Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Jalan Pintas Menuju ke Zheng An.


Zhang Xiao Long dan rombongannya mengikuti langkah Biksu Feng yang memandu jalan mereka menuju ke kota Zheng an. Mereka menuntun kuda mereka yang berjalan di samping mereka dengan tenang sekali.


"Gelap sekali di dalam sini.. " Kata Chen Hui Ling yang menuntun kuda milik Putri Ming Ming.


"Kita harus mencari obor untuk menerangi jalan kita di terowongan ini dengan aman.. " kata Putri Ming Ming yang mengedarkan pandangan mata ke segala penjuru terowongan tersebut.


Lalu gadis itu berjalan cepat ke arah sudut kanan dinding terowongan dan menemukan obor yang sudah tak terpakai lagi. Zhang Xiao Long telah lebih dulu mengambil obor itu lalu menyalakan api dengan cepat daripada Putri Ming Ming.


"Mari kita lanjutkan perjalanan kita di dalam sini. " Kata Zhang Xiao Long meraih jemari Putri Ming Ming lalu menuntun gadis itu untuk mengikuti langkahnya.


"Ehh.. Ehh.. Hati -hati.. "


Putri Ming Ming mengikuti pemuda yang entah mengapa menjadi begitu amat perhatian sekali terhadapnya.


"Naiklah ke atas pundak ku karena di depan sana jalanannya berlumpur dan bebatuan licin. " kata Zhang Xiao Long yang mengangkatnya naik ke pundak pemuda ini.


"Aku bukan gadis lemah yang tak bisa jalan di jalanan sukar seperti yang di depan sana itu.. " Kata Putri Ming Ming menolak untuk naik ke pundak Zhang Xiao Long. Gadis itu sudah jalan lebih cepat dari Zhang Xiao Long dan yang lainnya.


Jalanan yang sudah di lihat Zhang Xiao Long dari awal mereka datang ke terowongan ini amat sukar, licin, berlubang dalam, dan penuh lumpur juga terdapat akar-akar runcing yang dapat melukai.


" Lihatlah aku bisa melewati jalanan di depan sana dengan mudah.. "kata Putri Ming Ming yang angkuh itu meluncur dengan ilmu ginkang yang dimilikinya itu sehingga ia berhasil dengan baik melewati jalanan yang sukar itu.


Brrrr!


Zhang Xiao Long mengejarnya dan mendorong batu gunung yang akan jatuh dan menimpa gadis itu saat gadis itu tiba di jalan lainnya.


Brakk!


" Kau nyaris celaka tertimpa batu gunung di atas kepalamu itu. "kata Zhang Xiao Long menghela napas dalam-dalam.


" Jangan menatapku seperti aku ini gadis lemah atau anak kecil yang bodoh.. "kata Putri Ming Ming tak suka dengan tatapan mata teguran dari Zhang Xiao Long.


" Aku suka menatapmu seperti ini karena kamu memang gadis yang keras kepala sekali.. " kata Zhang Xiao Long yang menyerang sesuatu di belakang Putri Ming Ming hingga gadis itu kaget setengah mati melihat pemuda ini melewatinya.


Dessss!


Bruakk!


" Aghhhh! " pekik Putri Ming Ming melompat di tempatnya saat Zhang Xiao Long membunuh seekor kalajengking yang nyaris menggigit lengan gadis itu.


"Nah kau lihat sendiri betapa banyaknya hal yang tak pernah kau ketahui tentang jalanan di bawah tanah yang benar-benar terbuat dari tanah liat terbuka.. " kata Zhang Xiao Long menangkap seekor kera kecil yang ingin menyerang Putri Ming Ming dari samping kanan gadis itu.


"Ahh, kera darimana dia itu? " tanya Putri Ming Ming menowel bulu lebat kera kecil di tangan kiri Zhang Xiao Long.


"Aku tidak tahu darimana asalnya tapi dia kera kecil yang manis. " jawab Zhang Xiao Long yang memberikan kera kecil yang sudah jinak kepada Putri Ming Ming.


"Oh, bolehkah aku memberinya nama? " tanya Putri Ming Ming menyukai kera kecil yang kini menaiki pundaknya.


"Silakan saja. " jawab Zhang Xiao Long.


"Hmm, Ming Long saja gabungan nama mu dan namaku.. Bagaimana? " Putri Ming Ming ramah kepada Zhang Xiao Long usai mendapatkan kera kecil sebagai hadiah dari Zhang Xiao Long.


"Mmm, jangan Ming Long tapi Long Ming lebih baik. " kata Zhang Xiao Long senang melihat tawa ceria Putri Ming Ming.


Mereka kembali berjalan di sepanjang jalan di terowongan yang sangat panjang sekali sampai mereka memilih untuk istirahat sejenak di tepi sungai yang terdapat di jalanan di terowongan tersebut.


"Yang Mulia, hamba akan segera menyiapkan makanan untuk makan malam anda dan Tuan Putri. " kata Fu Haifeng sigap.


Fu Haifeng dan yang lainnya memancing ikan di sungai. Chen Hui Ling menyiapkan tempat tidur yang terbuat dari jerami untuk Putri Ming Ming dan Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long sendiri menyiapkan api ungun untuk mengusir nyamuk dan hawa dingin di terowongan itu pada malam hari. Putri Ming Ming memilih untuk mencari buah-buahan di sekitar tempat mereka berada saat ini.


"Ada pohon buah kesemek di sana.. Aku akan memetiknya untuk kita semua. " kata Putri Ming Ming gembira sekali melihat pohon buah kesemek yang lebat di sekitar hutan di dalam terowongan itu.


Putri Ming Ming mengerahkan ilmu sinkang dari telapak tangannya lalu sejumlah buah kesemek berjatuhan dari pohon ke tanah yang sudah di lapisi jubah luar Zhang Xiao Long.


"Aku akan mencucinya di air terjun di sudut kiri kita. " kata Zhang Xiao Long membawa buah kesemek ke air terjun lalu mencucinya di sana. Ia tak sengaja melihat gua lain di balik air terjun itu.


"Ming Ming, kau bisa mandi dan bertukar bajumu di dalam gua di balik air terjun ini dengan aman. " kata Zhang Xiao Long memanggil Putri Ming Ming.


Putri Ming Ming bisa melihat gua yang di tunjuk jari Zhang Xiao Long dari tempatnya berdiri di bawah pohon buah kesemek itu. Ia mengangguk senang dengan penemuan hebat Zhang Xiao Long.


"Wahh.. Terimakasih sekali.. Aku bisa mandi dan berganti bajuku di dalam sana.. " kata Putri Ming Ming lantas pergi ke gua itu.


Zhang Xiao Long membalikkan badannya dan berdiri di depan air terjun untuk menjaga gadis itu mandi dengan nyaman di air terjun yang airnya begitu jernih sekali.


"Zhang Xiao Long, aku sudah selesai mandi dan berganti bajuku dan sekarang giliran mu untuk mandi dan berganti bajumu di dalam gua itu. " kata Putri Ming Ming setelah tiga puluh menit berlalu untuk gadis itu mandi dan berganti bajunya.


Zhang Xiao Long menoleh kebelakang melihat gadis itu sudah rapi dan wangi semakin cantik jelita bukan main seperti seorang Dewi yang turun dari langit ke bumi bagi Zhang Xiao Long yang terpesona dengan kecantikannya.


"Zhang Xiao Long.. Cepat sana mandilah kau.. " Kata Putri Ming Ming mengulangi perkataannya kepada Zhang Xiao Long yang malah terpaku menatapnya tak berkedip.


"Ehh, ya, baiklah aku mandi dan berganti bajuku di gua sana.. Kau jangan menengok ke belakang mu, ya? " ucap Zhang Xiao Long.


"Hmm, siapa yang mau melihat mu mandi.. Sana cepatlah kau pergi mandi.. " Kata Putri Ming Ming mendorongnya masuk ke air terjun.


Putri Ming Ming membalikkan badannya dan kini giliran gadis itu melindungi Zhang Xiao Long yang sedang mandi di air terjun . Zhang Xiao Long menikmati waktu yang menyenangkan bagi dirinya. Ia melihat keindahan lekuk lengkung tubuh belakang Putri Ming Ming yang berbalut pakaian yang indah warna kuning muda sesuai dengan riasan rambut dan anting-anting yang di pakai gadis itu.


"Sungguh aku bahagia mandi di jaga oleh gadis yang sangat lucu dan manis itu. " Kata Zhang Xiao Long dalam hatinya.


Putri Ming Ming menunggu lama sekali di depan pinggiran air terjun namun ia tak mengeluh sedikit pun. Ia menikmati waktu menjaga Zhang Xiao Long mandi di air terjun dengan meniup seruling nya.


"Alunan merdu seruling di tengah malam hari. Dimana cahaya rembulan memancar ke arahnya menambah pesonanya bagi pandangan mataku. Ku rela mati demi menyaksikan perpaduan di depan mata ku.. "kata Zhang Xiao Long yang telah melompat keluar dari gua dan mendekati Putri Ming Ming dengan langkah lebar dan tegap nya.


" Zhang Xiao Long mulutmu sungguh pandai membual, bagaimana ada cahaya rembulan di langit ke kita di bawahnya? " Putri Ming Ming menuding ke langit yang gelap gulita sama sekali tidak ada rembulan.


Gadis itu berjalan menuju ke terowongan yang langit-langit nya dapat melindungi mereka dari hujan deras yang mengguyur di luar terowongan bak tirai-tirai di sisi lain terowongan itu yang semuanya adalah hutan belantara.


"Tuan Putri, silakan anda makan malam. " kata Chen Hui Ling menyiapkan ikan bakar di daun teratai untuk Putri Ming Ming.


"Iya, Chen Hui Ling terimakasih banyak. " jawab Putri Ming Ming ramah menerima ikan bakar itu dengan senang.


"Yang Mulia, silakan anda juga makan malam. " kata Fu Haifeng yang memberikan kepiting bakar di daun teratai kepada Zhang Xiao Long.


"Terimakasih Fu Haifeng. " kata Zhang Xiao Long ramah menerima makan malamnya dari Fu Haifeng siapkan untuknya.


"Makan malammu lebih enak dari ku.. " kata Putri Ming Ming melirik kepiting bakar di daun teratai di tangan Zhang Xiao Long.


"Apakah kau mau makan malamku ini..? " tanya Zhang Xiao Long yang tahu gadis itu ingin makan malam kepiting bakar nya.


"Iya.. " Jawab Putri Ming Ming tanpa sungkan.


"Ini kita tukar saja makanan kita. " kata Zhang Xiao Long menukar makanannya dengan makanan Putri Ming Ming.


Putri Ming Ming senang sekali lalu menikmati makanan itu dengan bahagia. Zhang Xiao Long amat senang melihat gadis itu melahap makan malam dengan senyuman yang merekah di bibir gadis itu.


Di saat mereka sedang menikmati makanan mereka bersama para rombongan mereka tiba-tiba terdengar suara desisan hewan yang merayap dari arah timur terowongan itu yang membuat mereka melemparkan makanan yang sedang mereka makan..


"Ular- ular racun tak terdeteksi.. " kata Zhang Xiao Long berdiri di samping Putri Ming Ming.


Di saat yang bersamaan Chen Hui Ling pelayan nya menjerit kesakitan lalu terkapar di tanah di depan mereka dan diikuti oleh sejumlah orang- orang mereka kecuali Fu Haifeng dan Biksu Feng yang masih berdiri tegak di dekat mereka.


"Hui Ling.. " panggil Putri Ming Ming yang ingin mendekati pelayannya di cegah oleh Zhang Xiao Long dengan cepat.


"Ming Ming, jangan mendekatinya.. Karena dia sudah meninggal dunia.. Mari kita pergi dari tempat biadap ini.. " kata Zhang Xiao Long yang cepat mengajak Putri Ming Ming meninggalkan terowongan itu di ikuti oleh Fu Haifeng dan Biksu Feng.


"Mereka kenapa bisa seperti itu? Siapakah yang telah membunuh mereka? " tanya Putri Ming Ming yang merapatkan dirinya kepada Zhang Xiao Long yang cepat melindunginya dari hujan jarum bening yang mengincar gadis itu dan Zhang Xiao Long dari arah yang berlawanan dari arah mereka melarikan diri dari terowongan itu.


Biksu Feng menjerit kesakitan lalu roboh tak bernyawa di samping Fu Haifeng yang juga tak bisa mempertahankan dirinya lagi karena racun dari air sungai yang di minumnya telah masuk ke organ tubuhnya.


"Air sungai itu beracun ganas dan untungnya kita tak meminumnya. " Kata Zhang Xiao Long yang melihat buih-buih ke luar dari mulut Biksu Feng dan Fu Haifeng sebelum kedua orang itu tewas.


Zhang Xiao Long mengeluarkan pedang Naga Merah di tangannya lalu menebas ke segala penjuru pintu ke hutan belantara di belakangnya dan Putri Ming Ming sehingga setiap serangan hujan jarum bening yang mengincar mereka telah runtuh di bawah sepasang sepatu mereka.


Trang!


Trang!


Trang!


Trang!


Trang!


Zhang Xiao Long lalu meluncur ke dalam hutan belantara bersama dengan Putri Ming Ming yang telah meruntuhkan hujan jarum bening dengan seruling di tangan gadis itu.


Cring!


Cring!


Cring!


Cring!


Mereka melesat bersama di antara gelapnya hutan belantara dan tengah malam yang sertai hujan deras yang mengguyur di daerah tersebut sehingga mereka tersesat di hutan belantara itu.


"Bagaimana ini? Kita tersesat di hutan belantara ini? " tanya Putri Ming Ming melihat Zhang Xiao Long di sampingnya lalu melihat hutan belantara yang sangat gelap sekali.


"Naik ke atas pohon di dekatmu, cepat.. " kata Zhang Xiao Long mengajaknya naik ke atas pohon lalu mengamati hutan belantara dengan teliti untuk mengetahui jalan keluar dari hutan belantara itu.


Terdengar suara lebah-lebah yang beterbangan ke arah mereka sampai Putri Ming Ming harus menggunakan seruling nya meruntuhkan lebah-lebah itu dan Zhang Xiao Long tak melihat adanya jurang di belakang pohon itu sehingga ia terjungkal ke dasar jurang.


"Zhang Xiao Long.. " Panggil Putri Ming Ming yang cepat menggunakan sabuk sutra warna putih miliknya yang melilit tubuh Zhang Xiao Long lalu membawa kembali pemuda ini ke atas pohon.


Serrttt!


"Apakah kau baik -baik saja, Zhang Xiao Long?Apakah kau ada yang terluka pada tubuhmu? " tanya Putri Ming Ming mencemaskan Zhang Xiao Long yang sudah berdiri tegak di depannya.


"Ada." Jawab Zhang Xiao Long menatapnya.


"Dimana yang terluka? Sini biarkan aku yang mengobati mu sekarang. " Kata Putri Ming Ming mencari -cari luka di sekitar tubuh Zhang Xiao Long dengan wajahnya begitu cemas.


"Hatiku.. " Jawab Zhang Xiao Long yang cepat meraih jemari gadis itu yang di taruh di dadanya lalu menatap lembut gadis yang pada akhirnya menangis memeluknya.


"Huhuhu.. Kau jangan membuat ku takut.. " Kata Putri Ming Ming yang menumpahkan airmatanya di dada bidang Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long menjentikkan jarinya lalu para rombongannya yang ternyata pura-pura tewas keracunan air sungai untuk taktiknya yang ingin menaklukkan hati Putri Ming Ming untuk stempel dan pengalihan kekuasan Kekaisaran Ming jatuh kepada Zhang Xiao Long seutuhnya.


"Kau menipu ku? " tanya Putri Ming Ming melihat rombongan Zhang Xiao Long telah mengelilingi mereka di bawah pohon kecuali Chen Hui Ling dan Biksu Feng yang telah tewas di bunuh Zhang Xiao Long secara diam-diam.


"Ya, maafkan aku karena pelayan mu dan biksu Feng palsu itu ingin membunuh ku dan kau telah di manfaatkan oleh pelayan mu yang telah jual dirimu kepada Kaisar Phoenix Emas Sakti demi balas dendam kepada keluarga mendiang Kaisar Ming Huan di istana Kekaisaran Ming. Kau pasti tahu apa keinginan terbesar Kaisar Phoenix Emas Sakti terhadap mu? " Zhang Xiao Long nada lugas.


"Dia ingin mendapatkan stempel dan surat giok yang menjadi jalan masuk ke wilayah Kekaisaran Bunga Langit di pegunungan Himalaya yang saat ini berada di tanganku." Jawab Putri Ming Ming yang mendapatkan anggukan tegas dari Zhang Xiao Long.


"Ming Ming, stempel dan surat kuasa Kaisar Ming Huan sebaiknya kau serahkan kepada ku agar dirimu tak di incar oleh orang-orang yang ingin menguasai seluruh daratan besar dan kau bisa menjaga Kekaisaran Ming yang menjadi tanggungjawab mu sesudah keluarga Kaisar Ming Huan telah musnah semuanya di tangan Kaisar Phoenix Emas Sakti yang semuanya telah ku ketahui dari Fu Haifeng sebelum dia tewas juga untuk menyelamatkan ku dari rencana licik Chen Hui Ling pelayan mu itu. " kata Zhang Xiao Long dengan ketegasan yang tak bisa di bantah oleh Putri Ming Ming.


"Baiklah, ku serahkan stempel dan surat kuasa Kakakku kepada mu. " Kata Putri Ming Ming yang memberikan stempel dan surat kuas Kaisar Ming Huan yang selama ini di simpannya kepada Zhang Xiao Long.


Bersambung!!