Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Desa Lun.


Zhang Xiao Long bertemu dengan Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu yang merupakan dua orang putra dari Adipati Agung Zhen Bun yang tinggal di Ibukota Kekaisaran Li di tepi muara sungai desa rumput kuning. Melalui kedua orang inilah Zhang Xiao Long mengetahui apa yang telah terjadi di Istana Kekaisaran Li yang menjadi tempat tinggal ayah kandungnya sendiri yaitu Kaisar Li.


"Rupanya di rumah ayahku sedang ada keributan kecil yang di sembunyikan dari masyarakat luar untuk pencitraan palsu yang seakan-akan di rumah ayahku adalah keluarga yang harmonis dan penuh cinta kekeluargaan." Batin Zhang Xiao Long sambil berjalan masuk ke desa Lun.


"Sobat, kami belum tahu siapa namamu yang menjadi teman baru kami? " Tanya Zhen Ching Yu dengan nada ramah kepada Zhang Xiao Long ketika mereka tiba di kedai makan di desa Lun.


"Afung namaku. " Jawab Zhang Xiao Long yang ingin menyembunyikan nama aslinya dari orang-orang ayah kandungnya sendiri sampai ia telah meraih kemenangan di dalam hidupnya di atas orang-orang ayahnya.


"Oh, saudara Afung kau ingin makan malam menu apa biar aku yang memesannya untukmu dan untuk Kak Zheng Yan?" Tanya Zhen Ching Yu yang menawarkan daftar menu makanan dan minuman di kedai makan kepada Zhang Xiao Long.


"Aku mau pesan menu makanan dan minuman nomor lima saja. "Jawab Zhang Xiao Long nada acuh tak acuh kepada Zhen Ching Yu karena dia sedang fokus pada pergerakan orang-orang yang bersembunyi di sekitar desa Lun yang telah di ketahui olehnya sejak mereka masuk ke dalam desa Lun.


" Baiklah, aku akan memesan makanan dan minuman pilihan mu kepada pihak kedai makan. " Kata Zhen Ching Yu yang langsung membawa daftar menu makanan dan minuman kepada pihak kedai makan di meja kasir.


Zhang Xiao Long mengambil cawan di meja dan menuangkan air teh ke cawan melalui teko lalu meminumnya dengan santai sekali namun tak lama kemudian terdengar suara orang-orang berteriak kesakitan dari segala penjuru di kedai makan itu.


"Arghhhh!! " Teriak orang-orang yang langsung jatuh ke tanah dalam keadaan tak bernyawa lagi akibat serangan ilmu sinkang racun api dari Zhang Xiao Long melalui tiupan ringan Zhang Xiao Long ke segala penjuru kedai makan.


"Hei, ada apa ini? " Tanya Zhen Ching Yu kaget.


"Ahh, siapakah mereka ini? Kenapa mereka bisa terkapar di sekitar kita? " Tanya Zhen Zheng Yan terperanjat di tempat duduknya melihat banyak mayat di sekitar mereka.


"Mereka adalah orang-orang yang mengikuti kita dari muara sungai rumput kuning hingga ke desa Lun dengan maksud ingin menghabisi kita di kedai makan ini dengan cara menyamar sebagai pemilik, pelayan dan para pengunjung kedai makan ini. " Jawab Zhang Xiao Long dengan cerdas sekali sampai membuat kagum Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu.


"Saudara Afung, kau sungguh seorang yang amat cerdas dan berilmu tinggi sekali sehingga kamu dapat mengetahui kehadiran musuh yang bersembunyi di sekitar kita. " Kata Zhen Zheng Yan berdecak lidahnya kepada Zhang Xiao Long.


"Saudara Afung, aku Zhen Ching Yu amat kagum kepada mu. " Kata Zhen Ching Yu menjura hormat kepada Zhang Xiao Long.


"Saudara Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu, aku biasa saja tak sehebat kalian berdua yang merupakan orang-orang pilihan dari Kaisar Li penguasa negeri ini. Aku Afung bukanlah siapa- siapa dibandingkan dengan kalian berdua." Kata Zhang Xiao Long nada merendah kepada Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu di depannya.


Zhang Xiao Long diam-diam meraup sumpit dan remahan serbuk meja makan kayu lalu Zhang Xiao Long melemparkan sumpit dan remahan serbuk meja makan kayu ke arah dapur yang langsung membuat koki dan pelayan pihak kedai makan menerjang keluar dari dapur kedai makan dengan tangan mereka memegang pedang yang di hunuskan ke arah Zhang Xiao Long, Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu secara serentak.


Swoooshh!


Zhang Xiao Long dengan sikap tenang sekali di tempat duduknya hanya menendang meja makan kayu ke arah koki yang membacok meja makan kayu hingga hancur.


Brakkk!


Brakkk!


Zhen Ching Yu menggerakkan kakinya yang gesit menendang dagu salah seorang dari pelayan kedai makan itu hingga remuk lalu menginjak kepala pelayan kedai makan itu hingga pecah.


Kretakk!


Zhang Xiao Long memutar meja makan kayu ke segala penjuru di kedai makan yang membuat ujung kaki meja makan kayu terkena potong oleh pedang di tangan koki yang menggerakkan jari tangannya yang lain untuk menyerang ke dada Zhang Xiao Long.


Brakkk!


Wuuutz!


Zhang Xiao Long menggerakkan tangan dengan cepat sekali sehingga koki itu terkena tamparan di seluruh wajahnya hingga remuk dan pedang di tangan koki terbang dari tangan koki itu yang lalu digunakan oleh Zhang Xiao Long yang amat cekatan itu untuk membantai koki itu hingga kepala dan tubuh koki itu terpotong oleh pedang di tangan Zhang Xiao Long.


Crakkk!


Zhen Zheng Yan memukul setiap pelayan kedai makan dengan tangan yang sangat cepat yang mengakibatkan kematian yang mengenaskan bagi setiap pelayan kedai makan karena Zhen Zheng Yan menggunakan ilmu sinkang telapak bunga Zhen putih.


Plakk!


Plakk!


"Saudara Afung, mari kita cari tempat lain untuk makan malam dan istirahat sejenak sebelum kita melanjutkan perjalanan ke desa lainnya. " Kata Zhen Ching Yu dengan senyuman ramah kepada Zhang Xiao Long sesudah mereka telah menghabisi semua musuh yang mereka yang merupakan anggota sekte harimau hitam yang mendapatkan perintah dari Perdana Menteri Chin untuk membunuh mereka di desa Lun.


" Iya, Saudara Zhen Ching Yu. "Jawab Zhang Xiao Long nada singkat saja.


Mereka bertiga meninggalkan kedai makan di dekat pintu masuk ke desa Lun untuk pergi ke salah satu rumah penginapan di bagian barat dari desa Lun.


"Tuan -tuan silakan anda menikmati makanan dan minuman yang kami sediakan sebagai salah satu dari pelayanan rumah penginapan kami untuk setiap para pengunjung yang datang ke rumah penginapan kami di bagian barat desa Lun. " Kata seorang wanita paruh baya yang menjadi pemilik rumah penginapan menyapa mereka dengan ramah di pintu masuk ke dalam rumah penginapan yang bertuliskan ' Rumah penginapan Bibi Ren'.


"Ya, terimakasih banyak Bibi Ren. " Kata Zhen Ching Yu yang rupanya mengenal wanita paruh baya ini.


Bersambung!