Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kekaisaran Wu Bagian Lima.


"Kak Long, batu giok emas tersimpan di dasar jurang gunung kaki ayam di dekat kaki gunung Wu bagian paling utara sekali yang aku dengar dan ketahui melalui pengalaman guruku di dunia persilatan daratan besar. " Jawab Tan Tan Ling Ming tersenyum manis kepada Zhang Xiao Long yang segera mencatat lokasi untuk mencari dan menemukan batu giok emas untuk menolong istri dari kepala desa Yan Bun Jin yang terkena racun kalimaya perak.


"Baiklah, aku akan segera pergi ke gunung kaki ayam sekarang juga untuk aku segera temukan batu giok emas itu.. " Kata Zhang Xiao Long yang mengambil buntalan perjalanannya dari Tan Tan Ling Ming.


"Kak Long, aku akan menunggumu di sini. Kau harus berhati-hati di dalam perjalananmu ke gunung kaki ayam. " Kata Tan Tan Ling Ming di depan Zhang Xiao Long yang merangkul istrinya sejenak sebelum berkelebat pergi dari rumah kepala desa besar Kenari Wu.


Brrrr!


Perjalanan yang harus di tempuh oleh Zhang Xiao Long menuju ke gunung kaki ayam hanya memakan waktu tiga hari dua malam saja. Hal ini karena Zhang Xiao Long telah mempelajari peta wilayah Kekaisaran Wu di luar kepalanya. Ia kini menatap gunung kaki ayam dengan senyum yakin bahwa ia bisa menemukan batu giok emas di jurang gunung tersebut.


"Bentuk gunung ini benar-benar persis kaki ayam jantan dengan di dua sisi jalan menanjak persis selaput kaki -kaki ayam.. " Kata Zhang Xiao Long yang mulai mendaki gunung kaki ayam dengan ilmu ginkang naga terbang ciptaan mendiang Kaisar Ming Huan yang telah mewariskan ilmu- ilmu terbaiknya untuk Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long mengamati garis tanah pada gunung ini yang di tepi jalannya terdapat pohon- pohon berduri seperti kaktus tapi bukan kaktus namun berbahaya bagi siapapun yang tidak kenal medan gunung kaki ayam.


"Aku harus menemukan batu giok emas di sana. " Kata seorang gadis muda usia sebaya dengan Tan Tan Ling Ming yakni empat belas tahun dan tubuhnya pun sama -sama indah bukan main dan apalagi wajahnya sama-sama cantik jelita luar biasa tiada duanya di dunia ini..Gadis itu adalah Putri Keiko Yamaguchi atau Putri Lu Bing Bing yang sedang mencari jalan untuk masuk ke jurang gunung kaki ayam.


Zhang Xiao Long telah sampai di dekat gadis itu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya yang sangat tampan luar biasa sampai Putri itu terpesona dengan ketampanannya yang tiada tara di dunia ini.


"Nona, sayang sekali tempat ini telah menjadi milikku yang akan lebih dahulu mengambil batu giok emas daripada dirimu atau orang lain. " Kata Zhang Xiao Long yang meluncur turun ke jurang gunung kaki ayam dengan cepat sekali.


"Heii.. Apa maksudmu?? " Tanya Putri Lu Bing Bing yang tak mau kalah dari Zhang Xiao Long segera meluncur pula ke jurang gunung kaki ayam.


Brrrrr!


Mereka berlomba-lomba untuk menerobos awan -awan yang jumlahnya mencapai sepuluh ribu lapisan-lapisan awan putih yang mengurung seluruh jurang gunung kaki ayam itu. Dan, Zhang Xiao Long lah lebih dahulu sampai di jurang itu lalu melesat masuk ke dalam tanah yang telah di hancurkan olehnya dengan ilmu sinkang arak sakti saat ia meluncur ke jurang gunung kaki ayam.


Blaaarr!


Putri Lu Bing Bing menggunakan sabuk sutra nya yang meluncur ganas ke dalam tanah dan ia telah melilitkan sabuk sutra nya ke batu giok emas sebelum tangan Zhang Xiao Long ingin mengambil batu giok emas itu.


Srrrrtt!


"Hei.. Kau takkan pernah bisa mendapatkan batu giok emas itu..! " Hardik Zhang Xiao Long yang menggerakkan ilmu silat elang naga merah yang membuatnya meliuk-liuk dengan kecepatan yang tak terduga oleh lawannya yang langsung kaget secara otomatis dan melepaskan batu giok emas yang tadinya di tangan gadis itu kini telah berpindah ke tangan Zhang Xiao Long.


"Aihhh... Cepat kau berikan batu giok emas itu kepadaku.. Atau aku akan membunuhmu..!" Hardik Putri Lu Bing Bing yang melancarkan ilmu sinkang tapak matahari darah ke arah dada pria muda itu.


Wuttttzz!


Zhang Xiao Long dengan gesit telah bergerak ke arah samping lalu tangannya menggunakan ilmu sinkang arak sakti yang langsung menghantam hancur ilmu sinkang tapak matahari darah milik Putri Lu Bing Bing.


Desss!


Wuttttzz!


Zhang Xiao Long menggunakan ilmu silat arak sakti yang membuat tubuhnya bergerak seperti orang mabuk berat namun sangat gesit bak belut licin yang tak pernah bisa di sentuh oleh sabuk sutra milik Lu Bing Bing.


Betttzzz!!!


Lu Bing Bing kaget lihat Zhang Xiao Long telah melayangkan pukulan telak langsung ke dahi nya sampai ia memekik kaget dan wajahnya pucat lalu ia terjengkang ke tanah di atas rumput di dalam jurang gunung kaki ayam dan tewaslah gadis itu di tangan Zhang Xiao Long.


Plakk!


Zhang Xiao Long menyimpan batu giok emas di dalam pakaiannya lalu melayang naik ke gunung kaki ayam dengan lebih cepat lagi untuk dirinya bisa segera kembali ke desa besar awan kenari Wu.


Brrrrr!


Di tengah jalan kembali ke desa tersebut muncul seorang pria berkumis tebal yang membawa tombak besar dengan wajahnya yang ganas telah menghadang Zhang Xiao Long.


Wuttttzz!


Zhang Xiao Long bergerak mundur secara lihai saat tombak besar dari pria berkumis tebal itu yang menghunus ganas ke arahnya sehingga is selamat


Wuttttzz!


Kembali tombak besar dari pria berkumis tebal itu menyerangnya dengan kecepatan yang cukup membahayakan dirinya sehingga ia gunakan ilmu ginkang nya yang lincah menghindari tiap tusukan tombak besar dari pria berkumis tebal itu yang ingin membunuhnya itu.


Wushhhh!


Zhang Xiao Long menggunakan ilmu ginkang ulat sutra yang membuatnya berkelebat ke arah pria berkumis tebal itu yang tercengang kaget ketika ia menghantam pukulannya dengan tepat ke wajah pria berkumis tebal itu remuk.


Brakkkk!


Zhang Xiao Long menendang tombak besar dari pria berkumis tebal itu yang telah terlepas dari genggaman tangan pria berkumis tebal itu usai pria berkumis tebal itu telah tewas di tangan Zhang Xiao Long ke arah barat posisinya berada di pintu masuk ke desa besar awan kenari Wu.


Wusshhhh!


Tombak besar itu meluncur dengan tepat dan menancap ke tenggorokan seorang wanita muda yang ingin menyerangnya dengan pedang dari arah barat.


Jlebb!


Bersambung!!