
Zhang Xiao Long berhasil mengalahkan dan juga membunuh Lai Tze dan para pasukan sekte ular hitam di tepi sungai kecil di kaki gunung Lu. Dan, kini Ia di minta untuk menjadi Ketua sekte Gunung Lu oleh ketua sekte Gunung Lu.
" Dimana sajakah markas besar ketiga sekte lain yang menguasai wilayah Gunung Lu dan wilayah Lu An? " Tanya Zhang Xiao Long kepada Ketua sekte Gunung Lu seraya menggunakan ilmu telapak bunga harum untuk membuyarkan racun panas yang mencemarkan air di sungai kecil di kaki gunung Lu melalui kedua telapak tangan di dalam air sungai kecil di kaki gunung Lu.
"Di sekte naga gunung Lu ada di kota Lu An Barat, sekte burung murai Lu ada di kota Lu An Timur dan sekte bintang Lu ada di kota Lu An utara. " Jawab Ketua sekte Gunung Lu yang masih bersujud di bawah sepasang sepatu kulit Zhang Xiao Long.
"Sekte apakah yang terdekat dari lokasi ku saat ini? " Tanya Zhang Xiao Long yang menatap langit temaram di tepi sungai kecil di kaki gunung Lu kepada Ketua sekte Gunung Lu.
" Sekte bintang Lu yang jaraknya sekitar lima puluh mil dari markas besar sekte Gunung Lu. Namun, Tuan muda sebelum Anda pergi ke sana, saya ingin menyerahkan plakat, stempel dan pusaka sekte Gunung Lu kepada Anda. " Jawab Ketua sekte Gunung Lu kepada Zhang Xiao Long dengan sikap hormat.
" Oh, baiklah. Aku terima ketiga pusaka mu itu. Namamu siapakah, Locianpwe? " Zhang Xiao Long menerima plakat, stempel dan pusaka sekte Gunung Lu yang diserahkan oleh Ketua sekte Gunung Lu kepadanya.
" Nama hamba Yang Xiao. " Jawab mantan ketua sekte Gunung Lu kepada Zhang Xiao Long.
" Baiklah, Kakek Yang. Aku terima ketiga pusaka sekte Gunung Lu." Kata Zhang Xiao Long kepada Yang Xiao mantan ketua sekte Gunung Lu yang segera memerintahkan para pasukan sekte Gunung Lu untuk bersujud di bawah sepasang sepatu kulit Zhang Xiao Long dan memanggilnya dengan sebutan Ketua Muda.
" Hormat kami kepada Ketua Muda. " Kata seluruh pasukan sekte Gunung Lu dengan nada serentak kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long bersiul ringan ke seluruh penjuru arah di kaki gunung Lu untuk memanggil Huo Yang San dan teman-temannya yang telah lebih dahulu menunggunya di pintu keluar dari kota kecil Lu.
Brrr!
" Tuan muda, kami telah datang kepada Anda. " Kata Yu Song Bu yang segera membawa para sahabatnya untuk datang kepadanya.
Kedatangan harimau besar di tepi sungai kecil di kaki gunung Lu mengejutkan hati para pasukan sekte Gunung Lu yang kini menjadi anak buah Zhang Xiao Long.
" Keponakanku..! " Panggil Beng Loan Ki dengan nada riang dan kagum kepada Zhang Xiao Long.
" Kakak Afung. ..! " Para gadis cantik jelita telah berkumpul pula di tepi sungai kecil di kaki gunung Lu dengan suara riang mereka.
" Kakak manis..! " Kata Dewi baju merah Yanmi yang memanggilnya dengan suara merdu gadis jelita itu.
" Wah, jumlah orang-orang mu semakin besar dan banyak, Keponakanku. Bagaimana jika kamu memiliki julukan untuk menggetarkan dunia? " Usul Beng Loan Ki kepada Zhang Xiao Long usai melihat total orang-orang yang mengikuti Zhang Xiao Long mencapai lima puluh orang lebih.
" Ya, Paman Beng benar sekali. Kita panggil Kakak dengan nama Pendekar Naga Merah. " Kata Yanmi dengan nada lembut kepada Beng Loan Ki namun lirikannya kepada Zhang Xiao Long.
" Iya, kami setuju sekali dengan julukan nama yang mengagumkan untuk mu, Tuan muda Afung atau Tuan muda Zhang Xiao Long. " Kata Yu Song Bu yang tersenyum hormat kepada Zhang Xiao Long.
" Tuan Muda, bagaimana dengan mereka berdua yang menjadi tawanan mu? " Tanya Yu Song Bu yang melihat Li Hong Xiu dan Song Tian Erl memapah He Xiao Chao si siluman rase putih dan Pangeran muda Li Shimin dari tempat persembunyian mereka kepada Zhang Xiao Long.
" Ikat Li Shimin." Kata Zhang Xiao Long kepada kedua orang gadis temannya itu
" Siap, Kak Afung." Jawab kedua orang gadis temannya itu dengan nada serentak
" Baiklah, kita segera berangkat ke arah utara dari puncak gunung Lu untuk menuju ke markas besar sekte bintang Lu. " Kata Zhang Xiao Long kepada para pasukannya yang segera mengikuti langkah empat kaki Hu Yang San yang di duduki oleh Zhang Xiao Long.
" Kakak Long, kenapa kamu tak bertanya kepada ku kenapa mereka bisa tahu namamu adalah Zhang Xiao Long bukan Afung yang terdengar kampungan sekali? " Tanya Yanmi yang centil telah duduk di belakangnya.
" Percuma aku bertanya kepada mu karena kamu pasti sudah memberitahu mereka semua nama asli aku dan aku sama sekali tidak ada merasa keberatan dengan nama Afung. Karna aku memang berasal dari kampung. " Jawab Zhang Xiao Long yang melompat turun dari atas punggung Hu Yang San karena Yanmi begitu dekat dengannya.
" Hmm, kau masih saja menghindari aku..! " Kata Yanmi manyun.
" Karena kamu menyebalkan. " Kata yang lainnya yang melirik gadis baju merah itu dengan lirikan sebal.
" Nona rase putih kenapa kamu belum ganti baju dengan baju seorang wanita yang cocok untuk kamu? " Tanya Beng Loan Ki yang berjalan di sisi Siluman rase putih itu.
" Aku tak punya pakaian wanita. " Jawab Siluman rase putih itu kepada Beng Loan Ki.
" Keponakanku, kamu belikan gadis itu pakaian wanita yang cocok dengan nya di kota Lu an utara nanti begitu kita telah sampai di sana agar koleksi bunga mawar mu semakin semarak. " Kata Beng Loan Ki yang membanggakan pesona keponakannya itu yang menarik kaum hawa dengan daya tarik tersendiri.
" Hmmm, aku tak tahu jenis pakaian wanita yang cocok dengannya, Paman Beng. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada malas kepada Beng Loan Ki.
"Ah, kamu ini sungguh naif dan payah sebagai calon pria hebat di seluruh negeri. " Kata Beng Loan Ki kepada Zhang Xiao Long yang di rangkul olehnya itu untuk berjalan bersama-samanya.
" Hmm.. " Gumam Zhang Xiao Long dengan wajah jenuh dengan obrolan pamannya yang seputar wanita cantik terus menerus.
" Kau calon penguasa harus memiliki banyak kemampuan selain menguasai dunia ini. Kamu juga harus bisa menguasai wanita di sekeliling mu ini. " Kata Beng Loan Ki yang tersenyum menggoda Zhang Xiao Long.
" Paman Beng, aku ingin fokus pada misi aku dahulu karenanya aku tak tertarik dengan wanita untuk saat ini sampai aku berhasil mencapai tujuan hidup ku. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada tegas kepada Beng Loan namun ekor mata kirinya tertuju pada Yanmi yang cemberut di sisi kanan Hu Yang San.
Bersambung!