
Liu Tong memeluk Li Hong Xiu istrinya yang kini menjadi jenazah yang cantik luar biasa di atas tumpukan kayu bakar yang siap untuk kremasi wanita yang sangat berarti bagi seorang Liu Tong..
"Kak Tong, apakah kamu sudah siap untuk ritual kremasi istrimu? " tanya Zhang Xiao Long halus kepada Liu Tong yang memegang obor di tangan kiri sesudah menaburkan bunga mawar kuning di jenazah istrinya.
"Sudah." jawab Liu Tong tabah.
Api membungkus Li Hong Xiu hingga menjadi debu ketika api membakar habis Li Hong Xiu di hadapan Liu Tong yang meneteskan airmata kesedihan untuk istrinya..
"Kak Tong, tabahkanlah hatimu.. " kata Zhang Xiao Long menepuk-nepuk bahunya.
"Iya." jawab Liu Tong singkat.
"Pendekar Liu, sebelum istrimu meninggal dunia beliau menitipkan surat untuk mu dan gelang Giok kepadaku. " kata Nalan Yan Ran halus pada Liu Tong sembari memberikan surat dan gelang Giok milik Li Hong Xiu kepada Liu Tong.
"Terimakasih Nyonya muda Nalan Yan Ran" kata Liu Tong ramah kepada Nalan Yan Ran seraya menerima surat dan gelang Giok milik istrinya dari Nalan Yan Ran.
"Eiii.. Dimanakah Fan Yi Xing? " tanya Zhang Xiao Long mencari-cari bayi asuhnya di sekitar desa suku Ci luar usai mereka mengumpulkan abu jenazah Li Hong Xiu di guci yang di bawa Liu Tong untuk di larung di sungai Ci di pintu masuk ke kota besar Ci An..
"Dia aman berada di dalam sini saat aku lihat ada penyerangan terhadap warga desa suku Ci luar maka aku langsung mengamankan anak itu di dalam sini sebelum aku, kak Hong Xiu dan Nona Shiu Chiu menerjang orang-orang sekte bunga Ci merah di luar rumah ini.. " jawab Nalan Yan Ran membuka peti kayu di dalam ranjang kayu di sudut kanan rumah itu dan mengangkat bayi Fan Yi Xing dari dalam sana.
"Syukurlah, dia selamat... " kata Zhang Xiao Long mengambil bayi itu dari gendongan Nalan Yan Ran.
"Tuan besar Afung,apakah sebaiknya kamu dan istrimu menitipkan anak kalian kepada bibi guru ku saja di rumah adipati Ci di kota Ci An untuk perjalanan kita di seluruh wilayah timur laut bisa lebih tenang dan aman? " tanya Nona Shiu Chiu sopan kepada Zhang Xiao Long.
"Ide mu sungguh baik sekali, Nona Shiu Chiu. Baiklah, aku dan istriku akan menitipkan anak kami kepada bibi gurumu di kota Ci an untuk sementara waktu sampai tugas kami di wilayah timur laut dapat di selesaikan dengan sempurna. " Jawab Zhang Xiao Long menyetujui usul Nona Shiu Chiu.
"Kak Long, aku tak bisa menitipkan anak kita ke orang lain, jadi biarkanlah aku membawanya pulang ke rumah kita, dan aku tidak akan ikut kamu berpetualang di seluruh dunia persilatan daratan besar namun aku dan yang lainnya akan menunggu kepulangan mu ke rumah kita dengan sabar. " kata Nalan Yan Ran memberikan solusi yang tepat untuk kebaikan Nalan Yan Ran dan Fan Yi Xing bayi laki-laki asuh mereka kepada Zhang Xiao Long.
"Betul sekali, Yan Ran. Baiklah, sebaiknya kamu dan Fan Yi Xing pulang ke rumah kita lalu kamu dan yang lainnya tunggu aku pulang ke rumah kita dengan sabar. " kata Zhang Xiao Long yang akhirnya melepaskan Nalan Yan Ran pulang ke rumah mereka di ibukota Kekaisaran Naga Merah dengan menunggangi kuda yang baru saja mereka beli di pasar pintu masuk ke kota Ci an.
Liu Tong terlihat tenang saat berjalan masuk ke kota Ci an dengan diikuti oleh Zhang Xiao Long dan Pendekar Zhao juga Nona Shiu Chiu yang terlihat mencari cara untuk mendekati Zhang Xiao Long tanpa adanya Nalan Yan Ran di sisi pemuda itu.
"Itu bibi guru ku... " kata Nona Shiu Chiu yang melambaikan tangan ke arah wanita bangsawan yang menunggu mereka di pintu gerbang rumah adipati Ci.
"Shiu Chiu, kenapa kamu baru datang ke rumah ku..?" tanya selir Adipati Ci dengan pelukan kasih sayang kepada Nona Shiu Chiu saat mereka tiba di rumah adipati Ci.
"Ouh, baiklah. Mari kalian semua masuk ke dalam rumah Adipati Ci. " kata wanita itu nada ramah menyambut kedatangan Zhang Xiao Long dan Liu Tong juga Pendekar Zhao.
"Iya, baik, terimakasih banyak untuk undangan mu, Nyonnya Ci. " kata Liu Tong menjura hormat kepada bibi guru Nona Shiu Chiu yang kemudian mengajak mereka masuk ke ruangan utama dari rumah Adipati Ci.
Di sana, mereka bertemu dengan Adipati Ci Jen yang duduk di kursi menghadap ke pintu dan di apit oleh lima orang istrinya dan anak-anaknya juga cucu-cucunya telah duduk manis di kursi mereka masing-masing untuk menyambut kedatangan tamu mereka.
"Selamat datang kepada tamu-tamu istimewa yang berkenan untuk mengunjungi rumah kami yang sederhana ini.. Aku Adipati Ci sungguh amat senang dengan kedatangan kalian para Pendekar dunia persilatan daratan besar yang sudah lama ingin aku temui. " kata Adipati Ci yang menjura hormat kepada Zhang Xiao Long, Liu Tong dan Pendekar Zhao yang membalas menjura hormat kepada pria usia enam puluh tahun itu.
"Iya, terimakasih atas undangan dari Adipati Ci untuk kami. " kata Zhang Xiao Long, Liu Tong dan Pendekar Zhao nada sopan.
"Mari para Pendekar mencicipi suguhan arak khas kota Ci an kami yang di bawakan oleh istri ku untuk anda berempat. " kata Adipati Ci ramah menyuguhkan secangkir arak khas kota Ci an untuk Zhang Xiao Long, Liu Tong dan Pendekar Zhao juga Nona Shiu Chiu yang sudah duduk di kursi tamu.
"Baiklah, Adipati Ci. Aku datang ke rumahmu ini untuk menanyakan soal pusaka yang bentuknya seperti kelereng anak-anak kecil yang warnanya merah bila di taruh di ruangan gelap gulita. Apakah kamu pernah mendengarnya di kota Ci an? " Nona Shiu Chiu langsung ke inti dari kedatangannya ke rumah Adipati Ci kepada pria tua yang menjadi suami bibi gurunya.
"Pernah." jawab Adipati Ci an segera.
"Dimana? Kapan dan siapa yang kau dengar memilikinya di kota ini? " tanya Nona Shiu Chiu nada ramah sekali
"Di istana Kerajaan Ci di puncak gunung Ci, dan aku mendengarnya saat aku mengunjungi desa di puncak gunung Ci beberapa hari lalu lalu orang yang memiliki pusaka itu adalah pria usia belasan tahun yang sebaya dengan mu ini, Nona Shiu Chiu. " jawab Adipati Ci dengan raut wajah tuanya begitu gelisah ketika membicarakan tentang pusaka dan pemegang pusaka itu di depan tamu-tamunya.
"Hmm, Paman Ci.. Kau jangan khawatir kami pasti akan melindungimu dan keluargamu jika kamu mau membantu kami untuk pergi ke istana kerajaan Ci di puncak gunung Ci pada malam hari ini. Apakah kamu bersedia untuk membantu kami untuk kedamaian di seluruh negeri ini? " tanya Nona Shiu Chiu dengan tulus kepada Adipati Ci.
"Baiklah, Shiu Chiu. Aku akan membantu kalian untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan di puncak gunung Ci jika itu untuk kedamaian di seluruh negeri ini. " jawab Adipati Ci dengan sukarela.
"Hmm, baiklah, kita mulai persiapan untuk kita pergi ke puncak gunung Ci pada malam hari ini dengan dimulai dari sekarang ini di rumahmu, Paman Ci. " kata Nona Shiu Chiu yang langsung mengadakan pertemuan rahasia dengan Adipati Ci, Zhang Xiao Long, Liu Tong dan Pendekar Zhao di ruangan lain di rumah adipati Ci.
Zhang Xiao Long mengamati peta wilayah kota Ci an dengan cermat saat ia mengikuti rapat yang diadakan oleh Nona Shiu Chiu bersama dengan Adipati Ci dan Pendekar Zhao juga Liu Tong di ruangan pribadi Adipati Ci sendiri.
"Ada patung kepala beruang es di alun-alun kota ini.. Hmm, ada jalanan menurun di pintu masuk ke kerajaan Ci.. " batin Zhang Xiao Long.
"Bunga Ci oranye merupakan simbol dari suku Ci yang mencurigakan sekali. " bisik Liu Tong dan Pendekar Zhao bersamaan di dekat Zhang Xiao Long yang berdiri di tengah-tengah keduanya.
Bersambung!!