
Selagi Zhang Xiao Long mengobati Biksu Feng di kamar bagian paling timur wisma tak bertuan. Puteri Ming Ming di taman mengadakan rapat strategi untuk menghadapi para musuh di dalam acara pertemuan para pendekar dunia persilatan daratan besar yang akan di adakan di kuil Shaolin pada esok harinya.
"Tuan Putri, apa yang telah anda dapatkan dari pengamatan para pasukan Kekaisaran Ming di seluruh kota ini? " tanya Beng Loan Ki yang telah bergabung dengan Putri Ming Ming di taman.
"Ada tujuh ratus orang tamu undangan pada esok hari dan di antaranya adalah tamu-tamu gadungan yang ingin menghancurkan kuil dan sekte Shaolin untuk mendapatkan pusaka yang amat diinginkan oleh Sheng Kun si tua bangka di gurun Gobi Barat."Jawab Putri Ming Ming yang mengeretakkan giginya saking emosinya.
"Pangeran siapakah yang ingin kau bunuh di pintu masuk ke kota Zheng an utara pada pukul tiga dini hari? " tanya wanita yang berdiri di sisi kanan Beng Loan Ki kepada Puteri Ming Ming.
"Pangeran tua Zhou Bu dan pasukannya agar Sheng Guo adik kembar Sheng Ki tak bisa lagi meracuni pikiran orang-orang dunia persilatan daratan besar yang telah menuduh Biksu Feng menyembunyikan pusaka tersebut. " Jawab Puteri Ming Ming yang memberikan dokumen di tangannya kepada wanita itu tapi Zhang Xiao Long lebih dulu mengambil dokumen itu dari wanita kekasih Beng Loan Ki usai pemuda ini mengobati Biksu Feng.
"Ming Ming, sebenarnya pusaka apakah yang di inginkan oleh Sheng Kun sampai dia menghasut para pendekar di dunia persilatan daratan besar untuk menuduh Biksu Feng dan sekte Shaolin? ' tanya Zhang Xiao Long menghadapi kekasihnya yang amat misterius itu.
" Bunga Teratai Emas. " Jawab Puteri Ming Ming mencubit hidung mancung Zhang Xiao Long.
"Apa manfaat Bunga Teratai Emas baginya? " tanya Zhang Xiao Long yang memberikan kode kepada para pasukannya untuk mundur dan meninggalkan taman untuk dirinya bisa bicara berdua dengan kekasihnya itu.
"Supaya dia bisa awet muda sepanjang masa dan energi kebatinan bisa lebih kuat dan besar lagi. " Jawab Puteri Ming Ming yang merangkul lehernya dan bersandar di bahunya.
"Yang benar saja hanya untuk awet muda dan energi kebatinan apa yang diinginkannya sampai mengacaukan dunia persilatan daratan besar seperti ini? " ucap Zhang Xiao Long membelai pipi lembut kekasihnya.
"Ya, nama juga orang serakah dan haus akan kekuasaan, pastilah segala sesuatu yang bisa membuatnya lebih baik daripada orang lain di dunia ini, dia pasti akan mengejarnya sampai dia dapat meraihnya dengan sempurna. " kata Puteri Ming Ming menggenggam tangan Zhang Xiao Long.
"Apakah kau tahu dimana bunga Teratai Emas itu berada?"tanya Zhang Xiao Long nada halus sambil mengecup bibir manis kekasihnya.
" Mmm... Aku tahu bunga Teratai Emas berada di ranjang emas biksu senior Wang di ruang bawah tanah kuil Shaolin." jawab Puteri Ming Ming yang membalas ciuman Zhang Xiao Long dengan lembut.
"Baik, kau tunjukkanlah kepada ku bunga Teratai Emas itu berada sekarang juga.. " kata Zhang Xiao Long membawa kekasihnya melesat cepat ke arah kuil Shaolin pada tengah malam hari itu.
Brrrr!
Putri Ming Ming menunjukkan jalan masuk ke ruangan rahasia di kuil Shaolin melalui rak buku yang ada lonceng emas di depannya lalu pintu rahasia terbuka untuk mereka masuk ke dalam kamar rahasia biksu senior Wang.
"Ada tempat tidur terbuat dari emas murni di sini dan aku pasti akan mencobanya.. "Kata Zhang Xiao Long mengajak Puteri Ming Ming berbaring di ranjang emas.
" Ranjang emas di sini juga ada di istana ku di istana Kekaisaran Ming. "kata Puteri Ming Ming tak tertarik dengan keindahan ranjang emas di kuil Shaolin.
Gadis itu menekan dinding ranjang emas lalu terdapat kotak yang berisi bunga Teratai Emas di sana. Zhang Xiao Long mengambil bunga itu lalu mengamatinya dengan penasaran sekali sampai Puteri Ming Ming menggigit hidungnya.
" Aihh, kau mulai menggoda iman ku, ya? " tanya Zhang Xiao Long mengangkat pandangannya ke arah Puteri Ming Ming yang melompat turun dari ranjang emas untuk menekan dinding lain dari ruang rahasia.
"Hmm.. Kemarilah.. " kata Puteri Ming Ming nada menggodanya.
Zhang Xiao Long mengikuti gadis itu masuk ke dalam ruangan yang terdapat delapan belas Arahat emas yang langsung menyerah mereka begitu mereka mendekat.
Werrr!
Zhang Xiao Long dan Puteri Ming Ming dengan lincah memukul delapan belas Arahat emas itu hingga delapan belas Arahat emas itu mundur teratur dan berdiri tegak di posisi semula.
Zhang Xiao Long dan Puteri Ming Ming masuk ke ruangan yang ada lubang Kincir angin dan menemukan sejumlah buku kitab -kitab ilmu silat terbaik di sekte Shaolin juga ilmu kitab -kitab silat tertinggi di dunia persilatan daratan besar kuno berada di dalam sana.
"Apakah di sini ada buku kitab-kitab ilmu silat mustika cahaya sembilan Naga emas langit dan bumi yang menjadi legenda para pendekar di dunia persilatan daratan besar di masa lampau sekali atau kuno di masa Dinasti Han kuno, Qin dan utara dan selatan serta Dinasti lainnya? " tanya Zhang Xiao Long mengambil salah satu dari sekian banyak buku kitab-kitab ilmu silat yang berada di dalam sana.
"Tidak ada. " Jawab Puteri Ming Ming yang telah duduk di bangku batu di tumpukan buku lainnya.
"Lalu kenapa kau mengajakku ke ruangan ini? " tanya Zhang Xiao Long sambil membolak-balik buku kitab-kitab itu dan menghafalnya secara lisan.
"Untuk kau mempelajari semua ilmu silat yang ada di dalam ruangan ini untuk meningkatkan kemampuan ilmu silat mu. " jawab Puteri Ming Ming yang melemparkan kipas lipat di tangan kanannya kepada Zhang Xiao Long yang cepat menangkap kipas lipat gadis itu dan melihat lukisan di tiap lipatan-lipatan kipas itu dengan asal saja.
"Pegunungan Himalaya? " tanya Zhang Xiao Long menutup kembali kipas lipat di tangannya usai mempelajari lukisan di tiap lipatan-lipatan kipas lipat itu.
"Iya, apakah kau bersedia untuk berpetualang dengan ku ke pegunungan Himalaya untuk misi paling penting di dalam hidup seorang pendekar besar di dunia persilatan daratan besar? " tanya balik Puteri Ming Ming tersenyum penuh arti kepada Zhang Xiao Long.
"Tentu saja, tapi aku harus melihat Kekaisaran Ming- mu dahulu sebelum kita berpetualang ke pegunungan Himalaya. " jawab Zhang Xiao Long yang tidak sengaja mengambil sebuah liontin motif bunga sakura warna merah muda yang jatuh dari saku pakaian Puteri Ming Ming ke atas lantai di depannya.
"Liontin ini darimana kau dapatkan? Siapakah yang memberikannya kepada mu? " tanya Zhang Xiao Long mengerutkan keningnya dan tatapan matanya tajam kepada Puteri Ming Ming.
"Liontin itu milikku..Bukan dari siapa-siapa.. " jawab Puteri Ming Ming yang cepat merampas liontin itu dari tangan Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long memeluknya dari belakang dan menggigit lehernya dengan geram sampai gadis itu memekik kaget dan mendapatkan ciuman ganas dari Zhang Xiao Long yang terbawa suasana hati emosi karena cemburu pada orang yang memberikan liontin kepada kekasihnya.
"Hmmmphhh.. Lepaskan aku.. Kakak Long.. " kata Puteri Ming Ming mendorong Zhang Xiao Long menjauhkan diri darinya.
Gadis itu menyentuh bibirnya yang berdarah dan lehernya juga lalu menatap pedih kepada Zhang Xiao Long yang mengabaikan tatapan mata gadis itu.
"Kau sungguh tak waras.. ! " teriak Puteri Ming Ming yang melesat cepat meninggalkan Zhang Xiao Long di ruang rahasia dalam kuil Shaolin.
Zhang Xiao Long menghela napas dalam-dalam sebelum menyusul kekasihnya tetapi Zhang Xiao Long terpana saat ia tak menemukan kekasihnya di wisma tak bertuan sekembalinya dirinya ke wisma tersebut.
"Dimana ia berada? Kenapa dia kabur dari ku seperti itu? " tanya Zhang Xiao Long pada dirinya sendiri sambil mencari-cari kekasihnya ke seluruh ruangan di wisma tak bertuan juga ia tak mendapatkan jawaban dari para pasukannya dan para pasukan Kekaisaran Ming yang telah bergabung dengannya di aula utama wisma tak bertuan untuk mendapatkan informasi terbaru dari Biksu Feng sendiri.
"Yang Mulia,ada satu hal yang ingin hamba beritahukan kepada Anda secara terbuka di aula utama di wisma ini." kata biksu Feng nada sopan dan hormat kepada Zhang Xiao Long.
"Hal apakah yang ingin kau beritahukan kepada ku? " tanya Zhang Xiao Long nada serius kepada Biksu Feng.
"Pangeran tua Zhou Bu ingin menukar pusaka di dalam diri Puteri Ming Ming dengan liontin yang mempunyai hawa sakti di tangan Puteri Ming Ming di pintu masuk ke kota ini pada pukul tiga dini hari. " jawab Biksu Feng dengan sinar mata jujur kepada Zhang Xiao Long.
"Apa???..Kenapa kamu baru memberitahuku tentang informasi yang begitu penting sekarang? Ahhh! Aku sedang mencari Ming Ming saat ini..!Hhh Gadis itu kenapa tak memberitahu ku yang sebenarnya agar aku tak salah paham terhadap nya?! " teriak Zhang Xiao Long.
"Tuan Putri Ming Ming melarang kami semua untuk memberitahukan hal ini kepada Anda agar Anda bisa fokus pada permasalahan di kuil Shaolin pada pukul sepuluh pagi ini. " kata Beng Loan Ki nada sabar menghadapi emosi Zhang Xiao Long.
"Hmmm.. Iya, aku tahu..Tapi aku masih ada waktu untuk membantu gadis keras kepala itu dan mau melakukan hal berbahaya seorang diri tanpa izin dari ku sebelum aku menyelesaikan masalah di kuil Shaolin pada pukul sepuluh pagi hari ini. " kata Zhang Xiao Long nada sopan dan hormat kepada Beng Loan Ki dan semua orang nya.
"Ya, anda benar.. Kami semua membantu Anda di sini. " kata Beng Loan Ki akhirnya memilih untuk membantu Zhang Xiao Long menemukan Puteri Ming Ming yang sebenarnya meminta mereka untuk mencegah Zhang Xiao Long untuk mencampuri urusan gadis itu dengan Kekaisaran Zhou.
Zhang Xiao Long langsung melesat dengan luar biasa cepat menuju ke arah pintu masuk ke kota Zheng an utara di gerbang utama namun ia tidak menemukan adanya pasukan Kekaisaran Zhou dan Puteri Ming Ming di sana.
"Hmm, kenapa di sini sepi tak ada orang-orang Zhou dan juga Ming Ming? " pikir Zhang Xiao Long.
Beng Loan Ki dan para pasukannya telah datang kepadanya di pintu gerbang utama kota Zheng an utara dan mereka juga tidak menemukan Ming Ming di seluruh pintu masuk dan keluar dari kota Zheng an.
"Mmmm.. Aku akan pergi ke Kekaisaran Zhou usai masalah di kuil Shaolin dapat terselesaikan dengan sempurna olehku. " kata Zhang Xiao Long kembali ke wisma tak bertuan bersama dengan pasukannya untuk mempersiapkan diri untuk menghadiri pertemuan para pendekar di kuil Shaolin.
Beng Loan Ki dan para pasukan Kekaisaran Naga Merah melakukan penyamaran sebagai rakyat biasa, pedagang, tamu-tamu undangan, pelayan, biksu dan pengemis di seluruh wilayah kota Zheng an utara.
Sedangkan Zhang Xiao Long datang seorang diri ke kuil Shaolin pada pukul sepuluh pagi hari itu. Ia menberikan kartu undangannya kepada pihak penyelenggaraan di depan pintu gedung khusus pertemuan di kawasan lain dari kuil Shaolin.
Biksu Feng secara diam-diam telah menyelinap masuk ke kuil Shaolin tanpa di ketahui para tamu-tamu undangan yang semakin dekat waktu pertemuan semakin banyak pula yang mengantri masuk ke gedung pertemuan.
"Kepala Biksu Feng..Apakah anda sudah siap untuk menghadiri acara ini? " tanya seorang biksu muda yang membawakan sarapan pagi ke kamar pribadi Biksu Feng.
"Iya, aku sudah siap, Biksu Zhin.. " jawab Biksu Feng yang merapikan jubahnya dan sepasang sepatu yang dikenakannya di pintu kamarnya sebelum melangkahkan sepasang kakinya ke arah paling selatan dari kuil Shaolin.
Ia diikuti oleh rombongan para biksu Shaolin dan calon-calon murid-murid sekte Shaolin menuju ke ruang pertemuan para pendekar di dunia persilatan daratan besar kini telah terisi dengan penuh semua tempat duduk di ruangan tersebut.
"Aku berada di sini.. Kau tenangkanlah dirimu dan fokus pada acaranya.. " kata Zhang Xiao Long melalui tatapannya dari tempat duduknya kepada Biksu Feng yang telah menempatkan diri di tempat duduk di podium untuk menghadapi para tamu undangannya di sana.
Wakil Biksu Feng berdiri dari tempat duduk lalu berjalan ke depan podium untuk melakukan pidato sambutan selamat datang kepada para tamu undangan.
"Selamat pagi dan selamat datang kepada para tamu undangan yang terhormat yang telah menyempatkan waktu untuk menghadiri acara pertemuan para pendekar dunia persilatan yang rutin dilakukan setiap lima tahun sekali di kuil Shaolin. Aku wakil Biksu Feng menyampaikan rasa terimakasih atas kedatangan anda semua. Mari kita mulai dengan pembacaan doa kepada Sang Buddha lebih dahulu sebelum acara kita di mulai. " kata wakil biksu Feng nada berwibawa di hadapan para tamu-tamu undangan.
Sesudah itu acara pertemuan di mulai dengan saling menukar pengalaman mereka masing -masing di dunia persilatan juga pertandingan ilmu silat untuk meramaikan suasana acara tersebut. Dan, di tengah-tengah acara pertemuan para pendekar terdengar suara seorang pria muda yang datang bersama rombongannya ke tengah-tengah acara pertandingan ilmu silat yang dilakukan oleh sekte Bu Tong Pai melawan sekte Thai Hang San.
Bersambung!