Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Hutan Rawa Tanpa Nama


Sebelum Nalan Yan Ran menjawab pertanyaan dari Zhang Xiao Long dan Li Hong, ia melihat ekor mata Zhang Xiao Long memberinya isyarat untuk tidak menjawab dahulu. Hal ini disebabkan suara pepohonan di sekitar mereka yang saling bersahutan terdengar seperti suara sekelebatan sejumlah orang yang datang ke arah mereka.


Werrrrrr...!


Zhang Xiao Long menarik lengan Nalan Yan Ran dan Li Hong mundur menjauhi tepi rawa yang mengeluarkan bau busuk tak nyaman di hidung mereka bertiga.


Whuuush!!


Dan, muncullah sejumlah orang berpakaian ala suku Ye meloncat keluar dari dalam air rawa dengan sejumlah senjata tajam berupa pedang panjang yang menyerang ke arah mereka bertiga.


Whooshh!


Zhang Xiao Long menggerakkan lengan pakaian nya yang di sertai ilmu sinkang arak sakti yang di kibaskan ke arah sejumlah pedang panjang milik para pasukan putra mahkota dari Adipati Senior Ye yang menyebabkan sejumlah pedang panjang itu hancur berkeping-keping sekaligus sejumlah pemiliknya pun tewas terkena dampak ilmu sinkang arak sakti.


Dessss!


Blaarrr!!


Lalu terpaan angin kencang yang berasal dari sejumlah orang yang melayang dari pepohonan di sekitar mereka telah menerjang dengan ujung tombak yang mengarah ke arah mereka.


Whusshhh!


Kembali Zhang Xiao Long menggunakan ujung lengan pakaiannya yang kibaskan menghantam sejumlah orang itu dengan membalikkan ujung tombak milik musuh ke arah para musuh sendiri yang memekik karena tebasan tombak mereka telah memotong tubuh dan kepala mereka.


Crakkk!


Nalan Yan Ran dan Li Hong terbelalak kagum pada kehebatan ilmu sinkang yang dimiliki oleh Zhang Xiao Long yang telah menghabisi musuh dalam waktu kurang dari satu detik saja.


"Kalian berdua tunggulah aku di sini sampai aku dapat menemukan perahu untuk kita gunakan menerjang rawa tanpa nama ini. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada kedua orang gadis cantik jelita di dekatnya.


"Iya, Kak Long.. " Jawab Li Hong segera dengan nada bangga menjadi adiknya Zhang Xiao Long.


"Baik, Yang Mulia. " Jawab Nalan Yan Ran yang terpana dengan pesona Zhang Xiao Long.


Brrrr!


Zhang Xiao Long melesat dengan sangat cepat ke arah timur dari lokasi mereka saat ini. Ia pun tersenyum senang menemukan perahu yang tak terpakai di dekat pesisir pantai rawa.


"Hmm, di tengah-tengah rawa tanpa nama ada ular raksasa yang tertidur pulas di dalamnya. Ah, aku harus mencari cara lain untuk mengambil perahu itu. " Kata Zhang Xiao Long yang telah meloncat dengan cepat menuju ke perahu yang langsung di dayung dengan menggunakan ujung dahan pohon yang telah di patahkan olehnya dari atas pohon sebelum Ia melayang ke perahu.


Nalan Yan Ran dan Li Hong segera melompat ke perahu begitu mereka berdua telah melihat pria muda hebat itu telah mendayung perahu ke arah mereka.


"Sekarang kita lanjut menuju ke arah seberang rawa tanpa nama ini. " Kata Nalan Yan Ran yang menjadi petunjuk arah bagi Zhang Xiao Long dari Li Hong untuk menyelamatkan pangeran ketiga Li Jing Yu yang ditawan oleh putra dari Adipati Senior Ye.


"Nalan, ceritakan pada ku bagaimana Pangeran ketiga Li Jing Yu bisa ditawan oleh putra dari Adipati Senior Ye?" Tanya Zhang Xiao Long yang duduk di pinggir perahu sambil mendayung perahu menuju ke arah yang telah ditunjukkan oleh Nalan Yan Ran kepada mereka.


"Pangeran ketiga Li Jing Yu melakukan misi untuk menyelidiki kasus korupsi pajak di daerah kabupaten Nan dengan cara meninjau lokasinya secara langsung tetapi di tengah jalan menuju ke lokasinya rombongan yang mengawal Pangeran ketiga Li Jing Yu di serang oleh sejumlah orang yang tak lain adalah orang-orang putra dari Adipati Senior Ye yang telah membunuh semua orangnya lalu menawannya di hutan tengah rawa tanpa nama ini yaitu di sana itu. " Jawab Nalan Yan Ran menunjukkan tempat Pangeran ketiga Li Jing Yu di tawan kepada Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long menoleh ke arah yang telah di tunjukkan oleh Nalan Yan Ran kepadanya dan Ia melihat hutan di tengah Rawa tanpa nama itu terdapat seorang pemuda berusia dua puluh tiga tahun yang di kurung dalam kerangkeng besi yang akan ditenggelamkan ke air rawa yang penuh ikan piranha di dalamnya.


"Li Jing Yu, apakah kamu masih bersikeras untuk menyelidiki kasus korupsi pajak di daerah ini? " Suara keras seorang wanita yang duduk di atas dahan pohon dengan kail pancing ikan di atas kerangkeng besi tempat Li Jing Yu di kurung.


"Iya..! " Jawab Li Jing Yu dengan berani sekali.


"Apakah kau tidak takut tubuh mu akan di sayat oleh gigi -gigi ikan kecil yang ganas di bawah kerangkeng besi mu itu? " Wanita itu sepertinya menikmati sekali ketika ia melihat Li Jing Yu berusaha untuk menjauhkan sepasang kakinya dari air rawa ketika kerangkeng besi di bawah telah di buka oleh pihak musuh yang ingin bunuh dirinya dengan cara menyiksanya perlahan-lahan melalui gigi-gigi sadis ikan -ikan piranha.


"Tidakk...! " Jawab Li Jing Yu yang melompat ke atas langit-langit kerangkeng besi tempatnya di kurung untuk menghindari ikan-ikan piranha yang mulai mencari-cari mangsa di dalam air rawa yang telah masuk ke dalam kerangkeng besi itu.


Zhang Xiao Long yang telah melihat Li Jing Yu dalam bahaya besar segera menggunakan ujung dahan pohon yang di jadikan dayung memukul air rawa yang membuat kerangkeng besi yang mengurung Li Jing Yu melayang ke arah perahu nya, lalu sabuk sutra putih di tangan lainnya telah membawa Li Jing Yu ke perahunya dengan sangat cepat sebelum kail pancing di tangan wanita sadis itu ingin menyambar kaki kanan Li Jing Yu begitu melihat kerangkeng besi yang mengurung putra ketiga dari Kaisar Li tiba-tiba melayang ke arah perahu yang ditumpangi oleh seorang pemuda remaja dan kedua orang gadis remaja pula.


Wuuuttzzz!


Zhang Xiao Long dengan tangkas meniupkan air rawa melalui hawa sinkang gravitasi bumi dan tsunami yang membuat air rawa menghantam wanita yang duduk di dahan pohon di dekat hutan tengah rawa tanpa nama sehingga wanita itulah yang menjadi mangsa empuk bagi ikan -ikan piranha.


Brushh!


"Arghhhh!!! " Pekik kematian mengenaskan bagi salah seorang dari selir putra dari Adipati Senior Ye yang memimpin pasukan yang menyerang rombongan Pangeran ketiga Li Jing Yu di tengah jalan menuju ke kabupaten Nan.


Zhang Xiao Long mengerahkan ilmu ginkang naga menapak air bumi membuat perahu lebih cepat meluncur kembali ke arah mereka datang ke hutan rawa tanpa nama.


Swoosh!


Bersambung!