Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Bangunan Bentuk Daun Bunga Tu Di Markas Besar Sekte Gunung Tu.


Zhang Xiao Long menekan batu ukiran bentuk daun bunga tu yang terdapat di dinding sebuah bangunan yang tertutup tumbuhan rimbun di bagian belakang markas besar sekte gunung Tu.


Lalu, Zhang Xiao Long mendorong batu ukiran daun bunga tu dengan ilmu sinkang telapak bunga harum semerbak yang membuat batu ukiran daun bunga tu memperlihatkan sebuah celah untuk dirinya dapat menyelinap masuk ke dalam ruangan di bangunan itu.


Kreekkk!


"Siapa dia sana? " Tanya seseorang yang berada di dalam ruangan yang sangat gelap gulita dan sempit sekali sampai Zhang Xiao Long dapat menyentuh rambut halus dan wangi dari kepala seseorang yang tidak dapat di lihatnya itu.


"Hei, apa -apaan kau ini? " Suara seorang gadis remaja yang menepis tangan Zhang Xiao Long malah membuat Zhang Xiao Long menubruk nya hingga mereka berdua bertatapan dengan tajam.


"Heii, aduh.. Aku minta maaf karena aku tidak sengaja menubruk mu. " Kata Zhang Xiao Long cepat berdiri seraya meminta maaf kepada gadis remaja yang wajahnya begitu hitam pekat seakan-akan gadis remaja itu wajahnya gosong.


"Apa yang kamu lihat dari ku? Apakah kamu lihat wajahku yang hitam pekat dan jelek? " Tanya gadis remaja itu lagi dengan suara marah dan tajam kepada Zhang Xiao Long.


"Tidak, aku justru melihatmu adalah seorang gadis remaja yang amat cantik jelita dan manis sekali dengan sinar matamu yang mengeluarkan cahaya kebiruan yang indah. " Jawab Zhang Xiao Long tak ingin melukai perasaan gadis itu.


"Ah, benarkah yang kamu ucapkan itu kalau aku ini gadis remaja yang amat cantik jelita dan manis sekali? Ataukah kamu hanya ingin sekali menipuku seperti yang para pria itu lakukan padaku selama ini? " Tanya gadis remaja itu dengan nada galak kepada Zhang Xiao Long yang telah sibuk memeriksa setiap dinding pada dalam ruangan gelap gulita dan sempit itu, lalu Zhang Xiao Long tak sengaja menemukan kertas gulungan yang tergeletak di kotak dalam dinding itu.


Ia pun menyimpan kertas gulungan itu di dalam saku pakaiannya tanpa menghiraukan gadis itu menghampiri dirinya dengan penasaran sekali terhadapnya.


"Dengarkan aku jika kamu ingin keluar hidup- hidup dari tempat ini, maka kau harus melayani ku untuk membuktikan bahwa kamu sungguh tak menipuku dengan mengatakan bahwa aku adalah seorang gadis remaja yang amat cantik jelita dan manis sekali atau kau harus terkurung di dalam ruangan ini untuk seumur hidupmu. " Kata gadis remaja itu yang telah menutup pintu ruangan itu hingga ruangan semakin gelap gulita dan sempit sekali.


"Hmm, kau takkan pernah bisa mengancamku dengan omong kosong mu itu, gadis aneh. " Kata Zhang Xiao Long yang merasakan bahwa gadis remaja itu merapatkan dirinya kepadanya. Zhang Xiao Long mengangkat tangannya mendorong pintu dinding di dalam ruangan itu hingga dirinya dan gadis remaja itu terjungkal ke dalam lembah gunung Tu.


Brush!


"Kyaaa..! " Pekik gadis remaja itu yang terjun lebih dahulu ke dasar lembah gunung Tu daripada Zhang Xiao Long yang dengan tangkas melompat beberapa kali di udara sampai ia bisa turun di dasar lembah gunung Tu tanpa alami cedera sedikitpun.


Wushh!


Tep!


"Akhh, tolong aku! Aku tak bisa berenang..! " Teriak gadis remaja itu yang terjatuh ke air sungai lembah gunung Tu. Sedangkan Zhang Xiao Long telah berdiri di tepi sungai gunung Tu dengan mengedarkan pandangan matanya ke segala penjuru arah di lembah gunung Tu untuk mencari cara untuk keluar dari lembah gunung Tu dengan aman.


"Nona, kau jangan main-main denganku dengan cara kamu berpura-pura tidak bisa berenang di sungai padahal sungai itu adalah sungai kecil yang masih ada batu- batu dan tanah yang bisa aku lihat dengan jelas. " Kata Zhang Xiao Long tak mempedulikan gadis remaja itu yang segera sadar bahwa gadis itu jatuh ke sungai kecil yang dapat terinjak-injak dengan bebas olehnya.


Gadis itu pun berdiri tegak lalu melompat cepat keluar dari sungai kecil itu dan berdiri di samping Zhang Xiao Long yang menemukan seorang pria paruh baya yang tergeletak di dekat hutan dalam tepi sungai lembah gunung Tu.


"Ayahh.. " Panggil gadis remaja itu yang segera menghampiri pria paruh baya yang tergeletak di hutan dalam tepi sungai lembah gunung Tu dengan wajah cemas.


"Dia ayahmu? Lalu namamu siapa dan siapakah pria paruh baya itu? " Tanya Zhang Xiao Long dengan selidik kepada gadis remaja itu yang kini bisa terlihat dengan jelas berapa hitamnya pada wajahnya itu.


"Iya, dia ayahku Bupati wilayah Tu An utara yang bernama Liong Ti Ceng dan aku adalah putrinya yang bernama Liong San San. " Jawab gadis remaja itu memeluk pria paruh baya itu dengan menangis begitu sedih sekali di depan Zhang Xiao Long.


"Hmm, kenapa kamu bisa terkurung di ruangan bangunan ukiran daun bunga tu di bagian belakang markas besar sekte gunung Tu dan kenapa pula ayahmu bisa berada di lembah gunung tu?" Tanya Zhang Xiao Long yang telah berjongkok dan mengulurkan tangannya untuk memeriksa denyut nadi, daun telinga dan pupil sepasang mata pria paruh baya itu dengan teliti dan cermat.


"Kami di sekap oleh Ketua sekte gunung Tu untuk ditukar dengan pusaka yang berada di ruangan penyimpanan pusaka di bukit buatan di dalam rumah kami ketika kami sedang pergi ke luar kota Tu an utara beberapa hari lalu. Aku di sekap di ruangan bangunan gelap gulita dan sempit itu sesudah aku mengalami keracunan bunga tu hitam yang di masukan ke dalam sup bunga teratai yang aku makan di kedai makan di daerah luar kota Tu an utara. Sedangkan ayahku yang telah berhasil melarikan diri dari mereka tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan kini ayahku ternyata terjatuh ke lembah gunung Tu dalam keadaan luka parah pada seluruh tubuhnya. " Jawab Liong San San menceritakan pengalaman nya dan ayahnya kepada Zhang Xiao Long.


"Hmm, begitukah?Pantas saja wajahmu begitu hitam pekat sekali dan ayahmu jantungnya dan juga paru-paru nya sudah mengalami keracunan yang sangat berat sekali untuk di obati karena racun telah menghanguskan seluruh organ yang ada di dalam tubuh ayahmu. " Kata Zhang Xiao Long dengan sudah sedih dan minta maaf pada Liong San San karena pemuda ini tidak bisa menolong bupati kota tu an utara.


"Oh...! " Gadis remaja itu menangis memeluk ayahnya yang akhirnya meninggal dunia di pelukannya.


"Aku pasti akan mengusahakan untuk menolong mu dan menyelesaikan masalah yang akan kau hadapi dari orang-orang yang telah menyakiti mu dan membunuh ayahmu. " Kata Zhang Xiao Long merasa iba kepada Liong San San.


"Kakak yang baik, aku ucapkan terimakasih atas kesungguhan hatimu untuk menolongku tapi ku rasa yang paling penting untuk saat ini adalah menyelamatkan dua buah pusaka yang mereka incar dari kami. " Kata Liong San San yang telah mempercayai ketulusan hati Zhang Xiao Long yang ingin menolongnya itu.


"Dua pusaka yang kalian simpan di bukit buatan dalam rumah kalian di kota tu an utara itu adalah dua buah pusaka yang sedang di buru oleh para pendekar di seluruh dunia persilatan pada saat ini. Apakah kamu mempercayai ku untuk aku bisa menyelamatkan kedua buah pusaka itu? " Zhang Xiao Long yang terpana melihat Nona itu mengajaknya masuk ke dalam hutan dalam tepi sungai lembah gunung Tu sesudah mereka memakamkan bupati kota tu an utara di tepi sungai lembah gunung Tu.


Bersambung!