
Yanmi tertarik pada sebuah titik hitam yang telah di lihatnya seperti sebuah pulau yang bentuknya mirip seperti tumpukan batu pahat atau patung tak di hiraukan.
" Pulau apakah yang berada di ujung timur laut dari posisi kapal laut ini? " Tanya Yanmi pada dirinya sendiri. Gadis baju merah ini berdiri di atas tangga lantai atas kapal laut dan menatap tajam ke arah gugusan pulau itu.
" Wahh, penemuan mu sungguh langka, Yanmi. " Kata Liu Lu Sian ikut tertarik dengan pulau yang membuat hati Yanmi penasaran. Gadis baju putih ini merangkul bahu Yanmi yang menoleh ke arah kedua orang gadis sahabatnya itu.
" Mungkinkah pulau itu adalah pulau burung hong yang telah lama hilang di telan badai laut yang membuatnya tenggelam di dasar lautan? " Tanya Yu Lian Xing ikut berpikir. Gadis baju hijau ini berdiri di samping Yanmi dan membalas sinar mata Yanmi dengan sinar mata saudara yang baik.
" Jika kalian semua merasa penasaran dengan pulau itu? Bagaimana kalau kita pergi melihat pulau itu dari dekat saja? " Usul Bi Lian yang mau bergabung dengan ketiga orang gadis cantik jelita yang menjadi ketiga orang istri dari Zhang Xiao Long Sang Pendekar Naga Merah atau di kenal sebagai Pangeran Muda Tang San Long.
"Boleh juga usul mu itu, Nona Bi. " Jawab Yanmi dan kedua orang gadis itu dengan senyuman bersahabat satu sama lainnya.
" Iya, tapi bagaimana caranya kita berempat bisa pergi ke sana?? " Tanya Liu Lu Sian menoleh ke arah Zhang Xiao Long yang sedang berbicara dengan Putri Ming Ming di dalam ruangan nomor empat.
"Gunakan perahu kecil yang berada di lantai paling bawah dari kapal laut ini. " Jawab Bi Lian menunjuk ke arah jendela yang tertutup di lantai paling bawah dari kapal laut itu.
" Hmm, kita tidak bisa pergi ke manapun tanpa izin dari Kak Long suami kita yang tentunya akan marah jika kita pergi tanpa izin darinya. " Kata Liu Lu Sian menatap cemas ke arah Zhang Xiao Long kepada Yanmi dan Yu Lian Xing.
" Ahhh, ya. " Jawab Yanmi dan Yu Lian Xing yang menganggukkan kepala mereka berdua dengan patuh dengan peraturan yang berlaku bagi diri mereka bertiga dari suami mereka.
" Ya, kita tunggu saja sampai urusan kita di pulau Yun selesai dan kita bisa memberitahu Kak Long mengenai pulau yang kita lihat itu. Ya, mungkin saja Kak Long akan mengajak kita pergi ke pulau itu bersama dengannya. " Kata Liu Lu Sian bijak dalam menyikapi masalah urusan mereka yang harus selalu minta izin terlebih dahulu dari suami mereka yang sangat keras dan tegas dalam hal peraturan.
" Aku bukan istrinya, jadi aku tak perlu takut untuk melakukan sesuatu yang aku mau. " Kata Bi Lian yang sudah berlari ke lantai paling bawah tanpa menghiraukan tatapan mata cemas dan panik ketiga orang sahabatnya itu.
" Astaga, gadis itu.. " Kata Yanmi yang mengikuti langkah Bi Lian berlari ke arah lantai paling bawah dari kapal laut keluarga Yun.
" Kita berdua harus mengikuti Yanmi.. " Kata Liu Lu Sian juga cepat mengejar Yanmi bersama Yu Lian Xing yang telah melesat lebih cepat lagi ke arah Yanmi dan Bi Lian yang telah melemparkan perahu kecil ke laut. Lalu, Yu Lian Xing melompat ke arah perahu kecil yang telah di tumpangi oleh Yanmi dan Bi Lian sampai Liu Lu Sian pun harus melompat dengan gerakan kilat dan tiba di atas perahu kecil.
Keempat orang gadis cantik jelita itu mendayung perahu kecil hingga menuju ke tepi pantai pulau yang masih liar dan asing bagi keempatnya, tapi mereka sama sekali tidak ada rasa takut sama sekali. Mereka melompat turun dari perahu kecil dan menyelusuri pulau dengan gagah berani.
"Tolong...! " Terdengar suara teriakan seorang wanita yang meminta pertolongan dari dalam pulau itu.
" Ada orang yang meminta pertolongan kita. " Kata Yanmi melesat dengan secepat kilat lalu ujung sabuk sutra merah miliknya dengan tepat melilit leher seorang pria yang ingin menodai gadis cantik jelita di tengah-tengah hutan liar.
Wuuutzz!
Seeeertttt!
" Arghh..! " Pekik pria itu yang berusaha untuk melepaskan diri dari lilitan sabuk sutra warna merah milik Yanmi tetapi Yanmi telah menotok nya hingga tewas dengan ujung rambut panjang gadis cantik jelita itu
Werrr!
Cuss!
Bruakk!
" Yanmi.. Siapa orang itu?? " Tanya Liu Lu Sian tiba di samping Yanmi yang berjongkok untuk menyelamatkan gadis cantik jelita yang terikat pada akar-akar pohon yang sangat tebal sekali.
" Entahlah.. Tapi, aku harus bisa menolongnya. " Jawab Yanmi yang meluncurkan sabuk sutra warna merah ke arah akar-akar pohon yang lebat dan mengikat gadis cantik jelita yang di lihat dari pakaiannya seperti seorang putri dari Kerajaan Tang.
"Astaga, dia putri adik kandung dari Raja Tang Si Huan?! " Ucap Yu Lian Xing cepat menggerakkan pedang membabat habis akar-akar pohon yang lebat dan mengikat tubuh gadis cantik jelita yang menganggukkan kepala untuk menjawab Yu Lian Xing.
Crakkk, Crakk, Crakk!
Liu Lu Sian melayang ke arah gadis cantik jelita itu lalu menyambar lengannya dengan cepat sebelum pohon tumbang menimpa gadis cantik jelita itu dan akhirnya mereka berempat berhasil menyelamatkan gadis cantik jelita itu.
Swooshh!
Tep!
Bruakk!
"Apakah kamu bisa bicara dengan kami bertiga? " Tanya Yu Lian Xing yang melepaskan totokan pada urat bicara dari gadis cantik jelita itu yang tersenyum ramah kepada mereka bertiga.
"Iya, aku bisa. " Jawab gadis cantik jelita itu suaranya merdu sekali
"Nama mu siapa dan bagaimana kamu bisa berada di pulau ini? " Tanya Yu Lian Xing yang kini menggunakan ilmu sinkang nya untuk obati luka dalam tubuh gadis cantik jelita itu yang kini telah melihat kehadiran Zhang Xiao Long dan Puteri Ming Ming di belakang ketiga orang gadis cantik jelita yang mengelilinginya.
" Maafkan kami, Kak Long. Kami bertiga merasa penasaran sekali dengan pulau ini dan kami tak sengaja melihat gadis itu ingin di celakai oleh orang jahat dan kami membunuh orang jahat itu lalu kami bertiga menyelamatkannya. " Jawab ketiga orang gadis cantik jelita itu dengan suara halus meminta maaf kepada Zhang Xiao Long yang bertolak pinggang menghadapi ketiga orang gadis cantik jelita itu.
"Hhh, kalian sungguh membuatku marah dengan kelakuan kalian. " Kata Zhang Xiao Long yang jari tangannya menuding ke arah ketiga orang gadisnya yang cemberut dan memasang wajah memelas.
" Tuan muda Zhang, urusan untuk memarahi dan menghukum mereka bertiga bisa kamu tunda sementara waktu karena kita harus kembali ke kapal laut keluarga Yun untuk semua tamu tidak curiga terhadap kita. Dan, kapal laut keluarga Yun akan segera sampai di Pulau Yun. Maka kita harus berkumpul bersama dengan mereka di sana. " Kata Puteri Ming Ming tersenyum kepada Zhang Xiao Long yang memarahi ketiga orang istrinya yang nakal itu.
" Ah, ya , Tuan Putri Ming Ming. " Jawab Zhang Xiao Long yang telah menundukkan wajahnya untuk melihat gadis cantik jelita yang duduk di pasir pantai pulau tak berpenghuni itu.
" Dia istrimu yang asli yaitu adik kandung Raja Tang Si Huan yang asli dan namanya adalah Tang Yuan Jing dengan gelarnya adalah Puteri Ke sembilan oleh seluruh rakyat di Kerajaan Tang. Ia di culik oleh penyamar nya yaitu Tang Hui Lan atau Tang Yang Yang yang Puteri dari Ketua Sekte Pulau Yun yang memaksa Raja Tang Si Huan harus menikahkannya denganmu untuk misi membunuhmu dengan mudah karena kamu telah membunuh Li Shimin kekasihnya di pintu masuk ke hutan bunga Champa merah muda.. " Kata Puteri Ming Ming memberitahu Zhang Xiao Long dengan jelas mengenai putri yang ingin di berikan kepadanya oleh Raja Tang Si Huan adalah gadis cantik jelita di depannya itu.
" Mmmm..Begitu rupanya.. " Kata Zhang Xiao Long menghela napas dalam-dalam lalu, Zhang Xiao Long meraih jemari Puteri Tang Yuan Jing yang tersenyum malu-malu kepada Zhang Xiao Long.
" Aku ingin kamu pura-pura sebagai Tang Hui Lan untuk menipu kembali Ketua Sekte Pulau Yun agar aku bisa membalas dendam kepada mereka yang telah menyakiti mu dan kakakmu juga aku dan istri kedua ku yaitu saudari madu mu yang bergelar Selir Agung Yanmi. "Kata Zhang Xiao Long menatap istri aslinya dengan senyuman ramah.
" Iya, Paduka Pangeran. " Jawab Puteri Tang Yuan Jing dengan senyuman hormatnya kepada Zhang Xiao Long.
" Wah, gelar ku adalah Selir Agung Yanmi. Berarti dia gelarnya apa? " Tanya Yanmi memandang ke arah Zhang Xiao Long yang mengelus- elus rambut panjangnya yang indah.
" Nyonya Selir Tang Yuan Jing dan Liu Lu Sian ini gelarnya adalah Permaisuri Liu Lu Sian. Lalu, Yu Lian Xing adalah Selir Yu Lian Xing. " Jawab Zhang Xiao Long yang telah memberikan tanda gelar kepada keempat orang gadisnya dengan tusuk konde yang berbeda artinya.
Liu Lu Sian di berikan tusuk konde bentuk bunga anggrek putih ada motif burung hong, Yanmi di berikan tusuk konde bentuk bunga sakura merah ada motif bulan sabit, Tang Yuan Jing di berikan tusuk konde bentuk bunga Champa kuning ada motif matahari dan Yu Lian Xing di berikan tusuk konde bentuk bunga teratai ungu ada motif bintang.
" Wahh, terimakasih atas pemberian tanda gelar kami berempat darimu, Kak Long. " Kata Liu Lu Sian dengan sikap agung nya kepada Zhang Xiao Long.
" Kak Long, terimakasih. " Kata Yanmi dengan senyuman manisnya kepada Zhang Xiao Long yang mengajak mereka naik ke perahu kecil lain di tepi pantai barat pulau itu.
"Kak Long, tusuk konde yang kamu berikan untuk kami ini apakah karya tangan mu sendiri? " Tanya Yu Lian Xing menyentuh bagian puncak rambut panjang di kepalanya itu kepada Zhang Xiao Long.
" Iya. "Jawab Zhang Xiao Long tersenyum untuk mereka berempat.
" Heiiii.. Tunggu aku...! " Terdengar suara Bi Lian yang meloncat cepat ke perahu kecil milik Puteri Ming Ming.
" Nona Bi, kau ini kekasihnya Tuan Li Yun Shiang kenapa kamu selalu mengikuti Tuan Muda Zhang? " Tanya Yu Lian Xing menatap bingung kepada Bi Lian.
" Aku ingin bergabung dengan kalian. " Jawab BI Lian menatap Zhang Xiao Long yang menengok ke arah lain yaitu kapal laut keluarga Yun.
" Ssst, kalian jangan bersuara agar mereka tak mengetahui kepergian kalian secara diam-diam dari kapal laut mereka. Ayo, kalian ikuti aku.. " Kata Zhang Xiao Long menyuruh para gadis itu diam.
Lalu, Zhang Xiao Long memerintahkan mereka melompat masuk ke dalam ruangan nomor tiga dengan gerakan halus sekali sehingga mereka tak ada seorang pun yang mengetahui bahwa mereka telah meninggalkan kapal laut keluarga Yun untuk menyelamatkan Puteri Ke sembilan.
Tep!
" Kalian darimana saja? " Tanya Beng Loan Ki kaget melihat kemunculan mereka semua dari jendela kamar pria paruh baya itu.
" Jalan -jalan tengah malam." Jawab Zhang Xiao Long pelan mewakili para gadis itu.
" Ahh, ada -ada saja kelakuan kalian semua yang membuat aku terkejut dan bangun dari tidur ku yang terlelap. " Kata Beng Loan Ki menguap lebar-lebar sebelum pria ini kembali tidur pulas di tempat tidurnya.
" Kalian kembalilah ke kamar kalian dan pergilah tidur. "Kata Zhang Xiao Long menyuruh para gadis untuk pergi ke kamar dan tidur.
" Iya, Kak Long." Jawab para gadis serentak.
Puteri Ming Ming sudah melesat cepat ke arah ruangan nomor empat di lantai atas dari ruangan nomor tiga yang di tempati oleh Zhang Xiao Long dan rombongannya
Zhang Xiao Long memilih untuk tidur di kamar Beng Loan Ki yang kaget di peluk Zhang Xiao Long yang mengambil selimut darinya dan pria itu membelai rambut panjang Zhang Xiao Long dengan sayang.
" Ah, tidurlah dan pulihkan tenaga dan pikiranmu untuk esok hari mu yang masih panjang. " Kata Beng Loan Ki yang menganggap Zhang Xiao Long seperti putranya sendiri.
" Paman Beng, aku ingin memanggilmu ayah angkat. " Kata Zhang Xiao Long suaranya begitu menggugah hati Beng Loan Ki.
" Iya, ya kau panggil saja Aku Ayah Beng. " Kata Beng Loan Ki yang semakin lama semakin besar sayangnya terhadap Zhang Xiao Long.
Di kamar lain,para gadis cantik jelita itu berbagi tempat tidur untuk malam hari itu dengan hati mereka sangat bahagia dengan kehadiran teman -teman yang baik seperti saudari kandung mereka sendiri.
Bersambung!