
Zhang Xiao Long mengikuti bayangan pemuda buta yang tampan yang pernah dilihatnya di pintu gerbang masuk ke kota seribu menara langit.Dan, sekarang Ia melihat pemuda itu hadir di atas genteng rumah salah seorang dari warga kota tersebut yang menimbulkan rasa curiga di dalam hatinya terhadap pemuda buta itu.
"Kaisar Naga Merah kenapa kamu mengikuti aku terus menerus sampai keluar dari kota seribu menara langit?" tanya Teng Lun Dong nada ketus kepada Zhang Xiao Long seraya membalikkan badannya dan menuding telunjuk kanannya pada Zhang Xiao Long.
"Aku ingin menanyakan soal pusaka cincin giok yang telah aku dengar berada di tanganmu, Tuan Teng Lun Dong. " jawab Zhang Xiao Long nada dingin kepada Teng Lun Dong.
"Cih, kau jangan asal menuduh kepada ku yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan cincin giok yang kau cari itu di wilayah barat. " kata Teng Lun Dong yang melayang mundur ke belakang dan menabrakkan pintu gerbang ke dalam rumah kediaman keluarga Teng.
Wushhh!
Brakkkk!
Teng Lian Ni adiknya sedang menangisi seorang pria tua yang terkapar di lantai rumah itu dengan di tutupi oleh jerami tebal sampai pemuda buta itu meraba-raba dan berjalan mendekati adiknya.
"Lian Ni, bagaimana keadaan ayah kita? Ini, aku bawakan obat untuk Beliau dari pasar di kota seribu menara langit. " kata Teng Lun Dong yang menaruh bungkusan obat di depan adiknya.
"Percuma, Kak. Obat itu tak berguna lagi karena ayah kita telah meninggal dunia akibat luka lama di hatinya. " jawab Teng Lian Ni melemparkan bungkusan obat itu ke belakangnya dan nyaris terinjak sepasang sepatu Zhang Xiao Long di batas pintu ruangan dalam rumah itu.
"Ouh.. Tidakkkkk...! Ayahhhhhhh...!!! " teriakan histeris Teng Lun Dong mengguncang tubuh pria tua yang sudah kaku dan dingin itu.
"Apa penyebab utama dari luka lama di hati ayah kalian? " tanya Zhang Xiao Long dengan sikap ramah kepada keduanya.
"Racun hati dari ulu hati ular piton hijau oleh si laknat Hu Jin Dang sekte sepasang harimau gunung Himalaya. " jawab Teng Lun Dong nada getir.
"Oh, aku turut berdukacita atas meninggalnya ayah kalian berdua, namun aku tetap ingin tahu darimana kalian mendapatkan cincin giok yang menjadi incaran seluruh tokoh-tokoh di dunia persilatan tingkat tinggi. Apakah kalian berdua bisa memberitahu aku? " Zhang Xiao Long tetap menanyakan soal cincin giok kepada Teng Lun Dong dan adiknya.
"Ini kau ambillah cincin giok sialan itu karena aku tak membutuhkannya lagi setelah aku gagal untuk menyelamatkan Ayahku." jawab Teng Lun Dong melepaskan cincin giok dari jemari tengah dan memberikannya kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long memeriksa cincin giok untuk ia bisa mengetahui keasliannya sambil menunggu jawaban lebih baik dari kedua saudara marga Teng itu.
"Kami mendapatkan cincin giok dari seorang pria kemayu sekitar sepuluh tahun lalu secara tidak sengaja karena pria kemayu itu mengalami luka parah pada hatinya sama persis seperti yang dialami oleh ayahku, dan pria kemayu itu pun meninggal dunia di hari dimana ayahku itu mendapatkan serangan dari Hu Jin Dang yang mencari pusaka cermin langit yang katanya di curi oleh seorang wanita berasal dari Kerajaan Bhutan, dan wanita itu katanya bersembunyi di rumah kami namun nyatanya wanita itu sama sekali tidak ada di rumah kami. Ahh, akibat serangan itulah ayahku menderita penyakit hati yang bengkak dan mengeluarkan nanah yang menimbulkan lubang di kulit dadanya. Lalu, aku menjadi buta karena nanah itu muncrat ke arah sepasang mataku ketika aku ingin mengobati penyakit hati ayahku itu. " jawab Teng Lun Dong raut wajahnya begitu sedih bukan main. Adiknya di sampingnya menangis terus menerus.
"Aku pun dipaksa untuk menjual diriku kepada pria tua Raja Naga Barat demi mendapatkan obat terbaik untuk menyelamatkan ayah kami dan mengobati sepasang mata Kakakku yang malang ini. " kata Teng Lian Ni menangis tersedu -sedu sambil menceritakan kisah mereka kepada Zhang Xiao Long.
"Oh, baiklah. Aku mempercayai ucapan kalian, tapi bisakah kalian berdua tunjukkan kepadaku lubang dada di ayah kalian supaya Aku dapat mengobati sepasang mata Teng Lun Dong ini? " ucap Zhang Xiao Long merasa iba kepada Teng Lun Dong dan Teng Lian Ni
"Ya, silakan saja, Anda lihat sendiri lubang di dada ayah kami." kata Teng Lun Dong membuka jerami tebal yang menutupi jenazah ayahnya dan memperlihatkan lubang di dada ayahnya kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long melihat nanah hitam dan bau busuk keluar dari dada jenazah Tuan Teng lalu melihat ke arah sepasang mata Teng Lun Dong yang pinggirannya juga mengeluarkan nanah hitam dan bau busuk yang sama.
"Jangan khawatir karena Aku bisa mengobati mu dan sepasang mata mu bisa melihat kembali seperti semula. " kata Zhang Xiao Long yang kini mengeluarkan batu mustika hijau dari saku baju tebalnya dan meletakkan batu mustika hijau di sepasang mata Teng Lun Dong.
Lalu batu mustika hijau menyerap racun tersebut hingga nanah hitam dan bau busuk menghilang dari sepasang mata Teng Lun Dong dan cara pengobatan ini dilakukan oleh Zhang Xiao Long menggunakan ilmu sinkang bunga Xia tingkat tinggi hingga batu mustika hijau berfungsi untuk mengeluarkan racun ulu hati ular piton hijau dari sepasang mata Teng Lun Dong dan ilmu sinkang Bunga Xia tingkat tinggi milik Zhang Xiao Long berfungsi untuk menyembuhkannya.
"Sekarang kamu sudah bisa membuka sepasang mata mu secara perlahan-lahan agar cahaya tak menyakiti syaraf pada kedua matamu. " kata Zhang Xiao Long memberikan petunjuk untuk Teng Lun Dong pasca racun telah menghilang dari sepasang mata Teng Lun Dong.
"Aku telah sembuh..! Aku sudah bisa melihat kembali..!" seru Teng Lun Dong bahagia.
"Kakak, kau benar-benar sudah melihat kembali. "kata Teng Lian Ni memeluknya bahagia.
Lalu keduanya bersujud di depan Zhang Xiao Long sambil mengucapkan terimakasih atas kebaikan hati Zhang Xiao Long terhadap mereka berdua.
" Yang Mulia, mulai hari ini hamba berdua akan menjadi pengawal setia anda seumur hidup hamba. "kata keduanya dengan sungguh hati kepada Zhang Xiao Long.
" Baiklah, sebelum itu sebaiknya kita makamkan dahulu ayah kalian berdua sebelum kita harus pergi ke wilayah dalam pegunungan Himalaya di utara hutan kota seribu menara langit. "kata Zhang Xiao Long nada ramah kepada keduanya.
Demikianlah sesudah mereka memakamkan Tuan Teng di halaman depan rumah kediaman keluarga Teng. Kedua saudara marga Teng sibuk merapikan barang mereka lalu menjual rumah mereka sebagai modal perjalanan mereka untuk mengikuti Zhang Xiao Long sebagai majikan mereka seumur hidup mereka.
" Aku akan menyerahkan sisir giok burung murai emas ku kepada Yang Mulia mulai hari ini. "kata Teng Lian Ni mengambil sisirnya di meja rias di kamarnya sambil tersenyum- senyum sendiri.
" Aku akan membawa sepasang pedang burung murai emas sebagai bekal perjalanan baruku di dunia persilatan tingkat tinggi untuk menemani Kaisar Naga Merah sebagai pengawalnya yang setia.. "kata Teng Lun Dong tersenyum bangga menjadi salah seorang dari pengawal pribadi Kaisar Naga Merah.
Keduanya telah menemui Zhang Xiao Long di halaman rumah mereka. Di sana, mereka telah melihat Zhang Xiao Long menerima sepucuk surat dari seekor burung parkit warna hijau dan kuning lalu membaca surat itu dengan cepat dan alis tebal Zhang Xiao Long terangkat sedikit.
" Pegunungan awan bunga naga. "baca Zhang Xiao Long.
" Yang Mulia, hamba bisa membantu Anda untuk pergi ke pegunungan awan bunga Naga yang tak jauh dari wilayah dalam pegunungan Himalaya untuk anda dapat berjumpa dengan pengawal Liu Kang di sana. "kata Teng Lun Dong dengan senyuman menghormati kepada Zhang Xiao Long.
" Bagus, baiklah. Ayo kita berangkat saja ke arah pegunungan awan bunga Naga lebih dahulu agar aku bisa membantu Liu Kang mendapatkan buah ginseng panca ungu untuk menyelamatkan nyawa Fan Yi Xing putra asuhku itu. "kata Zhang Xiao Long tersenyum ramah kepada Teng Lun Dong dan Teng Lian Ni.
Perjalanan menuju ke arah pegunungan awan bunga Naga lebih mudah dan cepat karena Zhang Xiao Long mendapatkan petunjuk dari Teng Lun Dong yang merupakan orang asli di wilayah tersebut sehingga ia dapat sampai di kaki pegunungan awan bunga Naga lebih cepat daripada Liu Kang yang mendaki kaki gunung itu bersama selir pria itu di belakang pria itu sendiri.
" Liu Kang.. Kemarilah, jangan menginjak tanah lunak di kaki gunung Awan bunga Naga.. "kata Zhang Xiao Long memanggil pengawalnya yang cepat melihatnya lalu menghaturkan hormat kepadanya.
" Hormat hamba Liu Kang kepada Paduka Kaisar Naga Merah. "salam Liu Kang.
" Hormat Hamba Shen Yue selir dari Liu Kang kepada Yang Mulia Kaisar Naga Merah panjang umur..! Panjang umur..!" salam wanita muda dan berambut di sanggul ala wanita sudah menikah kepada Zhang Xiao Long.
"Baiklah, mari kita naik ke puncak gunung awan bunga Naga sekarang juga.. " kata Zhang Xiao Long mempimpin mereka semua melayang ke arah pegunungan awan bunga Naga dengan ilmu ginkang Naga melintasi samudra langit dan gerakannya yang sangat cepat itu membuatnya tiba di puncak gunung awan bunga Naga lebih dulu daripada yang lainnya.
Yang lainnya tiba di belakangnya dan menatap kolam yang besar dan luas seperti danau di atas puncak gunung awan bunga Naga dengan napas tertahan.
"Airnya menggelembung-gelembung bagaikan lahar gunung berapi tapi mengeluarkan nanah hitam dan bau busuk sekali, namun bunganya itu tumbuh di tengah-tengah kolam ini. " kata Liu Kang nada cemas.
"Emmm, kalian turunlah kembali ke kaki gunung ini dan tunggulah aku di sana sampai aku dapat membawakan bunga Naga kepada kalian. " kata Zhang Xiao Long nada memerintah kepada yang lainnya.
"Ya, Paduka Kaisar Naga Merah..! " sahut yang lainnya nada serentak.
Bersambung!!