
Pada suatu sore hari yang berkabut rombongan Zhang Xiao Long memasuki pintu masuk ke daerah pegunungan Bai. Mereka mengamati tiap ruas-ruas jalan setapak yang di apit pepohonan pinus berwarna putih bak salju atau kapas yang sangat halus sekali dan di pinggiran jalanan itu terdapat kanal kecil yang mengalir dari air terjun dari atas pegunungan Bai ke lereng-lereng dan sawah-sawah di sekitarnya dan termasuk hutan pohon bakau.
"Hmm, kita harus melewati hutan pohon bakau di depan jalan sana sesudah kita berjalan kaki ke jalanan setapak yang menanjak ke arah barat untuk tiba di hutan pohon bakau itu. " Kata Tuan Muda Liu Kang yang turun dari kuda warna putih di dekat roda depan kereta kuda yang di kusiri oleh Zhang Xiao Long.
"Berarti aku dan mereka berdua harus tinggalkan kereta kuda kami di sini untuk berjalan kaki ke jalanan setapak itu." Kata Zhang Xiao Long yang sudah turun dari kereta kudanya.
"Benar sekali, Tuan muda Zhang. " Kata Fu Haifeng yang sudah memerintahkan sejumlah sahabat mereka untuk menjual kereta kuda dan kuda-kuda mereka ke pasar desa pintu masuk ke dalam wilayah pegunungan Bai.
"Baiklah, Aku mengerti. " Kata Zhang Xiao Long yang meminta kedua orang istrinya yang ganti pakaian dengan pakaian ringkas ala pendekar wanita yang sederhana sekali dan memakai topi jerami buatannya.
"Siap, Kak Long." Jawab Tan Tan Ling Ming dan Kim Hwee Li patuh kepada perintahnya dengan pergi ke dalam rumah kecil di dekat jalan pintu masuk ke wilayah pegunungan Bai untuk mereka berdua bisa berganti pakaian dan riasan mereka pakai sesuai perintah dari suami mereka berdua.
Zhang Xiao Long menunggu mereka berdua di luar pintu rumah kecil itu sambil makan buah apel hijau untuk menahan rasa lapar sebelum ia dan rombongannya sampai di tempat berikutnya dalam perjalanannya menuju ke Kekaisaran Bai.
"Tuan muda Zhang, apa yang sedang anda lihat dari depan rumah kecil ini? " Tanya Nyonya Xiao Bai Lu yang menghampiri Zhang Xiao Long di depan pintu rumah kecil itu.
"Langit senja hari yang mendatangkan kabut tebal menyelimuti seluruh wilayah pegunungan Bai membuatku semakin ingin cepat sampai ke tempat tujuan ku. " Jawab Zhang Xiao Long yang mengulurkan tangan untuk meraih jemari kedua orang istrinya yang baru saja keluar dari rumah kecil itu.
"Kak Long, aku mana bisa berjalan kaki dengan benar jika kamu belum membuka kerudung pengantin yang menutupi wajahku ini. " Kata Kim Hwee Li manyun kepada Zhang Xiao Long.
"Aku bilang aku akan membuka kerudung mu itu setelah aku menyelesaikan tugasku di wilayah Kekaisaran Bai yaitu setelah aku membunuh Bai Yinyuetai musuhku. " Kata Zhang Xiao Long di depan dengan tegas kepada istri barunya yang bergelar Nyonya Selir Kim.
"Baiklah, tapi kau harus bantu aku untuk jalan di jalanan setapak itu agar aku tak tergelincir di tepi jalanan setapak yang sangat sempit dan sukar untuk ku. " Kata Kim Hwee Li dengan sinar matanya memohon kepada Zhang Xiao Long.
"Pasti." Kata Zhang Xiao Long nada tegas sekali seraya menggandeng tangan Kim Hwee Li untuk jalan bersama dengannya menuju ke jalanan setapak itu.
Rombongan Zhang Xiao Long mulai melangkah maju ke jalanan setapak lalu mereka berjalan kaki secara berbaris panjang mengikuti jalanan setapak itu yang menanjak hingga sampai ke arah barat yang terdapat hutan pohon bakau.
"Kita bisa menggunakan rakit untuk mengarungi perairan hutan pohon bakau di depan kita tanpa kita harus merusak ekosistem hutan pohon bakau ini. " Jawab Zhang Xiao Long yang telah berkelebat cepat ke arah pepohonan pinus yang berwarna putih lalu mengambil beberapa batang pohon itu yang berserakan di bawah pepohonan pinus berwarna putih dan di ikat dengan akar -akar rumput di sekitar dengan kencang.
Dan, terakhir Zhang Xiao Long melemparkan rakit ke depan kedua orang istrinya yang cantik jelita dan rombongannya yang telah sigap sekali membuatkan tenda di atas rakit dan dayung untuk mendayung rakit.
"Silakan kalian berdua duduk di atas rakit di bawah tenda untuk melindungi kalian dari angin malam dan jangan lupa untuk pakai jubah luar kalian untuk melindungi tubuh kalian dari hawa dingin di sepanjang perjalanan kita mengarungi perairan hutan pohon bakau ini." Kata Zhang Xiao Long depan nada lembut kepada kedua orang istrinya yang cepat mematuhinya dengan duduk tenang di bawah tenda.
"Nyonya Xiao, kau juga istirahatlah bersama dengan mereka berdua di bawah tenda untuk jaga kesehatanmu dan bayi di perutmu itu." Kata Fu Haifeng dengan sikap ramah kepada Xiao Bai Lu istri dari Xiao Xun sampai membuat Tang Yin cemberut.
"Uuuh.. " Gerutu gadis cantik jelita kekasih Fu Haifeng yang memilih untuk duduk di dekat Du Fei kekasih Fan Hong.
"Sabarlah.. "Kata Du Fei menasehati sahabatnya itu untuk tidak emosi jiwa terhadap sikap ramah Fu Haifeng terhadap Xiao Bai Lu yang sangat cantik jelita dan terlihat lemah pada saat itu.
" Haifeng bersikap ramah kepada Nyonya Xiao Bai Lu demi persahabatan antara dirinya dengan mendiang suami dari Nyonya Xiao Bai Lu yaitu Xiao Xun. "Kata Fan Hong menjelaskan tentang sikap ramah sahabatnya itu terhadap istri dari mendiang sahabatnya juga kepada Tang Yin.
" Iya, tapi jangan terlalu berlebihan seperti itu nanti kesannya dia memang mempunyai hati kepada istri dari mendiang sahabatnya sendiri dan ingin menjadi pengganti mendiang sahabat nya sebagai suami baru Nyonya itu. "Kata Tang Yin cemberut yang rupanya cemburu dengan Nyonya Xiao Bai Lu yang diperlakukan dengan baik oleh Fu Haifeng.
" Hmm, laki-laki bebas mempunyai lebih dari satu istri , jadi wajarlah dia jatuh cinta kepada Bai Lu sekaligus mencintaimu juga, Tang Yin." Kata Tuan muda Liu Kang dengan sikap arogan mengajarkan itikad dan moral yang harus di miliki oleh seorang wanita pada zaman mereka saat itu kepada Tang Yin.
"Aku tahu itu tapi Aku tak mau menjadi calon istri keduanya. Karena Aku mau diriku yang pertama menjadi istrinya setelah itu seterah dia sebagai seorang pria calon kepala rumah tangga dari keluarga Fu." Kata Tang Yin mengutarakan isi hatinya untuk membela haknya sendiri sebagai kekasih Fu Haifeng.
"Di era ku, laki-laki di mulai dari para pangeran, Marquis, adipati, Tuan tanah, saudagar, pejabat hingga pendekar dan rakyat yang memiliki harta dan mampu untuk menghidupi keluarganya di izinkan untuk memiliki harem di bawah sepuluh orang istri dan semuanya harus sah untuk anak -anak yang mereka hasilkan dapat memiliki kehidupan yang baik dan nyaman. " Kata Zhang Xiao Long memberitahukan peraturan harem atau poligami di era nya kepada para pasukan nya yang mengikutinya saat ini.
Bersambung!!