
"Putri Ci Xian Xian, ku ucapkan terimakasih atas kesediaanmu untuk menyerahkan kedua buah pusaka Kerajaan Ci kepada ku. " kata Zhang Xiao Long nada tulus kepada Putri Ci Xian Xian.
"Sama-sama Tuan Besar.. " jawab Puteri Ci Xian Xian memberikan hormatnya dengan anggun kepada Zhang Xiao Long.
"Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan kita ke daerah lainnya di seluruh wilayah timur laut untuk tujuan utama kita adalah mencari tahu jejak pusaka yang dikabarkan hilang dari tangan Putri Ming Ming yang telah menjadi incaran baik para tokoh-tokoh bersih dunia persilatan daratan besar maupun para tokoh-tokoh sesat dunia persilatan daratan besar. " kata Zhang Xiao Long nada serius kepada keempat orang pengikutnya.
"Siap, Tuan Besar.. " jawab Liu Tong dan yang lainnya yang segera menyusulnya keluar dari istana Kerajaan Ci menuju ke arah hutan gunung Ci yang menjadi pintu keluar dari wilayah suku Ci ke arah lainnya.
"Hutan kijang putih yang kita datangi merupakan jalan pintas untuk keluar dari wilayah suku Ci dan kita akan masuk ke wilayah suku Chang di bagian barat hutan ini. " kata Putri Ci Xian Xian yang memimpin mereka untuk keluar dari wilayah suku Ci dengan tepat.
Di tengah jalan mereka berlima menemukan dua jalan yang membentang di depan mereka untuk menghubungkan antara wilayah suku Ci dengan suku Chang di gunung yang sama namun hanya dibatasi oleh hutan dan sungai hijau dengan tetumbuhan bunga teratai yang daunnya berbulu halus sebagai jalan menuju ke wilayah suku Chang.
"Hutan kijang putih memiliki dua jalur di depan sana yang bisa menghubungkan antara wilayah suku Ci dengan wilayah suku Chang juga suku Bi dan suku Yu namun untuk mencapai empat dari wilayah yang berbeda-beda itu adalah melalui jalur air sungai Ci yang aman menembus ke arah muara sungai Chang sebagai pintunya. " kata Putri Ci Xian Xian yang mengambil perahu yang di ikat di batang pohon di tepi sungai itu lalu dibawa ke depan Zhang Xiao Long.
"Baik." jawab Zhang Xiao Long nada singkat.
Zhang Xiao Long duduk bersama dengan Liu Tong dan Nona Shiu Chiu di dalam perahu yang di dayung oleh Pendekar Zhao yang mengikuti petunjuk dari Putri Ci Xian Xian yang duduk di tepi perahu dekat pemuda tampan itu.
Di dalam perjalanan mereka kali ini. Zhang Xiao Long termenung memikirkan keselamatan Putri Ming Ming yang hari demi hari, bulan demi bulan dan waktu setahun pun telah terlewati dengan hatinya semakin besar untuk melepaskan segala yang ada di dalam dirinya hanya untuk dirinya bisa mengatakan bahwa ia merindukan gadis itu.
"Ming Ming.. Dimana pun kamu berada? Aku pasti akan menemukanmu dan menyelesaikan masalah yang dihadapi olehmu..! Ming Ming kau tunggulah aku di istana sepasang hantu malam di gunung Himalaya dan bersabarlah aku pasti akan menemukan pusaka itu untuk menukar dengan dirimu. "batin Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long menatap langit biru yang telah memperlihatkan awan-awan putih yang cerah yang menunjukkan bahwa musim semi telah tiba kembali sehingga suasana hangat menyelimuti hutan kijang putih.
" Heii... Aku mencium aroma Ming Ming dari arah samping kanan ku.. "pikir Zhang Xiao Long yang tersentak dari lamunannya lalu menengok ke arah pepohonan yang tadinya dedaunan sekitar begitu tenang kini bergesekan seakan-akan ada seseorang yang berkelebatan di dahan-dahan di pepohonan yang berbaris di pinggiran sungai Ci.
Kresek!
Zhang Xiao Long melompat ke atas pohon yang di bawahnya di lalui oleh perahu yang berlayar di permukaan sungai Ci yang di dayung oleh Pendekar Zhao dengan terampil sekali.
"Yang Mulia, ada apa di atas pepohonan itu? " tanya Liu Tong menengadahkan kepalanya ke arah Zhang Xiao Long yang melompati sejumlah dahan pohon ke pohon lainnya seperti seekor tupai yang amat lincah sekali.
Zhang Xiao Long meluncur lebih cepat daripada perahu yang di dayung oleh Pendekar Zhao yang akhirnya tiba di daratan yang sekitarnya ada bunga teratai warna merah muda, lalu Liu Tong dan yang lainnya melompat keluar dari perahu untuk mengikuti gerakan Zhang Xiao Long yang meluncur ke arah depan bangunan yang atapnya ada patung sepasang burung merak.
"Sekte burung merak Chang.. " baca Liu Tong yang membaca tulisan di atas papan di dinding pintu gerbang utama bangunan di depan mereka berlima.
"Hmm.. Aku akan mencoba untuk masuk ke dalam bangunan ini.. " kata Zhang Xiao Long yang menggunakan ilmu sinkang arak sakti di tangan kanannya ke arah pintu gerbang utama ke bangunan itu.
Lalu...
Brakkk!!
Pintu gerbang utama ke bangunan itu terbuka lebar dan memperlihatkan bahwa isi bangunan itu adalah kosong melompong tak ada apapun dan siapapun di dalamnya.
Namun Zhang Xiao Long dengan melangkah ke dalam bangunan itu dengan tenang sekali untuk memeriksa seluruh ruangan di dalam bangunan itu. Zhang Xiao Long menemukan dua buah tiang-tiang penyangga lilin di meja sembahyang di depan aula utama bangunan itu terlihat ada bekas asapnya oleh sepasang mata tajamnya.
"Ada orang yang pernah datang ke bangunan ini sebelum aku datang ke sini.. " kata Zhang Xiao Long yang meraih kedua besi di tiang-tiang penyangga lilin di depannya itu.
Zhang Xiao Long melesat cepat berbelok ke arah kanan aula utama bangunan itu lalu menemukan seseorang yang terikat di ranjang dalam ruangan kamar di sebelah kanan aula utama bangunan itu.
"Heiii.. Siapakah kamu itu? " tanya Zhang Xiao Long yang telah melompat mundur ketika gadis di ranjang itu melontarkan ranjang ke arahnya namun ia tidak diam begitu saja karena ia telah meninju ranjang hingga hancur dan gadis itu jatuh di lantai.
Brakk!
"Bunuh aku..! Bunuh.. A.. Bunuh akuuu..! " teriak gadis itu yang berguling-guling di lantai dengan sorotan matanya yang bengis kepada Zhang Xiao Long yang menunduk menatapnya.
"Kenapa kau meminta ku untuk membunuhmu? " tanya Zhang Xiao Long hati -hati.
"Karena aku telah berkhianat terhadap majikan ku yang sudah bertahun-tahun menjagaku...! Aku Cui Shing pantas untuk mati berulang kali..! " jawab gadis itu yang sepertinya sudah tak waras lagi saking banyaknya luka di sekujur tubuhnya.
Bersambung!!