
"Saudara Afung, Kaisar Li memiliki tiga orang istri dengan kedudukan tertinggi dengan gelar Permaisuri Agung untuk istri pertama, gelar Permaisuri pertama untuk istri kedua dan gelar Permaisuri kedua atau Ratu untuk istri ketiga. Ia juga memiliki delapan orang istri yang gelarnya adalah Selir Agung pertama untuk istri keempat, Selir Agung kedua untuk istri kelima, Selir Agung ketiga untuk istri ke-enam dan Selir Agung tanpa tingkatkan keempat untuk istri ketujuh. Untuk istri-istri lain di istana harem adalah gelar Nyonya selir untuk istri kedelapan, nyonya besar untuk istri kesembilan, nyonya muda untuk istri kesepuluh, selir pertama hingga selir seterusnya adalah urutan untuk istri yang kesebelas dan seterusnya. Total istri di istana Kekaisaran Li untuk Kaisar Li adalah dua puluh lima orang istri yang masuk ke dalam istana harem agung tapi yang terpilih masuk ke dalam istana harem utama hanyalah untuk tiga orang istri terpilihnya saja. Beliau juga memiliki istana harem kecil untuk calon-calon selir atau istri berikutnya yang di pilihkan oleh Ibu Suri Agung dan Kepala Kasim urusan dalam rumah tangga Istana. Peraturan di sesuaikan dengan peraturan istana wanita di istana Kekaisaran Li." Jawab Zhen Ching Yu yang menceritakan tentang jumlah istri dan juga peraturan di istana Kekaisaran Li khusus untuk istri-istri Kaisar Li kepada Zhang Xiao Long.
"Kalau mengenai jumlah putra-putri yang di miliki oleh Kaisar Li hanya sekitar lima belas orang saja yakni sembilan orang pangeran dan enam orang putri.Namun untuk saat ini Beliau masih belum menentukan pilihan untuk calon penerus tahta sebagai calon Kaisar Li berikutnya. Iya, meskipun Beliau memiliki desakan dari Ibu Suri Agung dan para pejabat di istana Kekaisaran Li untuk segera menetapkan salah seorang dari putra yang dimiliki oleh Beliau untuk di nobatkan sebagai calon putra mahkota Beliau agar Negeri Li bisa segera memiliki penerusnya. " Jawab Zhen Zheng Yan dengan apa adanya kepada Zhang Xiao Long yang berjalan dengan santai di samping kedua orang putra dari adipati agung Zhen.
"Hmm, lalu aku urutan keberapa sebagai putra dari Kaisar Li di luar istananya? " Pikir Zhang Xiao Long yang menilai ayahnya terlalu banyak mengalah terhadap peraturan di dalam istana Kekaisaran Li yang mungkin membuat Kaisar Li melupakan putra lain di luar istana Kekaisaran Li yaitu diri Zhang Xiao Long sebagai putra Kaisar Li yang berada di luar istana Kekaisaran Li.
Zhen Zheng Yan di sambut baik oleh sejumlah orang di pintu masuk ke desa kecil di barat laut gunung Lun yang langsung mengajak Zhang Xiao Long dan Zhen Ching Yu ke sebuah rumah yang menghadap ke laut teluk Liao dengan kapal -kapal perang Kekaisaran Li telah siaga satu di pesisir pantainya.
"Hmm, mereka telah bersiap untuk perang di jalur air teluk Liao untuk menghadapi Kekaisaran Barbar Gilunda di seberang laut teluk Liao." Kata Zhang Xiao Long di dalam hatinya sambil amati semua orang di desa kecil tersebut.
Zhang Xiao Long mencium aroma bunga persik yang berasal dari arah rumah di bagian timur desa kecil itu. Ia pun berjalan dengan santai ke arah rumah yang berada di deretan rumah penduduk desa kecil di utara gunung ini. Dan, Ia menemukan seorang pemuda remaja tanggung yang sangat manis telah menyambutnya dengan senyuman manis di teras rumah itu.
"Tuan Muda, aku sudah memiliki apa yang anda inginkan. " Kata Leng Sen Yen atau Xiu Xiu yang menyamar sebagai seorang pemuda remaja tanggung yang tampan kepada Zhang Xiao Long seraya memberikan sebuah tusuk konde motif bunga persik kepada Zhang Xiao Long yang telah menerimanya dengan senyuman manis di bibir pemuda tampan itu.
"Terimakasih adik manis." Jawab Zhang Xiao Long melewati teras rumah itu untuk pergi ke arah sisi samping deretan rumah penduduk di desa ini lalu membuka tusuk konde motif bunga persik itu, dimana ia menemukan sehelai kertas gambar wilayah Suku Mi dan teluk Liao yang kini di pelajari olehnya dengan cermat.
"Tuan Muda, di bawah gorong-gorong di bawah rumah saya ada jalan kecil untuk masuk ke wilayah Suku Mi dan disana sudah ada sepuluh ribu pasukan Kekaisaran utara yang siap untuk menjalankan perintah dari Anda kapanpun untuk menggempur pasukan Kekaisaran Barbar Kaisar Gilunda di seberang laut teluk Liao." Kata Leng Sen Yen menghampiri Zhang Xiao Long yang kini menyematkan tusuk konde motif bunga persik di atas puncak rambut panjang di kepala mungil gadis cantik jelita yang menyamar sebagai pemuda remaja tanggung yang sangat tampan sekali.
"Tuan muda Afung, aku adalah milikmu yang tentu saja akan selalu siap untuk menjalankan tugas-tugas yang kamu berikan kepadaku. " Kata Leng Sen Yen yang menatap penuh cinta dan penyerahan dirinya seutuhnya kepada Zhang Xiao Long yang menundukkan wajahnya dan menciumnya mesra sekali.
"Iya, Sen Yen Ku. Tapi untuk samaranmu aman dari semua orang di desa ini. Aku akan ganti nama mu dengan nama Liu Yi Fei sekaligus aku memberikan sebuah nama baru untukmu yang akan menjadi salah seorang dari selirku yang cantik jelita. " Kata Zhang Xiao Long menatap lembut gadis cantik jelita di hadapannya itu.
"Terimakasih untuk nama baru yang telah kamu berikan kepadaku, Tuan muda Afung." Kata Leng Sen Yen atau Xiu Xiu yang kini telah menjadi Liu Yi Fei nama baru yang di berikan oleh Zhang Xiao Long untuk gadis itu.
"Saudara Afung, kau kemarilah kami akan ajak kamu untuk mengelilingi perairan laut teluk Liao dengan kapal induk perang Kekaisaran Li. " Kata Zhen Ching Yu yang melambaikan tangannya ke arah Zhang Xiao Long dari dermaga di bibir pantai Laut teluk Liaok kepada Zhang Xiao Long yang segera menggandeng tangan Leng Sen Yen atau Xiu Xiu atau Liu Yi Fei untuk menemui pria muda putra kedua dari Adipati agung Zhen.
Zhen Zheng Yan sudah mengadakan pertemuan di dalam ruangan di kapal induk Kekaisaran Li sehingga ia tidak memperhatikan bahwa adiknya mengajak Zhang Xiao Long berlayar mengelilingi laut teluk Liao dengan kapal induk lainnya.
" Air lautnya bening sekali dengan warna biru dan hijau yang memperlihatkan tumbuh karang di dasarnya." Kata Zhen Ching Yu dengan nada gembira menunjukkan keindahan alam bawah laut teluk Liao kepada Zhang Xiao Long dan Liu Yi Fei yang memakai pakaian wanita warna biru muda dengan kepala dan wajah gadis itu tudung dan cadar.
Bersambung!