
Zhang Xiao Long, Amira Ming, Liu Tong, Tuan Heng dan Kepala Desa bunga mawar api telah sampai di depan pintu masuk ke desa di wilayah paling dalam pegunungan Himalaya. Mereka pun sudah melihat adanya bola api di gagang pintu desa tersebut.
"Bola api itu berkobar-kobar dan lihatlah bola api itu melayang ke arah kita...! " teriak Liu Tong dan yang lainnya dengan cekatan bersiap-siap untuk mundur dari serangan bola api yang melayang ke arah mereka.
Wuuungg!
Zhang Xiao Long menatap lurus bola api itu lalu bola api itu meledak dan menghilang dari depan sepasang mata mereka semua sehingga muncul sejumlah orang yang membawa tongkat yang melayang di udara dengan bola api yang lebih besar dari bola api sebelumnya.
Blaaarr!!
Wuuungg!!
Zhang Xiao Long mengibaskan lengannya ke arah ribuan tongkat yang membuat bola api di tangan sejumlah orang itu meledak di udara dan membuat tongkat di tangan sejumlah orang- orang itu hancur berkeping-keping juga.
Bettzzzzz!
Blaaarr!
"Kurang ajar kau menghancurkan bola api kuuu!! " hardik seorang nenek yang masih terlihat muda dan cantik jelita telah melayang ke arah mereka dengan tongkat yang ujungnya terdapat linggis yang sangat runcing sekali.
Wutttzzz!
Zhang Xiao Long menangkis serangan-serangan tongkat milik nenek dengan kipas lipat di tangan kanannya yang membuat tongkat di tangan kiri nenek itu patah menjadi dua bagian dan kipas di tangannya telah menerjang langsung ke leher nenek itu hingga putus.
Tranggg!
Wutttzzz!
Crakkk!
Amira Ming melontarkan sabuk sutra warna biru miliknya yang menebas hancur berkeping-keping seluruh orang-orang yang merupakan murid - murid dari sekte elang darah api yang tinggal di dalam desa sungai api.
Wetttzzz!
Crasshhh!
"Wahh.. Yang Mulia Kaisar Naga Merah dan Ratu Amira Ming mencoba ilmu baru mereka dengan menghabisi musuh yang menghadang jalan kita ke desa sungai api.. " kata Liu Tong dengan nada terkagum-kagum kepada Zhang Xiao Long dan Amira Ming di depannya.
"Terimakasih Kak Tong atas pujian darimu. " kata Zhang Xiao Long ramah sambil tersenyum untuk sahabat dan juga pengawal setianya itu.
"Kak Long, pintunya masih tertutup rapat.. Dan, lihatlah kobaran api yang melindungi pintunya. " kata Amira Ming nada halus kepada Zhang Xiao Long yang berdiri di sampingnya.
"Jangan khawatir karena kobaran api itu adalah permainan sihir untuk menipu kita. " kata Zhang Xiao Long yang menggunakan ilmu Kebatinan nya melalui tatapan matanya yang mengarah ke arah kobaran api yang menutupi pintu masuk ke desa sungai api sehingga ia dapat buyarkan api yang menutupi pintu masuk ke desa sungai api
Blashhh!
"Wahh, Kak Long, kau dapat menghancurkannya dengan tatapanmu saja.. " kata Amira Ming yang tersenyum bangga dengan kehebatan suaminya.
"Mmm, ilmu sesat takkan pernah bisa menang dari ilmu bersih. " kata Zhang Xiao Long dengan nada senang melihat hasil pelatihan dari ilmu kebatinannya yang semakin kuat yang memang didapatkannya dari alam semesta secara alami dan juga bimbingan dari mendiang Kaisar Ming Huan kakak kembar dari Amira Ming juga kakak iparnya sendiri.
"Iya, ilmu tidak ada yang sesat dan bersih semua tergantung dari orang yang menggunakannya untuk sesuatu yang benar atau sesuatu yang merugikan orang lain."kata Amira Ming yang di rangkul oleh Zhang Xiao Long untuk berjalan ke desa sungai api bersama dengan Zhang Xiao Long.
Di dalam desa sungai api, mereka dapat melihat seluruh desa terbungkus kobaran api yang telah menutupi seluruh desa sehingga desa menjadi gelap gulita seakan-akan desa itu sudah kosong dan mati.
" Mmm..Berhati-hatilah..Mereka menggunakan cara curang untuk menghadapi kita..."kata Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada Amira Ming dan yang lainnya yang mengikutinya baik di sampingnya maupun di belakangnya.
Tak berselang lama kemudian meluncurlah tujuh puluh lima orang berpakaian seperti jubah Dalai Lama dengan membawa golok raksasa bergerigi tajam di tangan kanan dan tasbih di tangan kiri, namun mereka semua memiliki tatapan mata yang bengis dan memiliki cahaya manik-manik yang merupakan sepasang mata yang memiliki kemampuan ilmu kebatinan kuat juga.
"Emm, ilmu kebatinan kuat mereka adalah ilmu hipnotis yang dapat mencelakai orang-orang tak berdosa. " kata Zhang Xiao Long dengan tepat menduga kemampuan yang dimiliki oleh tujuh puluh lima orang itu.
"Bocah perempuan kamu rupanya sangat cerdas luarbiasa sehingga kamu dapat mengenal kami dengan baik...! Namun, sayangnya kamu harus mati untuk kenyamanan kami semua di seluruh dunia persilatan daratan besar..! " hardik salah seorang dari tujuh puluh lima orang itu dengan menyeringai kejam kepada Amira Ming.
"Mereka bicara apa denganmu, Ming Ming? " tanya Zhang Xiao Long dengan alisnya terangkat kepada Amira Ming.
"Mereka tahu apa yang kita bicarakan dan ingin membunuh ku yang kata mereka bahwa aku bisa merugikan mereka semua.. " jawab Amira Ming nada tenang saja.
"Sembarangan.. Mereka bicara ingin membunuh mu..!ughh, akulah yang akan membunuh mereka lebih dahulu sebelum mereka mendekatimu. " kata Zhang Xiao Long yang tatapan matanya itu mengarah langsung kepada tujuh puluh lima orang anggota sekte elang darah api di hadapan mereka.
"Amira Ming, senang sekali aku Yuan Chen dapat berjumpa denganmu di desa ini setelah sekian lama aku mendengar akan kelihaian mu di dunia persilatan daratan besa." kata seorang pemuda usia sebaya dengan usia Zhang Xiao Long yaitu dua puluh enam tahun dengan wajahnya yang tampan sekali telah tersenyum kepada Amira Ming.
"Tuan Yuan, bukankah kamu itu keturunan dari Raja Yuan yang terkenal dengan kebersihan hati dan ilmunya yang murni? " tanya Amira Ming di samping Zhang Xiao Long dengan nada sinis dan mengejek kepada pemuda tampan itu.
"Kau rupanya mengetahui riwayat keluargaku? Hmm, aku memang putra dari Raja Yuan tetapi dia sudah tidak mengakui aku sebagai putranya karena aku memilih untuk menentangnya yang ingin bersatu dengan Kekaisaran Naga Merah yaitu laki-laki di sebelah mu itu yang sangat aku benci di dunia ini. " jawab Yuan Chen menunjuk ke arah Zhang Xiao Long dengan bengis kepada Amira Ming.
"Ming Ming, laki-laki itu menantang aku bukan kamu, jadi tugasmu adalah membunuh tujuh puluh empat orang temannya bersama dengan Liu Tong, Tuan Heng dan kepala desa bunga mawar api." kata Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada Amira Ming seraya membalas tatapan mata Yuan Chen dengan tatapan mata yang jauh lebih bengis lagi.
Yuan Chen mendengus keras lalu menerjang ke arah Zhang Xiao Long dengan golok raksasanya diarahkan secara langsung ke kepala Zhang Xiao Long yang segera mengangkat kipas lipat ke atas dan menggunakannya untuk menangkis serangan-serangan golok raksasa milik Yuan Chen.
Cranggg!
"Ahhhh! " pekik Yuan Chen kaget melihat golok raksasanya telah patah oleh kipas lipat di tangan Zhang Xiao Long namun ia segera membalas dendam kepada Zhang Xiao Long dengan tasbih yang di lemparkan ke arah samping kiri Zhang Xiao Long yang segera memukul tasbih dengan kipas lipat di tangannya yang telah membuat tasbih membalik arah kepada Yuan Chen sendiri yang kaget melihat serangannya membalik ke arah dirinya sendiri.
Wutttzzz!
Plakk!
Yuan Chen dengan tangkas memukul tasbih di udara sebelum mengenai kepalanya sehingga tasbih hancur berantakan di tanah es namun ia tidak sempat untuk memberikan perlawanan terhadap Zhang Xiao Long yang telah memukul kepalanya dari samping atas seraya meloncat bak seekor kijang saja sehingga kepalanya telah retak terbelah dua oleh serangan maut dari Zhang Xiao Long.
Dessss!
Kretakkk!
Tujuh puluh empat orang anggota sekte elang darah api menerjang Amira Ming dan yang lain dengan kecepatan kilat melalui golok raksasa di tangan kanan menyerang ke depan wanita itu dan tasbih di tangan kiri menyerang ke samping kanan dan kiri juga belakang wanita itu.
Wutttzzz!
Amira Ming dan yang lainnya melontarkan ilmu pukulan yang mengandung hawa sakti yang di gabungkan dengan ilmu sinkang naga Merah yang dilontarkan oleh Zhang Xiao Long dari arah belakang istrinya sehingga mereka semua dapat menghancurkan tujuh puluh empat orang itu.
Desss!
Wutttzzz!!
Plakkk!
Blaarrr!
Zhang Xiao Long tersenyum puas melihat para anggota sekte elang darah api telah tewas di tangannya, istrinya dan para pengikutnya dalam waktu singkat.
"Sekarang kita mulai melakukan pencarian untuk menemukan bunga mustika api di pinggir tebing desa sungai api agar kita bisa secepatnya pergi ke Kerajaan Nepal untuk menyembuhkan calon istri dari Tuan Heng dan menjalin persahabatan dengan Kerajaan Nepal." kata Zhang Xiao Long sambil merah jemari Amira Ming dengan sikap halus sekali kepada Liu Tong, Tuan Heng dan kepala desa bunga mawar api yang berdiri di depannya.
"Ya, Paduka."jawab ketiganya nada serentak lalu melesat ke segala penjuru arah di desa sungai api untuk menemukan pinggir tebing desa sungai api sesuai dengan petunjuk peta yang telah diingat dengan baik oleh Zhang Xiao Long sebelum mereka berangkat ke desa sungai api di daerah perbatasan sekitar beberapa hari lalu.
Brrrrrr!
" Ming Ming, mari kita cari tempat itu di daerah lain di desa ini. "kata Zhang Xiao Long mengajak istrinya menyelusuri daerah pinggiran desa itu.
Bersambung!!