Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kota Xue An Selatan


Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming mengikuti derap langkah kuda yang di tunggangi oleh Raja Muda Xue Yang yang mengundang mereka agar mengunjungi istana Raja Xue di dalam kota Xue an Selatan.


"Istana Raja Xue berada di daerah apa? Kenapa dia mengajak kita untuk mengikutinya ke arah lain dari dalam kota Xue an Selatan? " tanya Zhang Xiao Long nada pelan kepada istrinya.


"Raja muda Xue Yang ingin kita terlebih dahulu mengunjungi graha milik istrinya yang berada di di kota Xue an utara yaitu melalui jalan di depan sana itu. " jawab Putri Ming Ming yang mengajak Zhang Xiao Long untuk mengikuti langkahnya ke arah gang yang di depannya terdapat tugu jalan.


"Tugu jalan ini? " tanya Zhang Xiao Long melihat tugu jalan di depannya berukiran macan tutul.


"Iya, inilah graha macan tutul Xue tempat tinggal istrinya yang kedua dan bernama Chui Sing. " jawab Putri Ming Ming nada halus kepada Zhang Xiao Long sambil menunjuk pada seorang gadis muda cantik luar biasa yang telah membukakan pintu masuk untuk mereka.


"Adik ipar.. " sapa istri kedua dari Raja muda Xue Yang melihat Ming Ming segera memeluk istri dari Zhang Xiao Long dengan hangat.


"Kak Cui Shing apa kabar mu sekarang ini usai menikah dengan Raja muda Xue Yang pria yang kamu cintai? " sapa balik Putri Ming Ming yang melirik ke arah Zhang Xiao Long yang tersenyum bahagia setelah Kaisar Naga Merah mengetahui bahwa Raja muda Xue Yang telah mempunyai tujuh orang istri dan salah satunya adalah Chui Shing kakak seperguruan Putri Ming Ming, maka Zhang Xiao Long tak lagi merasakan cemburu.


"Kabar mu sangat bahagia sekali, Ming Ming. Karena aku sudah mempunyai seorang anak laki-laki untuk suamiku. " jawab Selir raja muda Xue Yang melihat ke arah Zhang Xiao Long di sisi kanan Putri Ming Ming.


"Oh, selamat untuk mu Kak Chui Shing. Ohya, ini perkenalkan dia ini adalah suamiku namanya Zhang Xiao Long, " kata Putri Ming Ming yang segera memperkenalkan Zhang Xiao Long di sisi kanannya sebagai suaminya kepada Selir raja muda Xue Yang.


"Wah, selamat juga untuk mu adik ipar cantikku yang akhirnya kamu bisa menemukan pasangan hidup yang terbaik untukmu. " kata Selir raja muda Xue Yang menjura hormat kepada Zhang Xiao Long yang hanya menganggukkan kepala untuk sapaan sopannya saja.


"Istriku, mari kita ajak mereka untuk masuk ke dalam graha kita. " kata Raja muda Xue Yang di pintu aula utama dari graha macan tutul kepada istrinya seraya tersenyum ramah kepada Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming.


"Kak Long, mari kita masuk saja ke graha macan tutul mereka.. " kata Putri Ming Ming menarik lengan Zhang Xiao Long dan melangkahkan kaki menuju ke dalam aula utama.


Di dalam aula utama graha macan tutul. Mereka di perkenalkan dengan tujuh orang istri dan anak dari Raja muda Xue Yang oleh Raja itu sendiri di hadapan mereka berdua.


"Pendekar Naga Mereka perkenalkan mereka di sisi kananku adalah istri-istri yang bergelar dari Permaisuri Raja muda Xue Yang, Selir Agung Raja muda Xue Yang, Nyonya Selir raja muda Xue Yang sampai ke Nyonya muda Raja muda Xue Yang, dan mereka di sisi kiriku adalah putra dan putri ku.Jadi, kau tak perlu mencurigai aku akan bersikap genit kepada istrimu yang sudah ku anggap sebagai Adik ku sendiri. " kata Raja muda Xue Yang kali ini memperlihatkan sikap ramah kepada Zhang Xiao Long.


"Baik, Raja muda Xue Yang atas penjelasan dari sikapmu terhadap istriku di pintu masuk ke kota Xue an Selatan kepada ku di graha macan tutul mu sendiri. Dan, sekarang apa yang ingin kamu bahas bersama dengan istriku di sini? Ohya, asalkan kamu dan istri ku membahas masalah apapun itu harus mengikuti sertakan diri ku di dalamnya sebab masalahnya adalah masalah ku yang menjadi suaminya yang sah sekarang ini untuk selamanya di hidupnya. " kata Zhang Xiao Long nada tegas kepada Raja muda Xue Yang.


"Iya, ya, ya aku tahu kau seorang pria yang amat melindungi istrimu dengan sangat hati-hati dan baik sekali. Aku akan mulai membahas tentang peta wilayah pegunungan Himalaya yang telah hilang dari tempat penyimpanan barang rahasia di dalam istana Raja Xue yaitu ayahku sehingga Ayahku memerintahkan agar aku mencari istri mu untuk membahasnya secara rahasia pula. " kata Raja muda Xue Yang melihat ke arah Putri Ming Ming.


"Hmm, bagaimana bisa peta itu hilang dari ruang rahasia ayahmu, Raja muda Xue Yang?" tanya Putri Ming Ming membalas tatapan mata Raja muda Xue Yang.


"Entahlah,karena itu aku mengundangmu dan suamimu untuk membantuku menyelidiki kasus ini secara rahasia agar tidak diketahui oleh orang lain yang tentunya akan menyebabkan terjadinya bibit permusuhan antara Kekaisaran Naga Merah dengan Kekaisaran Himalaya. " jawab Raja muda Xue Yang dengan nada serius di wajahnya yang tampan.


"Kak Long, bukankah salah seorang dari Selir baru mu itu adalah Putri dari Raja Himalaya yang telah didatangkan oleh Pejabat Hu kepada mu? " tanya Putri Ming Ming menengok kepada Zhang Xiao Long yang duduk di kursi sampingnya.


"Iya, benar sekali. " jawab Zhang Xiao Long yang mengelus dagunya untuk berpikir cepat.


"Ming Ming, kurasa aku mempunyai pemikiran untuk penyelidikan terhadap kasus ini dengan cara aku harus mengundang Meng Zi Zi ke sini untuk mendapatkan keterangan lebih jelas dari putri dari Raja Himalaya sendiri secara langsung sehingga kita tidak menunda nunda waktu untuk mencari dalang dibalik kasus hilangnya peta wilayah pegunungan Himalaya. " kata Zhang Xiao Long yang mendapatkan anggukan setuju dari Raja muda Xue Yang.


"Bagus sekali ide mu, Kaisar Naga Merah. Cepat kau panggil salah seorang dari Selir mu ke sini. " kata Raja muda Xue Yang tersenyum bahagia melihat Kaisar Naga Merah akan membantunya untuk mengatasi masalah yang dihadapinya itu.


"Ya, ku akan menulis surat kepada Meng Zi Zi melalui burung pos ku. " kata Zhang Xiao Long yang bersiul halus dengan kelingking di dekat bibirnya.


Lalu seekor burung parkit warna biru terbang dari arah luar melalui jendela dan hinggap di antara jari -jari tangan Zhang Xiao Long di meja sebelah. Kemudian, Zhang Xiao Long menulis surat dengan cepat dan melipat kertas sekecil mungkin untuk di ikat pada kaki burung parkit warna biru itu lalu menerbangkan burung parkit warna biru ke angkasa melalui arah datangnya burung parkit warna biru kepadanya di aula utama graha macan tutul.


*****


Istana Kekaisaran Naga Merah bagian Selir.


"Dan, kini aku telah dinobatkan sebagai Selir Kedua Meng oleh Kaisar Naga Merah dengan dalih aku adalah aku ini putri dari Adipati Meng di wilayah Meng an padahal aku ini putrinya Raja Himalaya yang sangat terkenal di daerah barat daya. Namun sampai sekarang aku belum juga mendapatkan panggilan dari Kaisar Naga Merah untuk melayaninya agar secepatnya aku dapat memiliki seorang anak laki-laki darinya untuk hadiah rasa bakti ku kepada ayah ku dan rakyat ku di Kekaisaran Himalaya dan juga cintaku ini terhadap Kaisar Naga Merah. " kata Selir Meng Zi Zi memegangi kedua pipinya sendiri sambil membayangkan dirinya berada di pelukan Kaisar Naga Merah yang menjatuhkan hatinya sejak awal dirinya menginjakkan kaki di istana harem Kekaisaran Naga Merah.


Selagi gadis itu sedang sibuk dengan khayalan nya tiba-tiba seekor burung parkit warna biru telah jatuh ke atas meja batu di depannya, dan ia menemukan sepucuk surat yang di ikat pada salah satu kaki burung parkit warna biru itu.


"Burung parkit warna biru siapakah ini yang tiba-tiba datang kepada ku? " tanya gadis manis itu pada dirinya sendiri sambil menowel halus bulu burung parkit warna biru itu.


"Selamat pagi untuk Selir Kedua Meng, " sapa Kasim Wang yang mengejutkan gadis itu karena Kasim Wang muncul secara tiba-tiba di samping kanannya.


"Kasim Wang ada apa? Kenapa kamu membuat aku terkejut dengan kemunculan mu secara tiba-tiba seperti ini di sampingku? " tanya Meng Zi Zi melirik sebal kepada Kasim Wang.


"Maafkan hamba, Yang Mulia Selir kedua Meng Zi Zi yang terhormat. Hamba datang untuk anda yang telah dipanggil oleh Kaisar Naga Merah untuk menemui Beliau di graha macan tutul kota Xue an Selatan sekarang juga. " jawab Kasim Wang yang mengambil surat di kaki burung parkit warna biru dan membacanya untuk Selir kedua Meng Zi Zi atas perintah dari Kaisar Naga Merah sendiri kepadanya melalui burung parkit warna hijau yang datang ke kamarnya pada dini hari itu juga.


"Ahh?! Kaisar Naga Merah memanggilku? " tanya Selir kedua Meng Zi Zi tak percaya.


"Iya, sungguh Anda telah dipanggil untuk temui Kaisar Naga Merah di graha macan tutul kota Xue an Selatan sekarang juga. " jawab Kasim Wang yang telah mempersiapkan tandu untuk Selir kedua Meng Zi Zi dan beberapa orang prajurit Kekaisaran Naga Merah di luar istana Meng Zi Zi sendiri.


"Eh, ya, baiklah. Aku akan segera datang ke graha macan tutul kota Xue an Selatan.. " kata Selir kedua Meng Zi Zi yang cepat merapikan diri secantik mungkin sebelum masuk ke tandunya.


Kemudian sejumlah besar pasukan Kekaisaran Naga Merah memanggul tandunya untuk di bawa keluar dari istana Kekaisaran Naga Merah melalui jalur pintu barat istana Kekaisaran Naga Merah.


Perjalanan menuju ke graha macan tutul kota Xue an Selatan terasa begitu cepat sekali bagi Meng Zi Zi yang duduk tenang di dalam tandu dan tiba-tiba saja dirinya di suruh keluar dari tandu.


"Selamat sore dan selamat datang di graha macan tutul kota Xue an Selatan kepada Selir kedua Meng Zi Zi. Mari silakan anda temuilah Kaisar Naga Merah di dalam ruangan ini.." kata salah seorang dari anggota pengawal pribadi Kekaisaran Naga Merah kepada Selir kedua Meng Zi Zi.


"Iya.. " jawab Selir kedua Meng Zi Zi gugup.


Selir kedua Meng Zi Zi mengikuti langkah salah seorang dari dayang istana Raja Xue Yang ke arah timur graha macan tutul kota Xue lalu di sanalah. Gadis itu melihat Kaisar Naga Merah di hadapannya sedang duduk di bangku di depan meja makan di ruangan mewah. Dimana ia juga melihat Ratu Amira Ming menyisir rambut indah dan harum daun mentol Sang Kaisar Naga Merah dengan halus sekali.


"Hormat hamba Selir kedua Meng Zi Zi kepada Kaisar Naga Merah dan Ratu Amira Ming.. " sapa Selir kedua Meng Zi Zi segera menjatuhkan diri untuk memberikan salamnya kepada Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming.


"Bangunlah dan duduklah di bangku di depanku, Selir kedua Meng Zi Zi lalu kau coba lah untuk makan malam bersama dengan kami di ruangan ini. " perintah dari Zhang Xiao Long kepada Selir kedua Meng Zi Zi.


"Iya, Paduka. " jawab Selir kedua Meng Zi Zi.


"Baik, sekarang aku ingin mendengarkan cerita riwayat mu yang sebenarnya secara terbuka kepada ku sebagai seorang istri yang harus bisa menceritakan apapun masalahnya sendiri pada suaminya yaitu aku. " kata Zhang Xiao Long nada halus meraih jemari Selir kedua Meng Zi Zi yang berada di bawah meja makan lalu jemari itu di kecup lembut oleh bibirnya sendiri.


"Baik, Yang Mulia. Hamba harus pamit undur diri untuk memberikan kenyamanan bagi Selir kedua Meng Zi Zi yang untuk malam ini berkewajiban melayani anda. " kata Putri Ming Ming dengan nada halus dan hormat kepada Zhang Xiao Long lalu meninggalkan Zhang Xiao Long berdua saja dengan Selir kedua Meng Zi Zi.


Zhang Xiao Long mengangkat tatapannya yang telah ditujukan kepada Selir kedua Meng Zi Zi usai melihat Putri Ming Ming meninggalkannya dengan Selir kedua Meng Zi Zi di kamar itu dan menutup pintu kamar dengan rapat sekali.


"Ah, Ming Ming apa -apaan kamu ini? Apakah kau ingin aku meniduri gadis ini? " batin Zhang Xiao Long.Sesungguhnya Zhang Xiao Long juga merasa aneh sendiri semenjak dirinya berikan pil hati seorang pria sejati kepada Putri Ming Ming untuk mengobati istrinya itu dirinya tidak ada niat untuk memberikan tugas seorang suami kepada istri terhadap wanita-wanitanya yang lain dan diri Zhang Xiao Long sendiri seperti telah memiliki pilihannya sendiri untuk kebahagiaan di dalam hidupnya.


"Meng Zi Zi, siapakah orangtua mu yang asli? Siapakah Adipati Meng yang waktu lalu kamu beritahukan kepada ku bahwa dia itu adalah ayah kandungmu? "tanya Zhang Xiao Long yang menatap langsung kepada Selir kedua Meng Zi Zi.


" Yang Mulia, tolong maafkan hamba yang telah menutupi identitas asli hamba untuk melindungi rakyat hamba di Kekaisaran Himalaya karena ayah hamba adalah Raja Himalaya. "jawab Selir kedua Meng Zi Zi gemetar ketakutan.


" Jangan takut karena aku mengerti apa alasan mu untuk menyembunyikan identitas asli mu dari ku. "kata Zhang Xiao Long dengan senyum manis kepada Selir kedua Meng Zi Zi yang tidak bisa berhenti untuk menatapnya dengan mesra sekali.


Bersambung!!