Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Angin Musim Gugur Berhembus Ke Barat.


Pada hari kedelapan setelah menginap di rumah hiburan malam di kota bunga Kamboja putih. Di hari kesembilan Zhang Xiao Long melanjutkan perjalanan ke kota bunga Kamboja merah muda bersama dengan seorang gadis remaja cantik manis bernama Xiao Leng.


"Ughh, selama delapan hari delapan malam aku di kurung di kamar sewanya hanya untuk temani dia bersenang-senang dengan bermain alat musik gucheng sampai sepuluh jariku bengkak dan tergores senar-senar tajam alat musik itu namun dia tak pernah menghiraukan ku dan tak pernah menyentuh ku sebagaimana seorang pria normal menyewa jasa seorang wanita seperti ku yang masih perawan ting ting. " batin Xiao Leng.


Gadis usia lima belas tahun ini di selamatkan oleh Zhang Xiao Long dari seorang pembunuh bayaran dari Tuan Mudah Yang untuk menutupi jejak korupsi gurita di kota bunga Kamboja merah muda dari pemerintah pusat yaitu Kaisar Naga Merah pemimpin Kekaisaran Li yang baru dengan nama Kekaisaran Naga Merah Sejati.


Gadis itu tak pernah menyangka bahwa dia akan jumpa secara langsung dengan Kaisar Naga Merah sendiri di kota bunga Kamboja putih dan menjadikannya sebagai pemain alat musik gucheng untuk menghibur Kaisar Naga Merah.


"Nona Xiao, apa yang sedang kamu pikirkan saat ini tentang ku di pikiran mu itu? " tanya Zhang Xiao Long di tempat peristirahatan mereka di dekat pintu masuk ke kota bunga Kamboja merah muda.


"Aku merasa heran denganmu yang tak pernah tertarik padaku sehingga aku bingung untuk menarik perhatianmu." jawab Xiao Leng tanpa basa basi kepada Zhang Xiao Long.


"Ouh, Aku minta maaf kepada mu karena aku tak pernah menyukaimu sebagai seorang gadis tapi aku menyukaimu sebagai seorang adik kecilku saja. " kata Zhang Xiao Long secara terbuka juga kepada gadis remaja itu.


"Ohya? Tapi, aku tak mau menjadi adik kecilmu sebab aku ingin menjadi kekasihmu atau wanita mu. Lihatlah aku memiliki tubuh indah dan juga wajah yang cantik manis. " kata Xiao Leng yang mendekatkan diri kepada Zhang Xiao Long untuk menunjukkan bahwa dia sudah pantas sebagai kekasih Zhang Xiao Long.


"Emm, tetap saja kau bagiku hanyalah seorang gadis kecil. " kata Zhang Xiao Long dengan sikap acuh tak acuh kepada Xiao Leng.


Xiao Leng yang marah di acuhkan oleh Zhang Xiao Long dengan kesal merengkuh wajah pria tampan di depannya itu dengan kedua tangan mungilnya lalu mencium bibir Zhang Xiao Long dengan cepat dan lembut.


"Wah, kau sungguh pemberani sekali dengan kau memaksa untuk mencium bibirku, tapi kamu itu masih belum berpengalaman sekali sehingga caramu mencium bibir seorang pria sepertiku. " kata Zhang Xiao Long mendorong halus tubuh gadis remaja ini dari tubuh nya.


"Hmm, kalau begitu bagaimana kalau kamu saja yang melakukannya kepadaku? " ucap Xiao Leng dengan wajah memelas kepada Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long meriah wajahnya yang mungil dengan sebelah tangannya lalu menciumnya dengan ciri khasnya sampai gadis remaja yang di ciumnya itu mendesah nikmat dengan caranya mencium bibir gadis itu.


"Hmm.. " gumam Gadis remaja menyentuh bibir manisnya dengan jarinya sesudah Zhang Xiao Long melepaskan ciuman pada bibirnya.


"Bagaimana? Apakah kamu merasa takut pada ku? " tanya Zhang Xiao Long tersenyum kecil di depan gadis remaja ini seraya beranjak keluar dari gubuk kecil di pintu masuk utama ke kota bunga Kamboja merah muda.


"Enak dan manis sekali sampai aku ingin di cium lagi olehmu. " jawab Xiao Leng cepat mengejar pemuda sangat tampan itu.


"Emm, baiklah, karena kamu yang meminta agar aku menciummu lagi, maka aku akan kabulkan permintaan mu itu." kata Zhang Xiao Long yang melihat gadis remaja ini berdiri di hadapannya lagi dengan senyuman dan mengangguk begitu bersemangat sekali memutar sepasang bola matanya.


"Tuan Muda, ayolah lakukan hal itu lagi kepadaku pokonya aku janji untuk menjaga bibirku hanya untuk mu seorang pria yang berhak untuk cium bibir ku. " pinta Xiao Leng yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Zhang Xiao Long.


"Tentu saja, usai aku menciummu tadi berarti tidak hanya bibirmu yang hanyalah untuk ku seorang pria yang berhak untuk menciummu tapi juga seluruh yang ada di tubuhmu itu adalah aku pemiliknya dan termasuk adalah nyawamu itu. " kata Zhang Xiao Long dengan senyuman tegas kepada Xiao Leng seraya menyematkan tusuk konde tanda selir di atas puncak rambut panjang di kepala gadis remaja itu.


"Ehh, simbolik apakah yang telah kamu taruh di kepalaku? " tanya Xiao Leng tersenyum bahagia.


"Gelar sebagai salah satu selir ku. " jawab Zhang Xiao Long melingkari lengannya di pinggang kecil gadis remaja itu lalu mencium bibir gadis remaja itu lagi.


"Selir? Ehh, apakah kamu belum pernah menikah dengan seorang wanita sehingga kamu berikan aku gelar selir mu? " tanya Xiao Leng merangkul leher Zhang Xiao Long.


"Hahaha istriku ada banyak di rumah besar ku dan seorang istri lain di rumah kecilku dengan gelar yang berbeda-beda namun mereka tetap milikku seorang termasuk dirimu sekarang ini, Adik Leng. " jawab Zhang Xiao Long membelai lembut rambut panjang dan indah Xiao Leng.


"Oh, lalu siapa kamu sebenarnya? Apakah kamu seorang bangsawan dari Ibukota dengan gelar Marquis atau Adipati atau Pangeran muda atau Tuan Besar? " tanya Xiao Leng penasaran sekali terhadap pemuda yang menjatuhkan hatinya itu.


"Auw, kau menggigit bibirku hingga berdarah. " kata Xiao Leng mengernyitkan kening halusnya seraya menatap lembut Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long tertawa renyah melihat betapa polosnya dan murninya gadis kekasih barunya itu sehingga ia teringat tentang Ming Ming istri lainnya yang tinggal di rumah masa kecilnya di puncak gunung Xia.


"Celaka, aku tak boleh terlena dengan kecentilan gadis remaja ini agar aku bisa menjaga hati dan kepercayaan Ming Ming kepada ku sebagai pria yang pantas untuk bersama wanita itu untuk selamanya. " batin Zhang Xiao Long.


Xiao Leng terbeliak melihat perubahan sikap dan senyum pemuda ini bahkan terlihat kembali tak hiraukan dirinya dengan meneruskan langkah ke arah pintu masuk utama kota bunga Kamboja merah muda.


"Ammm, aneh sekali dia itu seperti cuaca yang selalu berubah-ubah. " batin Xiao Leng.


Zhang Xiao Long memerhatikan sekelompok pria berpenampilan sebagai seorang pendekar dunia persilatan berbondong-bondong berbaris untuk masuk ke kota bunga Kamboja merah muda dengan membawa plakat tembaga di tangan mereka.


"Kita harus mempunyai plakat tembaga anggota rumah pelelangan Tuan Muda Yang untuk kita bisa masuk ke kota bunga Kamboja merah muda ini dengan bebas. " kata Xiao Leng nada pelan di sampingnya.


"Oh, aku akan mendapatkan benda itu dengan mudah. " kata Zhang Xiao Long tersenyum kecil sambil memperlihatkan plakat tembaga itu ada di tangannya kepada Xiao Leng.


"Wah, hebat.. " kata Xiao Leng kagum melihat plakat tembaga telah di perlihatkan oleh Zhang Xiao Long kepada penjaga pintu masuk utama ke kota bunga Kamboja merah muda hingga mereka berdua bisa masuk dengan mudah.


Zhang Xiao Long melihat adanya kelompok- kelompok yang sedang berjalan di jalanan kota bunga Kamboja merah muda dan ada juga yang duduk di kedai juga berbagai tempat lainnya tapi sorotan mata mereka tertuju kepada sebuah rumah di sudut kota bunga Kamboja merah muda yang bertuliskan.


"Rumah Pelelangan Tuan Muda Yang.. " baca Zhang Xiao Long dalam hatinya.


"Ayah, tunggu sebentar apa kamu sudah yakin untuk melelang kipas emas pada hari ini? " tanya seorang gadis remaja cantik jelita berpakaian serba hijau muda mengikuti langkah seorang pria yang memakai baju berwarna putih di depan gadis itu.


"Iya, karena aku sudah tidak tertarik lagi dengan benda mati ini. " jawab pria itu dengan sikap dan nada meremehkan kipas emas di tangannya itu kepada putrinya.


"Ahhhh! Yang benar saja ayah? Bukankah kipas emas adalah salah satu dari empat pusaka dunia persilatan peninggalan dari orang sakti tak pernah di ketahui namanya itu? " tanya putri dari pria yang berjalan ke rumah pelelangan Tuan muda Yang dengan sikap angkuh sekali.


"Karena kipas emas di tanganku ini palsu, Aling. " jawab pria yang di ketahui adalah Ketua Sekte pengemis bunga Kamboja merah muda.


"Oh.. " gadis remaja itu langsung menutup mulut mungilnya ketika ia melihat pintu masuk rumah pelelangan Tuan muda Yang telah dibuka untuk para tamu undangan atau anggota-anggota dari rumah pelelangan Tuan muda Yang berdatangan ke rumah itu.


Zhang Xiao Long pun berbaris untuk masuk ke dalam rumah pelelangan Tuan muda Yang untuk mencari tahu kebenaran dari jawaban yang ia dapatkan dari pertanyaan yang ditujukan kepada Xiao Leng di rumah hiburan malam kota bunga Kamboja putih.


"Silakan masuk dan tempati tempat duduk yang telah disiapkan oleh pihak rumah pelelangan Tuan muda Yang untuk anda sekalian para tamu undangan dan juga anggota rumah pelelangan Tuan muda Yang. " kata para penjaga pintu gerbang rumah pelelangan Tuan muda Yang di depan Zhang Xiao Long sesudah Zhang Xiao Long memberikan plakat tembaga di tangannya kepada penjaga itu.


Xiao Leng diperintahkan oleh Zhang Xiao Long untuk mengubah penampilannya seperti seorang pemuda remaja tampan untuk keamanan gadis remaja itu sendiri yang menemaninya masuk ke ruang utama rumah pelelangan Tuan muda Yang dengan berjalan di belakang Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long dan Xiao Leng mendapatkan tempat duduk di barisan tengah dari barisan kedua dari belakang sehingga mereka berdua dapat leluasa mengamati setiap orang yang datang ke rumah pelelangan Tuan muda Yang dan menempati tempat duduk mereka masing - masing.


Lalu mereka menunggu Tuan muda Yang dan keluarganya datang ke ruang utama untuk buka acara pelelangan barang -barang langka yang di incar oleh para pendekar dunia persilatan yang telah datang ke kota bunga Kamboja merah muda.


Bersambung!!