api atau belerang yang mengeluarkan bau busuk.
"Ginseng panca ungu berada di tengah-tengah air kolam ini , dan aku harus mendapatkannya untuk menyelamatkan nyawa anak asuhku Fan Yi Xing yang menurut surat yang dikirimkan oleh Tan Tan Ling Ming bahwa anak kecil itu saat ini sedang mengalami koma akibat tenggelam di dasar danau buatan di halaman istana anak itu sendiri. " kata Zhang Xiao Long menatap lekat -lekat ginseng panca ungu yang tumbuh lebat di tengah-tengah air kolam itu.
Nguuunggg!
Grooouuu!
Suara gerangan dari dasar kolam menimbulkan gelombang yang mengeluarkan gelembung- gelembung yang membuat air kolam mengikis tanah-tanah di pinggiran kolam itu. Lalu, seekor ular piton hijau raksasa menampakkan dirinya di permukaan kolam itu dengan mencorong tajam kepada Zhang Xiao Long.
"Wahh, aku membangunkan kau rupanya, ular piton hijau raksasa yang menjadi penunggu di puncak pegunungan ini.. "kata Zhang Xiao Long tersenyum kecil melihat ular piton hijau merayap perlahan-lahan ke arahnya di pinggir kolam itu.
Mulut ular piton hijau raksasa sesekali mendesis -desis dengan lidah hitamnya menjulur keluar dari rongga mulutnya yang menampakkan gigi -gigi runcing dan dapat merobek-robek daging manusia di hadapannya.
Sshhhhhh!
Ekornya yang panjang mengayun ke arah Zhang Xiao Long yang cepat melompat menghindari sabetan ekor ular piton hijau raksasa itu dengan pindah tempat ke pinggiran lain kolam itu.
Wushhh!
Kembali ekor ular piton hijau raksasa mengejar Zhang Xiao Long ke sekeliling pinggiran kolam itu dengan maksud untuk menjerat Zhang Xiao Long untuk masuk ke dalam air kolam itu.
Betttzz!
Zhang Xiao Long dengan lincah bergerak bagai seekor lalat kecil yang mengitari ular piton hijau raksasa yang menjulurkan lidahnya yang hitam dan bau busuk kepada Zhang Xiao Long.
Wuttzzz!
Zhang Xiao Long melompat ke arah tubuh ular piton hijau raksasa lalu menggunakan pedang Naga merah menebas leher ular piton hijau raksasa itu hingga darahnya muncrat ke seluruh kolam itu.
Crakkk!
Brushhh!
Bruakkk!
Darah ular piton hijau raksasa itu menetralisir air kolam itu yang awalnya beraroma bau busuk kini memiliki aroma wangi bunga-bunga pegunungan awan bunga Naga yang selalu bersemi di musim gugur saja.
"Wahhh, cantik sekali kolam ini setelah ular piton hijau raksasa itu telah tewas di ujung pedang Naga merah ku.. " kata Zhang Xiao Long yang kini memetik beberapa ginseng panca ungu di tengah-tengah air kolam itu.
Dan, sesudah Zhang Xiao Long berhasil memetik beberapa ginseng panca ungu dan ingin turun dari puncak gunung itu untuk berkumpul kembali dengan teman-teman nya di kaki pegunungan awan bunga Naga.
Tiba-tiba sekelebatan bayangan hijau telah hadir di depan Zhang Xiao Long dengan pedangnya di hunus ke arah wajah Zhang Xiao Long sehingga Zhang Xiao Long bergerak mundur dengan cepat untuk menghindari serangan pedang ular piton hijau raksasa milik pemuda tampan berpakaian hijau di hadapannya itu.
Wushhh!
Bettzzzz!
"Zhang Xiao Long, kau sudah berani sekali untuk datang ke puncak gunung awan bunga Naga maka kau harus berani untuk mati di tanganku, Lou Zhou Yu Dewa Ular piton hijau raksasa yang menjadi penguasa pegunungan awan bunga Naga ini...! " hardik Lou Zhou Yu menyerang ke arah sepasang mata Zhang Xiao Long dengan ujung pedang yang digerakkan dengan lincah di tangannya itu.
Wuttzzz!
Cranggg!
Cusss!
"Cih, dengan ilmu seperti itu sudah berani untuk menyombongkan diri di hadapanku dengan kata -kata ingin membunuhku.. " kata Zhang Xiao Long menendang jasad Lou Zhou Yu ke jurang pegunungan awan bunga Naga hingga hancur berkeping-keping.
Dukk!
Bruakk!
Kemudian Zhang Xiao Long memperhatikan satu bunga Naga yang tumbuh di tebing-tebing jurang paling curam di pegunungan awan bunga Naga dengan penasaran sekali.
"Hai bukankah itu adalah bunga Naga giok dan emas yang tumbuh sekitar sepuluh ribu tahun sekali dan merupakan bunga Dewa langit yang sesungguhnya.. " kata Zhang Xiao Long dengan gembira menemukan bunga Naga giok dan emas yang pernah di bacanya di buku kecil milik istrinya yaitu Putri Ming Ming sekitar beberapa hari yang lalu atau sebulan yang lalu.
Zhang Xiao Long pun melayang ke arah bunga Naga giok dan emas lalu di petik olehnya dan di bungkus pakai saputangan sutra warna biru muda miliknya sendiri dan disimpan di dalam saku pakaiannya sendiri.
"Baiklah, sekarang aku bisa memberikan ginseng panca ungu kepada Liu Kang untuk diberikan kepada Fan Yi Xing di istana Kekaisaran Naga Merah secepatnya. " kata Zhang Xiao Long yang telah meluncur ke arah kaki pegunungan awan bunga Naga dengan kecepatan tinggi sekali.
Wushhhh!
Liu Kang dan selirnya, Teng Lun Dong dan Teng Lian Ni tersenyum senang melihatnya telah tiba di tempat mereka berkumpul dalam keadaan sehat dan selamat.
"Liu Kang, ini ginseng panca ungu yang telah aku dapatkan di puncak gunung ini dan cepatlah kau bawa kepada Fan Yi Xing di istana Kekaisaran Naga Merah agar anak itu cepat sadar dan sehat kembali seperti semula." kata Zhang Xiao Long memberikan bungkusan saputangan sutra putih kepada Liu Kang yang cepat menerimanya dan menyimpannya di saku pakaian pengawalnya itu.
"Siap, Paduka, hamba akan melaksanakan tugas dari Anda dengan sempurna.. " jawab Liu Kang yang cepat mengajak selirnya meninggalkan pegunungan awan bunga Naga setelah mereka berdua pamit kepada Zhang Xiao Long.
Brrrr!
"Yang Mulia, urusan untuk membantu Liu Kang telah selesai dengan sempurna sebaiknya kita secepatnya pergi ke dalam wilayah pegunungan Himalaya untuk urusan cincin giok yang telah di duga oleh kita berada di tangan Sekte Harimau gunung Himalaya. " kata Teng Lun Dong dan Teng Lian Ni bersemangat untuk membalaskan dendam ayah mereka kepada seluruh sekte Harimau gunung Himalaya.
"Baiklah.. Mari kita berangkat.. " kata Zhang Xiao Long melesat cepat ke arah utara dalam wilayah pegunungan Himalaya bersama dengan Teng Lun Dong dan Teng Lian Ni yang menjadi dua orang pengikutnya yang setia.
Brrrr!
Zhang Xiao Long, Teng Lun Dong dan Teng Lian Ni tiba di sebuah perkampungan yang seluruh penduduknya bermatapencaharian sebagai seorang peternakan biri-biri. Di sana, mereka tak pernah sengaja melihat seorang gadis cantik dan manis yang bertarung dengan sengit sekali melawan seorang pemuda tampan yang sinar matanya sangat ganas sekali dan di tambah ilmu pedang pemuda itu pun sangatlah kejam bukan main.
Wuttzzz!
Gadis cantik manis itu dengan pedangnya yang cukup lihai berusaha untuk menyelamatkan diri dari serangan-serangan maut pedang di tangan pemuda kejam itu sampai berkali-kali memutar pedang untuk melindungi dirinya sendiri.
"Hahahaha Ching Erl sebaiknya kamu menyerah saja kepada ku mungkin aku bisa mengampuni nyawa mu karena kamu sudah berkali-kali untuk menentang ku yang menjadi Kakak seperguruan mu itu.. " kata pemuda keji itu dengan seringai merendahkan kepada gadis yang bernama Ching Erl.
"Luo Bun Song, kau jangan berharap aku akan menyerah kepada orang busuk sepertimu..! Aku Ching Erl lebih suka memilih untuk mati secara terhormat daripada aku harus menyerah kepada mu dan menjadi bulan-bulananmu..! " bentak Ching Erl yang memainkan ilmu pedang yang di harapkan bisa menyelamatkan dirinya dari ujung pedang di tangan pemuda keji yang meluncur ke arah lehernya itu.
Namun sebuah tongkat tipis telah menangkisnya sehingga nyawa gadis itu terselamatkan dengan sempurna bahkan Luo Bun Song terbelalak lihat lawannya telah menghilang dari pandangannya itu dan tahu-tahu seorang pemuda tampan telah berdiri di hadapannya dengan tongkat tipis itu mengarah kepadanya.
Bersambung! !