
Ekspresi semua tamu di dalam ruangan dalam Wisma Luo berubah begitu mendengar jawaban yang sebenarnya dari mulut Pangeran Kedua Li Shimin yang terpengaruh oleh ilmu kemauan alami dari Zhang Xiao Long secara rahasia melalui tatapan mata pemuda remaja yang saat ini sedang menyamar sebagai Tuan besar Lai Wu Zhao.
" Pangeran Kedua Li Shimin, jadi kamu datang ke wisma Luo untuk melihat tawanan ku yang kau duga sebagai orang yang kamu cari selama petualangan mu di dunia persilatan? Begitukah? " Tanya Zhang Xiao Long dengan suara rendah dan sikapnya biasa saja kepada Pangeran kedua Li Shimin.
" Ya, Tuan besar Lai Wu Zhao. " Jawab Pangeran kedua Li Shimin yang terkejut sendiri dengan ucapan yang keluar dari mulutnya sendiri.
Tetapi, Zhang Xiao Long mengalihkan perhatian kepada semua tamu di dalam Wisma Luo yang terperangah dengan sinar mata dari Tuan besar Lai Wu Zhao sang ketua Sekte Naga Luo yang menjadi salah satu pelindung Perdana Menteri Kekaisaran Li.
" Kalau para Anda sekalian apa tujuan kalian untuk datang ke wisma Luo? " Tanya Zhang Xiao Long menatap langsung ke sepasang mata para tamu di ruangan dalam Wisma Luo yang semua adalah sekte-sekte sesat yang di dirikan oleh putra Tuan besar Lai Wu Zhao yang bernama Lai Tze atas perintah dari Tuan besar Lai Wu Zhao sendiri.
" Tujuan kami adalah untuk merebut kotak upeti yang Anda dapatkan dari pedagang Chu atau Adipati Agung Chu di kota Shu An. " Jawab para tamu itu dengan jujur kepada Zhang Xiao Long.
" Oh, jadi tujuan kalian ke wisma Luo kami adalah merebut kotak upeti yang Ayah ku dapatkan dari pedagang Chu yang ingin kami serahkan kepada Kaisar Li di Istana di hari ulang tahun Beliau yang akan datang pada awal musim panas ini..? " Ucap Nona Lai dengan wajah marah kepada para tamu ayahnya itu.
" Benar sekali, Nona Lai..! Aaahh...! " Jawaban dan teriakan terkejut mereka yang terkesiap sendiri dengan mulut mereka yang tak bisa di jaga untuk tidak mengatakan hal yang sebenarnya kepada Tuan besar Lai Wu Zhao dan putrinya di dalam Wisma Luo.
" Bedebah kalian semua harus mati di tanganku atas kekurangan ajaran kalian semua kepada ayah ku yang menjadi salah satu dari pelindung Perdana Menteri Chin di Ibukota..! " Kata Nona Lai yang sudah marah besar terhadap para tamu ayahnya itu tak bisa lagi menahan diri untuk tidak menerjang para tamu ayahnya dengan pedangnya.
Swuuush
Para tamu ayahnya bukanlah orang-orang yang lemah dan mudah di kalahkan olehnya. Mereka adalah sekelompok sekte Naga sungai Han yang ingin merampas kotak upeti untuk majikan atau pimpinan mereka yang terrahasia sekali oleh siapa pun.
Sekelompok orang itu dengan cepat menangkis serangan pedang lemas di tangan Nona Lai dengan ilmu pukulan yang membuat pedang Nona Lai goyah.
Trang!
" Aishhh...! Kurang ajar kaliannn...! " Hardik Nona Lai yang kembali menyerang para tamu ayahnya dengan ilmu pedang Naga Luo ciptaan ayahnya itu yang membuat para tamu ayahnya segera menyebar di sekitarnya.
Swooosh!
Pedang Nona Lai meliuk-liuk dengan gerakan yang indah dengan di sertai tubuhnya yang lincah menerjang para tamu ayahnya dengan hebat sekali.
Wuuungg!
" Nona Lai kau sungguh keterlaluan sekali pada kami seakan-akan kami bukanlah orang yang tak patut kamu hargai..! Kami akan membalas mu..! " Hardik para tamu ayahnya yang menyerangnya dengan gerakan yang sangat kompak dan juga membingungkan dirinya.
Ser!
Ser!
Ser!
Wush!
Pedang Nona Lai meluncur dengan tubuh wanita itu melayang dengan posisi telentang di udara sampai para tamu ayahnya itu segera meloncat ke berbagai arah untuk menghindari pedangnya yang nyaris memotong leher mereka.
Zhang Xiao Long hanya melihat mereka saling bertarung satu sama lain dengan sikapnya yang tenang luar biasa namun ia telah menotok jalan darah Pangeran kedua Li Shimin dengan air arak Lu Yuan yang di tiup nya itu dengan ilmu sinkang arak terbang.
Cus!
" Hai.. Bedebah kauuu..! " Namun ia langsung mengerutkan keningnya saat mendengar suara seseorang yang di kenalnya itu dari arah ruang lain di dalam Wisma Luo.
Ia tak perlu mencari suara itu karena orangnya telah menerjang masuk ke dalam Wisma Luo dengan sabuk sutra menerjang seorang pria yang menyerang gadis remaja itu dengan ilmu -ilmu pukulan yang cukup berbahaya bagi orang yang ilmunya rendah.
Tar!
Tar!
" Dewi baju merah Yanmi apa yang kau lakukan di Wisma Luo? " Tanya Nona Lai dengan nada bengis kepada Yanmi yang sedang menghadapi pria muda yang tak lain adalah suami Nona Lai.
" Nona Lai, aku datang untuk bermain catur dengan Deng Deng tetapi suamimu itu telah mengganggu kami sampai Deng Deng tewas terbunuh olehnya, maka aku ingin membalas dendam untuk Deng Deng temanku itu. " Jawab Yanmi dengan nada tak kalah bengisnya dengan Nona Lai sambil menerjang suami Nona Lai yang kalang kabut menghadapi gadis remaja ini.
" Kakak Bo, apa benar kamu membunuh adikku ? " Tanya Nona Lai dengan nada getir kepada suaminya yang di hadapi oleh Yanmi dengan sadis.
" Iya, karena adik mu itu membocorkan rahasia keluarga kita kepada bocah perempuan jahanam ini..! " Jawab suami Nona Lai yang kewalahan dalam menghadapi sabuk sutra warna putih milik Yanmi yang bak ular saja menerjangnya.
Wuuungg!
Tar!
Tar!
Suami Nona Lai menggunakan ilmu tapak racun kelelawar merah dari telapak tangannya untuk menghadapi Yanmi yang menyerangnya dengan sabuk sutra yang meledak -ledak di sekitarnya.
Zhang Xiao Long yang melihat keganasan ilmu dari suami Nona Lai segera melemparkan cawan arak lu Yuan ke arah suami Nona Lai hingga dahi suami Nona Lai terbelah oleh cawan arak lu Yuan itu.
Wush!
Crakkk!
Bruak!
Yanmi bersorak senang karena musuhnya telah tewas di tangan Zhang Xiao Long yang telah membuka samarannya seraya menerjang para sekte Naga sungai Han yang sedang di hadapi oleh Nona Lai yang juga di serang Zhang Xiao Long dari arah samping.
Wush!
Plakkk!
Dess!
" Huekkk! ! " Nona Lai tewas dengan dadanya remuk terkena ilmu pukulan arak sakti milik Zhang Xiao Long . Sedangkan para sekte Naga sungai Han tewas dengan kepala, dada dan perut mereka yang remuk oleh ilmu pukulan bunga harum dari tangan kanan Zhang Xiao Long.
" Kakak Long.. Kau sungguh menyelamatkan aku ketika aku dalam bahaya tadi...?! " Kata Yanmi dengan suara merdunya kepada Zhang Xiao Long yang melesat ke arah barat Wisma Luo untuk mencari pintu masuk ke penjara bawah tanah.
Wush!
" Kakak Long.. Jangan kau tinggalkan aku di sini dengan mayat -mayat jelek ini...! " Teriak Yanmi mengejarnya dengan ilmu ginkang yang di miliki oleh gadis itu.
Wush!
Bersambung!