Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Menerima Undangan Untuk Mengunjungi Istana Kerajaan Dalibisi.


Setibanya Zhang Xiao Long bersama gadis kecil yang bernama Yang Ce Yan di pintu masuk ke salah satu dari desa di daerah puncak gunung Thai San. Ia dapat melihat sekelompok orang yang mengelilingi rombongannya yang berdiri di depan tandu Puteri Ching Ching segera melesat dengan cepat dan tiba di depan Liu Lu Sian dan rombongannya sampai membuat kaget dari para pasukan Kerajaan Dalibisi yang di pimpin oleh Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi.


"Siapakah anda dan orang-orang anda ini yang telah berkumpul di depan orang-orang ku? " Tanya Zhang Xiao Long nada sopan dan sikap yang menggetarkan hati Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi yang terpana melihat sikapnya yang begitu agung.


"Aku adalah Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi yang ingin mengundang anda dan keluarga serta orang-orang anda untuk mengunjungi Istana kami di Dalibisi. " Jawab Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi dengan sikap sopan dan hormat kepada Zhang Xiao Long.


"Aku sungguh terkesan dengan itikad baik dari anda Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi yang menginginkan aku datang ke istana anda.Baik, aku menerima undangan anda dengan senang hati sekali. " Kata Zhang Xiao Long tersenyum ramah kepada Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi.


"Ya, silakan Yang Mulia naik ke punggung kuda hitam anda dan ikuti langkah rombongan kami yang akan memandu jalan Anda menuju ke istana Kerajaan Dalibisi kami yang sederhana. " Kata Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi nada hormat kepada Zhang Xiao Long.


"Terimakasih Pangeran. " Jawab Zhang Xiao Long yang memberikan isyarat untuk kelima orang istrinya untuk naik dan masuk ke kereta kuda bersama dengan Yang Ce Yan. Sedangkan untuk para pasukan Kekaisaran naga merah naik ke atas punggung kuda mereka masing-masing.


Lalu mereka memacu kuda mengikuti derap kaki -kaki kuda dari rombongan Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi yang menunjukkan jalan yang benar untuk menuju ke Kerajaan Dalibisi.


Angin kencang dan butiran pasir warna kuning dan putih menjadi satu yang menerpa mereka namun derap kaki-kaki kuda mereka bagaikan gelombang angin yang berhembus di bantaran atau tumpukan pasir yang tebal namun terdapat beberapa rumput di antara pasir-pasir tersebut.


"Wahhh.. Pemandangan fatamorgana yang amat menakjubkan sekali... !" Lontaran kata kagum yang keluar dari mulut Liu Yi Fei yang melihat keajaiban alam dari jendela kereta kuda yang di tumpangi olehnya dan para gadis kesayangan Zhang Xiao Long.


"Pemandangan alam di daerah ini memang luar biasa indahnya tetapi tidak ada yang bisa saingi keindahan alam di pulau giok. " Kata Liu Lu Sian yang kembali mengingat masa kecilnya di pulau giok.


"Pegunungan Xian Yue lebih menarik lagi dari semua daerah yang ada di daratan besar. " Kata Yang Ce Yan menyombongkan daerahnya sendiri kepada gadis-gadis di depannya itu.


"Aku berasal dari daerah timur laut yang paling timur sekali dan sepasang bola mata ku ini dari darah keturunan ayahku dan rambutku berasal dari keturunan ibuku. Intinya aku ini sehat dan alami dari alam semesta ciptakan diriku." Jawab Yang Ce Yan membanggakan kecantikan alami pada dirinya sendiri.


"Hmm, daerah paling timur dari daerah timur laut itu daerah apakah? " Tanya Xiao Feng merasa penasaran dengan pembicaraan antara Yu Lian Shing dengan Yang Ce Yan di depannya. Gadis itu duduk berdampingan dengan Liu Lu Sian dan Tilana sedangkan Yu Lian Shing duduk di dekat Liu Yi Fei yang menghadap pintu kereta kuda yang tertutup rapat dengan di depannya duduk Bi Lian dan Tuan Fan yang mengendalikan jalan kereta kuda.


"Daerah suku campuran antara Manchuria dan Kekaisaran Beruang Putih yang menjadikan aku sebagai seorang gadis kecil yang manis sekali. " Jawab Yang Ce Yan tersenyum lebar sekali yang menambah kecantikannya yang luar biasa.


"Hmm, kau terlalu menyombongkan dirimu yang tidak ada apa-apa sama sekali jika kamu dapat dibandingkan dengan Ratu Dewi Pulau Mutiara Es di wilayah kepulauan paling utara dari pulau abadi tempat tinggal mendiang Kaisar Ming Huan di masa kecilnya dahulu. Intinya gadis itu adalah seorang gadis paling cantik jelita di dunia ini dan juga paling sakti sekali. " Kata Liu Lu Sian tersenyum membangga-banggakan gadis yang pernah dilihat olehnya di dalam lukisan yang pernah di buat oleh mendiang Ayahnya dahulu yang pernah ia dengar dari mulut mendiang Kaisar Ming Huan kepada Yo Hu wakil ketua dunia persilatan Kekaisaran Ming yakni ayah adopsi nya.


"Ayahku siapa? Lukisan itu juga pernah aku lihat tapi di mana dan kapan? " Batin Liu Lu Sian yang tersentak sendiri dengan ucapan yang keluar dari mulutnya sendiri karena terbawa suasana percakapan mereka semua di kereta kuda.


Zhang Xiao Long yang berkuda di depan kereta kuda yang mengawal tandu Puteri Ching Ching yang dipikul oleh sejumlah pasukan Kekaisaran naga merah telah mendengarkan percakapan yang berasal dari kereta kuda. Dan, Zhang Xiao Long diam-diam menggali pikirannya dalam misi lain dari misi perjalanannya menuju Kekaisaran Li.


"Aku harus mencoba untuk gunakan darah Liu Lu Sian untuk membuka rahasia di lukisan kosong di dalam saku pakaianku saat ini agar aku tahu dimana pulau petir hitam berada dan pusaka dunia persilatan yang sedang aku cari selama ini di dalam perjalanan ku di dunia ini. Selain itu, aku harus bisa menemukan pulau giok dan puncak gunung sembilan naga emas di pulau naga langit untuk tiga pusaka dunia persilatan yang hilang dapat aku raih secara bersamaan dengan caraku sendiri. " Pikir Zhang Xiao Long.


"Kaisar Naga Merah sungguh diluar dugaanku yang berpikir bahwa ia hanyalah seorang pria muda biasa saja namun kenyataannya adalah ia seorang pria muda yang sangat tampan sekali dan luarbiasa mengagumkan hatiku. " Pikir Puteri Mahkota Kerajaan Dalibisi yang berkuda di dekat rombongan Zhang Xiao Long. Gadis itu diam-diam memerhatikan gerak -gerik Zhang Xiao Long yang memikat hatinya secara ajaib sekali namun ia harus bisa menjaga kesopanan dan moralitas sebagai seorang putri Mahkota Kerajaan Dalibisi yang telah bertunangan dengan Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi yang berkuda di samping kuda yang di tunggangi olehnya itu.


"Aku harus bisa mendapatkan kepercayaan dari Kaisar Naga Merah untuk Ayahanda dan Ibunda mempercayai kemampuan ku sebagai calon Raja baru di Kerajaan Dalibisi agar posisi ku tak di ambil alih oleh Pangeran Kedua yang memiliki hubungan dengan erat dengan keluarga Raja dari Kerajaan Bhutan di Barat." Pikir Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi yang berkuda di dekat rombongan Zhang Xiao Long dengan sesekali ia melirik ke arah pemuda yang rambutnya terurai lepas namun tidak mengurangi ketampanan dan kegagahan alami dari Kaisar Naga Merah.


Bersambung!