
"Kau mengingatkan ku kepada putriku Li Yun Er di rumah ku yang usianya sebaya denganmu, Fan Yi Xing. Ahh, ku harap kau bisa berteman dengannya di kemudian hari saat kalian besar. " kata Zhang Xiao Long menatap lembut bayi di pelukannya itu.
Lalu Zhang Xiao Long teringat tentang seorang kekasihnya yang telah meninggalkannya tanpa menghiraukan perasaannya untuk suatu hal yang tidak pernah bisa di mengerti olehnya. Ia menghela napas dalam-dalam lalu menidurkan bayi laki-laki itu di tempat tidur, dan ia memilih untuk membuka jendela kamar untuk mencari udara segar sambil menatap langit malam.
"Ming Ming, kenapa kamu meninggalkanku dan membuat ku merisaukan dirimu sampai aku tak pernah mempunyai rasa ingin memiliki gadis lain selain dirimu? Ming Ming, apa salahku sehingga kamu menjauhkan diri dari ku? Ahh, sudah aku katakan kepada mu, aku akan membunuh orang yang menentang hubungan kita.. " batin Zhang Xiao Long.
"Kak Long, sekarang giliran mu untuk mandi karena aku sudah selesai mandi. "kata Nalan Yan Ran memanggilnya dari belakang punggung tegapnya.
" Ahh, ya , Yan Ran. " kata Zhang Xiao Long yang membalikkan badannya lalu berjalan ke kamar mandi tanpa menghiraukan Nalan Yan Ran yang memejamkan sepasang mata dengan pedih.
"Kak Long, sebenarnya ada apa denganmu? Aku jadi bingung dengan sikapmu belakangan ini yang berbeda denganmu yang dulu yang pernah aku kenal sebelum kau kembali dari perjalanan mu di wilayah Zhou selatan. " batin Nalan Yan Ran.
Sementara itu di kamar lainnya, Liu Tong dan Li Hong Xiu menikmati waktu mereka dengan penuh kemesraan yang hangat sampai mereka berdua kelelahan di tempat tidur yang hangat itu.
"Hong Xiu, apakah kau sudah meminum vitamin khusus untuk kesehatan rahim mu yang sudah aku belikan untuk mu beberapa waktu lalu? " tanya Liu Tong yang merasa kesepian dengan pernikahannya dengan Li Hong Xiu yang sudah hampir lima tahun belum memperoleh keturunan satupun dari pernikahan mereka berdua.
"Sudah, tapi belum ada tanda -tanda kehamilan datang kepada ku. " jawab Li Hong Xiu dengan nada sedih sekali.
"Hh, bagaimana kalau aku mencarikanmu tabib sakti untuk memeriksa kesehatan mu secara jelas? Aku sudah sangat menginginkan hadirnya buah hati kita di dalam kehidupan pernikahan kita berdua. " kata Liu Tong dengan pedih.
"Ya, seterah kamu saja Kak Tong. Aku mungkin mandul sehingga aku tidak pernah bisa berikan keturunan untuk mu. " Kata Li Hong Xiu pasrah.
"Hmm, baik. Sabarlah suatu hari nanti kita pasti bisa memperoleh keturunan. " Kata Liu Tong yang mempererat pelukannya pada istrinya yang kemudian terlelap dengan senyuman manis yang tak pernah bisa dilupakan olehnya.
"Kak Tong, maafkanlah aku yang harus berdusta padamu mengenai diriku yang tak pernah bisa memberikanmu keturunan untuk mu karena aku telah terinfeksi penyakit langka. " batin Li Hong Xiu.
Ketika Liu Tong akan terlelap tidur pula tiba-tiba sebuah anak panah meluncur masuk dari arah jendela kamar dan menancap di tiang tempat tidur mereka.
"Siapa itu?! "
Liu Tong melompat dari tempat tidur menuju ke arah jendela kamar dan tidak menemukan satu orangpun dari luar penginapan. Ia pun kembali ke tempat tidur dan mengambil surat yang di tancapkan pada anak panah yang menancap di tiang tempat tidur.
"Surat dari siapakah itu,Kak Tong? " tanya Zhang Xiao Long yang telah masuk ke kamar Liu Tong bersama Nalan Yan Ran yang menggendong Fan Yi Xing.
"Entahlah, aku tak mengerti tulisan bangsa orang persia yang tertera di kertas ini.. " jawab Liu Tong jujur lalu menyerahkan surat itu kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long menerima surat dan membaca tulisan itu dengan cermat namun kedua alisnya terangkat dan raut wajahnya begitu mengeras dan sinar bola matanya berkilat-kilat tajam.
"Kurang ajar Sepasang hantu malam di gunung Himalaya telah menyandera Ming Ming untuk ditukar dengan pil bunga salju abadi yang telah hilang dari genggaman tangan Ming Ming. "kata Zhang Xiao Long marah.
" Siapakah sepasang hantu malam itu, Kak Long? Mengapa mereka menyandera Putri Ming Ming dan mengirimkan surat kepadamu? " tanya Nalan Yan Ran ingin tahu kepada Zhang Xiao Long.
"Mereka adalah sepasang pendekar kaum sesat dunia persilatan yang haus kekuasaan untuk jadi penguasa dunia persilatan dan mereka berdua menyandera Putri Ming Ming untuk mengancam ku. " Jawab Zhang Xiao Long nada serius.
"Kenapa mereka menggunakan akal licik itu untuk mengancammu? Ada hubungan apakah di antara dirimu dengan Putri Ming Ming? " tanya Nalan Yan Ran menahan gejolak hatinya yang iri dan cemburu usai melihat reaksi Zhang Xiao Long membaca surat ancaman dari sepasang hantu malam.
"Karena mereka ingin menjadi pengganti ku. Aku sekarang ini adalah pemimpin dunia persilatan yang baru meskipun aku belum menemukan pusaka dunia persilatan yang terakhir untuk aku bisa mengukuhkan diriku sebagai penguasa di dunia persilatan daratan besar. " jawab Zhang Xiao Long yang menatap lurus Nalan Yan Ran untuk istrinya yang sepertinya cemburu terhadap Putri Ming Ming.
"Ouh, begitukah? " Tanya Nalan Yan Ran yang kini kembali tersenyum ceria usai mendengar Zhang Xiao Long bicara dengan nada biasa saja mengenai Putri Ming Ming.
"Iya.. Aku cuma ingin membalas budi kebaikan Putri Ming Ming yang selama ini telah banyak membantu perjuangan ku menuju keberhasilan ku di dunia persilatan. " Jawab Zhang Xiao Long nada tegas.
"Hmm, kalau Kaisar tak mempunyai perasaan apa-apa terhadap Putri Ming Ming? Aha, aku bisa menjodohkan Putri Ming Ming dengan Kak Tong untuk Kakak Liu Tong bisa memperoleh keturunan yang sangat diinginkannya. " batin Li Hong Xiu.
"Yang Mulia, kita harus segera mencari pil bunga salju yang diinginkan oleh sepasang hantu malam untuk ditukar dengan Putri Ming Ming di istana mereka di pegunungan Himalaya. " kata Liu Tong nada suaranya begitu panik dan cemas terhadap keselamatan Putri Ming Ming yang di dengar oleh Zhang Xiao Long.
Mereka berempat tiba di kota kecil elang ekor lima yang terletak di bawah kaki pegunungan sepasang Mata elang langit di bagian barat daya pada lusa hari berikutnya. Mereka berempat tak pernah sengaja bertemu dengan rombongan sekte ular emas yang pimpinannya di kenal baik oleh Liu Tong ketika mereka berempat masuk ke dalam rumah makan untuk sarapan pagi di kota tersebut.
"Pendekar Liu, senang sekali kami bisa bertemu dengan mu di sini.. Mari kau dan teman-teman mu bergabung saja dengan kami.. " kata seorang pemuda tampan berkulit putih dengan senyum cerah menyambut kedatangan Liu Tong di pintu masuk ke rumah makan.
"Pendekar Zhao rupanya dirimu dan beberapa orang saudara seperguruan mu yang juga datang di kota kecil elang ekor lima? " Liu Tong pun begitu senang jumpa dengan kawan lama nya.
"Tuan besar, mari kita bergabung dengan mereka di kursi meja makan di ujung kanan dari rumah makan kota kecil elang ekor lima nomor tujuh. " kata Liu Tong yang mengajak Zhang Xiao Long untuk mengikutinya menemui rombongan sekte ular emas.
"Pendekar Liu, siapakah sahabat mu ini? Dan, siapa pula wanita cantik di sampingmu itu? " tanya salah seorang dari anggota sekte ular emas nada ramah kepada Liu Tong yang telah mempersilakan Zhang Xiao Long dan Nalan Yan Ran juga Li Hong Xiu duduk di kursi yang telah di siapkan olehnya.
"Oh, mereka adalah Tuan Afung dan nyonya Nalan Yan Ran. Sedangkan wanita di samping ku ini adalah istriku Li Hong Xiu. " jawab Liu Tong ramah memperkenalkan ketiga orang di dekat nya kepada teman-teman nya.
"Wahh, selamat bergabung dengan kami, Tuan Afung dan nyonya Nalan Yan ran juga nyonya Liu. " kata Pendekar Zhao menjura hormat pada Zhang Xiao Long dan Nalan Yan Ran juga Li Hong Xiu.
"Terimakasih banyak Pendekar Zhao. " sapa Zhang Xiao Long dan Nalan Yan Ran juga Li Hong Xiu dengan nada ramah.
"Pendekar Zhao, sebenarnya apa tujuan mu dan rombongan sekte ular emas datang ke kota kecil elang ekor lima? " tanya Liu Tong sambil makan siang dengan nyaman bersama dengan teman - teman lamanya.
"Kami ingin mencari Putri Ming Ming yang telah kami dengar bahwa ia menyimpan pil bunga salju yang telah dicurinya dari Kaisar Wen di hari pernikahan antara Kaisar Wen dengan Putri Zhi Lan dari Kerajaan Mongolia Dalam, dan sekarang ini menjadi rumor yang harus dicari kebenaran nya oleh seluruh pendekar dunia persilatan yang sedang mencari gadis suku Ming itu. " jawab Pendekar Zhao sambil menikmati minum arak di cangkirnya.
"Apa ? Kapan berita luar biasa ini tersebar luas wilayah daratan besar? " tanya Zhang Xiao Long kaget.
"Sudah sekitar satu setengah tahun lalu setelah Kekaisaran Ming di Lumpuhkan oleh Kekaisaran Phoenix Emas Sakti yang akhirnya mereka telah membuat keepakatan untuk menyatukan kedua Kekaisaran timur laut itu dengan pernikahan di antara mereka berdua yang akan terjadi pada musim semi tahun depan sebagai hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan kedua orang penguasa timur laut daratan besar." jawab Pendekar Zhao dengan sikap ramah dan sopan kepada Zhang Xiao Long dan tersenyum manis untuk Nalan Yan Ran.
"Lalu apa hubungannya dengan pil bunga salju yang di kabarnya di curi oleh Putri Ming Ming? Dan, kapan Putri Ming Ming mencurinya? " tanya Liu Tong nada cemas tanpa sadar bahwa dirinya begitu mengkhawatirkan Putri Ming Ming.
"Inilah yang menjadi misteri yang harus kami cari kebenarannya, karena kami beberapa waktu lalu pernah jumpa dengan Putri Ming Ming yang telah menyelamatkan sekte ular emas dari ancaman kehancuran yang dilakukan oleh sekte tengkorak emas pemimpin Sheng Ki putra mahkota dari Kekaisaran Sheng di gurun gobi paling barat laut. Dan, sekarang ini kami ingin mencari Putri Ming Ming dan membantu Beliau untuk membalas budi kebaikannya terhadap kami di sekte ular emas. " jawab Pendekar Zhao yang setiap bicara tentang Putri Ming Ming bisa dilihat kedua pipinya yang merona dan kedua bola matanya yang bersinar-bersinar bercahaya cinta yang di duga dengan tepat oleh Zhang Xiao Long yang mendongkol secara diam-diam.
"Emm,lagi -lagi ku jumpa laki-laki yang dari cara bicaranya saja bisa kuduga telah jatuh cinta kepada Putri Ming Ming di sepanjang perjalanan ku ke daerah timur laut daratan besar. " batin Zhang Xiao Long.
"Pendekar Zhao, bagaimana kabar Gurumu di sekte ular emas? Apakah Beliau baik-baik saja di usianya yang sudah mencapai seratus tahun? " tanya Liu Tong nada ramah untuk tidak terlihat jelas bahwa ia merindukan Putri Ming Ming yang sangat manis budi bahasa dan pekertinya juga ramah dan baik hati terhadap siapapun yang di jumpa dengan Putri Ming Ming.
"Kabar Guruku di sekte ular emas.. Beliau telah meninggal dunia dan menyerahkan tahta ketua sekte ular emas kepadaku dan adik seperguruan ku yang bernama Shiu Chiu sebagai wakil ketua sekte ular emas. " jawab Pendekar Zhao yang memperkenalkan seorang gadis usia lima belas tahun yang sangat manis dan duduk di kursi di depan Zhang Xiao Long kepada Liu Tong.
"Wah, sungguh seorang wanita muda yang hebat aura mu, Nona Shiu. " kata Liu Tong menjura hormat kepada Shiu Chiu gadis manis di depan mereka berempat.
"Iya, terimakasih banyak Pendekar Liu. " kata Nona Shiu Chiu membalas salam Liu Tong dan tatapannya tertuju pada Zhang Xiao Long yang bersikap acuh tak acuh terhadapnya meskipun ia duduk berhadapan dengan pemuda ini.
"Sama-sama Nona Shiu Chiu. Ohya, bagaimana kalau kita melakukan perjalanan ke wilayah timur laut bersama-sama saja dan mungkin kita bisa saling membantu untuk menyelesaikan tiap masalah yang berhubungan dengan Putri Ming Ming dan dunia persilatan daratan besar yang meresahkan kita semua yang menjadi tokoh -tokoh di dunia persilatan daratan besar saat ini untuk perdamaian dan kerukunan rakyat seluruh Kekaisaran Naga Merah?" kata Liu Tong ramah mengajak sekte ular emas untuk melakukan perjalanan bersama dengan mereka.
"Tentu saja, kami amat senang dengan usulmu itu. " Kata Pendekar Zhao nada semangat sekali.
Maka pada siang hari itu setelah menghabiskan makan siang di rumah makan kota kecil elang ekor lima. Mereka melanjutkan perjalanan ke arah timur laut daratan besar dengan dimulai dari pintu keluar dari kota kecil elang ekor lima.
Ketika mereka akan keluar dari kota kecil elang ekor lima terlihatlah sejumlah besar orang yang berkuda dari arah berlawanan datang melalui pintu keluar dari kota kecil elang ekor lima dan orang-orang itu memakai pakaian serba kuning dan memiliki lambang di ikat kepala orang-orang ini juga berwarna kuning.
"Tahan mereka semua di pintu keluar dari kota kecil elang ekor lima dan jika mereka bertekad untuk keluar dari kota kecil elang ekor lima, maka kalian harus menghabisi mereka semua hingga tak ada tersisa lagi...! " perintah dari pria brewok yang menunggangi kuda besar warna hitam dan memegang ruyung besi dan baja di kedua tangannya yang besar kepada sejumlah pasukannya.
"Siap, Ketua...! " sahut para pasukannya yang menghadang jalan rombongan Zhang Xiao Long dan sekte ular emas di pintu keluar dari kota kecil elang ekor lima.
Bersambung!!